NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Hannah

Di Balik Cadar Hannah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:628
Nilai: 5
Nama Author: Ri7

Hannah adalah wanita bercadar yang menyimpan masa lalu kelam. Pertemuannya kembali dengan Faz, lelaki yang pernah menolongnya, membuat cinta tumbuh hingga mereka hampir bertunangan.

Namun sebuah rahasia membuat mereka tak bisa bersama. Saat Hannah harus merelakan cintanya, Arif—lelaki yang diam-diam telah lama mencintainya—datang membawa sebuah lamaran.

Di antara cinta, luka, dan takdir, Hannah harus menentukan jalan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ri7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Sebenarnya Arif Bagi Hannah?

Pukul delapan pagi, Hannah sudah tiba di studionya. Ia sengaja berangkat lebih awal untuk memeriksa kembali hasil presentasi yang telah disusunnya kemarin. Bahkan, Coffee Aroma Waktu yang berada tepat di samping studionya masih tampak sepi.

Rapat kali ini sedikit berbeda. Selain mengundang Farah dan timnya, Hannah juga mengajak Arif untuk bergabung.

Pagi tadi, Hannah menghubungi Arif dan memberitahukan rencananya untuk menggunakan Coffee Aroma Waktu sebagai lokasi pemotretan. Ia bahkan sempat bertanya apakah perlu meminta izin kepada pemilik kafe tersebut.

Arif menjawab tidak perlu.

Tanpa disangka, percakapan singkat itu justru berakhir dengan undangan rapat dari Hannah untuk dirinya.

Sementara menunggu yang lain datang, Hannah masih berkutat di depan komputer. Matanya menelusuri setiap slide presentasi, memastikan tidak ada detail yang terlewat.

Apa masih ada yang kurang?

Ia kembali memeriksa beberapa bagian, mempertimbangkan kemungkinan perubahan, lalu mengangguk kecil setelah merasa semuanya sudah sesuai.

Sepertinya sudah cukup.

Tak lama kemudian, Farah datang.

"Assalamu'alaikum, Kak Hannah."

"Wa'alaikumussalam, Farah."

"Gimana, Kak, progresnya?"

"Alhamdulillah, sudah selesai. Ini, kalau kamu mau lihat. Rapatnya masih sepuluh menit lagi, kan?" Hannah menunjuk kursi di sebelahnya.

Farah segera duduk dan mengarahkan pandangannya ke layar komputer Hannah.

"Wah, kita bakal jalan-jalan, dong!" serunya antusias setelah melihat konsep yang disiapkan Hannah.

Hannah tersenyum tipis. "Tapi, sepertinya enggak akan semudah itu, Far."

Farah menoleh. "Kenapa, memangnya, Kak?"

"Soalnya, memotret model di luar ruangan jauh lebih menantang daripada di studio. Di studio, kita bisa mengatur pencahayaan dan latar dengan lebih mudah. Kalau di luar, kita harus menyesuaikan diri dengan kondisi tempat, cuaca, dan cahaya alami."

"Oh, benar juga." Farah mengangguk, mulai memahami maksud Hannah.

Belum sempat mereka melanjutkan obrolan, Faz dan Rozin akhirnya tiba.

Hannah segera menutup tampilan presentasinya yang masih terbuka di layar komputer.

"Baiklah, sepertinya kita sudah bisa mulai rapatnya."

Ia beranjak dari kursinya, lalu mengajak semua orang berpindah ke meja rapat yang telah disiapkannya sejak tadi.

Setelah semuanya duduk, Hannah mulai memaparkan konsep pemotretan yang telah ia susun dengan saksama.

Slide pertama pun muncul di layar.

Coffee Aroma Waktu.

Tepat saat itu, Arif masuk sambil membawa beberapa minuman yang sebelumnya dipesan Hannah.

Faz yang semula menyimak dengan tenang mendadak mengangkat wajah. Matanya tertuju pada nama kafe yang terpampang di layar.

"Di Coffee sebelah?" tanyanya, memastikan.

"Iya." Hannah mengangguk santai. "Oh ya, sekalian kenalan. Ini Arif. Dia bekerja di Coffee sebelah."

Arif meletakkan minuman di atas meja, lalu tersenyum ramah.

"Saya Arif. Arif Rifa'i."

"Farah," sahut Farah cepat.

Faz mengernyit.

Lho, kok aneh banget?

Bukankah mereka sudah saling mengenal? Bahkan Farah dan Arif adalah kakak beradik. Kenapa harus berkenalan lagi seolah-olah baru bertemu?

Farah yang menyadari tatapan heran Faz segera menyikut lengannya pelan. Ia bahkan memiringkan bibir, memberi isyarat agar Faz tidak banyak bertanya.

Faz menoleh dengan dahi berkerut.

Apaan, sih?

Ia benar-benar tidak mengerti.

"Rozin," ujar Rozin, ikut memperkenalkan diri.

Padahal, sebenarnya Rozin sudah mengetahui bahwa Arif adalah putra Pak Rifa'i, pemilik Arfa. Namun, ia memilih mengikuti alur perkenalan yang terasa janggal itu.

Faz semakin kebingungan.

Apa-apaan, sih, orang-orang ini?

"Oh, kalau kamu, aku sudah kenal." Arif mengalihkan pandangan kepada Faz. Senyumnya melebar tipis. "Faz, kan? Siapa yang enggak kenal Faz?"

Faz hanya membalas dengan senyum kecut.

Ya, ampun. Aneh banget.

Ia menghela napas dalam hati, lalu memilih tidak memusingkan tingkah orang-orang di sekelilingnya.

"Untungnya, kita enggak perlu meminta izin untuk menggunakan Coffee Aroma Waktu," jelas Hannah sambil melanjutkan presentasinya.

Kali ini, Faz benar-benar terdiam.

Enggak perlu izin?

Bukankah kafe itu milik Arif?

Faz melirik Hannah, kemudian Arif yang kini duduk santai di kursi dekat meja. Keduanya tampak biasa saja, seolah tidak ada sesuatu yang perlu dipertanyakan.

Apa Hannah enggak tahu siapa Arif sebenarnya?

Rasanya mustahil. Mereka terlihat cukup dekat. Atau jangan-jangan, kedekatan mereka selama ini hanya sebatas kenalan?

Faz mengalihkan pandangannya kembali ke layar.

Ah, sudahlah. Itu bukan urusannya.

Ia tidak datang ke sini untuk mencari tahu hubungan orang lain. Ada pekerjaan yang jauh lebih penting untuk dipikirkan.

Sepanjang rapat, Faz berusaha menyimak penjelasan Hannah. Sesekali ia mengajukan pertanyaan, memberikan masukan, dan mempertimbangkan setiap detail konsep yang ditawarkan.

Hannah pun menjelaskan rencananya dengan penuh keyakinan, termasuk kemungkinan kendala saat pemotretan dilakukan di luar studio.

Satu jam berlalu tanpa terasa.

Alhamdulillah, rapat berjalan lancar. Semua orang akhirnya menyepakati konsep awal yang diajukan Hannah, meskipun masih ada beberapa detail teknis yang perlu dipastikan sebelum hari pemotretan.

Setelah rapat selesai, mereka mulai membereskan barang masing-masing.

Farah yang sejak tadi menahan diri akhirnya meraih ponselnya. Jemarinya bergerak cepat membuka WhatsApp, lalu mengirimkan pesan kepada kakaknya.

Kak, jangan lupa traktir.

Tak lama kemudian, sebuah balasan muncul.

Ke sini. Aku kasih kartunya.

Farah langsung menyeringai lebar.

"Asyiiik!"

Seruannya membuat Hannah yang sedang merapikan berkas menoleh.

"Ada apa, Far?"

Farah buru-buru menyembunyikan ponselnya di balik punggung. Senyum lebarnya belum juga menghilang.

"Hehe, enggak apa-apa, Kak."

Hannah menyipitkan mata, curiga. Namun, ia tidak sempat mendesak karena Faz tiba-tiba berdiri dari kursinya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu. Terima kasih atas presentasinya, Hannah."

Hannah mengangguk sopan. "Sama-sama, Faz. Terima kasih juga sudah meluangkan waktu."

Faz mengangguk, lalu melangkah menuju pintu. Namun, sebelum benar-benar keluar, ia sempat menoleh sekali lagi.

Pandangannya berhenti pada Arif yang sedang berbicara dengan Farah.

Ada sesuatu yang mengusik pikirannya sejak tadi.

Bukan soal lokasi pemotretan. Bukan pula soal tingkah aneh Farah dan Rozin.

Melainkan satu pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

Siapa sebenarnya Arif bagi Hannah?

Faz mengerutkan kening, kemudian menggeleng kecil seolah berusaha mengusir pikiran itu.

Ia tidak punya alasan untuk peduli.

Setidaknya, itulah yang berusaha ia yakini.

Namun, ketika melangkah keluar dari studio, Faz justru mendapati dirinya kembali menoleh ke arah Hannah.

Dan entah sejak kapan, urusan yang seharusnya bukan urusannya itu mulai terasa sedikit mengganggu.

1
naar0rrrr
lanjutt yaa kakk, semangatt💪 jangan lupa mampir cs ku yakk/Smile/
naar0rrrr
Hannah kayak nya bingung mau jawab apa ya..
naar0rrrr
kenapa faz nya gak jujur ya?
naar0rrrr
lanjuttt kakk, semngatttt
naar0rrrr
di ingetinn dongg, lanjutt yaa kaaa
naar0rrrr
lanjutttt thorrrrr
Putry Chan
kmu ingin mempertemukan hannna Dengan masa lalu nya apakah mereka ini gak tau
Putry Chan
berdoa dulu insyaallah aman kok
Putry Chan
faz itu masa lalu Hannah btw mampir ya ke novel ku
Putry Chan
Hannah kamu knp
Putry Chan
Hannah kamu kenal dia
aefpe fp
mampir juga ya...sesama pemula ini😍
jinggaarundari
yahhhh gantung.... lanjut terus kaa😍😍
jinggaarundari
ya ampun Hannah...
jinggaarundari
Faz cek lagi ke RS bikin dejavuu akuu, baru awal udh deep 🫠
semangat terus kaa😍😍
Renjana
pertemuan dengan siapa tu?🤭
R: dengan masa lalu 🤭
total 1 replies
Renjana
bagus kak,
semangat nulis
mampir juga di karyaku Rotinya Manis, Rin😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!