NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Satu minggu berlalu sejak tragedi penusukan yang menimpanya. Berkat penanganan medis rahasia di Rumah Sakit Militer dan daya tahan tubuhnya yang kuat, luka jahitan di perut Eliana kini mulai mengering dan rapat. Hari ini, setelah melalui pemeriksaan ketat dari tim dokter kepercayaan Kenneth, Eliana akhirnya diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Guna menjamin keamanannya dari sisa-sisa pengikut Oberon dan intrik istana yang kian memanas, Lucien memutuskan untuk membawa Eliana langsung ke penthouse pribadi miliknya.

Eliana melangkah masuk ke kamar utama yang amat luas dan serba mewah. Ia menghela napas lega, mendudukkan tubuhnya perlahan di tepi ranjang empuk berukuran king size. Aroma khas kayu cendana dan citrus yang menenangkan menyelimuti seluruh ruangan, membuatnya merasa jauh lebih aman ketimbang berada di gubuk tua atau kamar rumah sakit.

Di sudut meja nakas, kucing sistem berbulu putih mungil yang hanya bisa dilihat oleh Eliana mendadak muncul, mengibaskan ekornya pelan sambil mengangguk-angguk ramah.

"Semua informasi sudah lengkap, Tuan," cicit suara imut kucing sistem di dalam benak Eliana. "Kartu AS berikutnya untuk menghancurkan Seraphina sudah ada di tangan Tuan."

Eliana menyunggingkan senyum puas. Barusan saja, di dalam mobil saat perjalanan menuju penthouse, sistem kucing imutnya memberikan panduan mengenai keberadaan bukti pamungkas. Bukti ini tidak hanya akan menghancurkan kebohongan Seraphina sebagai 'korban diancam', tetapi juga memusnahkan posisinya di istana secara permanen.

KLEK.

Pintu kamar terbuka. Lucien melangkah masuk dengan anggun, membelah keheningan ruangan. Pangeran Mahkota itu telah melepaskan jas resminya, hanya mengenakan kemeja putih dengan dua kancing atas terbuka dan lengan yang digulung hingga siku.

Manik mata birunya menatap Eliana lurus-lurus, lalu ia berjalan mendekat dan mengambil posisi duduk di samping gadis itu.

"Bagaimana keadaan perutmu? Apakah terasa nyeri akibat guncangan mobil tadi?" tanya Lucien dengan suara rendah, dalam, dan sarat akan perhatian yang tak lagi bisa ia sembunyikan.

"Sudah jauh lebih baik, Pangeran. Dokter juga bilang jahitannya aman," jawab Eliana sambil membetulkan posisi duduknya.

Lucien menatap wajah Eliana yang kini kembali segar, binar keberanian di matanya telah menyala penuh. "Kau tampak memikirkan sesuatu sejak melangkah masuk ke penthouse ini."

Eliana menoleh, menyunggingkan senyum tipis yang penuh misteri. "Tentu saja, Pangeran. Saya tidak mau membuang waktu. Kita harus segera membalas akting drama Seraphina di televisi kemarin."

Alis Lucien terangkat tipis. "Maksudmu?"

"Saya tahu cara untuk membongkar kebohongan Ibu Suri secara total," ujar Eliana dengan nada mantap, memajukan tubuhnya sedikit. "Seraphina mengaku di hadapan publik bahwa dia hanyalah korban yang diancam dan dipaksa oleh Oberon, bukan? Tapi bagaimana jika kita menunjukkan bukti bahwa hubungan mereka bukan sekadar konspirasi politik... melainkan perselingkuhan busuk yang sudah berlangsung bertahun-tahun?"

Manik mata biru Lucien berkilat tajam. "Perselingkuhan?"

"Benar, Pangeran," lanjut Eliana dengan semangat berkobar. "Ada rekaman CCTV rahasia yang mengabadikan kemesraan terlarang mereka di area terlarang istana belakang. Dan rekaman itu disimpan oleh mantan pengawas sistem keamanan ruangan istana!"

Lucien memiringkan kepalanya, menyimak dengan penuh rasa ingin tahu. "Mantan pengawas ruangan?"

"Dulu, pengawas ini tidak sengaja mendokumentasikan interaksi mencurigakan antara Seraphina dan Oberon," papar Eliana menjelaskan detail panduan dari sistemnya. "Namun, karena dia tahu terlalu banyak dan Seraphina mulai curiga, pria itu langsung dipecat secara sepihak dan diusir dari istana demi membungkam mulutnya. Sebelum pergi, dia berhasil menyelamatkan salinan rekaman CCTV tersebut sebagai kartu perlindungan dirinya."

Eliana menepuk kedua tangannya pelan dengan raut wajah puas.

"Jika kita berhasil menemukan pria itu dan mendapatkan rekaman CCTV perselingkuhan tersebut, narasi 'korban yang diancam' milik Seraphina akan runtuh seketika! Raja Aurelius tidak akan punya alasan lagi untuk melindunginya, dan publik akan melihat Seraphina sebagai wanita ular yang sesungguhnya!"

Lucien menatap Eliana tanpa mengedipkan mata. Di dalam kepalanya, suara batin Eliana bergema amat riuh, merayakan petunjuk baru ini dengan penuh sukacita.

"Mampus lo Nenek Lampir Seraphina! Dipikir bisa lolos cuma pakai air mata buaya?! Bawa CCTV perselingkuhan ini ke hadapan Raja, biar meledak tuh Istana sekalian! 100 Miliar gue makin dekat, anjay!"

Sudut bibir Lucien terangkat sangat tipis, mengukir senyum menawan yang sarat akan dominasi dan rasa kagum mendalam pada gadis di hadapannya.

"Mantan pengawas ruangan yang dipecat..." gumam Lucien pelan, lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus puncak kepala Eliana dengan lembut. "

Eliana mengangguk mantap, memajukan tubuhnya sedikit demi memperjelas peta lokasinya. "Pria itu bersembunyi di sebuah desa kecil di lereng Pegunungan Ardent area perbatasan utara yang sangat terpencil dan hampir terisolasi dari peta utama."

Alis tegap Lucien bertaut tipis. "Pegunungan Ardent? Jalur menuju ke sana sangat curam dan tertutup kabut tebal. Mengapa kita tidak menggunakan helikopter tempur milik tim elit untuk memangkas waktu?"

"Jangan, Pangeran! Itu sangat berbahaya," potong Eliana cepat sambil menggelengkan kepala. "Setiap pergerakan armada udara dari pangkalan militer atau penthouse ini pasti dipantau ketat oleh radar intelijen Istana. Kalau Raja atau orang-orang Seraphina melihat helikopter melaju ke arah utara, mereka akan langsung curiga dan mengirimkan pasukan untuk memusnahkan pria itu sebelum kita sampai."

Eliana menatap mata biru Lucien dengan binar keyakinan penuh. "Satu-satunya cara yang paling aman adalah kita pergi secara senyap melalui jalur darat, lalu melanjutkan dengan mendaki gunung. Percayalah pada saya, Pangeran... jalurnya tidak seterjal yang dibayangkan, hanya butuh waktu beberapa jam berjalan kaki lewat celah lembah rahasia. Saya yang akan menuntun dan menemani Pangeran sampai ke sana."

Lucien memperhatikan waut wajah Eliana yang tampak begitu menggebu-gebu. Keberanian dan kesetiaan gadis itu untuk terus mendampinginya di tengah bahaya membuat sudut hati sang Pangeran Mahkota menghangat.

"Baiklah, kita gunakan jalur darat," ucap Lucien pelan.

"Sip! Kalau begitu kita harus bersiap dari sekarang—"

Dengan semangat yang meletup-letup, Eliana mendadak berdiri tegap dari tepi ranjang empuknya. Namun, ia menyenggol luka jahitan di perutnya yang belum pulih seratus persen.

SUT!

Rasa nyeri yang mendadakMenusuk tajam membuat tumpuan kakinya goyah seketika. Keseimbangan tubuh Eliana hilang total, matanya membelalak kaget saat tubuhnya mendadak oleng dan membungkuk jatuh ke depan!

"Aah—!"

Belum sempat Eliana menyentuh karpet, sepasang lengan kekar nan tegap dengan gerakan secepat kilat menyambar tubuhnya.

SRET!

Lucien menarik pinggang Eliana rapat ke dalam dekapannya, menyangga punggung gadis itu dengan tangan kanannya yang kokoh. Dalam hitungan detik, posisi mereka begitu rapat—dada tegap Lucien menahan napas Eliana yang terengah-engah kaget, sementara kedua tangan Eliana secara refleks bertengger di atas bahu lebar sang Pangeran untuk mencari pegangan.

Aroma lembut kayu cendana dan citrus kembali menyapu indra penciuman Eliana. Pintu kamar yang tertutup rapat menciptakan keheningan yang amat pekat, menyisakan deru napas Lucien yang berembus halus di dahi dan pelipisnya.

Eliana mendongak pelan, dan pandangannya seketika terkunci rapat pada sepasang iris mata biru milik Lucien.

Di dalam jarak yang hanya tersisa beberapa sentimeter itu, Lucien menatapnya tanpa mengedipkan mata sedikit pun. Tatapan Pangeran Mahkota itu tidak lagi menunjukkan sikap dingin atau angkuh, melainkan kilatan perhatian yang teramat pekat, rasa cemas yang dalam, serta kehangatan yang membuat dada Eliana mendadak berdesir hebat.

Detak jantung Lucien yang bergemuruh kencang di balik kemeja putihnya terasa sangat nyata di telapak tangan Eliana.

"A-Anjir..." bisik batin Eliana yang mendadak berantakan total, wajahnya memerah panas hingga ke ujung telinga saat menatap pahatan rahang tegas dan bibir Lucien yang begitu dekat dari wajahnya. "Gua baru mau sok keren jadi penunjuk jalan... kenapa malah pake acara oleng dan ditangkap kayak begini sih?! Bikin senut-senut jantung gua aja nih pangeran!"

Lucien menyimak setiap jeritan batin Eliana yang panik dan menggemaskan itu. Bukannya melepaskan, cengkeraman tangan Lucien di pinggang Eliana justru makin mengencang halus, menahan tubuh pelayannya tetap berada nyaman di dalam dekapannya.

"Kau bilang akan menuntunku mendaki gunung, Eliana..." bisik Lucien dengan suara rendah, berat, dan sarat akan nada menggoda yang begitu menawan di dekat telinga gadis itu. "Tapi berdiri tegap saja kau masih hilang keseimbangan seperti ini, hmm?"

1
Hadi Mulyono
cerita menarik tp endingnya kaya blm selesai menggantung ..p
Hadi Mulyono
terharu
Hadi Mulyono
ternyata begitu rencana lucian kirain di pesta bareng rosaline
Hadi Mulyono
hello ...kan pangeran mati ..author jd ikut amnesia
Anonim
Selama lanjutnya
Diah Al Khalifi
kepd an🤣🤭😅
Anne
eliana,jantung aman???
Azura75
Pepet trs Lucien, jgn kasih kendor.... 🤣🤣
aku
gimana???? kan pangeran MATI ditusuk. kok malah pasangan??
aku
ke'PD'annya level dewa ya bun 🤣🤣
Azizah
semangat terus kak author, ku tunggu up nya😘😘
Anne
kopi thor... biar tmbh semangat up... 🙏😍
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!