Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
To Be Next Level
Sudah diduga oleh arabella Xavier dapat menampar mereka dengan menggunakan kata-kata. Benar-benar membunuh penuh gaya. Temannya ini memang tidak bisa dianggap enteng.
“Brengsek…” Cakra memegangi perutnya, menatap ke arah Xavier yang melangkah meninggalkan mereka. Pria yang tergesa-gesa, harus segera pergi dan membuat proposal.
Lagi-lagi kolom komentar itu terbuka. Berbagai komentar melayang terlihat.
‘Gila! Karakter Xavier yang sebelumnya begitu melindungi seperti seorang cinta pertama, kini menjadi seperti pria gila! Aku semakin jatuh cinta pada Xavier!’
‘Xavier suamiku!’
‘Xavier kamu yang terbaik!’
Para fans-fans gila dari Xavier ini benar-benar membuat arabella menggelengkan kepalanya. Tapi satu hal yang disadari olehnya, selama dirinya bisa melihat kolom komentar ini, maka semuanya bagaikan CCTV. CCTV yang dapat melihat hal-hal penting yang terjadi.
Wajahnya tersenyum, komentar-komentar gila ini, sudah pasti akan mengungkapkan semua kebenaran kepadanya. Apa yang mereka lakukan…apa yang akan mereka perbuat. Dirinya dapat bersiap-siap lebih awal.
“To be next level…” gumamnya pelan, kembali menutup pintu kamarnya. Bagaimana pertempuran ini akan berlangsung selanjutnya? Sudah pasti akan menjadi hal yang menarik bagi seorang arabella.
Sementara hal lainnya masih berlanjut di luar kamar. Lebih tepatnya di lorong kamar tersebut. Angel memeluk tubuh suaminya sembari menangis terisak.
“Angel, Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu berpegangan tangan dengannya? Walau bagaimanapun kamu tahu dia menyukaimu. Seharusnya kamu menjauh darinya.” Cakra menekankan kata-katanya.
“Aku tidak menyukainya, dia hanya bagaikan Kakak untukku. Kamu harus percaya padaku ya? Aku hanya mencintaimu, Karena itulah aku memutuskan untuk menikah denganmu. Cakra aku…” kalimat dari Angel di sela.
“Kamu itu wanita yang sudah bersuami! Kamu seharusnya menjaga jarak dari pria lain! Tapi ini kamu membiarkan Xavier memegang tanganmu? Angel, Aku benar-benar kecewa padamu.” Cakra menekankan kata-katanya, melangkah kembali ke dalam kamar mereka.
Sedangkan Angel berjalan mengikutinya. Matanya menatap ke arah punggung suaminya. Bergerak begitu cepat memeluknya dari belakang.”Cakra jangan marah ya? Ini semua kesalahanku. Aku salah, seharusnya aku menjaga jarak darinya. Aku benar-benar salah…Ini semua karena aku menganggapnya sebagai kakak laki-laki. Xavier selalu menjagaku selama ini, tadi dia juga yang menyapaku duluan. Dia yang memegang tanganku duluan. Aku kira dia cuma bermaksud untuk dekat denganku sebagai adiknya. Aku kira semuanya tidak apa-apa…” air mata Angel mengalir.
Sedangkan Cakra pada akhirnya menghela nafasnya mengalah. Memeluk Angel begitu erat.
“Aku juga minta maaf karena sudah cemburu buta padamu. Ini semua karena aku begitu menyayangimu. Aku hanya tidak ingin si brengsek itu menyentuhmu.” Cakra berusaha keras untuk bersabar.
“Aku mendonorkan ginjalku untukmu. Kamu bilang akan menjagaku selamanya, kamu bilang akan selalu mencintaiku. Aku percaya, Kamu tidak akan pernah meninggalkanku…” kalimat yang diucapkan oleh Angel, memeluk tubuh kekasihnya.
Jemari tangannya mengepal diam-diam. Xavier sudah meninggalkannya, tingkah laku Xavier jelas-jelas berubah dari biasanya. Apa ini karena dirinya menikah? Seharusnya walaupun dirinya sudah menikah, Xavier akan tetap menjaganya.
Sebuah kebodohan yang hakiki. Atau karena terlalu biasa bergantung kepada pria? Dirinya menganggap, baik Xavier maupun Cakra harus selalu ada di sampingnya dan berpihak padanya.
Cakra kemudian mencium bibirnya, melepaskan pakaian yang digunakan oleh Angel. Dua orang yang selalu bercinta, dari sejak mereka menikah.
Tidak peduli jika arabella mendengar semua percintaan mereka dari kamar sebelah.
“Setelah ini kita pindah ya? Kita tinggal di rumahku saja…” lagi-lagi Cakra membujuk Angel, ketika ciuman mereka terlepas sesaat.
Namun Angel malah menggeleng. Kemudian berucap pelan.”Aku tidak bisa, Sudah aku bilang aku ingin berbakti kepada ibu dan ayah. Mereka sudah menanggung pendidikanku. Arabella tidak bisa diandalkan untuk menjaga mereka.” Dustanya yang hanya tidak ingin berhadapan dengan ibu mertuanya.
“Terserah kamu saja sayang…” pemuda yang kembali menyimpan dipikirannya. Mengingat ibunya sudah beberapa kali mengeluh, agar dirinya kembali tinggal bersama mereka.
Tapi segalanya terbuai oleh kata, Angel begitu baik dan murni. Berusaha keras untuk membalas kebaikan orang tua yang menyeponsorinya.
***
Arabella meregangkan otot-ototnya, wanita itu merasa tidurnya lebih nyenyak malam ini. Setelah pada akhirnya menggunakan earphone di telinganya. Agar tidak mendengar suara-suara laknat percintaan dari kamar sebelah.
Seperti biasanya wanita itu membersihkan dirinya, kemudian menggunakan pakaian ala wanita karir. Berjalan keluar dari kamarnya sendiri, menggunakan sepatu hak tinggi.
Penampilannya benar-benar rapi, tapi tidak menghilangkan aura mendominasinya. Lipstik merah terlihat di bibirnya, rambut panjang indah tergerai rapi.
Hingga pada akhirnya ketika dirinya tiba di lantai 1, matanya menatap ke arah keluarga Cemara yang tengah sarapan.
Dirinya enggan berurusan, karena itu memilih untuk melangkah pergi.
“Arabella! Tingkah laku tidak sopan macam apa itu!? Seharusnya kamu menyapa ibu dan ayah, baru pergi berangkat bekerja.” Kalimat penuh penekanan dari sang ibu.
Arabella mengamati jenis makanan yang ada di meja.”Kalian sarapan seafood pagi-pagi, padahal sudah tahu aku alergi seafood. Jadi meja makan ini bukan untukku, tapi untuk menambah keperkasaan Vino dan daya tahan Angel untuk membuat keturunan. Karena aku tidak dianggap. Maka aku juga tidak akan menganggap orang ada.”
Begitu lincah mulut itu berucap, hendak melangkah pergi meninggalkan mereka. Tapi tiba-tiba saja suara Cakra terdengar.
“Arabella, Tuan Hansen mengajak kita makan malam bersama. Karena kamu yang dulu mengusulkan dia untuk bekerjasama dengan perusahaanku. Dia masih mengira kita bertunangan. Kamu harus ikut, sekalian aku memperkenalkan Angel di sana.” Kalimat tidak tahu malu itu, kembali membuat langkah arabella terhenti.
“Tuan Hansen adalah sahabat kakek. Dia sudah menganggapku seperti cucunya sendiri. Apa yang akan dia katakan, kalau mengetahui kamu menghianatiku dan menikahi seorang wanita miskin yang dibiayai keluargaku? Kamu tidak berpikir dia akan bertepuk tangan mengatakan turut bahagia untukmu bukan?” Arabella menertawakannya, tanpa dirinya, ataupun asisten dari Cakra nanti. Kita lihat bagaimana pengusaha muda ini akan hancur.
“Karena itu kamu harus menjelaskan kepadanya! Kita mengakhiri hubungan baik-baik. Bukan karena aku berselingkuh atau apapun. Itu karena kita tidak cocok. Kamu egois dan lebih mementingkan karirmu. Tidak memperhatikanku sama sekali.” Suara tegas dari Cakra.
“Benar! Arabella, Angel sudah seperti adikmu sendiri. Itu artinya Cakra sekarang sudah menjadi seperti saudara iparmu sendiri. Jangan hanya karena dendam pribadi kita saling menghancurkan. Keluarga seharusnya bersama dan saling mendukung!” bentak Melda mengintimidasi Putri kandungnya sendiri.
“What ever (terserahlah)!” Arabella hanya mengibaskan rambutnya, kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka.
Maka kehancuran Cakra dan perusahaan keluarganya akan dimulai perlahan... diruntuhkan satu persatu.
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.