Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
MISI 1 — “KODE LIMA ANGKA”
Mereka diberi sebuah papan besar berisi puluhan angka.
Mereka harus menemukan lima angka yang menjadi kode.
HOST: “Waktu kalian sepuluh menit.”
Timer berjalan.
10:00
Lina langsung membaca pola.
LINA: “Sepertinya ada angka yang muncul berulang.”
Ashi mencatat.
ASHI: “Kita pisahkan dulu berdasarkan baris.”
Tian membantu menghitung.
Yuan mengambil kalkulator.
YUAN: “Saya bagian matematika.”
Jenisa melihatnya.
JENISA: “Kamu yakin?”
YUAN: “Tidak.”
Semua tertawa.
😈 Strategi Jenisa
Jenisa menemukan pola yang benar dalam waktu kurang dari satu menit.
Namun dia tidak mengatakannya.
Ia justru berkata:
JENISA: “Menurut saya angka keduanya mungkin 8.”
Tian memeriksa.
TIAN: “Bisa jadi.”
Ashi menggeleng.
ASHI: “Saya rasa bukan.”
Jenisa mengangkat bahu.
JENISA: “Ya sudah.”
Ia kembali diam.
Beberapa menit kemudian, Lina menemukan angka yang benar.
LINA: “Angka kedua ternyata 3.”
Jenisa langsung tersenyum.
JENISA: “Oh.”
Yuan menatapnya.
YUAN: “Kenapa kamu tidak bilang dari tadi?”
Jenisa menjawab santai.
JENISA: “Saya kan tidak yakin.”
Tian tertawa.
TIAN: “Alasan klasik.”
🔢 Misi 2 — “SUSUN KATA”
Mereka mendapatkan 20 kartu huruf.
Mereka harus menyusun kartu tersebut menjadi sebuah kalimat.
Semua mulai bekerja sama.
Yuan mengambil beberapa kartu.
YUAN: “Kalau ini...”
Ia menyusun:
KITA ADALAH...
Lina melanjutkan:
LIMA...
Ashi menemukan kartu berikutnya.
PEMAIN...
Tian mencari kartu terakhir.
Jenisa memperhatikan semuanya.
Tiba-tiba Jenisa berkata:
JENISA: “Jangan pakai kartu itu.”
Semua berhenti.
YUAN: “Kenapa?”
Jenisa menunjuk kartu.
JENISA: “Karena itu bukan bagian dari kalimat.”
Tian melihatnya.
TIAN: “Bagaimana kamu tahu?”
Jenisa langsung tersenyum.
JENISA: “Feeling.”
Yuan mencurigai.
YUAN: “Feeling kamu mencurigakan.”
Jenisa tertawa.
JENISA: “Ya sudah, terserah.”
Mereka akhirnya mengikuti saran Jenisa.
Dan benar.
Kalimat berhasil disusun.
HOST: “Benar!”
Yuan menatap Jenisa.
YUAN: “Kamu sebenarnya pintar, kan?”
Jenisa pura-pura bingung.
JENISA: “Baru tahu?”
Yuan menggeleng.
🎯 MISI 3 — “PILIH YANG BENAR”
Lima pintu berada di depan mereka.
Hanya satu yang benar.
Empat lainnya akan membuat mereka kehilangan poin.
HOST: “Kalian hanya punya satu kesempatan.”
Semua langsung serius.
Ashi memperhatikan simbol.
Lina membaca petunjuk.
Tian mencari pola.
Yuan mencoba membandingkan bentuk pintu.
Jenisa berdiri agak jauh.
JENISA: “Saya tidak tahu.”
Yuan langsung menoleh.
YUAN: “Jangan bilang begitu lagi.”
Jenisa tertawa.
JENISA: “Kenapa?”
YUAN: “Setiap kamu bilang tidak tahu, biasanya kamu justru tahu.”
Tian mengangguk.
TIAN: “Benar juga.”
Jenisa tersenyum.
JENISA: “Baiklah.”
Lina kemudian menemukan jawabannya.
LINA: “Pintu nomor empat.”
Semua setuju.
Mereka membuka pintu.
BEEP!
Lampu hijau menyala.
BERHASIL!
Yuan bersorak.
YUAN: “YES!”
Jenisa bertepuk tangan.
Namun kamera memperlihatkan sesuatu.
Saat semua sibuk merayakan kemenangan...
Jenisa diam-diam mengambil sebuah kartu hitam dari dalam pintu.
Ia memasukkannya ke sakunya.
Tidak ada pemain yang menyadarinya.
⚠️ MISI 4 — “SATU ORANG HARUS KELUAR”
Host memberikan instruksi mengejutkan.
HOST: “Untuk misi berikutnya, kalian harus memilih satu orang yang tidak boleh ikut.”
Semua langsung ribut.
YUAN: “Kenapa harus begitu?”
HOST: “Karena hanya empat orang yang boleh masuk ke ruangan berikutnya.”
Mereka berdiskusi.
Yuan langsung berkata:
YUAN: “Jangan pilih saya.”
Lina tertawa.
LINA: “Tidak ada yang memilih kamu.”
Ashi melihat semuanya.
ASHI: “Bagaimana kalau kita gunakan undian?”
Tian mengangguk.
TIAN: “Itu paling adil.”
Jenisa diam.
Kemudian ia berkata:
JENISA: “Saya saja yang tidak ikut.”
Semua terdiam.
LINA: “Kenapa?”
Jenisa tersenyum.
JENISA: “Karena saya ingin melihat kalian menyelesaikan misi tanpa saya.”
Yuan langsung curiga.
YUAN: “Justru itu mencurigakan.”
Jenisa tertawa.
JENISA: “Silakan curiga.”
Akhirnya mereka memilih Jenisa.
Jenisa keluar dari ruangan.
Pintu tertutup.
🎭 DI RUANGAN RAHASIA
Begitu pintu tertutup...
Ekspresi Jenisa berubah menjadi senyum penuh kemenangan.
Seorang staf memberikan kartu hitam.
Ternyata di balik kartu tersebut terdapat instruksi:
“JIKA BERHASIL MEMBUAT MEREKA MEMILIH DIRIMU UNTUK KELUAR, KAMU MENDAPAT 2 POIN VILLAIN.”
Jenisa membaca.
Lalu tertawa kecil.
JENISA: “Gampang.”
Ia duduk santai dan menunggu.
🔓 Misi 5 — KEJUTAN
Empat pemain lainnya harus membuka sebuah brankas.
Namun ternyata mereka membutuhkan petunjuk yang dibawa Jenisa.
Yuan langsung mengeluh.
YUAN: “Jadi kita butuh Jenisa?”
Host mengangguk.
HOST: “Ya.”
Yuan menatap kamera.
YUAN: “Ini jebakan.”
Lina tertawa.
LINA: “Sepertinya.”
Mereka akhirnya memanggil Jenisa kembali.
Pintu terbuka.
Jenisa masuk sambil membawa kartu.
JENISA: “Dicari?”
Yuan menunjuknya.
YUAN: “Berikan kartunya.”
Jenisa menyembunyikan kartu di belakang tubuh.
JENISA: “Tidak gratis.”
YUAN: “APA?!”
Semua tertawa.
Jenisa akhirnya memberikan kartu.
Mereka membuka brankas.
BEEP!
Brankas terbuka.
Di dalam terdapat lima medali.
🏆 PENGUNGKAPAN
Host berdiri di depan mereka.
HOST: “Permainan selesai.”
Semua pemain menunggu hasil.
HOST: “Hari ini ada satu villain.”
Semua langsung melihat Jenisa.
Jenisa mengangkat kedua tangan.
JENISA: “Kenapa lihat saya?”
Yuan menunjuknya.
YUAN: “Karena kamu mencurigakan dari awal!”
Host tertawa.
Namun kemudian...
HOST: “Villain hari ini bukan Jenisa.”
Semua membeku.
Jenisa sendiri terlihat kaget.
JENISA: “Bukan saya?”
Host menggeleng.
Layar besar menyala.
Rekaman rahasia ditampilkan.
Ternyata...
Ashi adalah villain.
Sejak awal, Ashi diam-diam memiliki misi untuk membuat tim kehilangan poin.
Ia sengaja memberikan satu petunjuk yang salah.
Ia juga sengaja menukar dua kartu.
Dan saat Jenisa dikeluarkan dari ruangan...
Ashi justru mendapatkan kesempatan mengambil poin tambahan.
Yuan langsung terkejut.
YUAN: “ASHI?!”
Ashi tertawa kecil.
ASHI: “Maaf.”
Lina tertawa.
LINA: “Pantas kamu tenang sekali.”
Tian mengangguk.
TIAN: “Saya benar-benar tidak menyangka.”
Jenisa justru terlihat senang.
JENISA: “Bagus.”
Ashi menoleh.
ASHI: “Bagus?”
JENISA: “Iya. Akhirnya bukan saya.”
Semua tertawa.
Yuan langsung berkata:
YUAN: “Mulai sekarang saya tidak percaya siapa pun!”
Lina menepuk bahunya.
LINA: “Bagus. Itu inti acaranya.”
Tian tertawa.
Kelima pemain kemudian berfoto bersama sambil membawa medali.
Tidak ada drama.
Tidak ada permusuhan.
Hanya lima teman yang saling menjahili dalam sebuah permainan.
Layar terakhir menampilkan:
“Di acara ini, teman bisa menjadi lawan... dan lawan tetap bisa menjadi teman setelah permainan selesai.”
🎬 BERSAMBUNG...
...——...
Pulang kampus, Juan menghampiri jessi yang baru keluar ruangan.
“Aku antar?” Ucap Juan membuka pintu mobil nya
“Khemm!!” Jiandra langsung datang mendorong jessi masuk mobil nya lalu menutup pintu, dan natap tajam ke arah Juan
“Maaf ya!” Jiandra lalu pergi ke kursi sopir dan menjalan kan mobil nya dan meninggal kan Juan di sana dan Lilis yang ketawa melihat Juan di tolak sama jessi
“Kenapa kamu tertawa?” Tanya Juan natap Lilis
“Owhh gak ada aku hanya mau ketawa aja!” Ucap lilis
“Aihh! Seperti nya perasaan ku sama nya hanya persinggahan untuk kesepian nya!”
“Sabar!! Mending kamu cari cewe lain aja! Kaek nya yang ini memang gak ada harapan!” Lilis natap Juan