NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang Tiyu

Jumat pagi, Rain dan Kenzo tiba di Jakarta setelah penerbangan pagi yang cukup singkat, langsung menuju kampus tempat Tiyu akan menjalani sidang skripsinya siang itu. Rain sengaja mengambil cuti dua hari khusus untuk momen penting ini, sesuatu yang sudah lama dia rencanakan sejak kabar sidang itu disampaikan Tiyu minggu lalu.

"Kamu gugup?" tanya Kenzo, memperhatikan Rain yang tampak sedikit gelisah sepanjang perjalanan menuju kampus.

"Lumayan," jawab Rain jujur. "Rasanya lebih gugup dari waktu aku sendiri presentasi ke direksi, deh."

Kenzo tersenyum, menggenggam tangan Rain untuk menenangkan. "Tiyu pasti bisa. Dia anak yang tekun, sama kayak kakaknya."

Begitu sampai di area kampus, mereka langsung disambut Tiyu yang mengenakan kemeja putih rapi, terlihat jauh lebih formal dari penampilan santainya sehari-hari, meski wajahnya menunjukkan campuran antara gugup dan bersemangat. Rambutnya juga disisir rapi, klimis ala mas mas yang mau ke acara formal.

"Kak Rain! Kak Kenzo!" seru Tiyu begitu melihat mereka berdua, langsung memeluk kakaknya erat. "Makasih banyak udah nyempetin dateng."

Tiyu sebenernya deg degan dan berkeringat dingin.

"Ini momen penting, mana mungkin aku lewatin," jawab Rain, mengusap kepala adiknya penuh sayang seperti kebiasaan lama mereka.

"Semangat, Tiyu," Kenzo menambahkan, menepuk pundak Tiyu dengan hangat. "Kami berdua bakal nungguin di luar sampai kamu selesai."

 

Sidang skripsi Tiyu berlangsung di salah satu ruangan dosen, tertutup bagi mereka yang bukan bagian dari proses akademik tersebut. Rain dan Kenzo duduk menunggu di lorong luar ruangan, sesekali Rain melirik jam tangannya dengan gelisah setiap beberapa menit.

"Udah hampir satu jam," gumam Rain, memutar-mutar jarinya sendiri karena gugup. "Kira-kira gimana ya di dalam?"

"Sabar, sidang skripsi emang biasanya makan waktu segitu," jawab Kenzo, mencoba menenangkan meski dia sendiri juga penasaran dengan hasilnya.

Tepat satu setengah jam kemudian, pintu ruangan terbuka, dan Tiyu keluar dengan wajah yang sulit dibaca sesaat, membuat jantung Rain berdebar kencang menunggu kabar.

Namun detik berikutnya, senyum lebar terpancar di wajah Tiyu, diikuti teriakan bahagia yang tidak bisa dia tahan lagi. "Kak Rain! Aku lulus! Revisinya cuma dikit doang!"

Rain langsung berlari memeluk adiknya erat-erat, air mata haru yang sudah lama dia tahan akhirnya menetes tanpa bisa dicegah lagi. "Alhamdulillah, Tiyu! Aku bangga banget sama kamu!"

"Selamat, Tiyu," Kenzo ikut memberi selamat, tersenyum lebar melihat kebahagiaan yang terpancar dari kedua kakak beradik itu.

"Makasih, Kak Kenzo," jawab Tiyu, masih terisak haru. "Makasih juga udah selalu dukung Kak Rain, jadi Kak Rain bisa tetap fokus bantu aku sampai bisa lulus kayak sekarang."

Tiyu Brahmantiyo menyelesaikan study nya tepat 3 tahun 8 bulan dengan predikat Cumlaude.

 

Malam itu, mereka merayakan kelulusan Tiyu dengan makan malam sederhana namun penuh kehangatan di rumah kontrakan lama, rumah yang masih ditempati Tiyu sendirian sejak Rain pindah ke Surabaya beberapa bulan lalu.

"Rasanya nggak nyangka, akhirnya sampai juga di titik ini," kata Tiyu, menatap ijazah sementara yang baru saja diterimanya dengan penuh syukur. "Padahal dulu, waktu Bapak bangkrut, aku sempat mikir mungkin aku nggak akan pernah bisa kuliah sampai selesai."

"Kamu udah kerja keras banget, Tiyu," Rain menjawab tulus, menatap adiknya dengan bangga. "Aku cuma bantu sedikit soal biaya, tapi yang beneran nyelesaiin semuanya itu usaha kamu sendiri."

"Nggak, Kak," Tiyu menggeleng, matanya berkaca-kaca. "Kakak bukan cuma bantu biaya. Kakak yang selalu jadi contoh buat aku, gimana caranya tetap semangat meski keadaan susah. Kalau nggak ada Kakak, mungkin aku udah nyerah dari dulu."

Rain memeluk adiknya erat, terharu dengan pengakuan tulus itu. Kenzo, yang duduk di sebelah mereka, tersenyum haru menyaksikan momen kebersamaan yang begitu dalam antara kedua kakak beradik tersebut.

"Sekarang, rencana kamu ke depan gimana, Tiyu?" tanya Kenzo, mencoba mencairkan suasana yang mulai sarat emosi.

"Aku udah mulai kirim lamaran kerja ke beberapa perusahaan, Kak," jawab Tiyu, mulai bersemangat lagi. "Ada beberapa yang di bidang teknik mesin, sesuai jurusan aku. Tapi kalau ada kesempatan juga, aku pengen coba cari kerja di Surabaya, biar bisa deket sama Kak Rain."

Mata Rain langsung berbinar mendengar itu. "Beneran? Itu bakal seneng banget kalau kamu bisa pindah ke sana juga."

"Aku juga kangen sama Kakak, jujur aja," Tiyu mengaku. "Lagipula, kayaknya seru juga kalau kita bertiga bisa tinggal deketan di kota yang sama."

 

Keesokan paginya, sebelum Rain dan Kenzo kembali ke Surabaya, mereka sempat menyempatkan diri sarapan bersama di warung langganan keluarga, sekaligus menghubungi orang tua mereka di kampung lewat video call untuk berbagi kabar bahagia kelulusan Tiyu.

"Alhamdulillah, akhirnya Tiyu lulus juga," kata ibunya, suaranya terdengar penuh haru dari seberang telepon. "Ibu sama Bapak bangga banget sama kalian berdua."

"Makasih, Bu," jawab Rain, tersenyum lebar. "Nanti kalau ada waktu libur panjang, kita usahain pulang bareng-bareng ke kampung, ya."

"Ditunggu, Nak," jawab ibunya. "Ibu kangen banget pengen masak buat kalian semua, terutama buat Kenzo yang katanya belum pernah coba masakan asli kampung."

Kenzo tertawa mendengar itu. "Saya juga penasaran banget, Bu. Kata Rain, masakan Ibu itu juara."

"Nanti kamu coba sendiri, biar tahu rasanya," ibunya menjawab bangga, membuat suasana semakin hangat dengan canda tawa keluarga kecil itu.

Kenzo menatap Rain lekat-lekat. Tawa Rain di depan video call Ibunya terlihat sangat menawan.

Rain yang sadar di tatap Kenzo pun salah tingkah, "kenapa lihat aku kayak gitu?"

"Soalnya kamu cantik banget!"

"Gombal!"

"Yah jadi obat nyamuk nih!"

Kenzo dan Rain kemudian tertawa bersama.

Disusul Tiyu yang ikut tertawa juga.

 

Dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Surabaya, Rain menatap keluar jendela taksi dengan hati yang penuh syukur. Perjalanan singkat ke Jakarta kali ini bukan hanya tentang menyaksikan momen penting kelulusan adiknya, tetapi juga pengingat betapa berharganya dukungan keluarga dalam setiap perjuangan hidup yang telah dia lalui.

"Kamu kelihatan bahagia banget," komentar Kenzo, memperhatikan senyum yang tak lepas dari wajah Rain sepanjang perjalanan.

"Aku memang bahagia banget," jawab Rain, menggenggam tangan Kenzo erat. "Ngeliat Tiyu akhirnya lulus, ngerasain kehangatan keluarga, dan punya kamu di sisi aku buat berbagi semua momen ini rasanya semua perjuangan yang aku lalui selama ini jadi terasa lebih berarti."

"Ini baru permulaan dari banyak momen bahagia lain yang bakal kita lalui bersama," jawab Kenzo, tersenyum penuh keyakinan. "Aku nggak sabar buat terus mendampingi kamu di setiap langkah perjalanan hidup kamu selanjutnya."

Rain tersenyum, menyandarkan kepalanya ke bahu Kenzo, merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang mendalam sebuah pengingat bahwa di balik setiap tantangan besar yang telah mereka hadapi bersama, selalu ada momen-momen sederhana yang begitu berharga, yang membuat semua perjuangan itu terasa layak untuk terus diperjuangkan.

"Makasih ya Ken... Aku sayang kamu!"

"Aku juga sayang kamu Rain!"

Keduanya tersenyum sambil saling menatap di dalam taksi .

Abang taksinya hanya keliatan nyengir saja, melihat dua insan yang lagi kasmaran lewat spion kaca di atasnya.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!