NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ilmu Kadigjayaan

Baru saja Adel akan menarik selimut nya, tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Glek...

Terlihat sosok Bram yang baru saja masuk dari luar.

"Ka..ka..kamu?!" ucap Adel mata nya terbelalak kaget melihat suami nya yang baru saja masuk.

"Lalu tadi..." Adel membalik kan badan nya ke sebelah samping sembari menunjuk.

"Tadi apa? Aku habis dari kamar mandi, lihat kamu lagi berdiri di depan jendela, jadi aku langsung saja ke kamar mandi" ungkap Bram melihat istrinya kebingungan.

"Aku..?? berdiri depan jendela? Kamu baru dari luar?" Kebingungan Adel bertambah atas ucapannya Bram.

"Berarti tadi yang pegang pundak ku itu kamu mas?" tanya Adel.

"Iya..." sahut Bram sembari merebahkan kembali tubuh nya diatas ranjang kasur.

"Terus yang berbaring pulas di kasur ini siapa dong? Kalau kamu keluar berarti bukan kamu yang berbaring di kasur ini?" ucap Adel mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

Bulu tengkuk nya merinding dahsyat, Adel menghentikan pembicaraan nya lalu ia menutup seluruh badan hingga kepala nya menggunakan selimut.

"Ya tuhan...ada apa lagi ini?" gumam Adel.

Yang tadi nya Adel merasa kehausan ingin minum, seketika Adel lupa dengan rasa haus nya, ia memilih tidur kembali.

Keesokan pagi nya, saat Adel terbangun terlihat Nana dan Moly sudah berada di meja makan.

"Selamat pagi kak Adel..." sapa kedua nya saat melihat Adel berdiri di ambang pintu.

"Ih tumben..kalian bangun lebih pagi dari aku" ledek Adel.

"Iya dong, kan kita berdua tidur nya cepat" sahut Nana sembari tersenyum lebar.

"Lihat Mas Bram?" tanya Adel sembari menggaruk-garuk kepalanya.

"Wah parah nih, suami nya sudah berangkat kerja saja gak tahu hahaha" Nana dan Moly saling berpandangan satu sama lain, lalu mereka berdua menertawakan Adel.

"Oalah..sudah berangkat ternyata" sahut Adel, lalu ia mengambil cangkir kopi, berencana akan membuat kopi.

"Bagaimana? Tidur kalian semalam nyenyak?" tanya Adel sambil duduk di meja makan.

"Puji Tuhan kak..semalam nyenyak tidak ada gangguan atau mimpi buruk hehehe" sahut Moly.

"Alhamdulillah kak Adel ..kamu bedua tidur nyenyak" Nana ikut menyahuti.

"Syukurlah.." ucap Adel sembari meneguk kopi buatan nya.

Mereka bertiga mengobrol sampai jam sepuluh pagi.

"Kak, aku berencana untuk pindah ke kamar belakang, bagimana menurut kakak?" Tanya Moly pada Adel.

"Ya..kalau kamu tidak nyaman di kamar depan pindah saja biar ada teman nya Nana" sahut Adel.

"Mumpung aku masih cuti kak, aku pindah sekarang gak apa-apa kali ya kak?" ungkap Moly.

Moly ingin bergegas pindah ke kamar belakang, ia takut teror kembali muncul, setidak nya kalau di kamar belakang ada Nana yang menemani.

"Iya gak apa-apa" sahut Adel singkat.

"Kunci kamar nya kak? Apa ada di pemilik rumah?" ucap Moly.

"Ada..menggantung kok kunci nya di pintu kamar" sahut Adel.

"Ayok..kalau mau pindahan aku bantu, mumpung aku Off" ucap Nana menawarkan diri untuk membantu Moly pindahan.

"Yuk...mumpung masih pagi" ucap Adel.

"Oh, baik banget kakak-kakak ku, terimakasih...aku terharu" ucap Moly dengan Nada manja.

Dengan segera mereka bertiga naik ke lantai atas.

Adel berjalan ke kamar kosong, ia berencana untuk membersihkan terlebih dahulu ruangan kamar nya.

Sedangkan Nana dan Moly berjalan ke kamar nya Moly.

Saat Adel menyapu ruangan tiba-tiba saja ada semilir angin yang berhembus ke tengkuk nya Adel. Cuaca sedang panas, tidak sedang berangin juga.

Dengan cepat Adel menyelesaikan pekerjaan nya. Lalu dia menyusul Moly dana Nana.

"Kakak dari mana?" tanya Moly saat melihat Adel berada di pintu.

"Habis nyapu kamar kosong" sahut Adel singkat, ia tidak menceritakan kejadian barusan.

Perlahan-lahan mereka bertiga membawa barang ke kamar belakang.

Pukul dua belas siang, Ketiga nya berencana untuk membeli makan siang.

"Kak, makan yuk sudah laper hehe" ucap Nana pada Adel.

"Yuk, aku masak atau kita beli di luar saja?" sahut Adel.

"Beli saja kak, biar aku yang traktir" sahut Moly bersedia mentraktir kedua teman kost nya.

"Gak usah traktir, kamu kan baru bayar sewa biar kita bayar masing-masing saja" terang Adel keberatan.

Setelah mencapai kesepakatan, akhir nya mereka bertiga berjalan keluar rumah.

Setelah beberapa menit berjalan, akhir nya mereka menemukan warung nasi.

Saat sedang menunggu giliran, ada seorang ibu yang menghampiri mereka bertiga.

"Kalian yang ngontrak di rumah nya ibu Sasongko yaa?" sapa si ibu ramah.

"Iya ibu..." sahut Adel dan yang lain nya.

"Mudah-mudahan betah yaa" tambah si ibu lagi.

Adel dan yang lain nya saling memandang satu sama lain. Mereka bingung dengan ucapan nya si ibu.

"Kenapa memang nya Bu?" tanya Moly penasaran.

"Rumah itu terkenal serem kalau disini neng" ungkap si ibu sembari melihat ke kanan dan ke kiri seperti sedang mengawasi keadaan.

"Seram kenapa Bu?" Nana menyahuti dengan nada penasaran juga.

"Dulu itu, anak lelaki nya ibu pemilik rumah si Sasongko ngelmu black magic atau ilmu hitam (mempelajari atau mendalami ilmu) seperti ilmu rawa rontek yang kebal tidak bisa mati itu, soal nya setiap si Sasongko bawa anak gadis kesitu gak pernah ada yang keluar lagi dari rumah itu" ungkap si ibu dengan suara yang nyaris pelan hampir berbisik.

"Terus hubungan nya rumah seram apa? Kan mempelajari ilmu gak salah?" tanya Moly dengan polos.

Adel mengangkat bahu dan kedua tangan nya, menanda kan jika Adel pun tidak mengerti akan ucapan si ibu.

"Nanti juga tau deh, coba kamu tanya langsung sama yang punya rumah, atau tanya ke cucu nya saja, takut nya nanti di sangka ibu berbohong sama kalian" ungkap si ibu, sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga yang masih dalam kebingungan.

Setelah selesai membeli Nasi bungkus, mereka bertiga pulang ke rumah dengan penuh tanda tanya.

"Kak kamu mengerti maksud si ibu tadi?" tanya Nana pada Adel.

"Aku awam tentang hal begituan" sahut Adel sembari mengambil beberapa piring.

Duk..Duk..Duk

Mereka bertiga berjalan ke lantai atas, mereka berencana untuk makan di kamar nya Nana.

"Coba aku searching ya di google" celetuk Moly.

"Ilmu Rawa Rontek adalah ajian kanuragan legendaris dalam tradisi mistik Jawa yang konon membuat pemiliknya kebal, sulit mati, atau bisa menyatu kembali meskipun tubuhnya terluka parah atau terpenggal, dih serem banget ini artikel nya" Moly membacakan sebuah artikel tentang rawa rontek hasil pencarian nya di google.

Deg...

Tiba-tiba saja Adel menatap Nana, mereka berdua saling beradu pandangan dan tertegun sejenak.

"Kak...pantas saja kemarin ada penampakan hantu tanpa kepala" celetuk Nana mengingat kan kejadian kemarin pada Adel.

"Eh iya lagi..kok bisa tepat ya" sahut Adel sembari menyuap sesendok nasi ke mulut nya.

"Berarti kak, bukan sekedar penglihatan aku saja! Bukan sekedar halusinasi!!" ungkap Nana dengan nada ngotot.

"Ya..Tuhanku, apa sih yang kalian bicarakan?" celetuk Moly berpura-pura tidak mengerti apa yang Adel dan Nana bicarakan.

Padahal Moly mengerti arah pembicaraan mereka, namun Moly tidak ingin membahas nya lebih jauh, karena ketakutan nya lebih besar dari rasa penasaran nya.

"Sudah, tidak usah terlalu dipikirin, mungkin saja kamu sedang Apes kemarin jadi bisa lihat penampakan" ungkap Adel mencoba untuk menenangkan.

"Mungkin benar kak, hari apes tidak ada di kalendar" sahut Nana.

Setelah selesai mereka bertiga kembali makan, hingga waktu tidak terasa menjelang Maghrib.

Kamar Moly sudah beres dan rapih.

Masing-masing dari mereka masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

Sedangkan Adel menunggu suami nya pulang kerja.

Adel belum mengambil air wudhu untuk shalat Maghrib, ia malah mengambil ponsel nya saat adzan tiba.

Tuut....tuut..tuut

Adel mencoba menghubungi Bram suami nya beberapa kali.

Setelah beberapa saat Bram mengangkat telepon nya.

"Halo.. assalamualaikum, ada apa sayang?" tanya Bram.

"Kamu sudah sampai mana mas? Masih jauh enggak?" tanya Adel tanpa membalas salam Bram.

"Kenapa memang nya sayang?" tanya Bram penasaran.

"Aku nungguin kamu, mau ke kamar mandi mengambil air wudhu" terang Adel.

"Ya ampun...aku kira ada apa hehe, by the way aku lembur sayang, belum bisa pulang tepat waktu" kata Bram.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Caandaan Mamanya Adel emang agak-agak nih, ya... 🤣🤣🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Suka sama karakter Adel yang shalihah, dia memilih jalur langit untuk keputusannya pindah ke Bogor atau tetap di kota ini. 🥰🥰🥰
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
So sweeta, sih... 😍😍😍
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah... Bogor nih yang jadi latar tempat cerita...
Jadi penasaran sama ceritanya...

Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Maaf baru mampir, hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!