NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tin tin.

Sebuah mobil sedan berwarna perak berhenti tepat di pinggir jalan dekat gerobak Galang.

Pintu mobil terbuka dan turunlah seorang wanita cantik dengan pakaian kerja yang sangat elegan.

Itu adalah Nadia Prameswari, pelanggan pertama Galang kemarin malam.

Nadia berjalan menghampiri gerobak Galang dengan senyum cerah yang membuat wajah lelahnya tertutupi.

"Sore Mas Galang, wah gerobaknya baru nih, makin keren saja kelihatannya," sapa Nadia dengan nada riang.

Nadia kemudian melirik ke arah Mang Udin yang masih berdiri dengan wajah garang di sebelah Galang.

"Bapak ini mau beli juga atau mau menumpang marah-marah di pinggir jalan?" tanya Nadia dengan nada menyindir yang tajam.

Mang Udin langsung salah tingkah melihat penampilan Nadia yang terlihat seperti orang kaya atau bos perusahaan besar.

Ia buru-buru menurunkan tangannya yang sejak tadi menunjuk-nunjuk wajah Galang.

"Bukan urusanmu Neng, saya cuma sedang mendidik anak baru soal aturan main di jalanan," dalih Mang Udin dengan suara yang mulai mengecil.

Nadia mendengus pelan sambil menyilangkan tangannya di dada.

"Aturan main apa? Aturan monopoli pedagang karena masakan Bapak kalah enak?" tembak Nadia tanpa ampun.

"Saya saksi hidup betapa enaknya masakan Mas Galang semalam, dan teman-teman kantor saya juga setuju."

"Kalau Bapak merasa tersaingi, perbaiki resep Bapak, bukan malah mengancam pedagang yang lebih jujur."

Mang Udin terlihat seperti orang yang baru saja tertelan biji durian mendengar kritikan pedas dari pelanggan wanita itu.

Ia tidak berani membalas ucapan Nadia karena takut wanita itu merekamnya dan memviralkannya ke media sosial.

"Awas kau anak muda, urusan kita belum selesai," gumam Mang Udin dengan nada mengancam sebelum akhirnya berbalik dan berjalan cepat meninggalkan lokasi itu.

Galang menghela napas panjang dan merasa sangat lega melihat kepergian pedagang arogan tersebut.

"Terima kasih banyak Mbak Nadia, kalau tidak ada Mbak, mungkin saya sudah adu fisik dengan bapak tadi," ucap Galang sambil membungkuk hormat.

Nadia tertawa kecil sambil mengibaskan tangannya ke udara.

"Santai saja Mas, orang seperti itu memang harus dilawan pakai logika supaya sadar diri," kata Nadia sambil menarik kursi plastik.

"Lagi pula saya datang ke sini bukan cuma mau makan, tapi ada urusan bisnis yang sangat penting denganmu."

Galang mengerutkan keningnya tidak mengerti.

"Urusan bisnis apa ya Mbak? Saya kan cuma pedagang nasi goreng pinggir jalan," tanya Galang sambil mulai menyalakan kompor.

Nadia menatap wajah Galang dengan ekspresi yang berubah menjadi sangat serius.

"Besok lusa, perusahaanku akan mengadakan rapat besar direksi tahunan," mulai Nadia bercerita.

"Semua petinggi dari kantor pusat akan datang dan mereka terkenal sangat cerewet soal makanan katering."

Galang mengangguk-angguk pelan sambil menuangkan minyak goreng ke dalam wajannya.

"Lalu hubungannya dengan saya apa Mbak?" tanya Galang sambil mulai menumis bawang putih tunggal.

Sreng.

Aroma harum langsung menyebar membuat Nadia harus menelan ludah sebelum melanjutkan kalimatnya.

"Aku selaku panitia konsumsi berinisiatif ingin memesan nasi goreng pemulihanmu ini untuk menu makan siang mereka," jawab Nadia lugas.

Pisau spatula di tangan Galang nyaris terjatuh ke dalam wajan panas mendengar ucapan wanita itu.

"Mbak serius mau pesan nasi goreng kaki lima untuk acara rapat direksi perusahaan besar?" tanya Galang dengan mata terbelalak lebar.

"Ini harganya lumayan mahal lho Mbak, dan saya tidak punya kotak makan yang mewah."

Nadia menggebrak meja kayu dengan pelan untuk meyakinkan Galang.

"Justru karena efek memulihkan staminanya itu yang aku butuhkan Mas," jelas Nadia dengan semangat.

"Rapat direksi itu sangat menguras tenaga dan pikiran, kalau mereka makan nasi gorengmu, aku yakin mereka tidak akan marah-marah saat evaluasi nanti."

"Soal kemasan kotak mewah, biar aku yang urus, kamu fokus saja masak seratus porsi untuk besok lusa siang."

Galang menelan ludah dengan susah payah menghitung angka pesanan yang ditawarkan Nadia.

Seratus porsi dikali tiga puluh lima ribu, itu artinya ia akan mendapatkan omzet tiga setengah juta rupiah dalam satu kali pesanan.

Itu adalah rekor penjualan terbesar yang pernah ia bayangkan seumur hidupnya.

"Bagaimana Mas? Sanggup tidak?" kejar Nadia meminta kepastian.

"Saya berani bayar uang muka lima puluh persen malam ini juga kalau kamu bersedia."

Galang menarik napas panjang dan memantapkan hatinya.

"Baik Mbak Nadia, saya terima pesanan kateringnya, saya pastikan rasanya tidak akan mengecewakan para direktur Mbak," jawab Galang dengan suara lantang dan penuh keyakinan.

Nadia tersenyum sangat manis hingga memperlihatkan lesung pipinya.

"Bagus, ini baru semangat anak muda," puji Nadia sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dompetnya.

Tepat saat Galang menyodorkan piring nasi goreng pesanan Nadia, suara lonceng mekanis yang sangat ia kenal kembali berdentang di dalam kepalanya.

DING.

Layar biru transparan tiba-tiba muncul melayang di udara, menutupi pandangan Galang dari wajah Nadia.

[Misi Mingguan Ketiga Tersedia.]

Galang menyipitkan matanya untuk membaca deretan kalimat yang tertera di layar tersebut.

[Tugas: Berjualan Nasi Goreng Pemulihan sebanyak 150 porsi dalam satu malam.]

[Lokasi: Area Bongkar Muat Pelabuhan Kargo Tanjung Utara.]

Galang merasakan jantungnya berdegup lebih kencang saat membaca baris lokasi tersebut.

Pelabuhan kargo di utara kota itu terkenal sebagai tempat yang sangat keras dan dipenuhi oleh preman pelabuhan kelas kakap.

[Syarat Tambahan: Host wajib menambahkan bahan rahasia "Daging Bekicot Sawah" ke dalam setiap porsi nasi goreng yang dijual.]

Mata Galang kini benar-benar membulat sempurna seolah ingin melompat keluar dari rongganya.

"Daging bekicot?" batin Galang berteriak histeris di dalam kepalanya.

"Sistem gila, bagaimana caranya aku menjual nasi goreng campur daging bekicot kepada para preman pelabuhan tanpa dibunuh oleh mereka?"

[Batas Waktu: Malam ini mulai pukul 23.00 hingga 04.00 pagi.]

[Hadiah: Uang Tunai Rp 10.000.000 dan Satu Resep Baru.]

[Hukuman jika gagal: Semua fitur sistem akan dikunci permanen dan Host akan kembali menjadi gembel miskin.]

Galang menelan ludah pahit menyadari betapa kejamnya ancaman hukuman kali ini.

Ia baru saja akan menikmati masa kejayaannya mendapat pesanan ratusan porsi dari Nadia.

Namun sistem seolah tidak membiarkannya bernapas tenang dan langsung melemparnya ke dalam kandang singa malam ini juga.

"Sistem sialan," rutuk Galang dalam hati sambil tersenyum canggung ke arah Nadia yang sedang asyik memakan nasi gorengnya.

Malam panjang yang penuh dengan tantangan ekstrem di pelabuhan kargo baru saja menanti Galang di depan mata.

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
ZAHRANI: waaaah info yang menarik kak👍
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!