" Aku siap menikahimu kapanpun kau mau.. " Andrian berteriak kepada gadis yang berjalan menjauhinya.
" Tapi aku yang sekarang tidak mau.. Kakak terlalu dingin untuk gadis sepertiku. "
Indah, gadis ceria yang manja dan cerewet dihadapkan dengan perjodohan oleh ayahnya dengan anak dari salah satu sahabatnya sedari kecil. Pria dingin yang Indah sebut manusia kulkas satu pintu yang menjabat sebagai CEO di perusahaan perdagangan terbesar se-Asia. Bukan hanya kaya, dia juga pria tampan idaman kaum hawa.
Tapi akan seperti apakah kisah cinta mereka berdua ?? Bisakah dua pribadi yang berbeda itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan ?? Mampukah Indah bertahan dengan sifat Andrian ??
Akankah masalalu yang membuat Andrian tidak lagi mengencani wanita akan muncul lagi di kehidupannya setelah berumah tangga dengan Indah?
Ikutin terus cerita Andrian dan Indah yang akan semakin seru untuk disimak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah?
Indah merasakan sesak saat bangun di pagi hari. Saat membuka mata, dia kaget mendapati tubuh sang suami yang juga sedang tertidur dan memeluknya.
Kebiasaan tidur Indah yang tidak merasakan apa pun, membuatnya tidak mengetahui kapan suaminya itu pulang.
Dan dari mana Andrian tahu jika Indah ada di rumah mertuanya? sejak kejadian waktu itu, Indah memutuskan untuk menginap di rumah mertuanya saja. Tak berani pulang ke rumah ayah, karena sesekali dia masih suka termenung dan merasa sedih jika kembali memikirkan suaminya dengan wanita lain.
"Udah belum ngeliatinnya? kalau sudah, gantian, aku juga kangen." suara Andrian yang masih dengan mata terpejamnya mengagetkan Indah.
Indah tersipu dan mencoba melepaskan dirinya dari belitan sang suami. Ia kira, suaminya masih tidur. Kan tengsin jika sekarang tertangkap basah sedang mengamati suaminya, padahal dia sedang marah.
"Mau kemana? kan aku bilang kangen!" Andrian membuka matanya seketika saat istrinya itu mencoba melepaskan diri.
Jam empat pagi Andrian mendarat di bandara, saat pulang ke apartemen ternyata kosong. Ia pikir Indah menginap di kediaman Renjana. Karena tidak ingin sendirian, ia putuskan memesan taksi ke kediaman Dawson. Biar nanti siang saja dia mennjemput istrinya setelah cukup beristirahat.
Siapa sangka istri yang di rindukannya sedang terlelap di dalam kamarnya di kediaman Dawson. Senyumnya mengembang, setelah berganti baju dia ikut berbaring, mendekap dan menghujani istrinya dengan ciuman. Meluapkan rasa rindunya. Padahal Andrian pergi hanya satu minggu. Tapi rasanya seperti bertahun-tahun. Setiap memejamkan mata, senyum istrinya selalu menari-nari di ingatannya. Semakin tidak bisa tidur dan merindukan dekapan wanita yang sedang ia dekap ini. Entah apa yang Indah lakukan padanya, hingga membuat Andrian rasanya tak bisa hidup tanpa wanita itu. Apakah Indah merasakan hal yang sama? begitu pikir Andrian saat mereka jauh.
"Kangen sama siapa? Olivia?" sahut Indah jutek. Bersikap kuat, meski hatinya merasa tersayat saat mengatakannya.
"Kamu tuh ngomong apa sih sayang?" rayu Andrian semakin mengeratkan pelukannya, memberikan ciuman di dahi istrinya, meskipun wanita itu mencoba mengelak.
"Lepas!! aku mau ke toilet!!" mendorong dada Andrian yang sedang menghimpitnya.
"Kamu tuh kenapa sih sayang? aku tuh baru pulang lho! kamu gak kangen seminggu gak ketemu?" Andrian tidak tahu kenapa istrinya marah seperti ini. Saat ia berangkat, hubungan mereka masih sangat baik. Jadi kenapa istrinya seakan begitu membencinya?
"Untuk apa aku kangen sama seorang suami yang mencintai wanita lain!!" seru Indah, mulai terpancing emosinya.
"Kamu kan tau itu dari awal! dan kenapa sekarang kamu permasalahin?!" balas Andrian yang semakin tidak mengerti kenapa Indah mengungkit cintanya kepada Olivia.
"Dari dulu aku gak permasalahin karen kamu janji buat buka hati kamu untuk aku!" menunjuk dada Andrian, tepat dimana jantungnya berada.
"Kamu janji buat lupain dia, dan membangun keluarga bahagia bareng aku!!" jeritnya saat dadanya kembali merasa sesak.
"Dan sekarang aku baru tahu. Ternyata suami yang aku cintai, yang aku labuhkan seluruh hati aku, yang aku percayakan kebahagiaanku di tangannya, diam-diam setiap hari masih merindukan wanita lain! Diam-diam masih menaruh harapan yang besar untuk kembali padanya!" suaranya melemah seiring air mata yang mulai menganak sungai di kedua pipinya.
"Jadi untuk apa kamu di sini dan bilang kangen sama aku?!" memukul-mukul dada Andrian. Pria itu hanya diam saja menerima perlakuan istrinya, membiarkan wanita itu mengeluarkan seluruh unek-uneknya. Mungkin dengan seperti itu, istrinya bisa lebih bisa di ajak berbicara tanpa mengikut sertakan emosi.
"Pergi kamu dari sini!! pergi!!" mendorong Andrian menjauh. Melemparkan semua bantal ke arah pria yang berstatus suaminya itu.
"Aku gak mau liat kamu lagi!! liatin aja sana foto-foto kamu sama Olivia di apartemen!!" jeritnya lagi.
Sekarang Andrian tahu akar permasalahannya ada dimana. Jadi istrinya melihat foto-foto yang ada di ruang kerja apartemennya.
Bukannya Andrian masih memepertahankan foto-foto itu. Bukan karena dia masih suka mengenang Olivia diam-diam, walau pun itu memang sesekali terjadi. Tapi bukan itu alasan dia belum menurunkan foto Olivia, dia hanya lupa jika dulu dia memasang foto Olivia di sana. Dan baru ingat saat mengajak Indah untuk tinggal di sana. Andrian hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk membuang foto-foto itu. Andrian takut Indah terluka saat melihatnya, sehingga dia berencana menurunkan saat Indah tidak di apartemen.
Tapi saking buru-burunya dia berangkat ke LA, dia lupa mengunci pintu ruangan itu. Membuat Indah sekarang membencinya. Apa yang dia takutkan terjadi. Menyakiti hati wanita sebaik Indah.
"Aku bisa jelasin sayang." ucap Andrian lembut dan mencoba mendekat.
"Kalau kamu gak mau pergi dari sini, biar aku yang pulang ke rumah ayah!" ancam Indah, berlalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum pergi ke rumah orang tuanya.
Andrian menjambak frustasi rambutnya sendiri. Belum selesai masalahnya di luar negeri, pulang kerumah berharap istrinya mampu mengurangi beban pikirannya malah justru menambah, dengan alasan kebodohannya sendiri.
"AAKKKHHH" terdengar jeritan dari kamar mandi. Andrian langsung berlari dan membuka dengan kasar pintu kamar mandi saking khawatirnya mendengar jeritan istrinya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Andrian melihat Indah terduduk di lantai.
"Jatoh terpeleset." jawab Indah, meringis memegangi perutnya yang terasa sakit.
Saat Andrian akan membantu istrinya untuk berdiri, dia di buat khawatir dengan darah yang ada di laintai bekas istrinya terjatuh.
"Kamu terluka sayang? sebelah mana?" dengan perasaan penuh kekhawatiran, Andrian membawa Indah dengan cepat dan mendudukkannya di tepi ranjang. Mencoba memeriksa bagian tubuh istrinya mana yang terluka.
Indah memegang perutnya yang terasa sakit. "Sakit kak.." merintih dengan wajah yang sudah mulai pucat.
"Mana? mana yang sakit?" tanya Andrian semakin khawatir melihat kondisi istrinya.
"Perut aku sakit banget." Indah semakin merintih menahan sakit, air matanya semakin berhamburan, bercampur antara air mata sakit hati dan sakit pada bagian perut yang ia rasakan.
Andrian kembali menggendong tubuh istrinya, dan merasakan lengannya basah dan melihat darah mengalir. "Darah apa ini?" tanyanya semakin khawatir.
Berlari keluar kamar dan menuruni tangga dengan tergesa namun hati-hati.
"Mau kemana kalian?" tanya mami Riana yang sedang duduk di ruang keluarga yang mereka berdua lewati.
"Perut Indah kesakitan mih, dan ada darah juga!" jawab Andrian tidak menghentikan langkahnya. Memanggil sopir keluarga untuk segera mengantarkan mereka ke rumah sakit.
"Darah?" gumam mami Riana. Seketika matanya membulat sempurna dan berlari memanggil suaminya untuk menyusul anak dan menantunya ke rumah sakit.
"Semoga Indah tidak apa-apa." hanya itu kata yang selalu ia rapalkan sepanjang perjalanan menuju rumah sakit terdekat. Rumah sakit langganan keluarganya.
*
*
*
pertama baca ini dulu lanjut ke novel mamanya
sudah ta vote thor
trus ke demi dia
n terdampar di sini karena suka karakter indah di demi dia
usul bagaimana kalau Authornya kasih tahu urutan produksi novelnya... supaya fansnya bisa runut ngikutinnya.... heheheh just usul