NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Ampun

“Sebaiknya kalian jangan meremehkan mereka. Mereka berdua sangat kuat loh!” Seta tersenyum kecil dan berkata acuh tak acuh. 

Leorio berhenti tertawa, lalu merangkul Seta layaknya teman akrab yang bertemu kembali setelah bertahun-tahun. 

“Seta temanku lelucon mu sangat lucu, HAHA.” Ujar Leorio dan tertawa lebih keras dari sebelumnya. 

4 bawahan Leorio kembali tertawa dan malah semakin kencang mengimbangi tawa kapten Leorio. 

“Aku tidak bercanda.” Ucap Seta sangat percaya diri. 

“Jika kau tidak percaya, kenapa tidak menantang bertarung salah satu dari mereka untuk membuktikannya? Atau jangan-jangan kau takut melawan mereka?” Seta menantang Leorio untuk bertarung melawan Dien atau Aamon. 

“Kalian boleh masuk!” Ucap prajurit penjaga kanan setelah mengkonfirmasi surat jalan tiga kelompok tersebut. 

Dua penjaga gerbang menarik tombak mereka dan membuka jalan, namun tampaknya tiga tim pemburu monster tidak terburu-buru masuk karena beberapa hal yang harus diselesaikan. 

“Ini surat kalian!” Ucap penjaga kanan mengembalikan surat jalan kepada masing-masing kapten. 

Leorio mengangguk dan mengambil kembali surat jalannya, lalu menatap Seta dan kelompoknya yang tersenyum kecil seperti minta dipukul. 

“Seta temanku, jangan membuat kami mati karena tertawa. Melawan mereka? Itu hanya membuat kami terlihat seperti menindas bocah kemarin sore.” Balas Leorio tertawa kecil dan tidak berniat melawan Aamon atau Dien, lalu melangkah masuk melewati dua penjaga. 

Salah satu anggota tim Leorio tiba-tiba merangkul Aamon dengan senyuman penuh arti, lalu berkata dengan genit. "Adik kecil, ikutlah dengan kakak. Kakak akan membantumu menjadi praktisi spiritual yang sangat kuat dan hebat.”

Aamon merespon dingin dan tidak tertarik sama sekali. 

“Bagaimana adik kecil?” Tanya pria brewokan tersebut memastikan sembari mencoba meremas bokong Aamon. 

Aamon tersenyum dingin, energi pembunuh mengalir dan mempertajam tangannya layaknya pedang. 

Tebasan!

Tangan putus! 

Aamon tanpa basa-basi memotong tangan pria bencong itu, karena mencoba meremas bagian sensitifnya. 

Kepala melayang! 

Aamon tanpa memberi ampun memenggal kepala orang itu dengan tangannya yang setajam pedang. Kejadian itu membuat semua orang kaget, dan prajurit penjaga seketika mengepung Aamon dengan tombaknya. 

"Apa yang kau lakukan bocah!" Pekik Leorio marah dan mengangkat pedangnya. 

Semua anggota tim Leorio mengangkat senjata mereka untuk mendukung sang kapten. 

"Apa yang kau lakukan? Disini dilarang membunuh! Kami akan menangkapmu!" Pekik prajurit penjaga kiri dengan waspada dan menodongkan tombaknya ke leher Aamon. 

Aamon menatap mereka satu-persatu, lalu mengeluarkan aura pembunuh. 

"Jangan pernah menyentuhku tanpa izin." Ucap Aamon mengeluarkan pedang dari sarungnya.

Aura pedang Aamon langsung menekan udara dan mengintimidasi semua orang. 

Dien terdiam dan tidak tahu bagaimana merespon aura intimidasi pedang Aamon. Dien tiba-tiba merasakan seekor monster mengerikan sedang menatapnya dengan niat membunuh.

Semua orang kaget merasakan aura pedang Aamon yang sangat mengintimidasi. 

“Senjata tersegel?” Prajurit kanan bergidik ngeri merasakan aura pedang Aamon. 

Mereka tanpa sadar mundur menjauhi Aamon yang siap memenggal siapapun yang menghalanginya. 

"Jangan gegabah, sobatku!" Rudo menyentuh bahu Aamon. 

Aamon melirik Rudo tajam. 

Aamon yang sangat marah dan melepaskan niat membunuh yang sangat besar pada akhirnya menahan amarahnya. 

"Apakah kalian masih ingin melanjutkan permasalahan ini?" Tanya Seta kepada Leorio dan timnya. 

Leorio hanya bisa menundukkan kepala dengan ketakutan. 

"Tidak! Kami tidak berani." Ucap Leorio dengan keringat dingin mengalir di pipinya.

"Itu pilihan bagus, temanku!" Seta tersenyum mengejek dan menekan kata ‘temanku’, lalu melihat prajurit penjaga.

"Apakah kami bisa masuk?" Tanya Seta menatap tajam prajurit penjaga kanan yang terlihat paling sombong.

Prajurit penjaga itu hanya bisa menundukkan kepala takut, lalu menyingkir sedikit dari gerbang. Prajurit penjaga kiri juga menyingkir untuk memberikan jalan. 

"Silahkan tuan muda." Ucap mereka sopan dan sangat tunduk. 

Seta dan anggota timnya beserta Dien melangkah masuk ke dalam benteng pertahanan pusat kota Celes, wilayah kerajaan Keleztial, pulau Merah, Dunia Monster.

Kapten Seta menoleh kebelakang melihat Leorio yang tampak kesal dan penuh dendam. 

“Dien apakah kamu bisa melawan orang itu?” Tanya Seta santai. 

Dien melihat Leorio yang juga melihatnya dengan tatapan penuh kebencian, lalu menunduk dengan ketakutan. 

“Untuk saat ini tidak!” Balas Dien tenang dan kembali fokus ke depan. 

“Kenapa?” Tanya Seta menatap Dien lebih  seksama. 

“Dia pasti praktisi spiritual tingkat 3, 4, atau 5. Sementara aku hanyalah seorang pemula. Aku mana mungkin bisa melawannya.” Ujar Dien santai. 

Seta mengangguk mengerti. 

“Dien kau tahu?” Seta bertanya ringan. 

“Hasil pertarungan bukan ditentukan oleh siapa yang paling kuat dan siapa yang paling tinggi tingkatnya, tapi ditentukan oleh kemampuan dan mental para petarung. Jika mental kamu lemah, maka kau sudah dipastikan kalah meskipun kamu seorang dewa sejati dan lawan mu hanyalah praktisi spiritual jiwa baru lahir.” Ujar Seta tiba-tiba membahas pertarungan. 

“Kenapa begitu? Artinya tingkat ranah tidak berpengaruh? Lalu untuk apa seseorang mengorbankan nyawa meminum ramuan demi maju ke tingkat selanjutnya? Bukankah itu hanya sia-sia saja!” Dien  mengerutkan keningnya. 

“Meminum ramuan dan naik tingkat itu tidak sepenuhnya sia-sia. Praktisi spiritual tingkat yang lebih tinggi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan praktisi spiritual tingkat di bawahnya. Anggap saja tingkat praktisi spiritual adalah senjata, semakin bagus senjatanya maka semakin besar kemenangan yang akan diraih. Sementara praktisi spiritual adalah pengguna senjata, jika penggunanya bodoh dan memiliki mental lemah maka sebagus apapun senjata yang digunakan hanyalah seonggok sampah yang tidak berguna.” Balas Seta memberi perumpamaan. 

Dien mengerti garis besarnya, namun dia pesimis praktisi spiritual tingkat rendah dapat mengalahkan praktisi spiritual tingkat yang lebih tinggi.

“Meskipun begitu, tetap saja praktisi tingkat rendah tidak akan mampu mengalahkan praktisi spiritual tingkat atas. Kamu kira mereka bisa menjadi praktisi spiritual tingkat atas hanya karena keberuntungan? Tentu saja mereka mengalami berbagai kesulitan sebelum mencapai tingkat itu.” Balas Dien dengan senyuman kecil. 

Kapten Seta terdiam, Rudo tertawa mengejek, Syifa hanya tersenyum kecil, dan Aamon terlihat acuh tak acuh. 

“Aamon, Dien, kota Celes memiliki dua aturan. Pertama, dilarang berlayar lebih dari 6 mil laut dari bibir pantai, karena lautan belum benar-benar dikuasai kerajaan dan masih banyak monster di jarak tersebut. Aturan kedua, dilarang menerobos benteng pertahanan wilayah luar, karena wilayah luar benteng atau bagian dalam pulau adalah tempat para monster hidup dan berkuasa.” Ucap Seta mengalihkan pembicaraan dengan cepat. 

“Kalian berdua mengerti?” Tanya Seta melirik tajam. 

“Ya kami mengerti!” Balas Dien. 

Rudo semakin tertawa ngakak karena kapten Seta tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. 

Seta tersenyum semangat. 

“Bagus! Tapi kita akan melanggar salah satu aturan, karena kita akan pergi ke alam liar yang dikuasai para monster.” Ucap Seta bersemangat. 

Dien dan Aamon hanya mengangguk saja. Mereka terlihat sangat menantikan kejutan apa yang akan mereka temui saat memasuki wilayah kekuasaan monster. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!