NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hari Senin pun tiba. Siang itu, cahaya matahari masuk menerobos jendela kaca besar di ruang kerja Daxon yang luas dan mewah. Azalea duduk dengan tenang di sofa empuk di sudut ruangan, sesekali memainkan jari‑jarinya atau melirik ke arah pintu, menunggu kedatangan Daxon yang masih sibuk menyelesaikan rapat penting.

Ia sudah memakai pakaian yang nyaman dan longgar, siap untuk pergi ke rumah sakit sesuai jadwal pemeriksaan yang ditentukan dokter. Wajahnya terlihat lebih segar dibanding hari‑hari sebelumnya, meski sesekali tangannya masih mengusap lembut perutnya, menyimpan sedikit kekhawatiran soal kondisi janinnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki tegas mendekat di lorong luar. Pintu ruangan terbuka, dan Daxon masuk dengan pakaian jas rapi, wajahnya masih terlihat serius sambil berbicara singkat dengan Aldric yang mengikutinya dari belakang.

"Segera lanjutkan semua keputusan tadi, laporkan perkembangannya nanti sore," perintah Daxon sebelum menoleh dan matanya langsung tertuju pada sosok Azalea yang sedang menunggunya.

Seketika itu juga, raut wajahnya yang tegang dan dingin seketika melunak. Ia melambaikan tangan pada Aldric untuk pergi, lalu segera melangkah mendekati Azalea dengan langkah yang lebih ringan.

"Maaf membuatmu menunggu lama, rapatnya berjalan lebih lama dari perkiraan," ucap Daxon lembut begitu sampai di hadapannya. Ia berjongkok sebentar untuk menatap wajah Azalea, lalu mengusap pipinya dengan lembut. "Sudah siap untuk berangkat?"

Azalea mengangguk sambil tersenyum kecil. "Sudah dari tadi aku siap. Hanya saja kau lama sekali, sampai aku sempat bosan duduk di sini."

Daxon tertawa pelan, lalu berdiri dan membantu Azalea berdiri perlahan sambil menopang pinggangnya dengan hati‑hati.

"Maafkan aku. Mulai sekarang, kita langsung menuju rumah sakit. Aku sudah pastikan semuanya siap, tidak akan ada halangan apa pun hari ini," katanya dengan nada penuh keyakinan, meski di dalam hatinya ia juga menyimpan rasa cemas yang sama—berharap pemeriksaan nanti akan memberikan kabar yang baik.

Mereka berdua berjalan berdampingan menuju lobi, Daxon tetap setia menopang tubuh Azalea agar tidak terasa lelah. Begitu sampai di depan mobil, ia membukakan pintu dan membantu Azalea duduk dengan posisi yang nyaman, menyisipkan bantal tambahan di punggung dan sampingnya agar tidak terguncang selama perjalanan.

"Jalankan dengan sangat hati‑hati, jangan terburu‑buru," perintah Daxon pada sopir sebelum ia masuk dan duduk di samping Azalea.

Mobil melaju perlahan menuju rumah sakit, suasana di dalamnya terasa tenang namun sedikit diselimuti rasa cemas. Azalea sesekali menatap ke luar jendela, sementara Daxon terus menggenggam tangannya erat, berusaha menenangkan dirinya sekaligus gadis di sampingnya.

"Jangan terlalu dipikirkan, ya. Dokter bilang itu hanya kewaspadaan saja. Semuanya pasti baik‑baik saja," ucap Daxon lembut, seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri juga.

Azalea menoleh, lalu tersenyum tipis sambil mengangguk. "Aku tahu. Aku hanya berdoa semoga janin kita sehat dan kuat."

...****************...

Tak lama kemudian, mobil tiba di rumah sakit. Begitu berhenti, Daxon segera turun dan membukakan pintu, lalu menuntun Azalea masuk ke dalam ruang pemeriksaan yang sudah disiapkan. Dokter yang menangani mereka sudah menunggu di sana dengan senyum ramah.

"Selamat siang, Tuan Daxon, Bu Azalea. Silakan duduk dan berbaring di tempat tidur pemeriksaan," sapa dokter itu.

Setelah Azalea berbaring dengan nyaman, dokter mulai menyiapkan alat USG. Ia mengoleskan gel hangat di atas perut Azalea, lalu menggerakkan alat pemindai itu perlahan sambil menatap layar monitor dengan saksama.

Suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara detak jantung yang mulai terdengar samar dari alat itu. Daxon berdiri di sisi tempat tidur, matanya tidak lepas dari layar, napasnya tertahan menunggu penjelasan dokter.

Beberapa menit berlalu, dokter terus menggerakkan alat itu ke berbagai sisi, sesekali mengerutkan kening seolah memperhatikan sesuatu dengan teliti. Jantung Daxon dan Azalea berdegup semakin kencang, rasa cemas perlahan membesar di dada mereka.

Setelah cukup lama memeriksa, dokter akhirnya menarik napas panjang, lalu menoleh ke arah keduanya dengan ekspresi yang terlihat lebih tenang namun tetap serius.

Dokter menoleh ke arah mereka, lalu menunjuk ke layar monitor dengan senyum yang perlahan terukir di wajahnya.

"Ini dia yang membuat detak jantungnya terdengar terasa tidak beraturan dan agak membingungkan saat diperiksa sebelumnya," ucap dokter itu pelan namun penuh kelegaan. "Lihatlah baik‑baik di layar ini..."

Daxon dan Azalea sama‑sama mendekatkan wajah, mata mereka terbelalak lebar saat melihat dengan jelas, di dalam kandungan Azalea, terlihat bukan satu, melainkan dua titik kehidupan yang terlihat jelas, masing‑masing memiliki bentuk dan detak jantungnya sendiri.

"Ada... ada dua janin?" ucap Azalea dengan suara bergetar, matanya berkaca‑kaca karena terkejut sekaligus haru.

Dokter mengangguk mantap, suaranya terdengar ceria.

"Benar sekali! Ini kehamilan kembar. Saat saya mendengarkan detak jantung minggu lalu, saya merasa ada dua irama yang berbeda berjalan bersamaan, sehingga terasa tidak beraturan atau aneh. Itu sebabnya saya meminta pemeriksaan lebih lanjut, dan sekarang terbukti jelas—kalian sedang menantikan dua orang bayi."

Ia menatap layar lagi sambil melanjutkan penjelasannya.

"Keduanya memiliki detak jantung yang kuat dan teratur, posisinya juga baik. Bentuk dan perkembangannya sesuai dengan usia kandungan. Efek benturan yang dialami minggu lalu sedikit memengaruhi kondisi sementara, tapi untungnya tidak menimbulkan gangguan serius. Hanya saja, karena ini kehamilan kembar, risikonya sedikit lebih tinggi, jadi harus dijaga lebih ketat lagi."

Mendengar penjelasan itu, rasa cemas yang membebani hati mereka seketika lenyap digantikan rasa terkejut dan kebahagiaan yang meluap.

Daxon masih terdiam beberapa saat, matanya tak lepas menatap layar dengan pandangan yang sulit diungkapkan—campuran antara takjub, syukur, dan rasa tanggung jawab yang makin besar. Tangannya perlahan menggenggam tangan Azalea dengan lebih erat, terasa sedikit gemetar karena emosi yang meluap.

"Dua... kita punya dua anak," gumamnya pelan, seolah masih tidak percaya.

Azalea meneteskan air mata bahagia, tersenyum lebar sambil mengusap perutnya dengan lembut.

Daxon segera membungkuk dan mencium kening Azalea dengan penuh rasa syukur, lalu menatap dokter dengan tatapan yang lebih tenang namun penuh perhatian.

"Terima kasih, Dokter. Apa saja yang harus kami perhatikan mulai sekarang? Katakan saja, saya akan pastikan semuanya dipenuhi dengan sempurna."

Dokter tersenyum melihat kebahagiaan mereka, lalu melanjutkan penjelasannya dengan tenang dan jelas.

"Karena ini kehamilan kembar, memang butuh perawatan yang lebih ekstra dibandingkan kehamilan tunggal. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan,Istirahat total lebih banyak – Jangan terlalu banyak berjalan atau melakukan aktivitas berat, karena beban di rahim akan bertambah seiring usia kandungan. Asupan gizi harus dua kali lipat lebih baik – Lebih banyak protein, vitamin, zat besi, dan kalsium agar cukup untuk dua janin. Pemeriksaan rutin setiap 2 minggu sekali – Bukan sebulan sekali lagi, agar kita bisa memantau pertumbuhan keduanya dengan ketat. Hindari stres dan guncangan apa pun – Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, benturan sekecil apa pun bisa berisiko lebih tinggi untuk kehamilan kembar" jelas Dokter.

Setelah itu, Daxon mengangguk mengingat setiap kata dokter, lalu mengajukan pertanyaan yang sudah ada di pikirannya sejak tadi.

"Baik, Dokter. Saya mengerti semua itu. Lalu... kapan kami bisa mengetahui jenis kelamin kedua janin?" tanya Daxon.

Dokter menoleh kembali ke layar USG, lalu menjawab dengan tenang.

"Saat ini usia kandungan masih sekitar 3 bulan, jadi organ kelaminnya belum terbentuk sempurna dan belum terlihat jelas. Nanti pada pemeriksaan berikutnya, sekitar usia 5 hingga 6 bulan, bentuknya sudah cukup jelas untuk terlihat melalui USG. Kalau kondisinya mendukung, kita bisa ketahui apakah keduanya laki-laki, perempuan, atau satu laki-laki satu perempuan." ucap dokter menjelaskan.

Daxon mendengarkan dengan saksama, lalu menatap Azalea dengan pandangan yang semakin lembut dan penuh rasa syukur. Ia mengusap lembut perut Azalea, lalu berbisik pelan.

"Baiklah, apapun itu, kami akan menunggu dengan sabar."

Azalea mengangguk sambil tersenyum bahagia, tangannya menutupi tangan Daxon yang ada di atas perutnya.​

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!