NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Keraguan Rima

Angin sore berhembus pelan menerpa wajah Rima yang terasa panas dingin.

Ia masih duduk mematung di kursi kayu depan kamarnya, menatap Andre dengan pandangan yang sulit diartikan.

Campuran antara kaget luar biasa, senang yang tak terduga, namun juga kebingungan yang makin menumpuk di hati.

Wajahnya yang tadi pucat pasi perlahan berubah merah padam hingga ke telinga, matanya berkaca-kaca menahan tangis yang entah karena haru atau karena beratnya kenyataan yang baru saja didengarnya.

Andre diam menunggu dengan sabar, tidak memaksanya bicara, tidak menyela, hanya menatapnya lembut seolah memberi waktu sepuasnya untuk mencerna semua kata-kata yang baru saja ia ucapkan.

Setelah hening cukup lama, Rima menarik napas panjang yang terasa berat, lalu berusaha menatap mata Andre dengan berani meski tangannya saling bertaut erat di pangkuan.

"Pak Andre..." suaranya masih bergetar pelan. "Saya... saya jujur saja, saya tidak menyangka sama sekali Bapak punya perasaan seperti itu pada saya.''

''Selama ini saya hanya berani mengagumi Bapak dari jauh, menganggap Bapak pimpinan yang hebat, tegas, dan sangat baik hati.''

''Saya juga harus jujur... saya merasa nyaman setiap kali berbicara dengan Bapak. Rasanya aman dan tenang."

Ia berhenti sejenak, menelan ludah sebelum melanjutkan kalimat yang lebih berat.

"Tapi... saya belum bisa menerima perasaan Bapak saat ini. Maafkan saya ya Pak.''

''Bukan karena saya tidak menghargainya, tapi hati saya sendiri pun masih bingung, belum yakin sepenuhnya apa yang saya rasakan itu benar-benar cinta, atau sekadar kagum pada orang yang saya hormati."

Keraguan lain mulai muncul satu per satu di benaknya, membuat matanya kembali menunduk menatap lantai.

"Selain itu Pak, perbedaan kita terasa begitu jauh. Selain jarak umur kita yang jauh, bapak juga orang besar, pemimpin perusahaan.''

''Saya hanya gadis desa yang masih kuliah. Latar belakang kita, dunia kita, semuanya berbeda.''

''Saya takut saya tidak pantas berdiri di samping Bapak, takut saya tidak bisa masuk ke dalam kehidupan Bapak, dan takut saya hanya akan membebani Bapak nantinya."

Rima menghela napas panjang lagi, lalu menyebutkan alasan yang paling berat selama ini ia simpan sendiri.

"Dan ada hal lain lagi. Bukankah bapak mempunyai hubungan dengan nona Clara.''

''Saya tahu beliau teman masa kecil Bapak, putri sahabat keluarga Bapak, dan semua orang tahu kalau kalian adalah pasangan yang sudah dijodohkan.''

''Kemarin pun saya melihat nona Clara datang ke kantor, kalian terlihat sangat serasi, begitu dekat, dan seolah sudah saling memiliki.''

''Bagaimana bisa saya mengganggu hubungan kalian. Saya tidak mau menjadi orang ketiga, apalagi menyakiti hati wanita lain yang sudah Bapak kenal seumur hidup."

Rima berusaha tegar namun hatinya terasa perih membayangkan betapa sulitnya semua ini.

"Saya juga ingin fokus menyelesaikan kuliah saya dulu di Jogja Pak. Saya tidak mau pikiran saya terbagi-bagi, saya tidak mau mengecewakan Ayah dan Ibu yang sudah bersusah payah membiayai kuliah saya.''

''Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa sukses. Saya butuh waktu untuk mengenal diri saya sendiri dulu, sebelum saya berani berjanji pada orang lain."

Suasana kembali hening sejenak. Andre mendengarkan setiap kata dengan saksama, tidak sekalipun terlihat marah atau kecewa.

Justru wajahnya tampak makin lembut, penuh pengertian atas ketulusan dan kejujuran Rima.

"Saya mengerti semua kekhawatiranmu Rima," jawab Andre pelan namun tegas. "Saya tidak menyalahkanmu sedikit pun.''

''Justru karena kamu berpikir begitu, karena kamu peduli pada hal-hal yang benar dan adil, semakin membuat saya yakin bahwa kamu gadis yang tepat."

Ia menatap mata Rima kembali.

"Tentang Clara, izinkan saya menjelaskannya. Saya sudah bicara jujur padanya, dan juga pada kedua orang tuaku. Saya hanya menganggap Clara sebagai saudara, sahabat masa kecil yang sangat saya hormati.''

''Tidak ada hubungan romantis di antara kami, dan tidak ada janji apa pun. Saya tidak ingin kamu merasa terbebani atau merasa bersalah karena hal itu. Clara sudah mengerti, dan persahabatan kami tetap terjalin baik."

"Saya justru ingin masuk ke dalam duniamu, belajar hal-hal sederhana darimu, dan tumbuh bersama. Saya tidak melihat siapa kamu, dari mana asalmu, atau apa yang kamu miliki.''

''Saya melihat hatimu Rima, yang tulus, jujur, dan berharga jauh lebih mahal dari apa pun."

"Dan soal kuliahmu," Andre tersenyum tipis. "Saya justru sangat mendukungmu. Fokuslah, kejar cita-citamu, jangan biarkan kehadiranku mengganggu waktumu.''

''Saya tidak akan memintamu menjawab hari ini. Saya akan menunggu. Saya akan menunggu sampai kamu siap, sampai kamu yakin dengan hatimu sendiri dan sampai kamu selesai membangun duniamu sendiri."

Rima merasakan kehangatan dan kelegaan di dadanya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan pengertian sebesar ini.

"Benarkah Bapak mau menunggu?" tanyanya pelan tak percaya.

"Benar," jawab Andre mantap. "Seberapa lama pun waktunya."

Rima menunduk, merasakan beban di hatinya perlahan berkurang meski keraguan belum sepenuhnya hilang. Ia belum bisa berkata ya, tapi ia juga tidak lagi merasa takut seberat sebelumnya.

"Terima kasih banyak atas pengertian Pak Andre," ucapnya pelan. "Saya janji akan memikirkannya dengan tenang. Tapi untuk sekarang, maafkan saya ya, saya belum bisa memberikan kepastian."

"Saya menghargai keputusanmu sepenuhnya," jawab Andre tulus.

1
Mingyu gf😘
Aduhh kasihan sekali kamu, lagian tinggi banget sih udah kayak manjat pohon kelaps
Mingyu gf😘
Hayoo Andre mulai merasakan aneh gara gara secangkir kopi🤭, padahal kopi itu bukan rima yang buat
RahmaYesi
Semoga nanti keluarga pak Andre terutama mama pak Andre bisa menerima Rima ya. Kalau pun mama pak Andre tidak begitu suka sama Rima, jangan biarkan Rima berjuang sendirian
RahmaYesi
Lampu hijau dong ya pak Andre
RahmaYesi
Pak Andre memang lelaki matang dan mapan, lanjutkan pak Andre, sekalian melamar juga boleh
🌺⃟ SasMaya
dihhh pak dino ngintipin ya.. 😂
🌺⃟ SasMaya
ckckck... Andre sudah tidak tertolong .. udah terpesona akut dia
🌺⃟ SasMaya
ya .. iya pak, sendirian.. emng kamu mau temenin ... udah makin bucin ya, Andre
🌺⃟ SasMaya
modus doank kah ini Andre 🤭
Europa.
selotip penutup itu dalam kata medis namanya plester gulung ya kak/Slight//Slight/
Europa.
jangan ditutup woi. jadi tambah nyama—ehm—pengap disini suasananya 😡😡
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Dino begitu peka ya
Europa.
cuma segores luka, eh atasan malah nyuruh ambil sekotak²nya. woo atasan sableng 😡😡😡
Europa.
woy. lu ngintilin gue ya? dimana² ada elu, Ndre😂😂
Europa.
bentar. jendela diperbaiki... bukannya malah di bongkar ya bingkainya? kok ini malah pengap thor?🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
meleleh aku bang
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jelas lah pak
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
malah jujur gimana sih pak🤣🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kok puas banget ya. jahat enggak sih aku🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bagus lah Rima, cukup aku saja yang patah hati 🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!