NovelToon NovelToon
Please, Menikahlah Denganku!

Please, Menikahlah Denganku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Nona Khansa

Aku tidak meminta banyak padamu, hanya satu hal. Menikahlah Denganku!

Cinta yang terpaut 2 tahun lebih tua dari Arhan, siapa bilang ia tidak bisa mendapatkannya? Ia bertekad pada dirinya, apapun yang terjadi Lula Khansa hanyalah miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21-Hujan

Suara petir tiba-tiba saja menyambar. Langit yang tadinya cerah kala sore itu entah kenapa tiba-tiba saja berubah menjadi abu-abu gelap. Sang langit seakan sedang berpihak pada kedua hati mereka yang sedang benar-benar begitu rapuh

Bruk!

Arhan mendudukkan tubuhnya di atas rumput hijau yang ada di taman itu. Hatinya benar-benar hancur sekarang. Tangisan cowok itu semakin terisak. "Apa udah ada cowok dihati kamu Lula? Apa dia adalah Aska?..." Lirihnya dengan tenaga yang sangat lemas.

Lula menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan dari Arhan. "Mau Aska ataupun bukan, asalkan bukan Lo orangnya." Jawab Lula tegas, kemudian Lula melangkah pergi, benar-benar pergi meninggalkan Arhan sendirian di taman itu.

Beberapa detik kemudian, hujan deras tiba-tiba datang begitu saja, membanjiri seluruh kota seakan-akan hujan itu menjadi sakti betapa pedihnya dua manusia yang saling mencintai namun tidak bisa disatukan.

Dibawah guyuran itu, Arhan meringkuk, memeluk kedua kakinya, menenggelamkan di antara pahanya. Tubuhnya gemetar hebat, menunjukkan betapa kecewa dan patah hati pada dirinya sekarang. Hari ini mungkin adalah hari paling bersejarah bagi Arhan untuk selamanya.

Semua tidak sesuai dengan ekspektasi nya. Ia pikir sore ini ia bisa memanggil Lula dengan sebutan 'sayang', namun nyatanya ekspresi tidak sesuai dengan realita. Lebih perih dan sakit dari apa yang dibayangkan nya, bahkan ia tidak pernah membayangkan bahwa hal seperti ini akan terjadi.

Cewek, cewek yang ia kenal begitu baik dan polos. Cewek yang menurut orang lain buruk, namun Arhan melihat Lula dengan cantik. Cewek yang ia tolong kala itu saat Lula sedang berada dalam masa terancam. Cewek yang ia bantu sebisa mungkin kala ia melihat Lula yang sedang kesulitan. Cewek yang pertama kali membuatnya merasakan kenyamanan yang tidak pernah ia rasakan pada perempuan manapun. Cewek yang membuat nya begitu bahagia. Cewek yang membuatnya mengenal arti cinta itu seperti ada. Dan .... cewek yang juga pertama kali mematahkan hatinya, membuat nya merasa sakit, benar-benar sakit saat menerima kenyataan bahwa cewek yang susah ia yakini malah menolak cintanya.

"I LOVE YOU MORE LULA KHANSA.....hiks ..." Ucap Arhan dengan terbata-bata. Pakaian nya bahkan sekarang sudah benar-benar basah kuyup, namun Arhan tidak peduli dengan itu semua, meskipun tubuhnya yang juga menggigil sekarang, namun Arhan benar-benar tidak peduli. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya dan hatinya yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Ia tidak akan pernah bisa membayangkan hari-harinya tanpa Lula. Lula itu seakan sudah seperti mood booster nya, penyemangat nya dalam hal apapun, penghilang rasa penat dan lelah. Tapi, kenapa tuhan tidak berpihak padanya untuk memiliki cewek itu.

****

****

*****

Dibawah guyuran hujan sore itu Lula berlari kencang, begitu kencang dipinggir jalan raya. Ia seakan meluapkan rasa emosinya yang sedari tadi sudah ia pendam untuk tidak menangis.

beruntung jalanan yang ia lewati kala itu terasa begitu sepi, jadi orang tidak akan mengira bahwa dirinya adalah orang gila yang sedang berkeliaran.

Berulang kali Lula mengucapkan kata maaf, beribu-ribu maaf untuk Arhan. Ini bukan kemauannya untuk seperti ini. Jika saja saat itu ia tidak bertemu Tante Ghea, mungkin sekarang ia sudah resmi menjadi pacar seorang Arhan Ardigo. Namun namanya takdir tidak akan pernah ada orang yang tau. Sayang seribu sayang, hal yang sedari dulu ia inginkan kini malah terpaksa ia tolak dengan begitu menyakitkan hingga mungkin saat ini Arhan akan benar-benar membencinya untuk seumur hidup.

Lula berharap, setelah lulus nanti, ia tidak akan pernah bertemu dengan Arhan sampai kapanpun, bahkan jika ia sudah memiliki anak dan cucu sekalipun, Lula harap bertemu dengan Arhan tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya.

Ia juga banyak berharap, setelah semua perjuangan yang ia lakukan, misi nya akan berhasil di Eropa nanti. Ia harap cinta yang dulu benar-benar hilang akan kembali pulang bersama membawanya keluar dari semua ini.

Lama berlari, Lula berhenti sejenak. Tubuhnya menggigil dan basah kuyup namun ia tidak peduli akan itu, hatinya jauh lebih sakit dan ngilu sekarang. Lula berulang kali membenarkan nafasnya yang tidak beraturan. "Hiks ..... I LOVE YOU MORE ARHAN ARDIGO....." Lirihnya kemudian.

Tak disadari hujan malah semakin lama semakin deras. Ia beruntung, begitu beruntung sore itu karena hujan tersebut mampu menutupi sedikit luka dihatinya. Karena hujan, tangisannya jadi tidak terdengar kemana-mana.

Dengan langkah yang sudah benar-benar lemas dan tidak bertenaga. Di sore yang sudah menjelang petang, Lula melangkahkan kakinya pelan menuju rumahnya untuk pulang dan mengistirahatkan tubuh nya yang begitu lelah, sangat lelah.

****

****

Sekitar satu jam lebih Arhan meratapi nasibnya dibawah guyuran hujan. Langit-langit kini sudah mulai menghitam, menunjukkan sisi kegelapannya. Rasa dingin semakin menyelimuti tubuhnya yang sudah basah kuyup sedari tadi. Hujan masih mengalir deras, namun hatinya benar-benar sunyi tak ada suara apapun. Hampa dan gelap.

Sekuat tenaga Arhan bangkit dari kerapuhannya. Ia berdiri sekuat tenaga. Hatinya masih menolak jika sore tadi ia benar-benar ditolak cintanya oleh cewek itu. Ia masih yakin jika semua perkataan Lula itu bohong. Arhan yakin jika Lula juga memiliki perasaan yang sama seperti ia mencintai cewek itu, entah apa alasan Lula tadi menolak cintanya, namun Arhan benar-benar yakin bahwa Lula berbohong padanya.

Ia berjanji, walaupun bukan sekarang, tapi suatu saat nanti ia akan kembali mengejar cintanya, lebih gila daripada ini. Ia tidak rela jika cintanya akan jatuh ke tangan orang lain. Ia janji mau sejauh apapun Lula berada, suatu saat ketika ia menjadi penguasa ia akan menemukan lagi cewek itu. Menurutnya, cinta bukan soal mengikhlaskan, tapi soal berani memiliki. Dan Arhan berani dengan itu walaupun bukan sekarang.

Sebelumnya benar-benar pergi dari taman yang kini sudah hancur dan rusak Arhan membuang nafasnya kasar. "Hufff..." Desahnya kemudian pergi dengan pelan meninggalkan tempat itu.

Mungkin hari-harinya akan benar-benar sepi sekarang. Tidak apa jika hanya sementara.

Sekitar hampir 30 menit, Arhan sampai didepan rumahnya yang begitu mewah bak istana itu.

Arhan tidak mempedulikan dirinya yang basah kuyup, ia tetap memasuki rumahnya, melewati ruang tamu dan ruang makan, membuat sepasang suami istri yang sedang menikmati dinner mereka menatap Arhan dengan penuh kekhawatiran.

"Arhan, kenapa kamu basah kuyup sayang." Ucap Ghea dengan begitu khawatir namun Arhan tetap melanjutkan langkahnya menaiki tangga, mengacuhkan pertanyaan sang mama. Bahkan beberapa kali Ghea memanggil, namun Arhan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!