NovelToon NovelToon
HITAM

HITAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:515.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: musbich

Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.

Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.

Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.

Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.

Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.

Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.

ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,

lalu apa posisi perempuan itu?

Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

CHELSEA ARBIANSYAH POINT OF VIEW:

🦋🦋🦋

Aku mengunci pintu rumah ku kembali setelah zea dan jonathan berpamitan untuk pulang. Ku lihat Erika yang tertidur pulas di box bayi, ini masih jam satu siang dan rumah ini mendadak sunyi tanpa laki laki itu.

Aku meletakkan ponsel ku di meja dekat kasur, tapi ku dapati selembar kertas di bawah vas bunga. Ku ambil kertas bertuliskan tangan itu.

🐡Aku pergi dulu, ada keperluan perusahaan yang tak bisa kuwakilkan.Tunggu Pak Har dan Mbak Hanik menjemput mu, bersiap siaplah ikut denganku ke kota S. Bawalah barang yang penting saja. Aku mencintaimu, ku tunggu kalian di rumah kita.

Enrico🐡

Hatiku menghangat membaca kalimat terakhir nya berulang ulang. Kali ini aku menuruti nya untuk mengemasi barang barang pentingku saja, lagi pula baju bajuku dulu masih ada di rumah enrico kan?

Apakah keputusanku untuk kembali ke rumah itu sudah benar? Entahlah, ku rasa zea benar jika dia sudah banyak berjuang untukku.

Sekitar dua jam kemudian, ada yang mengetuk pintu rumah dan kulihat dari balik kaca jendela siapa yang datang. Dia adalah Pak Har, sopir yang dulu mengantarku kemana mana ketika enrico pergi bekerja. Dengan cepat ku buka pintu rumah ini dan menyambut nya.

“Pak Har,” sapaku hangat.

“Non Chelsea, rambut nya jadi hitam dan panjang?” itu yang terlontar dari mulut sopir paruh baya itu.

“Kenapa? Nggak cocok ya pak?” tanyaku tersenyum.

“Cantik kok non,” sahut pak har.

“Loh ini siapa?” tanyaku seraya memperhatikan seseorang berambut pirang mirip rambutku dulu.

“Non Chelsea, Ini Hanik. Hanik yang ngurus kebun nya non Chelsea,” kata Hanik menjelaskan padaku.

“Ya ampun, ini hanik? Ada apa dengan rambutmu?” tanyaku terkekeh.

“Ini kan ikutan gaya non Chelsea, jelek ya non?” Tanya hanik seraya memainkan rambut nya.

“Bagus, aku Cuma panggling aja tadi. Sumpah, aku pikir turis asing tadi tuh,” kataku tersenyum pada nya.

“Hanik kangen sama non Chelsea, rumah jadi sepi tanpa non Chelsea,” kata hanik mulai memelukku.

“Ayo masuk,” kataku mempersilahkan mereka masuk dan istirahat sebentar setelah perjalanan jauh.

“Mau minum apa?” tanyaku.

“Nggak usah non, kita kan bukan tamu. Kita tetap pembantu yang jemput non Chelsea,” sahut hanik.

“Apaan sih,” kataku terkekeh seraya menghampiri lemari es dan mengambil beberapa botol minuman.

“Jadi non Chelsea selama ini tinggal di sini?” Tanya hanik.

“Kenapa? Kecil ya?” Tanya ku tersenyum menghampiri mereka.

“Ini rumah orangtua non Chelsea?”

“Bukan, ini rumah enrico,” sahutku yang sayup sayup terdengar tangisan Erika.

“Tunggu di sini dulu ya, si kecil nangis,” kataku mulai beranjak dari sofa dan menuju kamar untuk memberi Erika asi.

Setelah Erika cukup kenyang, aku keluar membawa Erika yang mulai berceloteh dengan ocehan nya yang tak jelas.

“Ya Tuhan, lucu nya…” kata hanik mulai menoel pipi Erika.

“Cantik ya?” kataku tersenyum.

“Adik nya non Chelsea ya?” Tanya hanik.

“Adik? Emang nya aku masih cocok jadi kakak ya? Ini anakku tau,” kataku mulai terkekeh lagi.

“Anak? Anak sama siapa? Sama tuan enrico?” Tanya hanik penasaran.

“Sama siapa lagi?” kataku semakin terkekeh.

“Coba lihat non, astaga mirip papa nya,”

“Mirip aku,” sahutku cepat seraya terkekeh lagi.

🦋🦋🦋

Setelah istirahat dan bercanda cukup lama, kami berangkat ke kota S sore itu juga. Suasana hujan rintik rintik mengingatkan kebersamaanku dulu bersama enrico di setiap situasi.

Aku membuka ponselku dan memberi kabar pada mama jika aku pergi ke kota S bersama enrico. Setelah menempuh dua jam perjalanan dan matahari mulai tak terlihat lagi, sampailah kami di sebuah rumah besar yang tak berubah sama sekali. Dengan perlahan aku memasuki rumah besar itu.

“Non, Chelsea!” sapa mbak darmi sumringah diikuti pembantu lain nya.

“Mbak darmi,” sapaku dengan mata berbinar binar.

“Wah, ini siapa nama nya? Cantik sekali,” kata mbak darmi melihat Erika yang sedang berceloteh dalam gendonganku.

“Erika,” sahutku tersenyum.

“Kami sangat merindukan non Chelsea,” kata mbak darmi.

“Sama, aku juga,” kataku.

“Hey, kakak ipar,” kata tara yang tiba tiba muncul.

“Ibu peri, kamu di sini juga?” tanyaku menatap tara.

“Kamu nggak suka aku di sini? Aku pulang ntar,” kata tara tersenyum padaku.

“Pulang saja, aku tidak membutuhkanmu. Kamu membuat hidupku sial saja. Kalaupun nanti aku tidak kerasan di sini, tidak ada alasan untukku menetap di sini, aku tinggal pergi saja,” kataku cepat.

“Hey, jangan coba coba pergi dari sini. Maafkan sikapku dulu kakak ipar,” kata tara seraya mengambil Erika dari gendonganku.

“Awas lecet ya, kamu akan berurusan denganku,” kataku memperingati.

“Dia keponakanku juga, mana mungkin aku tidak hati hati untuk menjaga nya. Ya Tuhan, wajah nya mirip sekali dengan kakakku, semoga sikap nya tidak sama,” kata tara.

“Apa maksudmu?”

“Hanya bercanda,” kata tara terkekeh.

“Kamu kata enrico mau menikah? Apa benar?” tanyaku.

“Entahlah,”

“Jangan main main! Kamu sudah menghamili nya mana mungkin lari dari tanggung jawab,”

“Itu bukan anakku,” sahut tara.

“Ap—“

“Eh, papamu pulang, anak cantik,” kata tara memotong perkataanku.

Kami melihat enrico yang sedang berjalan kearah kami. Dia tersenyum seraya melonggarkan dasi nya dan mengambil Erika dari gendongan tara.

“Kamu merindukan papa?” enrico mencoba berkomunikasi dengan Erika yang bahkan tidak mengerti bahasa nya tapi bayi itu tergelak dengan ocehan enrico.

“Ah, kamu benar benar merindukan papa. Apa mommy-mu juga?” Tanya enrico lagi sedikit melirikku.

“Kalo tidak rindu kenapa bisa sampe sini, pa,” sahut tara menirukan suara anak kecil kemudian tergelak.

“Apa apaan kalian ini?” kataku kesal.

“Ayo kita makan malam,” kata enrico.

“Sepertinya aku harus pulang, kak,” kata tara.

“Kenapa Teresa gesa?” Tanya enrico.

“Kakak ipar tidak menyukai kehadiranku, dia tadi mengusirku,” sahut tara.

“Jangan fitnah ya,” kataku cemberut.

“Hahaha… menggemaskan sekali,” kata tara mencubit pipiku.

“Kamu pulang saja daripada sentuh sentuh pipi istriku,” kata enrico menatap tara tajam.

“Ya Tuhan, salah ya jika adik ipar ingin akrab dengan kakak ipar?” protes tara.

“Salah! Tidak perlu akrab dengan kakak iparmu,” kata enrico.

“Aku ingin makan malam di sini kak,” rajuk tara.

“Ibu sudah menunggumu di rumah,” kata enrico.

“Kakak—“

“Makanan nya hanya cukup untuk kami berdua, aku sangat lapar dan jangan ganggu makan malam kami,” kata enrico.

“Baiklah, aku pamit dulu kakak ipar,” kata tara yang hampir mencubit pipiku lagi tapi tangan nya ditahan oleh enrico.

“Iya… iya…. Aku cium Erika aja deh,” kata tara mulai mencium pipi Erika.

“Gud nite sweety,” kata tara pada erika dan si bayi tersenyum seraya mengeluarkan ocehan nya.

“Aku pamit dulu kak,” kata tara lagi seraya berlalu meninggalkan kami.

Kami makan dalam diam sedangkan Erika sudah diambil alih oleh mbak darmi. Hanya suara garpu dan sendok yang sesekali menabrak piring menjadi back sound makan malam kami.

“Makan yang banyak,” kata enrico seraya menambahkan sayur di piringku.

“Kamu mau buat aku gemuk?” tanyaku kesal.

“Asimu, aku focus pada produksi asi berkualitasmu. Lagian kenapa kalo gendut?” kata enrico berbisik pelan supaya tidak ada yang mendengar.

“Ntar kamu….” Aku menggantung omonganku karena merasa canggung.

Apa bisa dibilang aku sudah menerima kita jadi satu keluarga utuh lagi?

“Aku apa? Aku kenapa? Kenapa berhenti berbicara?” Tanya enrico tersenyum.

“Lupakan!”

“Sekalipun kamu gendut seperti kuda nil, aku tetap cinta,” kata enrico mulai mengusap mulut nya dengan tissue, sedangkanpipiku sudah memerah karena malu.

Jangan lupa like, comment and vote ya 🙏😁

Selamat hari ibu guys, blm kehilangan moment kan ini ❤️❤️❤️

1
Icha
semangat nulisnya thor 💪😍
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰
Isma Rismaya
seru
MamaNa Nazwa
mantap,,,hrs tegas celsi
MamaNa Nazwa
kecanduan ya babang enrico
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat cerita nya.. mantap sekali.. sukses dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. Enrico hidup bahagia bersama Chelsea dan anaknya.. makasih kak thor buat cerita nya 👍👍
Yunerty Blessa
sabar..tahan dulu..
Yunerty Blessa
dag dig dug nih..
Yunerty Blessa
Enrico lelaki lembik tak tegas 😠
Yunerty Blessa
Alina ditolong malah marah ..abaikan saja Chelsea..
Yunerty Blessa
makin seru nih..
Amora
Kita punya tugas yang sama , chelsea .
Yunerty Blessa
senang mereka bersatu kembali..
Amora
Sabar , entarkan jadi rebutan adek kakak . Ups ... bahkan sudah mulai diperebutkan 😉🤭
Amora
boleh juga di coba dengan ide ini
Amora
anda benar banget 🤤😋
Yunerty Blessa
yah Chelsea kembali bersama Enrico lagi
Yunerty Blessa
terima lah Enrico kembali Chelsea.. sudah cukup juga dia berkorban..
Yunerty Blessa
akhirnya Enrico dan Chelsea buka puasa lagi 🤣🤣
Yunerty Blessa
jujur saja Enrico tentang Alina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!