NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 Kedatangan Elsa di kantor Daren

Suasana di lobi kantor pusat Wijaya Group sangat tegang. Elsa dengan penampilan yang tidak lagi serapi dulu tampak agak kacau dan frustrasi sedang berteriak histeris pada resepsionis dan petugas keamanan yang menghalanginya naik ke ruangan Daren.

Elsa berteriak bahwa dia adalah calon istri Daren (klaim sepihak) dan menuduh Nadia sebagai perusak hubungan mereka. Beberapa karyawan mulai berbisik-bisik, merekam kejadian tersebut diam-diam.

"Asal kalian tahu ya!! Aku ini calon istri Daren pemilik group Wijaya ini! Kalian jangan berani macam-macam sama aku!" bentak Elsa dengan suara yang kencang membuat semua karyawan yang ada di sana terdiam.

"Tapi Pak Daren sudah melarang kami untuk menerima Nona Elsa masuk ke kantor ini," ucap salah seorang petugas keamanan yang berada di sana.

"Gak mungkin! Daren gak akan berbicara seperti itu, Yang pantas di larang untuk masuk ke kantor ini, itu adalah Nadia! Si wanita jalang itu bukannya aku, Paham kalian hah!!" Elsa kembali meradang dan mendelik mendengar ucapan dari petugas keamanan itu.

Semua karyawan yang ada di sana terdiam melihat Elsa yang semakin marah.

Pintu lift VIP terbuka dengan denting yang nyaring. Daren keluar dengan langkah lebar yang mengintimidasi, dikawal oleh asisten pribadinya dan beberapa kepala keamanan. Aura di sekitar Daren mendadak turun drastis menjadi sangat dingin dan mematikan.

Melihat Daren, Elsa langsung berlari dan mencoba memeluk lengan Daren sambil menangis tersedu-sedu, "Daren! Tolong aku! Perusahaan papaku diambang kebangkrutan karena kamu menarik semua investasi. Tolong jangan kejam begini, Daren. Aku tahu kamu masih mencintaiku, jalang Nadia itu yang sudah menghasutmu, kan?!"

Sebelum tangan Elsa sempat menyentuh jasnya, Daren dengan kasar mengibaskan tangannya, membuat Elsa terhuyung dan hampir terjatuh di lantai marmer lobi. Tatapan mata Daren sangat jijik.

"Jangan pernah sebut nama istriku dengan mulut kotor mu, Elsa!" desis Daren dengan suara baritonnya yang menggema di seluruh lobi.

Daren mengeluarkan sebuah map cokelat dari asistennya dan melemparkannya tepat ke hadapan Elsa. "Kamu pikir aku tidak tahu? Selama ini kamu yang sengaja memanipulasi kecelakaan masa lalu, memeras uangku, bahkan menyewa orang untuk mengintimidasi Nadia. Kehancuran bisnis keluargamu adalah akibat dari keserakahanmu sendiri."

Elsa pucat pasi melihat bukti-bukti kejahatannya berserakan di lantai. Dia mencoba memohon lagi, namun Daren sudah tidak memiliki belas kasihan sedikit pun.

Daren berbalik badan memunggungi Elsa dan memberi perintah tegas kepada kepala keamanan, "Seret wanita ini keluar dari gedungku. Mulai hari ini, blacklist namanya dan seluruh keluarganya dari semua anak perusahaan Wijaya Group. Jika dia berani mendekati istriku lagi, aku pastikan dia membusuk di penjara."

Daren melangkah pergi begitu saja meninggalkan Elsa ya berteriak-teriak memanggil namanya namun Daren sudah tidak perduli dan tidak mengindahkan panggilan dari Elsa itu, Daren terus melangkah pergi karena muak melihat tampang Elsa.

Sementara itu dua orang petugas keamanan sedang memegangi kedua lengan Elsa yang masih histeris menangis sambil memanggil nama Daren.

"Daren....!!! Aku ini calon istri kamu! Kenapa kamu tega sama aku hanya karena si jalang Nadia itu ...!!" teriak Elsa yang masih terdengar oleh Daren tapi dia tetap tidak menggubrisnya.

"Lepaskan aku! Lepaskan...!! beraninya kalian memperlakukan aku seperti ini hah!!" teriak Elsa pada dua petugas keamanan yang dengan paksa memegang lengan Elsa dan menggelandangnya untuk keluar dari ruangan lobi kantor.

"Kami hanya menjalankan perintah Tuan Daren, Non Elsa," ucap salah satu petugas keamanan itu pada Elsa.

"Aku ini calon istrinya! Kalian kurang ajar banget ya," Elsa mendelik pada dua petugas keamanan itu sambil meronta-ronta untuk di lepaskan tapi dua petugas keamanan itu tetap menjalankan perintah Daren untuk membawa Elsa keluar dari gedung kantor Wijaya group milik Daren.

Sesampainya di pintu gerbang gedung kantor Wijaya group kedua petugas keamanan itu melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan Elsa dan meninggalkan Elsa begitu saja di halaman gedung kantor Wijaya.

"Brengsek kalian semua...!! Awas ya aku akan membalas semua perlakuan kalian ini, utamanya kamu Nadia, aku akan buat perhitungan sama kamu nanti karena gara-gara kamu Daren jadi berpaling dari aku dan membuat keluargaku mengalami kebangkrutan. Lihat saja Nadia aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa memiliki Daren karena Daren hanyalah untukku," Elsa tersenyum menyeringai menantikan pembalasan yang akan dia buat untuk Nadia.

Sementara itu Daren langsung masuk ke dalam lift dan dengan panik segera membuka ponselnya untuk menelpon Nadia untuk memastikan keadaannya baik-baik saja khawatir berita keributan ini sampai ke telinga istrinya.

Jantung Daren bertalu hebat di dalam rongga dadanya seiring dengan angka lantai lift yang bergerak naik. Nada sambung di ponselnya terdengar begitu menyiksa, berdering beberapa kali sebelum akhirnya suara datar dan tenang yang sangat familier menyahut di seberang sana.

"Halo, Tuan Daren? Ada apa?" suara Nadia terdengar begitu damai, kontras dengan gemuruh badai yang baru saja dilewati Daren di lantai bawah.

Daren mengembuskan napas panjang yang sempat tertahan. Rasa lega seketika mengalir di sekujur tubuhnya, meredakan sedikit ketegangan di pundaknya. "Nadia... kamu sedang apa? Apakah suasana di rumah baik-baik saja?" tanya Daren, mencoba mengatur nada suaranya agar tidak terdengar panik, meskipun asisten pribadinya yang berdiri di sampingnya bisa melihat dengan jelas bagaimana tangan sang bos besar sedikit bergetar.

Di Seberang telepon, Nadia mengernyitkan dahi. Dia sedang duduk di tepi ranjang sambil membaca sebuah buku. "Saya baru saja selesai meminum obat. Rumah sangat tenang seperti biasanya. Memangnya ada apa, Tuan? Kenapa Anda terdengar begitu cemas?"

Daren terdiam sejenak. Dia melangkah keluar begitu pintu lift VIP terbuka di lantai teratas. Dia tidak ingin memberi tahu Nadia tentang kekacauan yang dibuat Elsa di lobi. Daren tidak mau nama wanita parasit itu mengotori telinga istrinya lagi, apalagi sampai merusak ketenangan Nadia yang sedang dalam masa pemulihan.

"Tidak ada apa-apa," dusta Daren, suaranya melembut drastis. "Aku hanya ingin memastikan kamu tidak memaksakan diri untuk berjalan. Tetaplah di tempat tidur sampai aku pulang nanti sore."

Nadia hanya bergumam pelan sebagai jawaban, lalu memutuskan panggilan sepihak tanpa mengucapkan salam perpisahan. Daren menatap layar ponselnya yang menggelap dengan senyuman kecut. Sikap acuh tak acuh Nadia memang masih kerap menggores hatinya, namun entah mengapa, mendengar suara dingin itu jauh lebih baik daripada melihat kehancuran yang dibawa oleh Elsa.

Daren memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu menoleh ke arah asisten pribadinya dengan kilat mata yang kembali menajam sekeras baja. "Pastikan semua video atau rekaman apa pun terkait keributan di lobi tadi dihapus dan tidak ada yang bocor ke media sosial ataupun media massa. Siapa pun karyawan yang berani menyebarkannya, pecat hari ini juga."

"Baik, Tuan Besar. Semuanya akan segera saya atur dan bersihkan," jawab sang asisten dengan hormat sebelum berbalik untuk melaksanakan perintah.

Daren berjalan menuju dinding kaca besar di ruang kerjanya, menatap pemandangan kota dari ketinggian dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang pada seringai penuh dendam yang mungkin saja sedang direncanakan oleh Elsa di luar sana. Daren mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia tahu Elsa adalah tipe wanita yang nekat dan licik saat terdesak.

Selama ini, Daren menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang lain, termasuk Nadia. Namun mulai detik ini, Daren bertekad akan menggunakan seluruh kekuasaan, kekayaan, dan bahkan nyawanya sendiri untuk menjadi perisai tak tertembus bagi Nadia. Dia tidak akan membiarkan seujung kuku pun bahaya mendekati istrinya, terutama dari ancaman busuk seorang Elsa yang sudah kehilangan segalanya.

1
partini
hemmm satu daftar kebegoan Darren langsung gas esmosi
🤦
partini
aihhhh harusnya istri mu lihat pas kamu ngusir Elsa malah di hapus dasar lemot
partini
ehhh kenapa ga dari kemarin" urus aihh cari penyakit aja kamu ren
be smart don't be stupid alias i d i o t🤭
partini
kasih kali kau Darren,, bikin tekdung aja lah jalur cepat itu ren
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!