NovelToon NovelToon
DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:588
Nilai: 5
Nama Author: Nanda Amalia

Elora Kirana bukan lagi nama yang dipuja seperti dulu. Sekali waktu dia adalah bintang yang bersinar terang, tapi satu skandal cukup untuk menjatuhkannya tanpa ampun. Dalam semalam, dunia yang dulu memujanya berubah jadi lautan hujatan. Kariernya hampir runtuh, kontrak diputus, dan kepercayaan publik hilang begitu saja. Saat semua orang menjauh, satu orang justru datang dengan cara yang paling tidak ia duga. Arshaka Bhumisvara. Seorang CEO muda yang dikenal dingin, tak tersentuh, dan selalu terlihat terlalu sempurna untuk dunia yang penuh drama seperti milik Elora. Tidak ada yang mengira dia akan ikut campur dalam skandal seorang artis. Tapi Arshaka datang bukan untuk simpati. Dia menawarkan sebuah kesepakatan. “Jadilah pacarku di depan publik.” Sebuah hubungan palsu untuk menutupi skandal, meredam media, dan menyelamatkan nama baik mereka berdua. Syarat yang terdengar sederhana, tapi jelas bukan tanpa risiko. Awalnya, Elora hanya menjalani semuanya seperti akting. Senyum di depan kamera, genggaman tangan yang dibuat seolah nyata, dan tatapan hangat yang sebenarnya kosong makna. Tapi Arshaka… terlalu meyakinkan untuk sekadar berpura-pura. Dan Elora mulai sadar, batas antara sandiwara dan kenyataan perlahan menghilang. Di balik sikap dinginnya, Arshaka menyimpan cara memandang Elora yang membuatnya ragu. Terlalu dalam. Terlalu nyata untuk dianggap pura-pura. Masalahnya sekarang bukan lagi soal skandal yang ingin mereka tutupi… Tapi perasaan yang diam-diam tumbuh di antara dua orang yang sama-sama tidak siap untuk jatuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Terbangun Dalam Keadaan Rapuh

Kesadaran itu tidak datang dengan cepat tidak juga dengan jelas karena ketika Elora mulai membuka matanya yang pertama ia rasakan bukan kelegaan melainkan rasa berat yang menekan seluruh tubuhnya seolah ia baru saja ditarik keluar dari sesuatu yang dalam dan gelap tanpa benar benar diberi waktu untuk memahami apa yang baru saja terjadi

Cahaya di atasnya terasa terlalu terang membuat matanya langsung menyipit refleks napasnya sedikit tertahan sebelum akhirnya ia mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya yang perlahan mulai terlihat lebih jelas meskipun masih terasa asing untuk beberapa detik pertama

Langit langit putih

Aroma antiseptik

Dan suara alat medis yang berdetak pelan

Rumah sakit

Kesadaran itu datang perlahan

Namun tidak membawa ketenangan

Justru sebaliknya

Semua ingatan kembali dalam satu waktu tanpa jeda tanpa penyaringan suara suara di ruang jumpa pers kilatan kamera pertanyaan yang datang tanpa henti dan tatapan yang seolah ingin menghancurkan semuanya bercampur menjadi satu hingga membuat napasnya kembali terasa tidak stabil

Ia langsung mencoba bangun

Namun tubuhnya tidak merespons dengan cepat pergelangan kakinya masih terasa nyeri sementara kepalanya sedikit berputar membuatnya kembali terjatuh ke posisi semula

“Jangan bergerak”

Suara itu datang rendah

Dekat

Dan langsung membuatnya berhenti

Arshaka

Ia duduk di samping tempat tidur tidak terlalu jauh namun cukup dekat untuk memastikan bahwa Elora tidak benar benar sendiri sejak awal ia sudah ada di sana dan dari cara ia menatap tidak sulit untuk menyadari bahwa ia tidak pergi ke mana mana

Elora menoleh perlahan ke arahnya matanya masih sedikit kabur namun cukup untuk melihat ekspresi yang tidak berubah tenang dingin dan terlalu terkontrol untuk seseorang yang baru saja melihat seseorang pingsan di depan banyak orang

Namun justru itu yang membuatnya terasa stabil

“Aku…”

Suaranya keluar pelan hampir tidak terdengar

Arshaka sedikit mendekat

“Kamu pingsan”

Jawabannya langsung

Tanpa dilembutkan

Elora memejamkan matanya sejenak seolah mencoba menerima kenyataan itu meskipun bagian dari dirinya masih ingin menyangkal

“Aku malu…”

Kalimat itu keluar lebih cepat dari yang ia sadari

Dan langsung membuat suasana berubah

Arshaka tidak langsung menjawab

Tatapannya tetap pada Elora

Lebih lama dari sebelumnya

“Kamu tidak perlu”

Akhirnya ia berkata

Nada suaranya tetap rendah

Namun ada sesuatu yang lebih dalam di dalamnya

Elora menggeleng pelan matanya kembali terbuka namun kali ini terlihat lebih rapuh

“Semua orang lihat aku…”

Napasnya mulai tidak stabil

“Mereka lihat semuanya…”

Kalimat itu terhenti di tengah

Karena ia tidak sanggup melanjutkan

Arshaka langsung berdiri sedikit lebih dekat tangannya terangkat lalu berhenti sejenak sebelum akhirnya menyentuh pipi Elora dengan pelan memaksanya untuk tidak menunduk

“Lihat aku”

Nada suaranya tegas

Tidak memberi ruang untuk menghindar

Elora ragu

Namun akhirnya tetap menatap

“Fokus ke aku”

Lanjut Arshaka

Tatapannya tidak berubah

Untuk beberapa detik tidak ada suara

Hanya napas Elora yang perlahan mulai mengikuti ritme yang lebih stabil

“Yang mereka lihat tidak mengubah apa pun”

Kalimat itu keluar pelan

Namun jelas

Elora menatapnya

“Aku tetap jadi bahan omongan…”

Arshaka tidak membantah

Namun jawabannya berbeda

“Biarkan”

Satu kata

Elora terdiam

“Aku yang urus sisanya”

Lanjutnya

Nada suaranya lebih rendah

Lebih dalam

Dan kali ini terasa seperti sesuatu yang tidak bisa ditawar

Elora tidak langsung menjawab namun matanya perlahan melembut bukan karena masalahnya selesai tapi karena di tengah semua kekacauan itu ada satu hal yang tetap sama

Arshaka tidak pergi

“Aku takut…”

Kalimat itu keluar lagi

Lebih jujur

Lebih lemah

Arshaka menatapnya

Lama

“Kamu tidak sendiri”

Jawabannya sama seperti sebelumnya

Namun kali ini terasa lebih berat

Elora menelan pelan

Tangannya bergerak sedikit

Mencari

Dan tanpa ragu Arshaka langsung menangkapnya menggenggam tangannya dengan kuat bukan sekadar sentuhan tapi sesuatu yang lebih seperti memastikan bahwa ia benar benar ada di sana

“Aku nggak mau sendiri”

Arshaka tidak melepas genggamannya

“Kamu tidak akan”

Dan di titik itu

tanpa disadari oleh Elora

sesuatu mulai berubah

Bukan hanya rasa aman

Tapi ketergantungan

Hari itu berjalan lambat lebih lambat dari biasanya karena setiap detik terasa lebih berat dari yang seharusnya Elora tidak banyak bicara lebih banyak diam dan setiap kali Arshaka sedikit menjauh bahkan hanya beberapa langkah matanya langsung mengikuti seolah memastikan bahwa ia tidak benar benar pergi

Dan Arshaka melihat itu

Mengerti

Namun tidak menghentikannya

Sebaliknya

ia membiarkannya

Malam datang membawa keheningan yang berbeda dari sebelumnya karena di balik semua ketenangan itu ada sesuatu yang sedang bergerak lebih cepat dari yang terlihat

Arshaka berdiri di dekat jendela kamar rumah sakit ponselnya di tangan layar menampilkan informasi yang baru saja ia terima

Lokasi

Nama

Koneksi

Semua mulai mengarah ke satu titik yang sama

Alven Arkana

Tatapannya tidak berubah

Namun ada sesuatu yang lebih gelap di dalamnya sekarang sesuatu yang tidak lagi menahan sesuatu yang sudah siap untuk dilepaskan

Ia menoleh ke arah Elora yang sudah kembali tertidur dengan wajah yang masih terlihat lelah dan rapuh

Untuk beberapa detik ia hanya diam

Menatap

“Aku sudah bilang”

Gumamnya pelan

“Aku tidak akan biarin siapa pun sentuh kamu”

Kalimat itu tidak lagi terdengar seperti janji

Tapi ancaman

Dan kali ini

ditujukan pada satu orang

Alven

————

Jangan lupa like subscribe dan komentar guys!!

1
T28J
hadiir kk 👍
T28J
aw.. aw.. aw👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!