NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:315
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

" Kau yang aneh Valen, justru ia akan sangat bahagia ketemu dengan Tante."

" Tante salah, tapi terserah pada Tante saja. Aku ada meeting, kalau begitu aku mohon undur diri ya teman-teman."

Tentunya wanita paruh baya itu sangat heran dengan ucapan Valen, tetapi ia tidak bisa berkata-kata dengan ucapan Valen. Dan ia harus menanyakan kepastian ini semua dengan sahabatnya, karena ia sudah sangat merindukan sahabatnya.

...🦭🦭🦭...

Galuh saat ini sedang bersama dengan Winda, tentunya mereka menuju ke kelasnya. Tetapi mereka bertabrakan dengan seseorang, dan pemuda itu tampak sangat marah.

" Kalau jalan itu pakai mata!"

" Kau yang jalan pakai mata, kau yang salah tapi justru menyalahkan kami." ucap Winda yang dipenuhi dengan emosi.

" Aku sedang terburu-buru, awas saja kau."

" Main ngancem ya, memangnya kau anak presiden yang harus selalu benar gitu. Ingat kau itu bukan siapa-siapa." teriak Winda

" Sudahlah Winda, jangan di pikirkan tentang dia. Sekarang lebih baik kita masuk kelas saja, sebentar lagi sudah waktunya." ucap Galuh untuk menenangkan Winda agar amarahnya tidak semangkin memuncak.

Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk segera masuk ke dalam ruangan kelasnya, karena mereka berdua sangat tidak ingin terlambat dan akan mendapatkan hukuman. Sebenarnya mendapatkan hukuman adalah hal yang biasa apalagi karena hal sepele seperti terlambat, kecuali tadi mereka mendapatkan hukuman karena tindakan yang sudah sangat keterlaluan. Tetapi mereka sangat tidak ingin tertinggal pembelajaran, dan hingga pada akhirnya harus mengulang Di semester depan.

Keduanya memasuki kelas dan tampak suasana yang sangat hening, tentunya mereka sedikit terkejut dengan suasana kelas yang tampak hening itu. Mereka pun menjadi penasaran dengan di mana dosen mereka, karena biasanya dosen mereka akan tiba tepat waktu. Tapi kali ini tidak ada tanda-tanda kehadiran sang dosen, dan tentunya hal itu membuatnya sangat bingung.

" Guys, di mana dosen kita?"

" Katanya dia sedang pergi ke Turki, dan akan ada seorang mahasiswa S2 yang merupakan asistennya yang akan menggantikan beliau mengajar pembelajaran kita."

" Yang bener aja dosen kita itu pergi ke Turki, ngapain dia pergi sampai ke sana?" tanya Winda yang pintunya merasa heran.

" Aku juga tidak mengetahui apa alasannya Winda, tetapi itu adalah fakta dan kenyataannya."

" Ya sudahlah kalau memang itu adalah fakta dan kenyataannya, aku hanya berharap dosen yang akan menggantikan pembelajaran bisa mengajarkan materi dengan sebaik-baik mungkin. Kau tahu sendiri pembelajaran kita ini sangat sulit, dan bahkan tidak cukup dalam satu kali penjelasan terkadang."

" Aku juga mengharapkan hal yang sama, semoga saja semuanya akan berjalan dengan sangat lancar."

Mereka semua pun kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, dan tidak lama setelah itu terdengar derap langkah kaki. Mereka pun kini meyakini kalau yang akan memasuki ruangan adalah dosen pengganti, tentunya asisten dosen yang memang sudah dikabarkan sebelumnya. Mereka juga sangat penasaran dengan bagaimana rupa dari asisten dosen itu, karena sebelumnya dosen ini tidak pernah menggunakan asisten dalam proses pembelajaran.

Pandangan mereka pun mengarah ke pintu, tentunya Winda sangat terkejut ketika melihat sosok yang berada di depan pintu. Tentunya ia sangat mengenali siapa sosok itu, sosok yang belum lama ini sudah membuat emosinya naik ke ubun-ubun. Dan kini ketika melihat tampangnya tentunya ia menjadi semakin kesal, karena ia harus bertemu dengan sosok itu kembali.

" Tenangkan dirimu terlebih dahulu Winda, mungkin ini sudah ditakdirkan kalau Ia memang adalah asisten dosen. Kalau begitu mulai sekarang kau jangan mencari gara-gara dengan dia, ya walaupun tragedi sebelumnya terjadi karena ketidaksengajaan." ucap Galuh mengingatkan Winda.

" Tetapi aku masih tidak terima dengan sikap yang ditunjukkan olehnya sebelumnya, dia itu sangat songong dan juga menyebalkan Galuh. Mengapa si dosen killer itu justru memilihnya menjadi seorang pengganti, kenapa dosen itu tidak memilih orang lain saja yang jelas-jelas lebih stabil emosinya."

" Kalau untuk hal tersebut aku juga tidak mengetahuinya Winda, tetapi mungkin orang ini bisa mengajarkan kita dengan sangat baik. Karena orang yang dipilih oleh dosen killer itu pasti tidak akan mungkin orang yang kaleng-kaleng, karena mata pelajarannya ini sangatlah sulit dan tidak bisa dijelaskan secara ringkas. Dan tentunya orang yang mengajarkan ini harus bisa memahami seluk-beluk materi, sehingga ia bisa menjelaskan secara menyeluruh kepada kita semua."

" Semoga saja apa yang kau katakan itu memang sangat benar Galuh, jujur saja saat ini aku sudah diliputi dengan emosi yang sangat tinggi."

Asisten dosen itu pun mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan kelas, Ia pun membawa barang bawaannya menuju ke arah meja yang berada di depan kelas. Kemudian ia melihat ke arah sekeliling, karena Iya ingin mulai menghafal wajah-wajah mahasiswa yang ada di ruangan tersebut. Sebab ia akan menggantikan dosen tersebut selama beberapa bulan ke depan, dan dia sangat tidak ingin akan terjadi kesalahan.

Di saat ia mulai memusatkan perhatiannya ke sekeliling kelas, tiba-tiba sorot matanya menatap seorang gadis. Tentunya ia merasa tidak asing dengan gadis tersebut, tetapi ia sama sekali tidak menyadari siapa sosok tersebut.

" Halo semuanya, perkenalkan saya Alendra dan saya ada asdos yang akan mengajarkan kalian selama beberapa waktu itu."

" Halo pak." jawab mereka semua serentak

" Baiklah sekarang kita mulai pembelajaran." ucapnya dan mereka semua pun hanya bisa mengangguk saja.

...🐟🐟🐟...

Saat ini Aerin sudah berada di tempat ia janjian dengan Acsana, tentunya ia sudah tidak sabar akan bertemu dengan Galuh. Ia sebelumnya mendapatkan kabar kalau Galuh tinggal di rumah Acsana, dan kini ia berencana akan membawa Galuh untuk tinggal bersama dengannya.

" Halo besti, akhirnya kau sampai juga." ucapnya dengan memeluk Acsana.

" Iya, maaf ya aku telat datangnya Aerin."

" Tidak kok, aku saja yang datang terlalu cepat."

" Hahaha, bisa aja kau Aerin. Yauda kalau begitu kita duduk dulu!"

" Iya, langsung di makan ya! kebetulan aku sudah pesan semua makanan favorit mu."

" Thanks karena masih mengingatnya."

" Tentu saja aku sangat mengingatnya, kau kan sahabat ku."

' Semoga saja dia tidak menyinggung mengenai Galuh.' batinnya

Mereka pun mengobrol sambil menyantap makanan tersebut, dan tiba-tiba saja Aerin menyinggung tentang Galuh. Tentunya hal itu membuat Acsana sangat terkejut, dan ia pun bingung harus menjawab apa pertanyaan dari Aerin.

" Oh iya Acsana, aku ingin bertanya tentang Galuh." ucapnya yang berhasil membuat Acsana terkejut dan menghentikan makannya.

" Ke... Kenapa?"

" Galuh dimana?"

" Galuh bersama ku."

" Sudah ku duga, ia pasti tinggal bersama dengan mu."

" Iya, lalu kau ingin apa?"

" Kalau boleh, aku ingin bertemu dengan Galuh."

" Kau yakin ingin bertemu dengannya?"

" Kenapa memangnya, lagian dia kan anakku."

" Iya, dia memang anak mu. Tapi kau kan telah menyakitinya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!