Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Bapak Benjamin gila
Giovanni terdiam, mengingat perkataan dari Benjamin, calon ayah mertuanya tadi siang. Tangannya menggenggam gelas dengan sangat kencang, membuat Gregor dan Arlo yang menatap ke arahnya sedikit takut tapi juga bingung. Mereka tidak tahu, kenapa Giovanni sedari tadi hanya terdiam dan tatapannya terlihat emosi, sementara yang menjadi pusat tatapan mereka saat ini, masih mengingat percakapan tadi siang.
.
.
“Kau mau tahu, siapa.. Orang yang mencuri c*uman pertama Beverly ??” Sebuah pertanyaan yang di berikan Benjamin kepada Giovanni, saat Beverly sedang pergi ke kamar mandi.
Benjamin sengaja menanyakan hal seperti ini di depan Giovanni saja, bukan kepada putrinya. Giovanni memberikan tatapan datar dan dingin seakan tidak terusik dengan pertanyaan aneh dari Benjamin.
“Itu bukan urusanku lagi, ayah mertua.. Toh aku tetap menerima Beverly, bahkan di saat dia sudah memiliki dua anak. Untuk apa aku memikirkan masalah sepele seperti ci*man pertama ??” Ujar Giovanni dengan nada sinis, sementara Benjamin hanya tersenyum miring dan terkekeh pelan.
“Kau mau tahu rahasia yang bahkan Beverly sendiri tidak tahu ?? Aku bisa memberitahumu jika kau penasaran.”
Giovanni menghela nafasnya berat, “Apakah ini berkaitan dengan c*uman pertama Beverly ?? Maaf aku tidak tertarik sama sekali. Lagipula sudah pasti, orangnya adalah ayah kandung dari anak-anak Beverly.” Ujar Giovanni dengan acuh, tapi Benjamin menggelengkan kepalanya perlahan.
“Bukan Benny... Lelaki yang memberikan c*uman di bibir saat Beverly sedang tidur lelap.”
Tiba-tiba mata Giovanni memberikan tatapan penuh selidik dan curiga, “Jangan bilang.. Orangnya adalah..”
Benjamin tersenyum miring, “Orangnya adalah aku.”
Mata Giovanni membulat sempurna, demi Tuhan !! Dia tahu jika Benjamin terobsesi pada putrinya sendiri, tapi.. Apa ini ?! Dia... Dia yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk melindungi Beverly, malah berperilaku menjijikan seperti itu ?!
“Apa kau gila ?! Apa yang kau pikirkan saat itu ?!” Ujar Giovanni dengan nada sedikit meninggi antara terkejut, geram, dan jijik menjadi satu. Benjamin malah tersenyum miring, seakan menikmati ekspresi dari Giovanni.
“Tidak ada.. Hanya saja.. Bibirnya sangat lembut, mirip seperti ibunya dulu.” Ujar Benjamin dengan santai, membuat Giovanni mengepalkan tangannya, ah sialan !! Ayah mertuanya sengaja memancing emosinya, lihat saja Benjamin malah terlihat sangat menikmati ekspresi kemarahannya.
“Kau yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk melindunginya, justru kini melakukan hal menjijikan pada putrimu sendiri ?!” Ujar Giovanni dengan nada rendah tapi penuh penekanan, Benjamin masih dengan senyuman di bibirnya.
“Bukankah benar ?? Aku melindungi tubuh putriku sebelum orang lain yang melakukannya.” Ujar Benjamin menaikkan satu alisnya, membuat Giovanni menghela nafasnya dengan kasar, lalu memalingkan wajahnya sendiri, seakan mencoba untuk menetralkan suasana hati dan juga pikirannya agar tidak terlalu terpancing dengan emosi.
.
.
.
“Ah !! Sialan !! Lelaki tua itu sangat licik !!” Ujar Giovanni dengan kesal, membuat Arlo dan Gregor menatapnya semakin penasaran dan curiga, hingga.
“Oh iya, kau tadi.. Menjenguk Benjamin, bukan ?? Pantas saja.” Celetuk Gregor mulai mengerti kemarahan dari kakaknya.
“Apakah kau memiliki masalah dengan calon ayah mertuamu ??” Tanya Arlo dengan bingung.
“Bantu aku cara menjauhkan Beverly dengan ayahnya sendiri ?! Aku benar-benar tidak tahan dengan lelaki tua itu !!” Ujar Giovanni dengan frustasi, dia hanya ingin menjaga Beverly dari lelaki tua, yang sangat terobsesi pada putrinya sendiri.
“Menjauhkan anak dengan ayahnya ?? Bukankah itu dosa ??” Ujar Gregor, membuat Arlo mendelik mendengarkan perkataan lelaki paling muda di sana.
“Sejak kapan kau memikirkan masalah dosa ?” Ujar Arlo dengan nada sinis, dia tentu saja tahu apa pekerjaan Keluarga Abraham di belakang layar. Keluarga paling berpengaruh dan masuk jajaran elit itu, adalah Keluarga Mafia yang berkuasa dan begitu rahasia.
Gregor memberikan tatapan datarnya, “Memang kenapa ?? Di agama manapun setan itu halal untuk di b*n*h, dan aku melakukannya. Aku memb*n*h iblis berbentuk manusia, jadi aku melakukan tindakan yang halal.” Ujar Gregor tidak mau kalah, mana dia sengaja menepuk dadanya sendiri, seakan dia bangga saat mengatakan hal seperti itu.
Arlo memutar matanya malas, sementara Giovanni memberikan tatapan datar, kenapa tidak ada yang beres dari antara dua orang di depannya ?? Mana ayahnya sendiri di dalam kamar sedang bermesraan dengan ibunya, membuat Giovanni terpaksa meminta bantuan pada dua lelaki di depannya, sayangnya mereka juga sama tidak warasnya.
“Ya, Tuhan.. Kenapa aku harus memiliki dua saudara gila yang tidak waras ini..” Ujar Giovanni memegang dadanya sendiri dengan nada dramatisnya, membuat Gregor dan Arlo mendelik kesal.
“Setidaknya aku tidak di rawat di rumah sakit jiwa, terima kasih.” Ujar Arlo dengan santainya, membuat Giovanni merasa kesal, dan Gregor menahan tawanya.
“Memang kenapa, kau ingin menjauhkan Beverly dengan ayahnya ??” Tanya Gregor dengan nada penasaran. Giovanni tidak memiliki alasan lain, selain akhirnya mengatakan apa yang dia dengar dari mulut Benjamin.
Arlo dan Gregor membulatkan mata mereka, menggelengkan kepala mendengarkan cerita dari Giovanni.
“Aku merasa perilaku Benjamin itu juga karena obat-obatan yang dia konsumsi.” Ujar Giovanni menjelaskan.
“Memang obat apa yang kau maksud ??” Tanya Arlo dengan penasaran.
“Obat Lithikum.. Bukankah obat itu mengendalikan halusinasi seseorang ?? Mungkin dia menggunakan obat dengan dosis tinggi, sehingga dia melihat Beverly seperti melihat istrinya sendiri.” Ujar Giovanni mengira-ngira, tapi Arlo menggelengkan kepalanya sendiri.
“Seharusnya jika dia mengonsumsi obat itu, dia bisa membedakan mana putri dan istrinya. Mungkin dia juga meminum obat campuran yang lain, dalam kasusmu saja sebenarnya.. Deana tidak hanya menggunakan obat Lithikum, dia juga memberikan obat buatannya sendiri untuk mengendalikanmu.” Ujar Arlo menjelaskan, membuat Giovanni menghela nafasnya berat.
“Begitu ya.. Tapi aku tidak peduli apapun, yang aku ingin lakukan sekarang adalah, melindungi Beverly dari predator yang berusaha menerkamnya.” Ujar Giovanni menjelaskan dengan nada sinis.
“Untuk sementara, kau bisa berpura-pura sakit, agar Beverly tidak bisa menjenguk atau mendekati Benjamin. Tapi itu hanya berlaku dalam waktu singkat saja.” Ujar Arlo memberikan sebuah saran, yang entah apakah itu membantu atau tidak.
Giovanni terdiam, perasaannya merasa gelisah, antara apakah itu ide yang buruk atau tidak, tapi yang jelas. Dia harus segera memisahkan Beverly dan Benjamin.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️
Musuh yang muncul dari kemarin bapak Benjamin ya, belum lainnya, ntar deh Author munculin tokoh antagonis lainnya 😂😂 biar tambah seru 😁😁
lanjut thor, di tunggu visual wedding nya🥰
ya ampun kasian bevely udah hamil lgi....
Beverly hamil lagi🤣🤣🤣 anaknya aja masih bayi2 .. parah gio digempur Mulu Beverly 🤣🤣🤣