NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: PEMBANTAIAN DAN PERTEMUAN DENGAN TUAN MUDA HITAM

Ruangan altar itu menjadi sunyi senyap, hanya terdengar suara desiran angin yang aneh dan detak jantung yang berat. Tiga pembunuh bayangan itu menatap Raymond dengan tatapan dingin dan mematikan. Mereka adalah pasukan elit dari Divisi Pembunuh Istana Kematian, yang terlatih membunuh tanpa suara dan tanpa ampun.

"Bocah naif, kau pikir dengan sedikit kemenangan di akademi kau bisa melawan kami?" kata pemimpin mereka yang bertubuh paling tinggi. "Kami sudah membunuh ratusan jenius sepertimu. Hari ini, garis keturunan Zhuo akan berakhir di sini!"

"Hati-hati Nak, mereka menggunakan teknik pembunuhan yang kotor. Jangan biarkan mereka menyentuhmu, senjata mereka beracun tingkat tinggi," peringatan Zhuo Yi waspada.

"Jangan khawatir Kakek. Hari ini kita bersihkan sampah satu per satu," jawab Raymond dalam hati.

"SERANG!" teriak pemimpin bayangan.

Tiga orang itu bergerak serentak. Mereka tidak menyerang secara frontal, tapi menyebar ke tiga arah berbeda, menciptakan bayangan-bayangan palsu untuk membingungkan. Pisau-pisau pendek mereka berkilat mematikan, menyasar titik-titik vital tubuh Raymond: leher, jantung, dan kaki.

Jurus Kelompok: Segitiga Kematian!

"Bagus, formasi yang lumayan," komentar Raymond tenang.

Tapi bagi seseorang yang memiliki pengalaman ribuan tahun seperti Zhuo Yi dan insting bertarung Raymond yang tajam, trik ini terlalu jelas.

Saat pisau pertama datang dari kanan...

WUSH!

Raymond tidak mundur, malah maju menyusup masuk ke dalam jarak serangan! Ia memutar tubuh

Ruangan altar itu menjadi sunyi senyap, hanya terdengar suara desiran angin yang aneh dan detak jantung yang berat. Tiga pembunuh bayangan itu menatap Raymond dengan tatapan dingin dan mematikan. Mereka adalah pasukan elit dari Divisi Pembunuh Istana Kematian, yang terlatih membunuh tanpa suara dan tanpa ampun.

"Bocah naif, kau pikir dengan sedikit kemenangan di akademi kau bisa melawan kami?" kata pemimpin mereka yang bertubuh paling tinggi. "Kami sudah membunuh ratusan jenius sepertimu. Hari ini, garis keturunan Zhuo akan berakhir di sini!"

"Hati-hati Nak, mereka menggunakan teknik pembunuhan yang kotor. Jangan biarkan mereka menyentuhmu, senjata mereka beracun tingkat tinggi," peringatan Zhuo Yi waspada.

"Jangan khawatir Kakek. Hari ini kita bersihkan sampah satu per satu," jawab Raymond dalam hati.

"SERANG!" teriak pemimpin bayangan.

Tiga orang itu bergerak serentak. Mereka tidak menyerang secara frontal, tapi menyebar ke tiga arah berbeda, menciptakan bayangan-bayangan palsu untuk membingungkan. Pisau-pisau pendek mereka berkilat mematikan, menyasar titik-titik vital tubuh Raymond: leher, jantung, dan kaki.

Jurus Kelompok: Segitiga Kematian!

"Bagus, formasi yang lumayan," komentar Raymond tenang.

Tapi bagi seseorang yang memiliki pengalaman ribuan tahun seperti Zhuo Yi dan insting bertarung Raymond yang tajam, trik ini terlalu jelas.

Saat pisau pertama datang dari kanan...

WUSH!

Raymond tidak mundur, malah maju menyusup masuk ke dalam jarak serangan! Ia memutar tubuhnya secepat kilat, menghindari pisau itu dengan jarak sehelai rambut saja.

TRANG!

Pedang Bayangan Naga melintas cepat.

Sret!

Tangan kanan pembunuh itu terputus bersama pisaunya. Darah memancur deras.

"AAAAAAHHHH!!"

Belum sempat ia berteriak habis, siku tangan Raymond yang lain menghantam rahangnya dengan kekuatan penuh.

BUK!

Suara tulang hancur terdengar jelas. Tubuh orang itu terlempar ke dinding batu dan melorot tak bergerak, tewas seketika.

Dua yang lain terbelalak kaget. Mereka tidak menyangka rekan mereka bisa tumbang begitu cepat.

"Kau berani membunuh anggota kami?!!"

Mereka menyerang dengan lebih ganas. Satu menggunakan rantai besi beracun, satu lagi menggunakan belati ganda. Gerakan mereka licik seperti ular.

Rantai besi melilit ke arah kaki Raymond, sementara belati menusuk ke arah leher dari bawah.

"Terjebak!" seru salah satu dari mereka.

Namun, Raymond tersenyum miring.

"Siapa yang terjebak?"

Tiba-tiba, tubuh Raymond memancarkan cahaya merah panas.

Teknik: Kulit Naga Besi!

TRANG!!!

Rantai besi itu memantul saat menyentuh kulit Raymond seolah menabrak baja keras! Belati yang menusuk kaki pun patah!

"Apa?! Kulitmu sekeras apa?!" mereka panik.

Raymond mencengkeram rantai itu dengan tangan kosong, lalu menariknya sekuat tenaga!

"MARI SINI!"

Pemilik rantai itu terseret mendekat tak kuasa menahan kekuatan raksasa Raymond.

SRET! SRET! SRET!

Raymond mengayunkan pedangnya dalam sekejap mata. Hujan tebasan turun begitu cepat hingga menciptakan perisai cahaya hitam.

Dalam sepersekian detik, kedua pembunuh itu terkena lusinan luka di tubuh mereka. Mereka berdiri diam terpaku, mata mereka terbelalak tak percaya.

Tubuh mereka baru saja ambruk dan hancur menjadi potongan-potongan kecil beberapa saat kemudian.

Hening.

Hanya tersisa Raymond berdiri di tengah genangan darah, napasnya masih teratur. Ia mengibaskan ujung pedangnya, membersihkan darah.

"Terlalu lemah. Hanya ini yang dikirim Istana Kematian?" gumamnya dingin.

Namun, baru saja ia hendak kembali mengambil kitab suci di altar...

TEP... TEP... TEP...

Suara tepuk tangan perlahan terdengar dari arah pintu masuk yang gelap.

"Bagus... sangat bagus. Gerakan bersih, cepat, dan kejam. Kau memang layak disebut sebagai keturunan Zhuo Yi."

Seorang sosok muda berjalan keluar dari bayang-bayang. Ia mengenakan jubah ungu gelap yang sangat mewah, rambutnya hitam panjang, dan wajahnya sangat tampan namun pucat. Di wajahnya terpasang topeng setengah wajah berbentuk bulan sabit perak yang berkilauan.

Aura yang dipancarkannya... tidak seganas pembunuh tadi, tapi jauh lebih menekan. Dingin, sunyi, dan mematikan seperti kuburan.

Ini adalah Tuan Muda Hitam, pemimpin muda Divisi Utara Istana Kematian!

Raymond segera memasang kuda-kuda, pedangnya siap mengarah ke dada lawan.

"Kau... Tuan Muda Hitam?" tanya Raymond tajam.

"Benar. Namaku Ye Ming," jawab sosok itu dengan suara lembut namun menusuk. "Aku sudah menunggumu sejak lama, Raymond. Atau harus kubilang... pewaris sejati dari Alkemis Agung?"

Ye Ming melangkah maju selangkah. Tekanan udara di ruangan itu langsung berubah berat, membuat batu-batu di lantai bergetar dan berderit.

"Serahkan Kitab Suci dan warisan Zhuo Yi padaku. Bergabunglah denganku. Bersama kita akan menghancurkan Kekaisaran ini dan membangun dunia baru di mana yang kuat berkuasa mutlak. Atau... kau mau memilih mati bersama kenangan masa lalumu?"

Raymond tertawa kecil. Tawa yang penuh penghinaan.

"Dunia baru? Omong kosong. Kalian hanya sekelompok perompak dan pembunuh yang haus kekuasaan. Dan kau... Ye Ming? Kau pikir dengan topeng murahan itu kau bisa menipu siapa saja?"

Mata Raymond menyala merah. "Aku tidak tahu apa tujuanmu, tapi satu yang pasti. Orang-orang yang membunuh keluargaku... akan kubunuh. Dan kau ada di daftar teratas."

ROAAAARRR!!!

Aura Naga Hitam meledak kembali dari tubuh Raymond. Ruangan itu seolah akan runtuh.

Ye Ming mengangkat alisnya, terlihat sedikit tertarik. "Oh? Masih menyimpan tenaga ya? Bagus. Hari ini aku tidak akan membunuhmu cepat. Aku akan merampas segalanya darimu perlahan-lahan."

Ye Ming mengangkat tangan kanannya. Sebuah pedang hitam yang terbuat dari kristal es muncul di tangannya. Suhu ruangan itu langsung turun drastis, uap dingin keluar dari mulut mereka.

Kultivasi: Alam Roh Level 1!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!