“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Mendatangi bakery Karina, Putra beringas, hingga para karyawan bakery ketakutan.
“Panggilkan bosmu!” titahnya.
Berlarian ke dalam dan hanya menyisakan 1 karyawan untuk melayani dua orang pembeli yang sedang memilih-milih kue, sebagian karyawan bersembunyi di dapur.
“Begini cara mainmu? Dasar pengkhianat!” labraknya saat mama Aura itu menemuinya.
Menegurnya agar tak membuat masalah di toko kue miliknya, Karina mengajaknya bicara di ruangan kerjanya.
“Tidak! Jelaskan apa maksudmu memberitahu si brengs*k itu agar menjemput Syafira di hotel?” tolak Putra.
Memintanya untuk mengecilkan volume suara, Karina tak paham apa maksud Putra.
“Cih! Hanya kamu yang tahu rencanaku, bodoh! Dan si brengs*k itu sendiri yang menyebut namamu! Jangan berkelit!” bentak Putra.
“Mana ada aku meminta orang lain untuk menolong Syafira? Aku saja ingin dia menghilang selamanya dari kehidupan Khale. Kalau rencanamu berhasil, tentu aku juga senang. Khale tak akan mau rujuk dengan bekasmu,” elak Karina.
Mama Aura itu mengaku ini pasti akal-akalan Syafira untuk membuat mereka terpecah karena Khale mulai mengetahui bahwa mereka saling mengenal. “Meskipun aku bilang kita hanya rekan bisnis.”
Mendorong tubuh Karina ke meja kasir dan mencengkeram dagunya, Putra memaksanya jujur karena ia tak suka dibohongi. Namun Karina terus bersumpah bahwa ia tak terlibat apapun soal makan malam itu. Ia juga yakin bahwa Syafira sendiri lah yang sengaja mengundang laki-laki itu untuk menolongnya.
“Awas saja jika kamu ternyata sedang membohongiku! Akan aku lenyapkan kamu dan anakmu. Aku yang menghadirkannya di dunia ini, aku pun bisa menghilangkannya dari bumi ini. Dan toko ini, aku juga yang membangunnya, aku bisa pula merubuhkannya!” ancam Putra lalu bergegas pergi keluar toko.
Membenarkan bajunya, Karina memandangi Putra dengan sinis. “Kita sedang berjuang untuk keuntungan kita masing-masing, Putra,” batinnya.
Sementara itu, Benny yang sedari tadi menyamar menjadi seorang pembeli dengan memakai jaket olahraga dan topi, terus menghadapkan dirinya ke arah etalase kue agar tak ketahuan.
“Jadi benar, bakery ini Putra yang membuatkan saat dulu dia membiayai hidup Karina dan anaknya,” gumamnya lirih.
***
“Aku berjanji akan membebaskan Darma,” janji Khale saat seharian ini melihat mantan istrinya itu hanya diam memikirkan masalah ini.
“Apa kamu juga menyukainya?” lanjut Khale setelah tadi ia mendengar keterangan dari Darma soal alasan Karina menemuinya, yang tak lain adalah karena Darma menyukai Syafira.
Memintanya untuk tak membahas itu sekarang, Syafira ingin mereka fokus dengan masalah Darma.
Menghela nafas penuh kekecewaan, Khale berharap Syafira membantah pertanyaannya, tapi mantan istrinya itu malah tak menjawabnya.
Hingga Khayra tiba-tiba menghampiri mereka di sofa ruang tengah, dengan gaya manjanya ia mendekati Khale.
“Tadi teman aku pakai tas princess. Apa itu mahal?” Khayra membawa tas sekolahnya yang sudah kotor.
Kaget karena secuek itu hingga ia tak memperhatikan alat-alat sekolah anaknya, Khale menarik tubuh Khayra mengusap punggungnya. “Khayra mau tas princess?”
Khayra pun mengangguk dan bahkan ingin tas berwarna pink.
“Khayra, itu tasnya masih bagus, kenapa harus beli baru?” protes Syafira.
Tak setuju dengan ucapan Syafira, Khale mengatakan bahwa tas Khayra sudah usang.
“Hanya kotor!” bantah Syafira membuat Khyara menunduk lesu.
Tersenyum dan memeluk erat Khayra, Khale berjanji akan mengajak kembar untuk membeli tas dan mainan esok hari di mall. Seketika anak manis itu pun tersenyum lebar dan berlari ke kamarnya memberi tahu Khanza. Mendengar kata mall saja rasanya sudah membuatnya sumringah. Sedangkan Syafinya menatap Khale kesal.
“Kamu sudah keluar banyak uang untuk mengurus proyekmu itu dan membayar pengacara untuk kasus Darma, tidak usah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tak penting,” ujarnya mengingatkan.
“Kebutuhan kembar dan kebutuhanmu adalah yang terpenting dalam hidupku,” senyum Khale.
Beberapa detik kemudian, ponselnya berdering.
“Ya? Ada apa?” Dengan serius Khale menempelkan ponselnya di telinga.
“Oke, kita bertemu di rumah saja.” Khale lalu menutup teleponnya.
Meski penasaran dengan siapa mantan suaminya itu akan bertemu, Syafira pura-pura tak peduli.
Memandangi wanita di sebelahnya, Khale berpamitan pulang dan akan kembali lagi esok pukul 10 pagi untuk menjemput kembar.
Saat akan beranjak, ia kembali memandangi Syafira. “Aku tidak keberatan jika kamu mau memasakkanku nasi goreng,” godanya.
***
Berkumpul di ruangan kerjanya di rumah, Khale bertemu Benny malam ini.
Benny melaporkan apa yang ia dengar saat di bakery tadi.
“Ya, aku banyak mendapat laporan hari ini, termasuk darimu. Dan itu sudah cukup untuk menyusun rencanaku,” ujar Khale menatap datar lurus ke depan.
Sementara itu, di Jogja, Yogi dan anak buahnya berhasil mencari kedua pekerja yang pernah ia temui di warung makan saat itu. Ternyata, mereka tinggal tak jauh dari lokasi proyek dan merupakan warga asli di sana, sehingga tak sulit untuk kembali menemukan mereka. Curiga mereka adalah orang yang dibayar untuk berbuat kriminal di proyek, atas perintah Khale, Yogi dan anak buahnya mengamankan mereka dan membawanya ke suatu tempat tertutup.
Mendudukkannya di kursi dan mengikat tubuh mereka, keduanya mencoba melepaskan ikatan itu.
“Aku tidak akan berbuat kasar jika kalian mau bicara jujur di sini. Selama kalian bisa diajak bekerja sama dan menurut padaku, kalian aman. Tapi kalau tidak, jangan salahkan aku jika besok ada pemberitaan ditemukan 2 mayat korban mutil*si,” ujar Yogi mulai menghisap rokoknya.
...****************...
dasar laki" emang buaya🙄🙄