sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
.
...
Pagi di ruang OSIS SMA Galaksi harusnya jadi waktu paling produktif buat bahas rundown Pensi. Tapi, suasana malah lebih mirip acara gosip pagi hari. Rea duduk di kursinya, matanya fokus ke layar laptop, tapi jemarinya mengetik kata-kata yang nggak nyambung karena telinganya terus panas.
Di depannya, Jovanka sedang menopang dagu sambil memutar-mutar bolpoin, matanya menatap layar tablet yang menampilkan video viral kemarin.
"Padahal ya, Re... kemarin satu kelas udah histeris pas Axelle narik lo ke Aula Musik. Gue kira lo bakal dapet perlakuan spesial," celetuk Jovanka tiba-tiba, suaranya mengandung nada ejekan yang kental. "Eh, taunya si Pangeran Galaksi itu malah bertekuk lutut, jongkok di depan 'Bubub'-nya cuma demi es krim. Gila ya, kontras banget!"
"Iya, Re!" sambar Giselle sambil tertawa ngakak. "Di depan lo dia narik kasar, di depan Valerie dia lembut banget kayak kapas. Kasihan ya Ketos kita, kalah telak sama anak kelas satu."
Rea menghentikan ketikannya. Matanya menatap tajam ke arah dokumen anggaran, tapi hatinya rasanya mau meledak. "Gak penting. Mau dia jongkok atau nungging di depan siapa pun, itu bukan urusan OSIS."
"Masa sih nggak urusan?" Clarabella menaikkan alisnya, menyeringai nakal. "Gue masih inget banget lho, Re. Kemarin di kantin, pas Giselle nanya 'Lo suka ya sama Axelle?', lo jawab apa? I-Y-A. IYA, kan?"
"Gue salah denger! Gue lagi fokus hal lain!" bantah Rea cepat, suaranya naik satu oktav. . "Gue nggak mungkin suka sama berandalan nggak tahu aturan kayak dia. Penilaian kalian itu sampah!"
"Halah, nyangkal terus!" ledek Jovanka sambil tertawa. "Liat tuh muka lo, udah kayak kepiting rebus. Kalau nggak suka, kenapa lo seharian ini ditekuk terus mukanya?"
Rea mengepalkan tangannya di bawah meja. dia malah denial tingkat akut. Rea merasa terancam walaupun dia nggak mau ngaku kalau Axelle itu "wilayahnya".
Matanya tanpa sengaja melirik ke arah vas bunga kaca berisi mawar putih di sudut mejanya, rasanya vas itu mau melayang ke wajah jovanka yang berisik berhasil bikin kenyamanan nya terusik
"Re, mending lo jujur deh. Lo cemburu kan?" tanya Giselle lagi, makin memojokkan.
"NGGAK!" ucap Rea datar sambil berdiri mendadak, membuat kursi kerjanya berderit nyaring. "Gue mau ke perpus, banyak referensi yang harus gue cari. Jangan ada yang berani bahas masalah ini lagi atau jabatan kalian gue copot!"
Rea menyambar tasnya dan keluar dari ruang OSIS meninggalkan teman-temannya di dalam malah makin tertawa puas.
POV REA
Aku berjalan di koridor dengan napas yang memburu. Rasanya ingin sekali aku berteriak sekencang mungkin. Kenapa semua orang jadi berisik?
"Bubub... Bubub... panggilan macam apa itu!" gerutuku dalam hati.
Langkahku terhenti saat aku melihat dari jauh Axelle sedang berjalan bersama Arsen. Dia tertawa lepas, wajahnya tampak sangat ringan seolah beban kemarin sudah hilang total.
Aku membetulkan letak kacamataku dengan kasar. Hatiku rasanya gak nyaman, sebuah perasaan asing yang belum pernah diajarkan di buku pelajaran mana pun. Aku benci fakta bahwa aku adalah istrinya, tapi orang lainlah yang dipanggil dengan nama kesayangan.
Gue bener-bener benci karena dia udah bikin robot kayak aku jadi punya perasaan setan kayak gini!
...----------------...
Bunyi smart lock apartemen berdenting, disusul suara pintu yang dibanting keras. Axelle yang baru saja duduk di sofa sambil melepas sepatu, tersentak kaget. Dia menoleh dan mendapati Rea melesat masuk ke dapur tanpa sepatah kata pun. Aura di sekitar Rea terasa lebih panas daripada knalpot motor sport Axelle yang baru dipakai balapan.
Brak!
Rea menaruh tasnya di atas meja makan dengan tenaga yang nggak santai. Dia langsung membuka kulkas, mengambil botol air mineral, dan meneguknya seolah baru saja melintasi padang pasir.
"Pelan-pelan, Re. Nanti keselek," tegur Axelle santai. "Udah makan? Gue laper nih, tadi di tongkrongan cuma makan kacang."
Rea berhenti minum. Dia berbalik, menatap Axelle dengan pandangan yang kalau bisa membunuh, Axelle mungkin sudah terkubur sekarang. "Makan aja es krim sana! Kan perut lo udah kenyang sama manis-manisan!"
Axelle mengernyitkan dahi. "Es krim? Apaan sih? Gue nggak makan es krim hari ini."
rea cuma mendengus dan tidak bicara lagi, tapi raut wajah nya jelas sekali kontras dengan dia yang biasa datar dan dingin
Axelle berdiri, berjalan mendekati Rea dengan wajah bingung maksimal. "Tunggu, tunggu. Lo kenapa sih? Dateng-dateng langsung marah nggak jelas. Gue salah apa lagi? Perasaan gue berangkat sekolah bareng Arsen, nggak ada urusan sama lo."
"Gue emang nggak ada urusan sama lo, Atharic! " Rea menaruh botol airnya ke meja sedikit kasar
"Re, stop!" Axelle menangkap bahu Rea, memaksa gadis itu menatapnya. Dia melihat kacamata Rea sedikit miring dan matanya berkaca-kaca karena emosi. "Lo keluar jalur, Re. Mana Ketua OSIS yang kaku dan selalu pake logika? Lo sekarang lebih kayak... cewek yang lagi tantrum!"
"huff.. " rea membuang nafas nya kasar, lalu melenggos pergi meninggalkan axelle yang tengah kebingungan
"bilang sama gue, siapa yang bikin robot kayak lo se emosi ini? " cegat axelle menatap mata di balik kaca itu
Rea balik menatap axelle "gue gak emosi.. cuma gue benci fakta kalau lo itu suami gue!!" ucap Rea menantang axelle, jujur saja dia tidak mengerti sama perasaan nya sendiri, rasanya ingin meledak
axelle menatap Rea gak percaya baru kemarin gadis itu bersikap manis padanya, dan sekarang malah marah marah gak jelas
"Bilang 'benci' sekali lagi, gue cium lo sampe lo lupa cara ngomong kata itu," ancam Axelle dengan suara rendah yang berbahaya.
Axelle menatap bibir Rea yang bergetar, rasanya kayak melihat keajaiban dunia yang nyata, bibir Rea mencebik tapi tak bicara apa apa lagi.
Rea terdiam matanya bergerak liat menahan gugup dan marah sekaligus, dia melepaskan tangan axelle lalu pergi ke kamar dan Blamm.. Suara bantingan pintu itu membuat axelle semakin kaget.
POV AXELLE
Gue menatap Rea yang sekarang cuma bisa nunduk, nggak berani natap mata gue lagi. Amukannya tadi bener-bener bikin gue kaget, tapi jujur... gue suka. Gue lebih suka Rea yang meledak-ledak kayak gini dari pada Rea yang selalu pake topeng formalitasnya.
meski gue gak tau dia kenapa, tapi yang jelas dia sudah keluar jalur robot nya dan sudah bisa melampiaskan emosi, itu suatu peningkatan yang drastis dari seseorang yang kaku seperti Rea.
Ya meski gue jadi sasaran amukan Rea, tapi— itu tanda nya dia gak nahan diri didepan gue, artinya gue spesial kan?
ck, gue mikirin apa sih, masa gue seneng liat dia tantrum gitu,. kayak nya gue perlu kedokter karena otak gue jadi konslet semenjak dia bareng gue.
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁