NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06 Tak Kuat Resepsi

Sebagai ungkapan rasa syukur, digelar walimatul ursy atau semacam resepsi di area halaman Ndalem. Sunah Rasul, sebagai wujud syukur dan pemberitahuan mengenai status baru kedua insan itu.

Ndalem dihias dengan dekorasi bertema rustic. Keluarga besar, kolega dan jamaah tumpah ruah. Waktu persiapan yang hanya satu minggu tidak membuat perhelatan terakhir milik Mansur sepi tamu.

Santaka menyodorkan air mineral kepada Nandini. Atas perintah Lastri. Santaka awalnya sudah berniat hanya terlambat saja realisasinya. Ia tahu ia wajib berbuat baik kepada istri.

“Minum dulu, Mbak Dini?” bisik Santaka. Nandini menggelengkan kepala. Matanya melirik ke kopi hitam yang disajikan bagi Santaka.

Kenapa cuma dia yang dikasih kopi? Apa istri gus ndak boleh minum kopi?

Santaka melihat arah mata Nandini. Ia tersenyum simpul. “Mau kopi? Mau saya mintain ke abdi ndalem? Agak lama tapi.”

“Hhhm, itu saja deh Gus.” Nandini butuh asupan kafein untuk membuatnya tetap waras. Baju pengantin dan deretan tamu begitu menyiksa mentalnya.

“Bekas saya?”

Nandini memiringkan bibirnya. Ia ambil cangkir kopi dalam gerakan cepat. Ia teguk kopi yang sudah diminum sedikit oleh Santaka.

“Keburu haus!” Nandini meletakkan cangkir yang hampir habis. Ia memalingkan wajahnya dari sang suami.

Santaka tersenyum geli. Ternyata istrinya penikmat kopi habis dalam sekali dua kali teguk. Bukan penyeruput seperti dirinya.

“Ini sampai jam berapa?” Mata Nandini memicing.

Suara Nandini teredam oleh cadar. Santaka mendekatkan tubuhnya ke arah sang istri. “Kenapa Mbak?”

“Sampai jam berapa walimahnya?” Santaka sudah bisa mendengar pertanyaan Nandini namun entah mengapa dirinya ingin menggoda istri barunya. Lumayan sebagai hiburan.

“Kenapa?” Santaka kembali merapat hingga hampir tak ada jarak.

Nandini menyipitkan matanya. Si Gus Roti ini budheg apa gimana?

“Ndak jadi! Cape sama orang budheg!” Nandini melengos. Santaka terkekeh. Mereka kembali berdiri. Deretan tamu kembali mengular, mengantri untuk memberikan selamat dan doa.

Acara berlanjut hingga sore, berjeda saat waktu salat tiba. Nandini merasa di ambang batas kesabarannya. Kepalanya terasa gatal karena keringat. Belum terbiasa tertutup seharian. 

Gamis panjang bagai menyelimutinya. Cadar seperti membekapnya. Tamu yang tak berkesudahan. Semua membuat Nandini gila.

Nandini melirik ke arah Santaka. Suami terpaksanya itu tak tampak kelelahan. Ia masih bisa berbasa-basi dengan tamu yang bersalaman dengan mereka.

Wajar, tamu memang didominasi dari pihak keluarga Santaka. Nandini tak mungkin mengenal para undangan itu. 

Tak kenal maka tak sayang, pepatah yang benar adanya. Karena merasa tak kenal, tak nafsu Nandini terus-terusan meladeni mereka.

Santaka menoleh ke arah Nandini. Ia melihat wajah bercadar itu tak semangat. Ternilai dari binar matanya. “Senyum Mbak,” bisik Santaka.

“Ndak ngaruh, ndak keliatan. Ini kapan sih udahannya?” Nandini ikut berbisik.

“Biasanya malem sih Mbak. Sabar ya.” Santaka meringis. Nandini membuang mukanya.

Sabar sabar... Jawaban standar banget. Ndak ada solusi apa? Capeeekk!!

Nandini tak tahan lagi. Kakinya sudah cenat cenut karena pakai sepatu berhak. Hak sepatu memang musuhnya.

Baiklah fix! Nandini mau pura-pura pingsan saja. Agar bisa lekas rebahan di ranjang. Sudah lelah jiwa raga.

“Aaa, Mbak Dini!” pekik Husna yang kebetulan berdiri di dekat pelaminan. 

Santaka lekas menoleh dan spontan menangkap tubuh istrinya. Ia menggendong Nandini ala bridal style. 

“Bawa ke kamar samping!” seru Sarah. Kamar yang dimaksud adalah kamar tempat pengantin wanita menunggu sebelum akad nikah dilakukan.

Santaka mengangguk. Ia pandangi wajah Nandini. Ia prihatin. 

Tunggu! Kenapa orang pingsan matanya mengerjap? Mata Santaka memicing. 

Santaka meletakkan tubuh Nandini di kasur tunggal yang ada di ruangan itu. “Ning Sarah, Ning Husna, tolong tinggalkan kami.”

Sarah mengerutkan dahi. “Gus... acara belum selesai. Jangan macam-macam.” Sarah bersedekap. Husna mengulum tawanya.

“Ndak Ning... sebentar saja.”

“Inget Gus Taka, jangan macam-macam. Tahan sedikit, sebentar lagi,” tukas Sarah sebelum keluar ruangan bersama Husna.

Nandini mengintip dengan sebelah matanya. Begitu melihat Santaka berjalan ke arahnya, ia langsung kembali pura-pura pingsan.

Santaka membuka cadar istrinya, perlahan. Nandini risih. Pria itu membuka sepatu dilanjutkan kaus kaki Nandini. 

Nandini semakin tak nyaman. Awas saja jika resleting gamisnya juga dibuka oleh sang gus. 

Santaka duduk di tepi kasur. Di dekat perut Nandini. Gadis itu mengatur napasnya agar nyata seperti orang pingsan.

Gus mendadak pengantin itu memandangi istrinya. “Apa perlu dikasih nafas buatan ya?” Santaka sengaja mengeraskan suaranya.

“Kasih deh, biar cepet sadar.” Sang Gus mendekatkan wajahnya. Nandini panik.

Ketika wajah mereka berdekatan, Nandini kontan membuka mata. Ia menahan wajah Santaka dengan telapak tangannya hingga wajah itu terdorong ke belakang. 

“Astagfirullahaladziiim.” Santaka memundurkan duduknya. Tangannya mengelus wajahnya sendiri yang habis disorong oleh sang istri. Sangat tak sopan.

“Jangan modus, Gus!”

“Jangan pura-pura pingsan, Mbak.” 

Nandini mencebik. “Capek, Gus! Paham ndak sih?”

“Ngomong tho sama saya.” Santaka menggelengkan kepala.

“Palingan disuruh sabar lagi. Iya kan?” Nandini mencebik. 

“Iya sih, hehehe...” Santaka tersenyum simpul. Nandini menatap sengit. 

“Senyum-senyum mulu Gus. Gimana ini jadinya?” Nandini merengut.

“Ya, istirahat saja dulu. Nanti paling disuruh makan. Terus lanjut sampai selesai, cuma Mbak Dini boleh duduk saja. Ndak usah berdiri.”

Aargh, kirain tamunya disuruh bubar. Ini resepsi apa kerja rodi??

Ketukan dari luar mengagetkan keduanya. Santaka langsung berdiri. Pintu terbuka. Sarah. 

“Oh, sudah sadar, Mbak Dini. Sudah enakan? Tadi ditanya Abi sama Umi.” 

Walaupun Sarah berposisi sebagai kakak ipar, ia tetap memanggil Mbak kepada Nandini. Bentuk penghormatan. 

Tapi itu justru membuat Nandini risih. Merasa tua. Jelas-jelas Sarah lebih tua dan kakak iparnya, malah memanggil dirinya Mbak.

“Sudah Ning. Alhamdulillah.” Nandini tersenyum kaku.

“Diapain Gus, Mbak Dini bisa siuman?” Mata Sarah memicing. 

Santaka hanya tersenyum simpul. Nandini melirik sinis.

Si Gus Roti emang seneng difitnah orangnya! Hobi tenan buat orang jadi suuzon.

“Tadi diolesin minyak kayu putih ke idung Dini, Ning. Jadi Dini kebangun.” Nandini tersenyum kaku.

“Oh gitu. Mau saya balur ke badan, Mbak? Biar tambah enakan. Mana sini minyak kayu putihnya.” Sarah mendekati Nandini.

“Hhmm... anu, itu minyak kayu putihnya abis... tadi tinggal dikit. Gus Taka terlalu semangat ngoles ke idung Dini.

Ndak usah Ning, ndak usah repot-repot balur. Sama Gus Taka tadi, sudah cukup.” Nandini meringis.

“Iyo Ning Sarah, sudah sama Taka, sudah cukup.” Santaka menambahkan. Bibirnya mengulum senyum.

Sarah mengerutkan dahinya. “Oh gitu... Yo wis, saya ambil yang baru, jaga-jaga butuh lagi. Mana Mbak, botol bekasnya biar saya buang.”

“Anu... itu... di Gus Taka...” Sarah menoleh ke arah Santaka. Pria itu mengendikkan bahunya.

Sarah berdecak. “Kalian ini kenapa sih? Saya jadi tambah curiga. Pingsan ini pura-pura ya? Kalian sudah ndak sabar mesra-mesraan.” 

Santaka melirik ke arah sang istri. Senyum kembali tercetak di wajahnya. Mata Sarah semakin memicing.

Nandini mengangakan mulutnya. Kebohongannya tentang kayu putih malah makin menguatkan fitnah. Apes tenan!

1
Nanik Arifin
kapok loe, yai sableng 🤣🤣🤣
istri Gus Taka, te ou pe be ge te. aku padamu mb Dini... 😘😘
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 yai baik kok 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
2 kataaaa...
Rasainnnn kelennnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: siaaap kakak, pantengin terus yaaa❤️🙏
total 5 replies
Nanik Arifin
kan... belain kesalahan Ahsan lagi... dah suruh yai Mahmud bawa pulang si Gus ganjen ke Al Irsyad Magelang lagi. bikin geregetan aj.
Rasain Ahsan, emang enak lihat bekas kemesraan Taka & Dini... ? suruh tuh abahmu belain kamu, agar Taka kena sanksi Krn bekas mesranya Taka+ Dini terlihat. biar semua sadar, siriknya si Mahmud+ Ahsan
g tidur ah, nungguin Ahsan + Yai Mahmud angkat kaki balik ke Magelang 😄😄
Inna Kurnia: tidur kak, apa mau ditemenin ahsan tidurnya?🤭😂
total 1 replies
Aisyah 3
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
panaaaaassss nihhhh Ahsannn panass yaaaaa.... yaaa panassss dongggg pastinyaaaa 🤣🤣😏 Nandini ituu sama Santaka udah saling sayang saling cinta jadi otomatis saling menguatkan satu sama lainn.. kamuuu iriiiiii ? ya tentu sajaaaa, maka nikmati dg baikkkk wahai sampahhhh pondok 😏😏😏😤
Inna Kurnia: 😂😂😂😂😂😂
total 3 replies
Aisyah 3
Mahmud kmu bosan hidup yaaa.... tancep paku nih palamu biar kek mbak kunti 😏😤
Inna Kurnia: wkwkw, serem kali si kakak 🤭😂
total 1 replies
Nanik Arifin
putramu yai Mahmud... 🤦🏻‍♀️ yg dlu sikapnya kau menangkan dr Gus Taka ( hg sptnya membuatTaka memiliki trauma) tetap aj kalah dr putra bungsu yai Mansyur
semoga Gus Abi bijak dlm mensikapi. tendang aj Ahsan dr Al Fatih. biar dia penerus PP Al Irsyad aj
Inna Kurnia: Ahsan kebanyakan maen motor, Kak Nanik, jadi masuk angin ampe ke pemikirannya 🤭❤️🙏
total 1 replies
Aisyah 3
Duh belibet kali lah ngomongnya... muak pulaaa 😏 tabok aja gin langsung pala nya Ahsan tuh.. geram banget, ciriciri manusia sampahhh nih 😤
Aisyah 3: gaskuy kak.. sebelum ganti akun, aku mau tidur 🤣
total 4 replies
Zafira Nisa
Bagus.. ceritanya menarik, GK pasaran
Inna Kurnia: alhamdulillah, semoga cocok sampai tamat ya Kak Zafira ❤️❤️

terima kasih untuk penilaiannya ❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
Abi atau Danendra ya tegur Ahsan ya... semoga mereka segera sadar & mendepak Ahsan. agar tak jd duri dlm daging di ponpes Al Fatih
Inna Kurnia: Sensornya pada lemah kalo sama sesama gus, sama Dini kenceng bgt ya kalau salah, ya Kak Nanik 🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
pliss deh tabok aja muka Ahsan dan bapakny.. gemes banget deh pen nyolok juga matanya jelalatan ke istri orang 😏😏
Aisyah Virendra: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Aisyah Virendra
dih... pimpinan pondok ko merokokny ngebut.. lagi pula merokok itu bagian dari pemborosan dan banyak mudhorotnya untuk kesehatan tubuh.
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 🤣🤣
total 11 replies
Nadia Zalfa
pngen lihat klu si polisi kena ujian mau gimana itu
Inna Kurnia: Hihihi, sabar ya Kak Nadia... nanti Sarah pelan-pelan makin... nyebelin, hehehhe... Sarah baik kok, asli 🤭❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
yg nunggu unboxing, unboxingnya bulan depan ya.... 🤭
Inna Kurnia: Biar saling mengenal dulu Kak Nanik, jd joss ntar 🤭❤️🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍
Inna Kurnia: Hi, Kak Rian, selamat datang. Semoga cocok ya sama cerita Santaka-Nandini. terima kasih ❤️❤️🙏🙏
total 1 replies
Aisyah Virendra
Diiihhh Ahsan jangan kira bisa ngerebut Dini dari Taka yaaa.. minta ditendang ke pluto kek nya 😏
Inna Kurnia: duh, jauh banget, Kak 🤣🤣
total 1 replies
Aisyah Virendra
duh jadi mesam mesem dewe 🤣🤣🤣🤣🤣 akhirnya Ahsan kena sentil Santaka 🫣
Inna Kurnia: aamiin ya Allah.❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
Aisyah Virendra
bentar lagiiii ngintip unboxing Gus Taka n Nandini ah 🫣🤣🤣 seru kek nyaaa 🤏🤭
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
Aisyah Virendra
aihhhh mulai deh jurus Uler keketnya Syifa keluar.. katanya Ning tapi ko anuhh 🫣
Inna Kurnia: Ning juga manusia kak 🤭❤️🙏
total 1 replies
Aisyah Virendra
lawaaaaannnn Diniiiii... lawan aja itu si sarah.. manusia riya ilmu memang gituu, merasa diri lebih baik dar yg lain jadinya pintar menggurui tapi lupa akan cerminan kelakuan diri sendiri. Plisss yaaa Authorr si sarah ini manusia Lucknut deh kurasa 🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: wkwkwk, urusan hati sulit yaa Kak.. bisa jd emang sentimen 🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
hadeeeehhh ini mah namanyaaa Ahzan mau jadi tikuss² cinta diantara Santaka dan Nandini 🙄🙄 galamaaa Sarah gemas dan mendadak nilang deh 😏
Inna Kurnia: Sarah bagian ke yang laen, kurang galak yaa 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!