NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Olshop sukses Jaya

Arga Pratama, seorang mekanik tangguh yang hidupnya sederhana namun penuh prinsip, tak sengaja bertemu dengan Clara, wanita cantik pewaris perusahaan besar yang sedang lari dari perjodohan. Karena suatu keadaan terpaksa, mereka harus terikat perjanjian kontrak palsu. Siapa sangka, dari bau oli dan mesin, tumbuhlah benih cinta yang tak pernah disangka-sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olshop sukses Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mewujudkan Mimpi Besar dan Cinta yang Bersemi

Lima belas tahun kemudian...

Waktu terus berjalan, membawa perubahan yang luar biasa namun tetap menyisakan kehangatan dan cinta yang tak pernah pudar di keluarga Pratama.

Pratama Group kini telah bertransformasi menjadi sebuah raksasa bisnis internasional. Tidak hanya bergerak di bidang otomotif, perusahaan ini telah merambah ke bidang teknologi hijau, properti, hingga pendidikan. Nama Arga Pratama kini bukan hanya sekadar nama, melainkan sebuah legenda hidup yang menjadi inspirasi bagi jutaan orang.

Di usianya yang kini menginjak kepala empat, Arga justru terlihat semakin gagah, berwibawa, dan karismatik. Garis wajahnya yang tegas menandakan pengalaman dan kebijaksanaan yang mendalam. Ia masih tetap sama, rendah hati, santun, namun memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat.

Begitu juga dengan Clara. Kecantikannya tidak memudar oleh waktu. Ia kini menjabat sebagai Direktur Utama di bidang sosial dan pendidikan di perusahaan mereka. Wanita itu semakin anggun, bijaksana, dan menjadi panutan bagi banyak wanita di luar sana. Mereka berdua bagaikan pasangan serasi yang tak terpisahkan, cinta mereka tumbuh subur layaknya bunga yang mekar abadi.

Namun, sorotan kini mulai beralih kepada dua buah hati mereka yang telah tumbuh dewasa dengan sangat sempurna.

 

Di sebuah kampus ternama, di halaman gedung teknik yang megah...

Seorang pemuda tampan dengan postur tubuh tinggi dan atletis sedang berjalan dengan penuh percaya diri. Wajahnya sangat mirip dengan Arga muda, namun memiliki sentuhan kelembutan dari ibunya. Dia adalah Arfan Pratama, kini berusia 20 tahun dan sedang menyelesaikan studi S-2 Teknik Mesin dengan predikat sangat memuaskan.

"Bro Arfan! Nungguin doi ya?" sapa teman-temannya sambil berbisik-bisik dan tersenyum menggoda.

Arfan hanya tersenyum tipis, sedikit tersipu namun tetap terlihat keren. "Kalian mah, bisanya aja."

Tak lama kemudian, munculah seorang gadis cantik jelita berjalan mendekat. Gadis itu memiliki mata yang sangat indah dan senyuman yang mampu menerangi suasana. Dia adalah Aura Pratama, adiknya yang kini berusia 18 tahun dan baru saja lulus dengan nilai terbaik.

Aura tumbuh menjadi sosok yang sangat mempesona. Cantik, pintar, namun tetap rendah hati dan sangat manis. Perpaduan sempurna antara kecantikan Clara dan ketegasan Arga.

"Abang!" panggil Aura dengan suara merdunya.

"Iya Dik, sini. Tunggu lama nggak?" tanya Arfan sambil mengambil tas yang dibawa adiknya dengan sigap.

"Nggak kok, Abang kan baru selesai rapat organisasi. Ayo pulang yuk, Bunda sama Ayah pasti udah nungguin kita buat makan malam."

Mereka berdua berjalan berdampingan menuju mobil mewah yang sudah menunggu. Pemandangan dua insan yang luar biasa tampan dan cantik ini selalu menjadi pusat perhatian di mana pun mereka berada. Banyak yang mengira mereka pasangan kekasih, padahal mereka adalah saudara kandung yang hubungan kekeluargaannya sangat erat.

 

Sore itu, di ruang makan keluarga yang luas dan mewah namun tetap terasa hangat...

Makan malam keluarga Pratama selalu menjadi momen sakral yang tidak boleh dilewatkan. Di meja makan yang panjang, terhidang aneka masakan lezat, namun yang lebih penting adalah kebersamaan mereka.

"Nah, ini baru keluarga kita lengkap," ucap Arga sambil tersenyum lebar melihat kedua anaknya duduk dengan rapi. "Gimana kuliahmu Fan? Proyek mesin listrik yang kamu kerjain gimana perkembangannya?"

Arfan menelan makanannya lalu menjawab dengan sopan dan tegas, "Alhamdulillah lancar Yah. Tim kami baru saja dapat kesempatan buat uji coba teknologi di pabrik utama. Insya Allah kalau berhasil, ini bisa menghemat energi sampai 40%."

Mata Arga berbinar bangga. "Hebat! Bapak bangga sama kamu. Kamu benar-benar meneruskan visi Bapak dan kakekmu. Teknologi untuk memajukan bangsa."

Clara pun menimpali, "Terus Aura gimana? Sayang, kamu sudah mantap mau ambil jurusan apa? Bunda dukung apa pun pilihanmu."

Aura mengangkat wajahnya, matanya berbinar penuh semangat. "Aura sudah mantap Bun. Aura mau ambil jurusan Manajemen Bisnis sama Psikologi. Aura mau belajar cara ngelola perusahaan kayak Ayah dan Bunda, tapi Aura juga pengen bisa bantu orang-orang yang butuh pendampingan mental."

"Wah, hebat sekali putri Ayah," Arga terkekeh pelan, matanya memandang putri bungsunya itu dengan penuh kasih sayang yang tak terhingga. "Pintar, cantik, dan punya hati yang baik. Siapa nanti yang bakal dapat kamu jadi istri, pasti dia orang paling beruntung di dunia."

Aura tersipu malu, pipinya merona merah. "Ayah ih... Aura belum mikirin yang begitu kok. Fokus belajar dulu."

Arfan tersenyum melihat adiknya. "Iya deh, pinter. Tapi inget ya Dek, siapa pun cowok yang nanti dekatin kamu, harus lewat tangan Abang dulu. Harus diaudit kelayakannya! Jangan sampai ada yang nyakitin kamu."

"Hahaha!" seluruh keluarga tertawa bahagia.

 

Malam semakin larin, setelah anak-anak masuk ke kamar masing-masing, Arga dan Clara duduk berdua di teras belakang menikmati pemandangan kota yang gemerlap dari ketinggian villa mereka.

"Mas..." panggil Clara lembut sambil menyandarkan kepala di bahu suaminya. "Lihat mereka... Tumbuh jadi orang-orang hebat, sholeh dan sholehah. Rasanya kayak mimpi ya."

Arga memeluk bahu istrinya erat-erat, mencium rambut harum itu.

"Iya Sayang. Dulu Bapak sempat takut, takut nggak bisa kasih mereka hidup yang layak, takut mereka kena hinaan kayak yang pernah kita rasain. Tapi Tuhan baik banget. Dia kasih kita bukan cuma kecukupan, tapi kelebihan. Dan yang paling penting, mereka tumbuh jadi anak-anak yang baik, nggak sombong, dan tahu tujuan hidup."

"Mereka mewarisi sifat baik kita, Mas. Arfan punya ketegasan dan kecerdasan Ayahnya, tapi lembut kayak Bundanya. Aura... Aura itu salinan diriku tapi versi yang lebih sempurna karena dididik dengan penuh kasih sayang sama Ayahnya."

Arga menatap wajah istrinya di bawah cahaya lampu taman yang remang. Wajah yang sama yang dulu ia cintai, wajah yang selalu ada di sisinya saat susah maupun senang.

"Clara... terima kasih ya. Terima kasih sudah jadi istri terbaik, jadi ibu terbaik, jadi partner terbaik seumur hidupku. Tanpa kamu, nggak akan ada Pratama Group, nggak akan ada Arfan dan Aura, nggak akan ada kebahagiaan ini."

Clara menatap mata suaminya, matanya berkaca-kaca namun penuh senyum.

"Bukan aku yang hebat, Mas. Tapi kita yang hebat. Kita bangun ini semua dari nol dengan tangan kita sendiri. Dan janji kita dulu... kita bakal bahagia selamanya... itu sudah terwujud sekarang."

Mereka terdiam, menikmati kedamaian itu. Angin malam berhembus lembut, seakan membelai kebahagiaan keluarga ini.

Namun, di luar sana, dunia tidak pernah tidur. Kesuksesan sebesar ini pasti akan menarik perhatian banyak orang, termasuk orang-orang yang mungkin memiliki niat lain.

Beberapa bulan kemudian, di sebuah acara gala dinner bisnis yang sangat bergengsi...

Arfan dan Aura ikut hadir menemani orang tua mereka. Di acara itu, Aura yang tampil sangat memukau dengan gaun malam elegan berwarna biru muda, menarik perhatian seorang pemuda dari keluarga konglomerat ternama.

Nama pemuda itu Giovanni, anak tunggal dari pemilik jaringan perbankan terbesar. Giovanni mendekat dengan gaya percaya diri dan pesona yang memikat.

"Nona cantik... bolehkah saya mempersilakan Anda berdansa?" ajak Giovanni sopan namun penuh ketertarikan.

Aura sedikit terkejut dan bingung, ia menoleh ke arah Arfan dan orang tuanya mencari perlindungan.

Arga yang melihat kejadian itu dari jauh hanya tersenyum misterius, sementara Clara berbisik, "Itu anaknya Pak Herman kan? Tampan dan terpandang ya..."

Namun, Arfan yang melihat adiknya mulai risih, segera melangkah maju hendak menyela. Tapi sebelum itu, Aura dengan sopan namun tegas menjawab...

"Maaf ya Kak, saya tidak berdansa. Dan saya juga sudah ada yang mengawal saya hari ini."

Mata Giovanni berbinar, "Oh? Siapa dia? Pasti orang yang sangat beruntung."

Aura tersenyum manis lalu menunjuk ke arah Arga yang sedang berbincang dengan beberapa tamu penting.

"Dia adalah Ayah saya, Arga Pratama. Dan aturannya, selama saya belum menikah, satu-satunya pria yang boleh mengajak saya berdansa atau menjaga saya hanyalah Ayah dan Abang saya."

Jleb!

Giovanni tertegun sejenak, lalu tersenyum kagum. "Wah... ternyata ini putri Tuan Arga. Maaf saya tidak mengenal. Anda benar-benar gadis yang luar biasa, Nona Aura."

Momen itu merekam betapa kuatnya pondasi karakter yang dibangun di keluarga Pratama. Kaya raya, namun tetap memegang teguh prinsip dan nilai kelua

1
Susana Sari Sari
menarik Ceritanya yg penting dibuat simple Jln Ceritanya Jgn yg ber tele²
rindu_takdir: "Terima kasih banyak Bu Susana sudah membaca dan memberi like ❤️. Senang sekali ceritanya dianggap menarik dan simple. Tenang saja Bu, alurnya akan kami jaga agar tetap seru, lancar, dan tidak bertele-tele sampai tamat. Mohon dukungannya terus ya Bu 🥰🙏"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!