bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu tahun berlalu
.... 1 TAHUN BERLALU....
Tidak terasa sudah satu tahun lebih aku tidak berjumpa dengan elina kekasihku, aku selalu merindukanya, andai saja orang tua masih berada di kota tempat tinggalku, mungkin dalam beberapa bulan aku pasti bertemu denganya, karena elina pasti pulang menemui orang tuanya, namun kini orang tuanya pun tinggal di sana di jakarta, di tempat kelahiranya elina, kini mereka tinggal bersama elina di rumah asalnya di kota jakarta.
Banyak perubahan dari dalam diriku, namun bukan malah menjadi lebih baik, aku malah menjadi tidak jelas saat itu, kenakalan ku malah samakin menjadi jadi. Sudah hampir setahun aku tidak pernah lagi mencukur rambut ku, Rambut ku pun sekarang menjadi gondrong dan kumis ku pun semakin tebal.
Saat hari itu aku selepas pulang nongkrong, saat dalam perjalanan mengendarai motor vespa ku, aku menghampiri jalan menuju rumah elina dulu, sesampainya di depan rumah itu, aku menghentikan laju motor ku, lalu aku terdiam meratapi rumah itu, rumah itu kini menjadi terbengkalai kosong tidak di huni lagi, aku terdiam menatap depan gerbang rumah itu, dulu biasanya selepas aku mengantarkan elina sekolah, dia tersenyum kepadaku dan mengucapkan terimakasih kepadaku di depan gerbang rumah itu, namun kini hanya tinggal kenangan, aku tersenyum membayangkan elina tersenyum berdiri di depan gerbang rumah itu, setelah aku mengantarkannya elina pulang sekolah dulu . Dan setelah itu aku melanjutkan lagi perjalanan ku.
Waktu terus berjalan hari pun berganti.
Saat itu aku sedang bertransaksi narkoba dengan teman ku di tempat rahasia, setelah mendapatkan barang itu aku pergi meninggalkan tempat itu.
Dan sementara dony sahabat ku, setelah lulus sekolah, dia tidak lagi melanjutkan pendidikanya, kini ia bekerja berdagang di pasar membantu pamanya, se iring berjalanya waktu dony pun kini sama persis kenakalanya dengan ku, dan ia pun kini menjadi pecandu rokok. sambil menghisap sebatang roko, dengan lantangnya dony menawarkan barang barang sayurannya kepada pelanggannya.
" Ayo bu, teh, mak, ayo di pilih di pilih, masih seger seger.!! Di pilih di pilih..!!." ucap dony dengan lantangnya menawarkan sayuran dagangan milik pamanya itu.
Tidak lama kemudian ada tante tante berparas cantik bernampilan sexi berjalan menghampiri lapak dony berdagang, sambil membawa keranjang belanjaanya. Mata dony tak berkedip menatap body sexi tante tante itu yg berjalan menghampirinya, sesampainya hadapan dony, tante tante itu memilih milih sayuran yg dony dagangkan itu, dony terpaku diam dan tak berkata sepatah pun, ia terus memperhatikan tante tante itu.
Lalu tante tante itu memilih sayuran terong ungu yg dony dagangkan itu, dengan gemas tante itu mengengam erat terong itu, seketika mata dony terpejam dan mendesah seperti merasa anu nya di pegang.
" Waw, terong nya gede gede ya, tante suka, tapi kira kira masuk gak ya..?! " Ucap tante itu sambil memegang terong itu.
" Masuk kok tante..! " Ucap dony, lalu seketika tante tante itu menatap dony, sementara dony tersipu malu.
" Masasih..! Emang maksud kamu masuk kemana.?." Ucap tante itu menatap dony dengan raut wajah yg menggoda.
" Emm, ke anu,,, emm kemana ya, gak tau tante, emang masuk kemana..? "Ucap dony tersipu malu.
" Ya ke keranjang saya lah, penuh ini soalnya, dasar kamu ini otak nya ngeres aja..udah nih cepetan bungkus terongnya, saya beli dua kilo.." ucap tante tante itu dengan sedikit kesal mencandai dony, sementara dony menjadi malu sendiri sambil garuk garuk kepala.
" Iya iya tante.." ucap dony, dan ia pun membungkus terong yg tante tante itu pilihkan.
Saat malam tiba, malam itu aku sedang bersama dony di suatu tempat nongkrong, saat itu aku sedang duduk berdua asik bercerita denganya tentang kejadian kejadian hal kocak masalalu, dengan asik nya aku tertawa canda denganya malam itu, sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokok denganya.
Setelah asik tertawa, tiba tiba datang pengamen menghampiri kami berdua, pengamen itu bernyanyi di hadapan kami, aku membiarkanya.
" Bingung gue, masa gue jadi penganguran mulu ya, gak ada loker apa buat gue don..? " Ucap ku, lalu aku menoleh ke arahnya, rupanya dony tidak mendengarkan ku, dony malah asik berjoget menikmati alunan lagu yg pengamen itu nyanyikan.
" Bang bang kalau gak pake oh..uwo..woo..berapa bang.?!!." Tanya dony kepada pengamen itu, saat pengamen itu bernyanyi dengan nada lirik ada uwo wo.. nya.
" Buset dah pake tawar segala di kira dagang perabotan kali gue.." ucap pengamen itu.
" Udah udah sini gue pinjem gintar nya, gue sewa bentar.." ucap ku meraih gitar pengamen itu.
" Yaudaj nih.." ucap pengamen sambil memberikan guitar nya itu kepadaku.
" Udah loe duduk dulu sini, gabung sama kita.." ucap ku.
" Iya bang, bang bagi rokok nya ya.." ucap pengamen dengan tersenyum.
" Iya isep aja.." ucap ku, lalu perlahan aku mulai memetik senar gitar itu dengan alunan nada santai, lalu dony dan pengamen itu terdiam menikmati alunan guitar yg ku mainkan, dan tiba tiba saja aku teringat elina.
" Kangan gue sama elina, Dia lagi ngapain ya sekarang..?" Ucap ku dengan tatapan kosong sambil memainkan guitar.
" Lagi nembok kayak nya..!" ucap dony dengan tatapan kosong mencandai ku, sementara aku diam menahan tawa sambil terus memainkan guitar.
" Lagi lembur kali ya, tapi itu elina cewek apa cowok lagi nembok.." ucap pengamen itu.
" Diem loe ah.." ucap ku kepada pengamen itu.
" Gimana ya biar orang tua nya suka sama gue.." ucap ku.
" Ya loe harus mapan dulu, sukses dulu, banyak duit dulu, baru dah tuh.." ucap dony.
" Iya sih, gue harus ngejar mimpi gue dulu ini, tapi gimana ya caranya.?" ucap ku.
" Loe mau tau caranya gimana, biar mimpi loe tercapai..? " Dony.
" Gimna.? " Aku.
" Banyakin tidur..!!" Ucap dony dengan tatapan kosong.
" Iya bener..! " Ucap ku dengan pasrahnya.
" Bener, gue setuju cara itu bang...." ucap pengamen itu dengan senyuman lepasnya, lalu ia tertawa.
" Lah emang bener kan, loe gak tidur gimana mau tercapai mimpi .!." ucap dony.
" Ya bukan mimpi itu maksud gue don..!!" ucap ku, sementara pengamen itu terus ketawa.
Dan setelah itu aku mulai bernyanyi, menyayikan lagu .Bip. yg berjudul ( struggle-takan pernah ).
" Wih, suara loe keren juga bang..!" ucap pengamen itu mengagumi suara ku, sementara aku tidak memperdulikanya, aku terus bernyanyi, dony dan pengamen itu pun ikut bernyanyi, dan kami pun beryanyi bersama.
Waktu terus berjalan, hari hari berganti.