Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.
Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.
Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?
Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Sesampainya di kelas, Cery segera duduk dan meletakkan tas nya di meja.
Suasana masih sangat sepi, para teman-teman sekelasnya, masih berada di luar dan hanya beberapa di dalam.
Jika tidak ada yang mengompori, maka mereka tidak akan kepedulian Cery dan bersikap biasa saja.
"Beneran kak Linus ya yang nolongin aku? Gimana caranya aku ketemu sama dia buat bilang makasih ya?" Cery yang mengira kalau yang membantu nya adalah Linus mulai bingung memikirkan bagaimana caranya agar dia berterima kasih.
Dia juga berdebar kembali saat mengingat kata-kata Rena, Rena mengatakan kalau Linus mungkin saja suka dengan gadis imut seperti Cery.
Rasa percaya diri Cery pun seketika tumbuh. " Aku harus cari kak Linus, iya aku harus berterima kasih sama dia," Cery meninggal kan tas nya di dalam kelas dan kembali keluar untuk mencari Linus.
Sementara itu di taman belakang sekolah ...
"PO yang hapus semua video nya?" ujar Linus kepada Della.
Della menunduk dan mengangguk kepala nya.
"Kenapa?"
"Kak Raja yang minta gue buat ngilangin semua video nya, dia bahkan ngancam gue, kalau gue gak ngelakuin apa yang dia bilang dia bakal laporin gue ke guru BK, jelas Della kepada sepupunya.
Linus teridam, dia merasa ada yang aneh dengan Raja, entah kenapa tiba-tiba Raja tertarik dan peduli dengan si culun.
Tampa basa-basi lagi, Linus pun berjalan pergi meninggalkan Della ia berniat menemui Raja untuk meminta penjelasan dari sahabat nya itu.
"Masalah nya jadi rumit cuma gara-gara si culun di belain kak Raja!" ujar Della sambil mengepalkan tangannya,ia terlihat sangat marah dan kemudian berjalan menuju kelas.
Sementara itu terlihat Cery yang membawa banyak makanan ringan, ia berjalan cepat sambil menyusuri koridor sekolah, tidak lupa melihat ke sekeliling berharap menemukan Linus, karena tadi saat di kelasnya dia tidak melihat Linus.
Namun tiba-tiba Cery melihat Linus berjalan masuk ke dalam kelas nya, ia pun lega dan segera pergi ke kelas Linus dengan membawa banyak cemilan di tangan nya.
Sesampainya di kelas Linus, ia melihat Linus sedang berbincang dengan Raja, mereka terlihat sedikit berdebat meskipun Cery tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karena jarak cukup jauh.
"Permisi," ujar Cery setelah mengumpulkan segenap keberaniannya untuk angkat bicara.
Beberapa orang yang ada di dalam kelas termasuk Linus, Raja dan Rena melihat ke arah nya.
Rena tersenyum tipis melihat kedatangan Cery.
Sementara Linus berjalan menghampiri nya dengan tatapan tajam serta tangan mengepal terlihat sangat emosi.
"Ngapain lo masuk ke kelas gue? Masih punya muka ya ternyata!," ujar Linus langsung menyerang Cery dengan ucapan kasar nya.
"K-kak, Linus, gak gitu,aku ke sini cuma mau bilang makasih udah bantu aku buat ngilangin video itu, ini ada makanan buat kakak, aku juga minta maaf udah bikin kakak malu," Cery berusaha untuk tetap tenang dan segera menyerahkan cemilan yang ia beli untuk Linus sebagai tanda terima kasih.
Linus semakin kesal setelah mendengar ucapan Cery, ia melihat sekilas ke arah Raja sambil menahan emosi nya yang kini sudah hampir meluap.
Prang ...
Linus membanting semua makanan yang di berikan Cery, kesabaran nya benar-benar habis pagi ini.
"Siapa sih yang minta Lo ngasih makanan sampah ini ke gue? Lo pikir gue gak punya uang buat beli makanan sendiri? Dan satu lagi udah cukup ya Lo bikin gue malu, gue sama sekali gak pernah tuh nolongin lo apapun, ngapain gue bertindak cuma buat bantuin cewe culun kayak Lo, pengemis di jalan aja mungkin gak ada selera lihat Lo, apalagi gue!" teriak Linus di hadapan Cery.
Deg ... Terasa di rengut secara paksa, jantung Cery terasa sangat sakit setelah mendengar ucapan Linus barusan, hatinya terasa di sobek-sobek oleh seekor beruang.
"Linus!" ujar Raja berdiri dari duduknya.
"Diam Lo! Ini urusan gue!" sangking marah nya, Linus bahkan tidak membiarkan Raja ikut campur.
Semua orang yang mendengar kegaduhan itu segera saja berlari dan menjadi penonton dalam jumlah waktu yang cukup singkat menjadi seperti bioskop.
Cery menatap iba melihat makanan yang ia beli berserakan di lantai, tidak menyangka kini Linus telah menujukkan sikap asli nya kepada Cery.
"A-aku, gak bermaksud kak," lirih Cery sambil menahan malu.
"Masih berani bicara juga Lo ternya, gue jadi ingat Lo suka ganguin gue karena gue nolongin lo kemarin kan? Sekarang gue mau bilang gue nolongin lo karena ya memang gue yang gak sengaja nyerempet Lo! Kalau gak mau Lo mati sekalipun di jalan gue gak peduli! Jadi jangan berfikir gue suka sama Lo! Sampe ngasih kue segala, gue gak suka makanan dari Lo! Gue gak butuh!"
Linus terus mencaci dan menghardik Cery di depan banyak orang, hari ini ia benar-benar mengeluarkan amarah nya.
"Pake segala nyamperin ke lapangan basket lagi, Lo pikir gue seneng lihat Lo? Engak! Jijik yang ada tau gak Lo!" oceh Linus lagi.
"Udah cukup Linus, Lo keterlaluan banget sih!" ujar Rena datang dan menarik Linus untuk kembali duduk di bangku nya.
Sementara itu, Cery dengan air mata yang membasahi pipinya segera pergi bersembunyi ke dalam toilet.
Tidak tau harus bagaimana lagi, dia baru terlepas dari rasa malunya soal masalah kemarin dan kini malah di buat malu lagi.
"Gue gak bisa Rena, gue terlalu kesel karena dia berfikir gue suka sama dia, dia juga mikir kalau gue yang hapus video itu buat nolongin dia," Linus duduk sementara itu Rena memberikan sebotol air mineral kepada nya.
"Gue juga gak tau kenapa dia bisa berfikir kayak gitu, tapi Lo juga gak boleh seemosi ini, gue khawatir popularitas Lo menurun cuma karena Cery, dia itu cuman salah paham dan jadi fans gila ke elo," jelas Rena sambil memegang pundak Linus.
Linus meneguk beberapa teguk air dari Rena dan kemudian merasa sedikit lebih tenang.
"Ini semua gara-gara Raja, dia yang nyuruh Della buat ngilangin video itu, kalau gak salah paham nya gak bakalan sepanjang ini," gumam Linus lagi ia terlihat tak habis fikir dengan masalah ini.
Sementara itu Raja tidak di kelas ia pergi mengejar Cery yang bersembunyi di dalam toilet.
"Raja? Jadi dia yang bikin Della ngilangin video itu? Kenapa ya? Kok tiba-tiba seorang Raja yang dingin dan gak suka ada masalah dalam hidupnya malah tiba-tiba pengen berurusan sama Cery?" kini Rena malah menyimpan banyak pertanyaan tentang Raja.
"Gue gak tau," Linus yang terlihat lelah akan semua ini memilih untuk berhenti memikirkan nya.
Rena yang melihat itu, mengambil kursi lain, ia merasa ini kesempatan bagus untuk nya menghibur Linus.
Sementara itu di toilet.
"Cery, gue tau Lo ada di dalam, keluar yuk, bel udah bunyi," Raja mengetuk-ngetuk pintu toilet perempuan hanya untuk membujuk Cery.
Sementara itu di dalam toilet, Cery hanya bisa menagis dan menagis, dia lagi-lagi di permalukan dan tidak tau harus berbuat apa.
"Kenapa kak Rena tega bikin aku jadi kayak gini? Padahal semua kesalahpahaman ini itu di sebabkan oleh kak Rena, aku gak tau apa-apa dia bilang kak Linus yang ngilangin video itu!" jerit Cery dari dalam membuat Raja mendengar semua ucapan nya.
"Rena, apa yang dia lakukan? Apa yang dia inginkan sampai melakukan hal ini?" batin Raja.
"Aku gak mau keluar kak Raja, tolong tinggalin aku sendiri, aku pengen sendiri dulu!" lagi-lagi terdengar suara Cery yang meminta Raja untuk pergi dari sana.
Raja pun memahami perasaan Cery, tak seharusnya ia mengangu Cery saat ini, Raja pun segera pergi dari toilet untuk membiarkan Cery menenangkan diri terlebih dahulu.
Lagi-lagi masalah ini membuat Cery harus bolos dalam beberapa mata pelajaran.
Setelah cukup lama menagis dan meratapi nasibnya, Cery berniat untuk keluar dari toilet, namun baru saja hendak membuka pintu toilet, ia mendengar ada suara langkah kaki beberapa orang di sana.
"Cery gue tau Lo ada di dalam, gue gak nyangka ya, ternyata Lo gak ada kapok-kapok nya bikin malu sepupu gue!" ujar Della dari luar pintu toilet.
Cery yang mendengar suara Della sontak gemetar dan takut, ia tau kali ini ia tidak akan lolos dari Della.
"Karena Lo suka diam di dalam toilet, yaudah gue bakal bantu Lo diam di sana sampai jam pelajaran selesai," Della mengunci toilet tersebut dari luar.
Tips hanya itu, ia mengkode kedua temannya untuk menyiramkan Cery dengan air ya g mereka bawa, kedua temannya pun memanjat dan segera menyirami Cery dengan air hingga basah kuyup.
"Ayo gais cabut!" ujar Della setelah merasa puas karena mendengar rintihan kedinginan dari Cery yang ada di dalam toilet.
Mereka berjalan keluar dari toilet sekolah tampa merasa berdosa sedikit pun.
Sementara itu Cery berteriak dengan susah payah agar Della membuka kembali pintu toilet tersebut, namun mereka benar-benar meninggalkan tempat itu tampa mengubris Cery.
"Tolong! Della tolong bukain pintu nya Della!" teriak Cery sambil menggedor-gedor pintu toilet tersebut.
Namun sayang tidak ada yang mendengar nya lagi, suasana toilet semakin sepit, jika ada yang mendengar pun tidak akan ada yang berani melepaskan Cery, karena itu adalah ulah Della dan tidak akan ada yang berani ikuti campur.
Beberapa jam pun berlalu, Cery hanya bisa menunggu di dalam toilet dengan tubuh yang mengigil kedinginan, tidak tau harus berbuat apa lagi, Cery saat ini hanya bisa pasrah sambil meringkuk di dalam toilet.
Tidak ada yang datang ke toilet tersebut, Cery juga sudah kehabisan tenaga untuk berteriak, bibir nya mulai pucat suhu tubuh nya mulai naik, seperti nya ia masuk angin dan sakit karena terlalu lama di dalam sana.
Tampa terasa jam pelajaran hari ini pun sudah selesai, guru mengira kalau Cery memang tidak masuk sekolah hari ini, karena itu tidak ada salah satu dari mereka yang khawatir di mana Cery. Lagian Cery juga tidak pernah sedikitpun mendapatkan perhatian dari guru-guru SMA Mawar Mekar.
Bersambung ....