Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh gea,bara langsung pulang kerumahnya. Gea sudah menunggu didepan pintu dengan senyuman yang terukir dibibirnya. Bara yang melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Mas ada kan mangganya?"tanya gea tersenyum
"Ada sayang ini sudah mas ambilkan"jawab bara
"Ayo mas bikin rujak aku rasanya udah gak sabar banget"ucap gea menarik pelan tangan bara
Bara hanya mengikuti kemana istrinya melangkah membawa dirinya. Mereka menuju dapur untuk membuat rujak,ternyata istrinya itu sudah menyiapkan bumbu rujakannya.
"Sayang kamu buat ini sendirian?"tanya bara
"Engga mas aku dibantu mama tadi,cuman sekarang mama udah ke kamar katanya capek"jawab gea
"Kamu jangan cape-cape lo sayang,ingat kata dokter kandungan kamu itu lemah"ucap bara mengingatkan
"Iya mas kamu tenang aja aku gak akan lupa hal itu"sahut gea
Bara mulai mengupas mangga untuk istrinya,gea pun seakan tak sabar untuk segera mencicipi mangga tersebut.
"kamu kok lama banget si mas ngupasnya"ucap gea setengah kesal
"Sabar sayang pisau nya tajam mas juga harus hati-hati bukan"sahut bara sabar
"Nah ini udah"ucap bara
Gea langsung mengambil mangga yang sudah dipotong oleh bara,ia mencocol mangga tersebut dengan bumbu rujak buatan sekar. Bara merasa ngilu melihat istrinya memakan mangga tersebut.
"Sayang jangan banyak-banyak itu asem banget loh"ucap bara
"Ini tuh manis mas kalo kamu ga percaya kamu icip deh"sahut gea menyodorkan sepotong mangga muda itu ke bara
Bara ingin menolak namun saat melihat wajah tersenyum istrinya ia pun merasa tidak tega. Bara memakan mangga tersebut,rasa asam dan kecut menyatu. Lidahnya terasa disengat,ingin memuntahkan mangganya namun gea justru tersenyum menatap dirinya.
"Enakan kan mas? kamu mau lagi?"tanya gea
"enak sayang,gak usah kamu aja yang makan hmm"jawab bara tersenyum
"Aku udah deh mas udah kenyang,sekarang kita tidur yuk besok aku mau ikut kamu kekampus"ucap gea
"Sayang kamu harus istirahat,lagian mas dikampus juga 3 jam setelah itu mas juga akan keperusahaan"sahut bara
"Tapi kan aku mau ikut kamu mas"ucap gea lirih
"Sayang dengarkan mas untuk kali ini aja,ini semua untuk anak kita jadi kamu harus nurut ya"sahut bara
Tak menjawab ucapan suaminya,gea justru berjalan lebih cepat untuk sampai ke kamarnya. Setelah sampai dikamar gea langsung merebahkan tubuhnya dikasur,ia juga menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala.
Bara menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang menurutnya unik. Tidak tahu saja bara jika saat ini gea tengah merajuk kepadanya.
"Gak usah peluk-peluk"ucap gea ketus
Bara terkejut mendengar ucapan gea,tak biasanya wanita itu akan menolak jika dipeluk. Bara tak lagi memeluk gea namun ia tetap mendekat ke arah gea.
\~
Pagi telah tiba,kicauan burung mulai terdengar. Bara menggeliatkan tubuhnya dan mulai membuka matanya. Ia menyipitkan mata saat tak melihat keberadaan istrinya,bara turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi namun tak menemukan gea.
Ia pun langsung turun ke lantai bawah dan tersenyum lega saat melihat gea sudah rapi dengan dres hitam dan kini sedang duduk disofa sambil menonton tv dengan cemilan dipangkuannya.
Sekar dan ayu memang sengaja berbelanja bareng kemarin untuk membeli segala jenis cemilan dan juga buah untuk gea. Kedua wanita paruh baya itu tahu jika saat hamil terkadang mulut rasanya ingin selalu mengunyah.
"Morning sayang"sapa bara hendak mencium gea namun ditahan oleh gea
"Gak usah cium"ucap gea
"Kenapa? Kamu tumben banget,semalam juga gak mau aku peluk,terus sekarang gak mau aku cium"sahut bara
"Gapapaa"ucap gea cuek
Bara menghela napas,ia tak lagi mendebat istrinya dan memilih naik ke atas untuk mandi dan bersiap. Sekar yang baru selesai mandi langsung bergabung dengan menantunya.
"Mama mau kemana kok rapi banget?"tanya gea
"Mama mau kearisan sayang,kamu gapapa kan kalo mama tinggalin sendiri"jawab sekar
"Aku mau ikut boleh gak ma? Aku mau ikut mas bara tapi dia ga boleh,aku bosan kalo harus dirumah sendiri"ucap gea
"Nanti tanya bara dulu ya sayang,biar bagaimana pun keputusan ada ditangan suami kamu karna dia yang bertanggung jawab untuk kamu"sahut sekar tersenyum
Gea menganggukkan kepalanya mengerti,tak lama setelah itu bara pun turun dan sudah rapi dengan pakaian untuk mengajar.
"Bara gea mau ikut mama arisan boleh tidak? Tidak mungkin juga jika harus meninggalkan ia dirumah sendiri"ucap sekar
Bara menoleh ke arah gea yang mengaduk-aduk nasinya tanpa berniat untuk memakannya.
"Biar ikut aku saja ma,aku cuman bentar aja hari ini"sahut bara
Gea langsung menoleh dan tersenyum ke arah bara,bara juga ikut tersenyum kearah istrinya itu.
"Kamu itu kalo gea minta sesuatu usahakan untuk dituruti,biasanya itu bawaan bayi. Hormon hamil juga pasti meningkat,kadang ia pengen dimanja,kadang marah-marah tidak jelas dan terkadang juga menangis. Jadi kamu harus jadi suami yang siaga untuk gea dan calon anak kamu"ucap sekar
"Iya ma aku akan mengingat nya"sahut bara
"Sekarang kamu makan dulu setelah itu baru kita pergi"ucap bara kepada gea
Gea tersenyum dan menganggukkan kepalanya,sekar juga sudah menyiapkan susu dan vitamin untuk menantunya itu.
"Diminum sayang ini untuk kandungan kamu"ucap sekar
"Makasih ya mas"sahut gea tersenyum
"Sama-sama,ingat ya nanti saat pergi kamu harus hati-hati dan jangan jauh-jauh dari bara"ucap sekar
"Huum mamaa"sahut gea
Setelah selesai bara dan gea pun berpamitan,sekar juga akan pergi sebentar lagi. Disepanjang jalan gea terus berceloteh banyak hal.
"mau mampir mini market sayang?"tanya bara
"Mau mas aku pengen beli es krim"jawab gea
"Baik tapi jangan banyak-banyak ya"ucap bara
Gea menganggukkan kepalanya,mereka mampir sebentar dimini market. Bara dan gea pun memasuki mini market dan tak sengaja pula gea bertemu dengan winda.
"Eh kamu temennya elsa bukan?"tanya winda
"Iya mba aku temennya mba elsa"jawab gea tersenyum
"Kamu sama siapa disini?"tanya winda
"Aku kesini sama suamiku mbak"jawab gea
"Sayang ini es krim nya bener gak?"tanya bara yang belum sadar dengan kehadiran winda
"Iya mas benar aku mau dua boleh?"tanya gea
"Boleh yaudah kamu tunggu disini ya aku bayar dulu"jawab bara mengelus puncak kepala gea
Baru saja hendak melangkah suara winda menghentikan bara.
"baraa"panggil winda