NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:508k
Nilai: 4.9
Nama Author: @pelipena

Arini harus menjalani hidup sebatang kara ketika di tinggal neneknya untuk selamanya.

Rintangan untuk bertahan hidup di kota Jakarta yang besar, ditambah dengan rumitnya kisah cinta segi tiga membuat Arini harus menguatkan hatinya.

Kisah masa lalu yang kelam membuat Arini trauma akan percintaan. Namun Radit dan Bayu sepertinya berusaha sekuat tenaga mereka untuk menghancurkan sebuah dinding pembatas di hati Arini.

Lalu pada siapakah hati Arini akan berlabuh nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @pelipena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Hujan deras kembali mengguyur ibu kota sedari pagi. Hingga menjelang sore hujan belum kunjung reda. Dan karenanya toko menjadi sepi pengunjung. Empat sekawan hanya duduk-duduk memandangi air hujan dari balik pintu.

"Andaikan ada kang baso lewat nya." gumam Mira sambil bertopang dagu.

"Iya ya, yang anget-anget enak nih." Vina menimpali.

"Udah hujan gini, kedinginan jomblo pula." Dea ikut nyambung.

"Lemes besti belum di semangati ayang." Arini ikut nimbrung.

"Eh ayang siapa nih." sindir Dea pada Arini.

"Eh lupa nggak punya ayang." balas Arini.

"Ntar ilang loh kalau nggak di akui." Vina menyenggol Arini.

"Apaan si Vina, nggak jelas deh." Arini menggerutu.

Ketiga kawannya memang akhir-akhir ini suka menggoda Arini. Bukan tanpa sebab, tentu saja karena pertemuan Arini dan Bayu yang begitu intens.

...

Bayu: "Pengin makan apa?"

Arini: "Nggak mas, ngrepotin."

Bayu: "Ngrepotin gimana sih?"

Arini: "Nggak enak aja mas."

Bayu: "Kan mas Bayu yang nawarin."

Arini: "Yang berkuah enak mas."

Bayu: "Mas Bayu go food bakso empat ya?"

Arini: "Makasih loh mas."

Bayu: "Kamu jangan sampai telat makan, inget ada asam lambung."

Arini: "Siap bos."

Bayu: "Ya sudah mas Bayu mau lanjut kerja dulu."

Arini: "Iya mas, Hati-hati ya kerjanya."

Bayu: "Ok."

Bayu dan Arini memang sudah di tahap saling membalas pesan. Bagi Bayu itu merupakan kemajuan dalam hubungan mereka. Bayu sangat senang jika Arini meresponnya dengan baik. Setidaknya bak gayung bersambut, Bayu menjadi semangat mendekati Arini.

Arini: 💜

Bayu terbelalak saat pesan baru Arini berisi emoticon gambar hati.

"Apakah Arini tak salah menekan emoticon?" gumam Bayu.

"Arrgghhh..." Bayu tentu saja salah tingkah karena pesan yang Arini kirim terakhir kali.

Bayu memukul-mukul meja karena gemas. Hatinya serasa melayang ke angkasa.

"Bisa gila aku. Hahaha." tanpa sadar Bayu sekarang terlihat seperti orang gila. Tertawa dan berbicara sendiri. Untunglah anak buahnya tak ada yang melihat saat Bayu tengah berbunga-bunga.

....

"Hah Vina kenapa kau membalas pesan mas Bayu dengan tanda hati?!" Arini kesal bukan kepalang. Dia khawatir akan membuat Bayu salah paham.

"Kenapa memangnya? harusnya kau berterimakasih padaku?"

"Untuk apa?"

"Untuk mengutarakan isi hatimu misalnya."

"Vina!!!"

Arini mengejar Vina yang berlari menghindari amukan Arini. Terjadilah kejar mengejar diantara mereka berdua.

Braakkk....

Pintu toko di buka dengan paksa, tanda seseorang tengah terburu-buru untuk masuk kedalam.

"Hah... hah... hah..." suara nafas tersengal berusaha mencari udara segar.

"Arini dimana kau?" teriak seseorang.

"Mbak Rena?"

Arini dengan cepat segera menghampiri Rena yang basah kuyup menembus hujan.

"A.. ri... ni.." suara parau Rena begitu membuat Arini khawatir.

"Tolong ambilkan minum." Arini meminta tolong pada kawannya.

Dengan sigap Dea mengambilkan segelas air putih untuk di berikan pada Rena.

"Mbak ada apa?" tanya Arini.

"Arini, aku mohon ikutlah denganku sekarang."

"Ada apa mbak?"

"Chika kritis."

"Hah apa!! bagaimana bisa mbak?"

"Aku mohon ikutlah, dia terus memanggil namamu."

"Tapi.." Arini dengan penuh ragu menatap ketiga kawannya.

"Pergilah rin, mungkin anak itu butuh perhatianmu sekarang." ucap Dea.

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Arini hanya mengangguk dan mengajak Rena untuk segera pergi.

Mereka berdua tiba saat semua orang sedang memanjatkan doa-doa kepada Tuhan. Bahkan Bu Tamara yang biasanya sangat angkuh terlihat tak berdaya. Kedua matanya bengkak karena terus menangisi cucu satu-satunya itu.

"Arini." Radit dengan cepat menghampiri Arini ketika melihatnya datang.

"Mas gimana dengan Chika?"

"Dokter sedang memeriksanya."

Arini paham betul jika sekarang Radit sedang tak baik-baik saja, pikiran dan hatinya sangat kacau. Bahkan untuk berjalan pun dia seperti tak punya tenaga lagi. Langkah kaki yang di seret itu menandakan jika raganya terlalu lelah menghadapi cobaan hidupnya.

Arini duduk di samping Radit yang terus gelisah menunggu kabar dari dokter.

Arini tak tahu harus berbuat apa sekarang. Di tambah dia lupa untuk membawa ponselnya. Arini tentu khawatir tak bisa memberi kabar apapun pada teman-teman nya.

Satu menit, sepuluh menit, tiga puluh menit. Bahkan sampai satu jam berlalu Arini masih menunggu bersama keluarga Radit.

Dokter belum kunjung menemui mereka.

"Ini terlalu lama, apa putriku baik-baik saja di dalam?" gumam Radit lirih.

"Chika pasti baik-baik saja mas." Arini mencoba menyemangati Radit.

"Rin." suara yang tak asing memanggil Arini.

"Mas Bayu."

"Kenapa kau tak memberi tahu ku kau pergi kesini?"

"Maaf mas, aku yang memaksa Arini untuk datang kesini, bahkan aku yang menjemputnya tadi. Jadi tolong jangan salah paham padanya." Rena memberi pengertian pada Bayu.

"Kemarilah." Bayu meraih tangan Arini dan menuntunnya untuk duduk bersamanya.

Radit yang melihatnya pun hanya diam, saat ini pikirannya hanya fokus pada Chika.

"Kalau Vina tak memberi tahu ku mungkin kau akan menginap disini malam ini." Bayu berbisik pada Arini.

"Mbak Rena sudah janji akan mengantar pulang mas."

"Tapi aku sudah disini. Kau pulang bersama ku."

"Iya iya."

Radit dan keluarganya langsung berlari menghampiri ketika dokter Ardi selesai melakukan tindakan pada Chika.

"Sebaiknya kalian semua masuk lah, untuk melihatnya sekali lagi." dari raut mukanya, dokter Ardi sangat tak tega memberi kabar buruk untuk mereka dengar.

Arini dan Bayu pun menyusul mengikuti keluarga Radit yang masuk untuk menemui Chika.

Gadis kecil itu terlihat seperti sedang tertidur pulas. Damai dan menenangkan.

"Chika sayang, ini ayah nak. Chika bukannya sudah janji sama ayah akan mengajari ayah bermain bola jari. Apa Chika mau mengingkarinya. Sayang bangunlah." Radit terlihat sangat hancur di samping putrinya yang masih memejamkan matanya.

"Di sebenarnya bagaimana kondisi Chika sekarang?" tanya Bayu memastikan pada dokter Ardi.

Dokter Ardi tak menjawab apapun, dia hanya menggelengkan kepalanya saja. Arini yang menyadari itu berjalan perlahan menuju tempat Chika berbaring. Membelai wajah cantik gadis kecilnya, dan menggenggam tangan mungil itu.

"Halo sayang, Chika masih ingat kan pada mama Arini. Katanya kemarin Chika manggil mama ya? tapi maaf ya sayang kemarin mama Arini nggak dengar panggilan Chika. Tapi lihat, sekarang mama sudah disini. Apa Chika nggak mau bermain sama mama Arini lagi. Waktu itu Chika minta di pakaikan kerudung sama mama. Dan mama sudah janji bakal bawa Chika beli kerudung kan? Ayo sayang kita beli. Tapi Chika harus jalan sendiri, karena mama Arini tak kuat jika harus menggendong Chika terus. Chika bilang sama mama akan terus menggandeng tangan mama kan? tapi kenapa sekarang Chika diam saja sayang..." Arini tak sanggup untuk melanjutkan kata-kata nya. Dadanya terlalu sesak untuk mengungkapkan semua isi hatinya pada gadis kecil yang sangat Arini sayangi itu.

Nit... niiiiiiittt.....

Tiba-tiba garis lurus muncul di layar monitor ICU. Dokter Ardi seketika panik dan segera memeriksa kondisi Chika saat ini. Air mata Arini telah tumpah ruah membasahi wajahnya. Ia ingat betul kejadian saat neneknya di nyatakan meninggal dunia. Ini sama persis seperti kejadian waktu itu. Dokter dan suster kalang kabut dengan kepanikan.

Saat tiba-tiba dokter Ardi mengeluarkan hembusan nafas yang begitu panjang serta raut muka sedih itu begitu menakutkan semua orang yang sangat berharap ini.

Suster menutupi tubuh gadis kecil itu dengan kain.

"Tidak.. tidak mungkin!!" Radit menjerit.

"Dit kau harus mengikhlaskan putrimu."

Radit tentu emosi dengan pernyataan dokter Ardi. Dia yang sedang kalap mencengkeram kerah leher dokter Ardi.

"Bukankah kau seorang dokter? tapi mengapa kau tak bisa menyelamatkan putriku!! Cepat kau periksa Chika kembali!!"

"Nak kau tak bisa seperti ini." Bu Tamara mencoba memberi pengertian.

"Mas.." Arini memanggil pelan.

Radit yang mendengarnya dengan spontan memeluk Arini dengan erat. Bayu tentu saja sedikit tak terima dan hendak memisahkan mereka berdua. Namun dokter Ardi menahan Bayu untuk tidak melakukan apapun. Bagaimanapun Radit sedang berkabung.

"Anak kita ra.. kenapa kau membawa anak kita bersamamu? kenapa hanya Chika yang kau jemput. Mengapa aku tak kau jemput juga. Bagaimana aku akan melanjutkan hidupku ra." Radit meraung di pelukan Arini.

Arini yang mengerti bagaimana perasaan ditinggal oleh orang yang sangat kita sayangi tentu pasrah membiarkan Radit meluapkan amarahnya padanya.

Selamat tinggal gadis cantik, semoga kau damai bersama ibumu di surga.

1
Aabece
1. riweuh nya. bawa koper, bawa eyang. 2. guru tk itu sarjana loh, jauh-jauh ke jekardah jadi cleaning service, balik lagi ke sekolah, kan kepseknya pernah nyuruh balik. 3. berita ferdi tunangan dengan anak kades harusnya sih udah nyebar, namanya juga desa, berita besar nggak mungkin tersembunyi.
Nita Dahlan Aek
lnjut
Siti Amenah
tamara jahat
Siti Amenah
lanjut seru nie
Siti Amenah
lanjut thor
Siti Amenah
mungkin saudara kembar mamanya
Siti Amenah
lanjut
Aiur Skies
udah dong Arini, kamu sama Bayu ajah, mana keluarga nya mendukung dan sayang sama kamu 🥰🥰🥰🥰
Aiur Skies
ngakak baca part ini🤣🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
Team Arini ❤Bayu saat ini🤣🤣
Aiur Skies
ya Alloh, kasihan amiitz tega Radit,,, mustinya tegas dong mengantarkan meski cuma dean komplek, wah typical Cowoq gak bisa tegas menjaga dan melindungi "yg dekat disekitarnya yg memang patut dijaga" tanpa membantah Mamanya, pake cara berkelas lah ngerayu Mama nya
Aiur Skies
sakiiitz😔😔
Aiur Skies
wouw,,,, klo camer begini, gue mending dukung Arini vs Bayu 😂😂😂🥰🥰🥰🥰🥰💃💃💃💃💃
Aiur Skies
klo rumah dikampung mungkin sdh beberapa kali nganter, tapi rumah di Kota kayanya baru sekali ini deh🤩
Aiur Skies
jangan jangan Mamanya Cindy alias istrinya Radit😅😅😅😅
Aiur Skies
astaghfirullah,,,, jangan salahkan jilbab atau tidaknya, tapi salahkan "manusia" pelaku nya yang tidak bisa kita samakan, krn agama pada intinya mengajarkan kebaikan 🙏🏻
Aiur Skies
klo dah tahu begini mah, acara-acara kaya reunian gak usah dateng, ngapain nganggep temen yg cuma lihat kulit luar kita ajah, bye bye bye in aja💃💃💃💃💃💃
Aiur Skies
masih meraba-raba ceritanya nih, kd sinopsis nya antara Ferdy, Arini dan Radit,,, ini muncul Ardan dan Bayu wkwkwkwkwk kita Lanjooot bacaaa😅
Aiur Skies
banyak orang dr kampung berakhir tragis dan ngenes nasibnya di Ibukota ya gara-gara begini nih, modal nekad tanpa punya kenalan dan tujuan yg jelas,,,, miris
Aiur Skies
bocah, kenapa gak lanjut ngajar TK aja sayang, bukannya BuKepSek membuka pintu lebar2 klo dikau mau balik ngajar lagi😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!