Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. sigap para prajurit
seketika mata laki-laki itu langsung membulat sempurna. rasa dingin dan segar melewati kerongkongannya, dan membuat tubuhnya seakan ringan dan rileks.
"woah..!! ini segar sekali!! ini rasanya sangat enak!! dingin dan juga segar, cocok dengan cuaca yang panas begini." ucapnya dengan penuh takjub.
"benarkah! bolehkah aku mencobanya juga!!" namun dengan cepat anak kecil itu mengambilnya dari tangan sang ayah.
"tidak boleh paman!! ini adalah untukku. kalau Paman juga mau minum, aku takut akan kehabisan. sementara, Putri Dania sudah tidak punya stok lagi.. katanya, Putri Dania itu menyuruh kami untuk mencicipi bagaimana rasanya. dan ketika kami meminumnya, kami mengatakan kepada yang mulia Putri Dania, ini sangat enak dan segar. baru setelah itu dia mengatakan, kalau nanti mereka akan kembali membuka usaha minuman dingin seperti ini." ucap anak kecil yang kembali menjabarkan apa yang dikatakan oleh putri Dania.
mendengar itu, semua kembali tersenyum.
"Putri Dania benar-benar memiliki banyak ide. dulu Putri Dania pertama kali mengajak kita ke pantai, untuk menangkap ikan. dan kemudian mengajari kita membuat dan mengolah ikan itu menjadi ikan yang tahan lama alias ikan asin. setelah itu, di Putri Dania kembali membuat minyak goreng dari buah kelapa yang sebelumnya tidak pernah kita tahu. dan bahkan buah itu pun hanya tumbuh liar di dalam hutan, yang kini sudah tidak ditemukan lagi keberadaannya. tapi akibat budidaya yang diberlakukan oleh yang mulia Putri Dania, kita berhasil memanen buah kelapa itu dan menghasilkan 1 ton minyak goreng dalam waktu 1 minggu saja. dan minyak goreng ini tentunya sangat laku di pasaran."
"selain minyak goreng, Putri Dania juga berhasil membuat pembangkit tenaga listrik, yang membuat kekaisaran kita satu-satunya, yang memiliki lampu dan penerangan yang sangat terang benderang di malam hari. ditambah lagi, Putri Dania juga menemukan cara berpakaian sederhana, yang membuat kita jauh lebih leluasa untuk bergerak. selain itu, menciptakan produk-produk yang benar-benar sangat bermanfaat."
"betul sekali. dan yang paling sangat kukagumi adalah, sistem militer kita. para prajurit-prajurit kita benar-benar sangat merakyat dan mengutamakan kepentingan-kepentingan umum di bawah naungan Putri Dania. dan kekaisaran kita ini benar-benar sangat aman dan tentram. bahkan, para penyamun yang datang merusuh di kekaisaran kita tak diberi ampun. pokoknya, aku sangat mengagumi Putri Dania. semoga Putri Dania diberikan jodoh yang baik dan juga perhatian kepadanya." tutur salah satu warga yang langsung membahas tentang pemimpin-pemimpin mereka.
jujur saja, mereka sangat berterima kasih karena selama ini, mereka telah mengambil pilihan yang tepat.
selain itu, keluarga-keluarga mereka yang dahulunya pergi dan keluar kekaisaran, dan diam-diam mengirimkan uang untuk membantu warga di kekaisaran ini telah ditarik kembali dan disuruh pulang oleh kaisar Sander. dan di sana juga mereka memiliki hak yang sama, karena mereka keluar dari kekaisaran bukan karena berkhianat. tetapi untuk membantu perekonomian kekaisaran mereka. dan tentunya, mereka patut dianggap sebagai pahlawan.
******
malam harinya, seperti biasa para prajurit berjaga di depan pintu gerbang dan juga di atas benteng menara dengan berpakaian lengkap dan juga dengan alat yang lengkap.
tiba-tiba, malam itu ada sebuah kereta yang mendekati kekaisaran mereka. tepatnya di depan pintu gerbang kekaisaran yang telah tertutup rapat. bahkan aktivitas di luar gerbang pun sudah tak terlihat lagi, selain sebuah pondok-pondok yang merupakan tempat di mana para rakyat kekaisaran Nusantara ini berjualan.
"lihat di sebelah sana! ada sebuah kereta kuda yang mendekat." mendengar itu, salah satu dari mereka mulai mengeluarkan alat teropongnya, dan mulai melihat apakah mereka adalah orang yang berbahaya atau tidak.
bahkan, yang berjaga di bagian bawah pun sudah bersiap dengan senjata api mereka.
ketika mendekat, tiba-tiba seorang pelayan langsung turun dari kereta kuda dengan nafas yang terengah-engah. tampaknya, ada sesuatu yang terjadi di dalam kereta.
"tuan-tuan!! tolong kami. Nyonya Saya sedang tidak sadarkan diri. kami sedang melakukan perjalanan untuk menuju kota kekaisaran moba. dan memang Nyonya Saya sedang tidak baik-baik saja. tolong kami tuan-tuan.." ucap pelayan itu.
salah satu dari mereka mengambil sigap. tentu saja tidak sembarangan orang bisa dimasukkan ke dalam kota kekaisaran mereka.
"silakan manapi dulu nyonya. dan turunkan majikan anda, biarkan dia berbaring di dalam kem darurat ini." tutur salah satu prajurit dengan penuhi bahwa. suaranya juga terdengar sangat lembut.
sementara di sisi lain, 1 prajurit menghubungi rekannya, yang tentu saja memiliki profesi tambahan. yaitu sebagai dokter militer. kemampuannya tentu saja double, menguasai teknik kedokteran modern, dan juga menguasai teknik pengobatan kuno.
semuanya dipadukan, agar nanti tidak mengalami ketimpangan.
"halo, petugas kesehatan, di depan pintu gerbang ada keadaan darurat. tolong turun segera." setelah itu percakapan pun berakhir. dan tak lama dua orang prajurit yang memiliki tanda medis di lengan mereka yang diikat dengan kain langsung segera keluar.
"mana orangnya..?"
"itu di dalam camp."
"baiklah!" ketangkasan mereka tentu saja harus ada. tangkas dan cepat harus dikuasai oleh semua orang.
mereka berdua pun langsung masuk ke dalam camp pengungsian sementara yang ada di luar kota kekaisaran ini. dan di sana, mereka menemukan seorang wanita paruh baya yang tampak masih terlihat cantik, namun sudah tidak sadarkan diri.
beberapa dayang di sampingnya pun menatap dengan penuh prihatin dan juga penuh dengan kesedihan.
"permisi! boleh dikasih ruang sebentar ?" ucap salah satu dari mereka. para pelayan yang mendengar suara tersebut segera berdiri.
"silakan tuan-tuan.." para pelayan atau dayang-dayang itu mengerutkan kening, melihat pakaian para militer di tempat ini benar-benar berbeda dengan kekaisaran lain.
baju Mereka terlihat sangat rapi dan juga berpenampilan sangat menarik. potongan rambut juga pendek sebagaimana mestinya, tidak sama persis seperti kekaisaran lainnya yang memiliki panjang rambut sebahu atau sampai pinggang.
tubuh mereka juga terlihat kekar, bahkan otot-otot tangan pun terlihat sangat menonjol. sangat menarik di mata mereka.
sementara salah satunya langsung melakukan pemeriksaan, merasakan denyut nadi pasien, dan langsung mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa detak jantungnya.
setelah dipastikan, salah satu dari mereka kembali mengeluarkan cairan dan juga spuit untuk menyuntikkan cairan obat ke dalam tubuh pasien.
teknik pengobatan itu tak pernah mereka lihat sebelumnya. tetapi para dayang-dayang itu tak berani untuk bersuara. di luar camp juga, ada beberapa prajurit yang merupakan pengawal dari Nyonya tersebut sedang berjaga, bersama dengan prajurit-prajurit lainnya.
"junjungan kalian tidak apa-apa.. kami sudah menyuntikkan obat ke dalam tubuhnya. majikan kalian hanya merasakan kelelahan. sepertinya, ada sesuatu yang terjadi dengan kalian di perjalanan ?" tanya salah seorang prajurit. dayang itu meremas tangannya dan menganggukkan kepalanya. tapi tiba-tiba, di luar sana langsung terdengar kegaduhan.