NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seekor hewan peliharaan

"Nyonya Adira, Tuan meminta Anda membuatkan makan malam untuk beliau," ucap seorang pelayan yang sengaja mendatangi kamar Adira.

Ternyata, pelayan itu datang hanya untuk meminta Adira membuatkan makan malam bagi Tuan Arlan, suami nyonyanya sendiri.

Melihat pelayan tersebut berlarian tunggang langgang seolah sedang dikejar hantu, Adira hanya bisa tertegun. Entahlah, para pelayan itu tetap memilih bekerja di mansion ini meskipun ada waktu-waktu tertentu yang membuat mereka didera ketakutan luar biasa.

"Apakah tempat ini semenyeramkan itu? Apakah aku juga akan menjadi seperti mereka jika terus berada di sini?" gumam Adira dalam hati.

"Baik, Bi," jawab Adira singkat.

"Mohon segera, Nyonya! Kami takut Tuan terlalu lama menunggu. Nanti kalau beliau murka, kami yang dianggap tidak becus bekerja," desak pelayan itu dengan wajah pucat.

Adira tersenyum tipis, mencoba menenangkan kegelisahan mereka. "Baiklah, kalian tidak perlu khawatir. Tuan Arlan itu sebenarnya orangnya baik, kok. Hanya kalian saja yang terlalu takut padanya," ujar Adira, berusaha meredakan perasaan cemas para pelayan tersebut.

"Ba... baik, Nyonya," jawab pelayan itu terbata-bata. Ia pun segera mengundurkan diri dan pergi dengan langkah cepat, seolah tak ingin berlama-lama di sana.

Adira segera turun ke lantai bawah. Di dapur mansion yang luas itu, ia mulai memilah bahan-bahan premium di dalam lemari pendingin besar. Meskipun ingin membuat sesuatu yang simpel, bahan-bahan yang tersedia semuanya berkualitas kelas atas yang biasa dikonsumsi kaum elite.

Beberapa menit berlalu, Adira telah menyiapkan hidangan makan malam berupa daging panggang yang dihiasi sayur-sayuran sehat. Meski terlahir di keluarga kaya, ia cukup terampil memasak. Ibunya telah tiada sejak ia kecil, dan ayahnya mendidik Adira untuk hidup mandiri agar tidak menjadi gadis manja yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua.

Setelah selesai, Adira menarik napas panjang. Ia bersiap mengantarkan hidangan itu ke kamar Arlan—laki-laki yang belum ia lihat seharian ini.

Semoga saja tidak ada drama lagi, batin Adira penuh harap. Ia mengangkat nampan dan melangkah mantap menuju lantai atas, ke arah kamar pribadi Arlan.

Sesampainya di depan pintu kayu jati yang besar dan kokoh itu, Adira menarik napas dalam untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia mengetuk pintu perlahan.

Tok... tok... tok...

"Masuk," terdengar suara berat dan dingin dari dalam.

Adira memutar kenop pintu dan melangkah masuk. Ia menyapu seluruh sudut ruangan, namun tidak menemukan sosok Arlan. Kamar itu terasa sangat luas, didominasi warna gelap yang elegan. Adira melihat sebuah meja makan kecil di sudut ruangan yang menghadap ke jendela besar. Ia menghampiri meja itu, meletakkan nampan, dan mulai menyusun sajian.

Setelah memastikan semuanya sempurna, Adira berniat segera keluar. Namun, tepat saat ia membalikkan badan...

"Ah!" Adira terpekik tertahan.

Tubuhnya hampir menabrak dada bidang seseorang yang entah sejak kapan berdiri tepat di belakangnya tanpa suara. Adira tersentak dan langsung mundur beberapa langkah.

"Saya... saya sudah siapkan makan malam untuk Anda, Tuan," ucap Adira setelah kembali tenang.

Arlan hanya diam membisu, menatap piring di atas meja dengan tatapan sedingin es. "Saya tidak ingin makan daging," jawab pria itu datar, tanpa nada penyesalan sedikit pun.

Adira tertegun. Ia melirik piring berisi daging panggang yang telah ia siapkan dengan susah payah. Gadis itu mencoba tetap sabar. "Baik, Tuan. Kalau begitu, Anda ingin makan apa?"

"Apa saja, yang penting bukan daging," jawab Arlan singkat, seolah tidak peduli betapa repotnya Adira harus memasak ulang.

Adira mengangguk pasrah. Ia segera meraih kembali nampan tersebut. Namun, baru dua langkah ia menjauh, suara berat itu kembali menginterupsi.

"Tunggu."

Adira menghentikan langkahnya dan menoleh perlahan. "Ya, Tuan?"

"Duduk dan habiskan makanan itu," perintah Arlan tanpa bantahan.

Mendengar itu, Adira membeku. Ia memberanikan diri untuk menolak. "Tidak, Tuan. Saya akan makan di bawah nanti. Saya akan membuatkan menu baru untuk Anda—"

"Duduk dan makan!" potong Arlan. Suaranya naik satu oktav, dingin dan menusuk. "Kau itu hanya hewan peliharaan di sini. Apa pun yang aku mau, kau harus mengikutinya."

Deg.

Jantung Adira seakan berhenti berdetak sesaat. Untuk pertama kalinya, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa menghujam ulu hatinya. Dipanggil "hewan peliharaan" oleh pria yang kini menjadi suaminya terasa jauh lebih hina daripada sebutan "narapidana".

Adira membisu. Matanya mulai memanas, namun ia sekuat tenaga menahan air mata. Ia akhirnya duduk di kursi kayu berukir itu dan mulai memotong daging steak buatannya sendiri. Meski rasa daging wagyu itu sangat lezat, saat melewati tenggorokan Adira, rasanya seolah berubah menjadi duri yang menusuk tajam.

Tak disangka, Arlan menarik kursi dan ikut duduk tepat di sampingnya. Jarak yang begitu dekat membuat bulu kuduk Adira meremang. Ia bahkan bisa menghirup aroma maskulin yang kuat dari pria itu.

Tangan Arlan yang besar tiba-tiba terangkat, menyentuh tepian hijab Adira dan meraba sanggul rambut di balik kain tersebut.

"Untuk apa kau tetap memakai hijab di depanku?" tanya Arlan dingin, suaranya terdengar seperti bisikan yang mengancam.

Adira hanya diam, tidak berniat menjawab pertanyaan yang ia rasa tak perlu diperdebatkan. Namun, jari-jari Arlan mulai menarik kasar sanggul rambutnya dari balik kain, membuat kepala Adira terdongak ke belakang.

"Saya sudah terbiasa memakainya, karena itu saya tetap memakainya," jawab Adira sembari menahan perih di akar rambutnya.

Arlan menarik tipis sudut bibirnya. "Aku kan suamimu yang sah, kenapa tidak buka saja hijabmu?" Ujarnya terdengar mengerikan. Tarikannya semakin kuat, membuat Adira terpaksa berhenti mengunyah.

"Makan!" perintah Arlan lagi.

Adira kembali menyuapkan potongan daging ke dalam mulut dengan wajah tanpa ekspresi. Sambil mengawasi Adira, Arlan berbisik tepat di telinganya, "Kau menutupi rambutmu dengan kain ini, tapi kau tidak menjaga kehormatanmu dan membiarkan dirimu dipeluk oleh laki-laki lain di luar sana."

Tiba-tiba, tarikan Arlan pada rambut Adira menjadi sangat kencang hingga kepala gadis itu terdongak drastis. Adira terpaksa menutup matanya rapat-rapat. Ia menyadari bahwa pria itu marah akibat kejadian Teo yang memeluknya di rumah sakit tadi. Adira menduga Zo-lah yang telah memberitahu Arlan.

"Kau ingin sekali dipeluk atau dibelai oleh pria?" desis Arlan penuh amarah.

Tanpa peringatan, Arlan menyerangnya. Ia memaksa mencium Adira dan membenamkan wajahnya di leher jenjang gadis itu secara kasar. Adira awalnya hanya diam mematung karena syok. Namun, tiba-tiba ia merasakan rasa sakit yang luar biasa hingga secara refleks mendorong Arlan menjauh sekuat tenaga.

Akibat dorongan tak terduga itu, topeng yang selama ini melekat erat di wajah Arlan terlepas. Adira tersentak hebat. Matanya membelalak ngeri saat melihat apa yang ada di balik topeng itu, hingga ia berteriak histeris.

"Aaaaaakhhh!!!"

1
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
partini
Arlan shine Dira Charlotte
Anbu Hasna
Arlan ngaku2 jadi Zo...
Salsabilah: "Makasih banget ya udah mampir dan support karya aku, say! 🥰 Jangan bosen-bosen ya kawal terus karya aku sampai kelar nanti. 😘 Btw, salam kenal ya! 🙏🙏🤭"
total 1 replies
kartini aritonang
lanjuut thor...
Salsabilah: makasih udah mampir, dan support karya aku say🥰🥰🥰🥰 sekalian, salam kenal ya say🙏🙏 jangan lupa terus beri dukungannya ya say🥰
total 1 replies
partini
dihh tuan kepo kali kau mau gagal ke berhasil ke is nothing to do with you Bang Ke ,,aku ga panggil zo lah Thor kurang ngena BangKe aja Kenzo 🤭
Salsabilah: kejam kali bha sama si bangke😆😆😆
total 1 replies
partini
posisi nya kaya duduk di pangkuan zo ya Thor ini kalau ad visual anime keren 👍👍👍
partini: iya aku juga tau siapaa penulisannya banyak cewek kan Thor, imajinasi lunarrrr binasaahhhhhh and then yg baca langsung otaknya traveling 🤣🤣
total 12 replies
partini
saya juga curiga 🤭🤭
partini
Dira ini agak" Ono dikit apa terlalu sayang sama ayahnya ya Thor
Salsabilah: kamu pasti tahu kan say, dimana kita akan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tua kita salah, kalau yang selama ini kita kenal mereka adalah sosok yang sangat penyayang.😥
total 1 replies
partini
bab ini aku bingung,,
Salsabilah: tunggu aja kelanjutannya say.
total 1 replies
partini
dorr dorr paling ujung tenyata
partini
wah berani sekali dira
partini
sepupu bisa mirip Banggt ya Thor
Salsabilah: bisa dong say 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
wkwkkwkwk berani buka ga yah
ahhh ga berani dia Cemen 🤣🤣
Salsabilah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
partini
aihhh berharap Dira mati rasa saja lah
partini
duhhh apes kamu Dira
partini
Kalimat yg sama yg di ucapkan suami mu kan,,
ko aku jadi negatif thinking sana ayah nya dira jangan" ayah lucknat dia" kalau pengorbanan mu Dira kalau ayahmu ayah' durhakim
Salsabilah: makasih sudah mampir, dan mendukung karya aku kak😘 jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya kak🥰
total 2 replies
partini
kecacatan yah,,Dira luka kaya gitu mah bisa di bikin
i hope sih beda orang buka satu orang
Salsabilah: Wah, tebakannya menarik Terus ikuti bab selanjutnya ya untuk tahu jawabannya. Terima kasih dukungannya!"🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!