NovelToon NovelToon
Benang Yang Tersembunyi

Benang Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Matteo Adrian Reins Smith kembali ke Seoul bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai pemimpin industri yang ia bangun dari rasa iri dan ambisi untuk melampaui bayang-bayang ayahnya dan keraguan kakaknya. Namun, di balik kemegahan takhtanya, hati Matteo kosong. Ia dihantui memori Manila—tentang Sheena yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Di sisi lain kota Seoul, Park Chae-young hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang traumatis. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan cinta membawanya ke sebuah bar, dan ia terbangun dengan hidup yang hancur. Ayahnya meninggal karena terkejut, meninggalkan Chae-young hamil di usia muda. Kini, di usia 28 tahun, ia adalah desainer hantu di balik brand ‘Forever-young’ yang viral. Ia membesarkan sepasang anak kembar yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Jejak Yang Tertinggal

Note: Agar tidak bingung, disarankan untuk membaca cerita “Lupa Bahwa Kau Milikku” sebelumnya, terimakasih ✨

...***...

Udara Seoul di pagi hari selalu terasa sama bagi Matteo—dingin, kaku, dan menuntut. Dari lantai teratas Matteo Adrian Reins Smith berdiri di balik dinding kaca kantor pusat M-Nexus. Di usianya yang ke-29, ia telah mencapai segalanya. Gedung pencakar langit ini adalah monumen pembuktian atas rasa irinya di masa lalu—sebuah tamparan keras bagi kakaknya, Marian Rivera Grace Smith, yang dulu meragukan kemampuannya. Namun, meski angka di rekeningnya terus bertambah, ada lubang hitam di dadanya yang tak kunjung tertutup.

"Tuan, ini laporan kuartal terakhir untuk pasar domestik," suara Kang Soo-hyun, asisten setianya, memecah keheningan. Soo-hyun adalah tangan kanannya, satu-satunya orang yang ia percaya menjaga M-Nexus selama Matteo melarikan diri ke Manila untuk mengacaukan hidup adik kembarnya, Mark.

Matteo tidak berbalik. Ia hanya menatap pantulan dirinya di kaca. "Soo-hyun, apa Ibu menelepon lagi?"

"Nyonya Lee Young-ae hanya ingin Anda hadir di acara amal akhir pekan ini. Beliau terus mendesak agar Anda segera mencari pendamping dari kalangan luar, sesuai permintaan Anda sebelumnya," lapor Soo-hyun dengan nada teratur.

Matteo mendengus. Pendamping? Setiap kali ia mencoba memikirkan masa depan, wajah Sheena—istri adiknya—selalu muncul seperti hantu. Rasa iri pada Mark yang selalu beruntung dalam hal apapun membuatnya muak. Ia teringat bagaimana ia hampir gila saat mendengar kabar kehamilan Sheena lima tahun lalu.

Malam itu, lima tahun yang lalu di Seoul, ia memesan wiski langka yang sangat keras. Ia mabuk total, mencoba menenggelamkan rasa sakit hatinya terhadap adik kembarnya sendiri. Memori itu samar, namun ia ingat kulit yang hangat dan aroma samar parfum vanilla yang menenangkan. Pagi harinya, ia berada didalam kamar mandi, mengguyur kepalanya berdenyut. Ia sudah menyiapkan selembar cek kosong, siap membayar siapa pun wanita yang menemaninya semalam agar urusan mereka selesai. Namun, saat ia keluar dari kamar mandi, kamar itu kosong. Tidak ada jejak, tidak ada nama, hanya sprei yang berantakan.

Baguslah, pikir Matteo saat itu. Namun kini, setelah lima tahun berlalu, fragmen malam itu terkadang muncul kembali, membuatnya bertanya-tanya: siapa wanita yang ia sakiti malam itu?

Di sisi lain Seoul yang lebih sederhana, sebuah butik dengan papan nama 'Forever-Young' baru saja menutup pintunya. Di dalamnya, Park Chae-young sedang membereskan sketsa gaun terbarunya. Di usianya yang ke-28, ia telah menjadi desainer mandiri yang disegani, namun dunianya hanya berputar pada dua titik: karya seni dan kedua anaknya.

"Mommy! Chae-rin tidak mau makan brokoli lagi!" teriak seorang bocah laki-laki berusia empat tahun, Park Chan-yeol.

"Itu karena rasanya seperti rumput, Chan-yeol-ah!" sahut Park Chae-rin, saudara kembarnya, sambil mengerucutkan bibir.

Chae-young tersenyum, meski hatinya terasa nyeri. Setiap kali menatap Chan-yeol, ia merasa seperti melihat bayangan pria asing yang menghancurkan hidupnya lima tahun lalu. Tragedi itu masih terekam jelas: memergoki kekasih dan sahabatnya berkhianat, lalu berakhir mabuk berat di sebuah bar. Pagi harinya, ia terbangun di hotel dengan tubuh yang seolah remuk. Ia merasa sangat hina dan kotor sehingga ia lari secepat mungkin sebelum pria di dalam kamar mandi itu keluar. Ia tidak ingin tahu siapa pria itu. Ia hanya ingin melupakan malam terkutuk itu.

Namun, satu bulan kemudian, ia mendapati dirinya hamil. Ayahnya, satu-satunya orang tuanya yang tersisa—yang ia miliki, meninggal karena serangan jantung setelah mendengar berita itu. Chae-young yang saat itu berusia 23 tahun dan masih menempuh S2, hampir menyerah. Ia sempat berdiri di depan klinik aborsi, namun saat merasakan detak jantung kecil di rahimnya, ia menangis tergugu. Anak-anak ini tidak bersalah.

"Ayo makan, sayang. Mommy akan buatkan jus apel sebagai gantinya," ucap Chae-young lembut.

Ia membesarkan si kembar sendirian sambil menyelesaikan kuliahnya yang berat. Ia tidak tahu siapa ayah dari anak-anaknya. Yang ia ingat hanyalah suara berat pria itu di tengah kegelapan malam yang memanggilnya “Sayang” dengan nada putus asa—suara yang entah kenapa selama kehamilannya selalu ia rindukan secara tidak logis.

Sore itu, Chae-young menggandeng kedua anaknya berjalan di trotoar kawasan Gangnam. Mereka baru saja dari toko buku dan hendak menuju halte bus. Tiba-tiba, sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti di depan sebuah galeri besar.

Langkah Chae-young terhenti. Dari dalam mobil, seorang pria keluar. Tubuhnya tinggi tegap, mengenakan jas abu-abu gelap yang sangat mahal. Aura kepemimpinannya begitu kuat hingga orang-orang di sekitar tanpa sadar memberi jalan.

Chae-young mematung. Bukan karena ketampanan pria itu, tapi karena jantungnya tiba-tiba berdegup liar dengan frekuensi yang belum pernah ia rasakan selama lima tahun terakhir.

"Tuan Matteo, acara akan dimulai sepuluh menit lagi," ucap asisten di samping pria itu.

Matteo? Chae-young membatin. Nama itu asing baginya. Ia tidak pernah melihat pria itu sebelumnya, namun saat pria itu menoleh sekilas ke arah kerumunan, Chae-young merasakan desakan air mata. Kenapa wajah pria itu kenapa ada kemiripan yang begitu menyakitkan antara struktur rahang pria itu dengan putranya, Chan-yeol?

Matteo sempat menghentikan langkahnya. Ia merasa seperti ada yang memperhatikannya. Ia melirik ke arah trotoar dan melihat seorang wanita yang memegang tangan dua anak kecil. Pandangan mereka bertemu selama dua detik.

Matteo mengernyit. Ada sesuatu pada mata wanita itu yang memicu ingatan samar di kepalanya—fragmen aroma parfum vanilla yang tersembunyi di ingatannya. Namun, sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, Soo-hyun sudah mendesaknya masuk.

Chae-young buru-buru menarik kedua anaknya pergi, menjauh dari galeri itu secepat mungkin. Napasnya tersengal. Tidak mungkin. Itu hanya kebetulan, bisiknya dalam hati. Ia tidak tahu siapa pria itu, dan ia tidak ingin tahu. Baginya, pria yang menghamilinya adalah masa lalu yang terkubur bersama kematian ayahnya.

Namun, di dalam galeri, Matteo terus terbayang wajah wanita tadi. Bukan karena kecantikannya, tapi karena sepasang mata anak kecil yang tadi sempat menatapnya—tatapan yang terasa begitu familiar, seperti sedang menatap cermin masa kecilnya sendiri.

"Soo-hyun," panggil Matteo saat mereka berada di dalam ruangan privat.

"Ya, Tuan?"

"Ah, lupakan. Mungkin hanya pikiranku saja."

Matteo kembali ke Seoul untuk mengubur luka dari Filipina, namun tampaknya, takdir baru saja melemparkan teka-teki yang jauh lebih besar tepat di depan matanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!