NovelToon NovelToon
JIWA YANG TERTUKAR

JIWA YANG TERTUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: enny76

Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas

Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.

Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.

Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rania pegang kendali

Hari terus berlalu, Rania mulai mendapatkan teror dari orang yang tidak ia kenal. Kerapkali ia mendapatkan ancaman melalui telepon, atau kirimkan paket yang berisi bangkai tikus. Rania tidak gentar sedikitpun, ia menghadapinya dengan tenang.

Suara ketukan pintu terdengar berisik di telinga Rania. ia yang sedang membaca buku mengalihkan pandangannya.

"Berisik sekali!" pekiknya

"Masuk!

Pintu di buka kasar. "Heh! Ada asisten Frans di bawah, pakai pakaian mu yang bagus. Jangan terlihat seperti orang miskin!" seru Monic

"Kenapa? Kamu dan ibumu takut ketahuan kebusukannya, kalau aku berpakaian kumel dan dekil?!"

"Terserah! Aku hanya memberitahu mu, kalau hari ini akan mendapatkan uang bulanan dari Kakek Darwin!"

Rania tersenyum sumringah "Kebetulan sekali, skincare ku sudah habis dan aku butuh uang untuk membeli semua kebutuhan ku."

"Hey pikir pakai otak! uang pemberian tuan Darwin untuk kebutuhan makan sehari-hari dan biaya kuliah."

"Wah enak banget jadi kamu ya? semua kebutuhan hidup mu dan Tante Ratih serba gratis!"

"Jaga mulut mu! Paman ku juga keluarkan uang untuk biaya kebutuhan kami!" teriak Monica.

"Kenapa kalian selalu ribut terus!" seru Ratih, yang sudah berdiri di ambang pintu.

"Clara selalu cari gara-gara mah!" serunya, Ratih menarik tangan anaknya agar diam.

"Cla, cepat ganti pakaian mu dan ke bawah. asisten Frans sudah menunggu." ucapnya datar.

"Kalian keluar sana! Aku makin pusing lihat kalian disini!" cetus Rania, ia langsung membanting pintu dengan keras.

"BRAKK!"

"Sialan!" teriak Monica.

"Makin hari Clara semakin berani bertingkah! mah, aku sudah muak melihat tingkah Clara setiap hari."

"Sudah, tenangkan dirimu. Untuk sementara kita mengalah dulu, sampai Ronald mendapatkan cara menyingkirkan Clara."

"Huh!"

Sementara didalam kamar Rania sedang berpikir, pakaian apa yang cocok untuk bertemu asisten kakeknya Clara.

"Aku punya ide!"

Rania meraih alat kosmetik dan mulai menaburkan sesuatu di wajahnya. kemudian ia tersenyum puas.

Clara mulai mengganti pakaiannya dan keluar dari kamar menuruni anak tangga yang berukir. Ia berjalan kearah ruangan tamu.

Frans yang duduk di sofa tampak terkejut dengan penampilan Clara yang nggak biasa.

"Non Clara, wajah anda kenapa banyak luka dan pakaian sobek-sobek." tanya nya penuh prihatin

"Hiks... Hiks... Apa tuan asisten tidak melihat wajah saya bengkak dan penuh luka bekas tabrakan malam itu."

Ratih dan Monic yang berada di ruangan tamu terkejut melihat ulah Clara yang tiba-tiba wajahnya penuh luka. Keduanya saling bersitatap dan tidak menyangka Clara akan bersandiwara di depan asisten kakeknya.

"Tapi kejadian nya sudah dua bulan yang lalu, bukan kah wajah mu tidak separah itu lukanya.' sahut Ratih mulai ketar-ketir.

"Tante hanya sibuk dengan urusan Tante sendiri tanpa perduli dengan nasib ku! Sahut Clara sambil menangis "Om Frans tolong berikan uang bulanan itu pada ku, dan tambahkan buat aku checkup ke dokter." rengek Clara.

Frans mengagguk "Baiklah, nona memang harus checkup ke dokter, karena luka itu sangat berbahaya dan bisa infeksi. Nanti akan saya beritahu tuan Darwin." pria berwibawa tersebut mengeluarkan cek dari tasnya dan memberikan cek tersebut ke tangan Clara.

"Untuk tambahan berobat nanti saya transfer ke rekening nona."

Clara tersenyum samar, ia melihat kedua wanita di depannya menahan amarah, sebab Clara mulai melancarkan serangan pelan-pelan.

"Apa ada lagi yang Nona butuhkan."

"Om, tolong tambahkan uang jajan ku untuk membeli pakaian yang sudah usang ini. Pakaian ku sudah tidak layak. Lihat Tante Ratih dan Monica selalu berpenampilan Hedon dan sangat anggun dengan pakaian serba mahal."

Monica mengebrak meja dengan keras, membuat asisten Frans terkejut dan membulatkan matanya.

"Itu tidak benar, wanita ini sedang bersandiwara. Jelas-jelas ia mencuri uang mama untuk membeli pakaian baru."

"Monic! Jaga bicara mu di depan tuan Frans!" tegur Ratih.

Selama ini Ratih selalu bersandiwara di depan Frans, seakan-akan ibu tiri yang baik. Dan sikap Monic yang lembut selalu dapat pujian dari Frans, tapi sekarang ia sudah bisa melihat sendiri karakter Monica.

"Tuan Frans, saya minta maaf atas kelancangan anak saya, Monic sedang tidak enak badan, makanya suka labil." ucap Ratih menutupi kekurangan anaknya.

Rania kembali tersenyum puas, ia memang sengaja bersandiwara di depan Frans, agar pria itu tahu kebusukan Ratih dan anaknya.

"Tunggu, apa benar Clara mencuri uang nyonya? Bukankah Clara sudah mendapatkan uang bulanan dari tuan Darwin?" tanya Frans dengan alis mengeryit.

"Tidak! Bukan begitu maksud Monic, dia hanya salah paham. Aku selalu adil memberikan uang untuk Clara dan Monic."

"Clara, pergunakanlah uang ini dengan baik, jangan untuk foya-foya atau berbelanja yang tidak penting." tukas Frans.

Rania menoleh kearah mereka berdua "Sekarang Tante Ratih dan Monic harus dengar sendiri bukan? apa yang sudah di sampaikan om Frans. Jangan pergunakan uang kakek untuk gaya hidup Hedon." celetuk nya menyindir

Ratih terlihat murka, wajahnya tertunduk sambil mengepal kuat jemarinya. Ada bara dendam di hatinya, karena sudah di permalukan oleh anak tirinya. "Awas kau Clara!" pekik Ratih dalam hati.

"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu."

"Om, ada lagi satu hal yang harus om lakukan."

"Lakukan apa?!"

Rania menatap tajam wajah Monica, lalu berkata dengan nada ketus "Lacak orang yang telah menabrak Clara!"

Monica terkejut bola matanya membulat sempurna, lalu ia menoleh pada sang mama untuk bicara sesuatu, agar Frans tidak curiga.

"Apa Nona melihat plat nomor kendaraannya, bila ingat akan mudah di lacak."

Rania menggeleng cepat, sebenarnya ia curiga pada Monica, Namun ia tidak memiliki bukti.

"Aku tidak ingat om, tau-tau aku sudah berada di atas ranjang pasien."

"Baiklah, akan saya sampaikan pada tuan Darwin, dan mencari informasi tentang si penabrak itu."

"Terima kasih banyak om, sampaikan salam dari ku, aku kangen Kakek."

Frans mengagguk "Kalau begitu saya permisi."

"Saya antarkan." sahut Clara, ia mengikuti langkah Frans sampai carport.

"Mah! Clara semakin berani pada kita! bisa-bisa kita di injak-injak oleh wanita sialan itu!"

"Kita harus punya cara untuk menaklukkan Clara, anak ini semakin berani!" balas Ratih sambil menghela nafas kasar.

"Bagaimana dengan nasib ku mah? Clara mulai meminta bantuan Frans untuk mencari si penabrak itu. Aku takut masuk penjara, apalagi Clara semakin berani menentang kita!"

"Kamu jangan takut, mama akan minta bantuan Ronald untuk menangani kasus ini."

Rania berjalan masuk kerumah setelah mobil Frans menghilang dari pandangannya. Ia sengaja berjalan melewati Monica dan Ratih.

"Clara berhenti!" seru Ratih

Rania berhenti dan menoleh "Ada apa lagi?!

Ratih berjalan mendekat dan merebut cek dari tangan Rania. "Cek ini milik ku, kau tidak bisa kelola uang ini!"

Rania tidak tinggal diam, ia menarik tangan Ratih dan di pelintir ke belakang. Sontak Ratih menjerit kesakitan. Rania merebut kembali cek tersebut.

"Berani sekali merebut cek dari tangan ku!'

"Dasar gila!" jerit Ratih.

"Berani sekali pelintir tangan mama ku!" teriak Monica.

Rania berdecih "Jangan pernah merebut yang bukan hak kalian! Rubah gaya hidup kalian! Mulai sekarang aku yang pegang kendali di rumah ini!"

"Ap-apa?! Pekik Ratih dan Monic bersamaan

💜💜💜💜

1
Irma Juniarti
sukurinnn......🤪
Irma Juniarti
mantap Rania 👍👍👍🤣
Irma Juniarti
semoga kamu nantinya bisa masuk penjara bukan hanya kamu mama dan paman mu juga.
Irma Juniarti
mampusssss🤪
Irma Juniarti
mantap Clara buat tuh duo wanita licik ketar ketir di buantanya🤣🤣
Irma Juniarti
klu muak ya kalian pergi sana jangan di lihat🤪
Irma Juniarti
masak iya.
Irma Juniarti
suka2 Rania kan uangnya miliknya.
Femmy Pantow
👍clara
Femmy Pantow
👍 rania
Femmy Pantow
smg rania bisa mengatasi semuanya di rumah barunya....
sabar sahabat baik rania ...rania masih dlm misi besar🤭
Femmy Pantow
mampus kau ronald dihajar habis2an oleh rania...bgmn kalau ronald yg keluar sdh babk belur ya...ratih bianca😀
Umi Kulsum
sungguh sadis bner perbutan ratih....suatu saat akan nrima karnaya
@☘𝓡𝓳◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Rasain 🤪
@☘𝓡𝓳◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Semoga kamu ketahuan Monica 😏
Alya
keren Thor lanjut
Ekka
Clara Rania keren
Siti Muntamah
rasain mau coba 2 ngelawan Rania bisa 2 kalian yang remuk sendiri selamat menikmati penyiksaan Rania biar mereka kapok dan angkat kaki dari rumah Clara
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan Ratih Monica 🤣
semua dikendalikan Rania 🤣
@☘𝓡𝓳◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Cerita yg keren 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!