NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

"Aku menyukaimu Alana. "

Alana merasakan desiran halus di dalam dadanya.

Apa baru saja Rayan mengungkapkan perasaan nya?

Rayan menarik tubuh Alana agar mereka saling menatap satu sama lain. Jangan di tanya lagi perasaan Alana saat ini. Yang jelas sulit dia deskripsikan.

Gugup

Campur aduk.

Dia hanya berharap Rayan tidak mendengar suara detak jantung nya yang tak beraturan itu. Apalagi mereka sedekat ini.

"Apa kamu tidak ingin mencoba membuka hatimu Alana, untuk saya sepenuh nya." Ungkap Rayan karena Alana sama sekali tak mau merespon ungkapan nya barusan.

Padahal ia sudah menekan rasa gugup nya, dengan mengungkapkan isi hatinya barusan.

Alana mengigit bibir bawahnya. Masih tak bersuara.

"Jika kamu tidak mau mencoba, kamu akan selalu terjebak dengan perasaan mu sendiri. Lalu bagaimana hubungan kita bisa terjalin dengan semestinya." Sambung Rayan sambil menyelami tatapan nya pada kedua mata indah milik Alana itu .

"Maaf mas." Lirih Alana dengan suara pelan, nyaris berbisik.

Rayan tersenyum masam. Lantas pria itu langsung membalik kan tubuhnya, memunggungi Alana.

"Tidurlah sudah malam." Kata pria itu dengan suara dingin yang menusuk. Meski suara Rayan tidak terdengar nyaring, namun mampu membuat perasaan Alana tak nyaman.

Alana meremas ujung selimut nya.

Sebenarnya ia ingin kembali mengatakan sesuatu. Namun sepertinya Rayan tak ingin berbincang lagi.

Sementara Rayan hanya bisa membatin. Berpikir kata maaf yang terlontar dari mulut Alana, adalah permintaan maaf atas dirinya yang masih terjebak dalam cintanya pada Bian.

Kedua manusia di atas kasur itu masih saling  terjaga dengan pikiran masing masing. Hingga pada akhirnya terlelap dengan sendirinya.

***

Rayan dan Kevin berlari keliling kompleks. Pagi hari yang mulai menampakan sinar mentarinya, menerangi pijakan kaki kedua ayah dan anak itu.

Nafas keduanya saling berderu. Ini merupakan pertama kali keduanya berjoging bersama.

"Dad." panggil Kevin.

Rayan menoleh kesamping, keringat di keningnya sudah banjir . Tangannya begerak mengusap keringat itu dengan handuk kecil.

"Pasti bangun tidur mommy cari kita dad." sambung Kevin bersuara, Rayan tersenyum tipis.

"Jelas, tapi daddy sudah beritahu bibi untuk memberitahukan pada mommy jika kita jogging. " Terang Rayan, Kevin mengangguk kepala.

Keduanya akhirnya memilih berjalan santai. Banyak warga di sekitar komplek itu yang melakukan olahraga di pagi minggu seperti ini.

"Mau sarapan bubur ayam?" Tawar Rayan.

"Boleh dad, lapar soalnya." Rayan langsung merangkul lengan Kevin dan membawa sang putra ke seberang jalan raya. Di mana penjual bubur langganan nya berada.

***

Sementara di kediaman Rayan, Alana baru saja bangun, wanita itu masih mengumpulkan nyawanya sambil menatap langit langit plafon.

Tak mendapatkan Rayan di samping nya tentu membuat Alana bertanya tanya kemana pria itu. Karena setau nya , Rayan tak ada pekerjaan hari ini. Namun pria itu sudah tak nampak batang hidung nya.

Alana segera bangun dari baring nya, sambil tangannya bergerak meregangkan otot otot yang terasa kaku usai tertidur pulas.

Tangan nya menutup mulut kala kembali menguap, seraya menapakkan kakinya di lantai marmer. Melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

Dia kesiangan bangun.

Kemungkinan Rayan dan Kevin juga pasti sudah sarapan di bawah sana. Pastinya bibi sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.

Terkadang memang Alana turun tangan membuat sarapan. Namun kali ini dia bermalasan dengan bagun siang. Lebih lagi semalam sedikit larut malam tidurnya.

Alana memilih membersihkan diri lebih dulu, baru dirinya akan keluar dari kamar.

Selang beberapa saat Alana sudah menyelesaikan kegiatan mandinya. Wanita itu keluar dari kamar mandi dan langsung melangkah ke arah walk in closet.

Dalam balutan dress santai. Alana keluar dari kamar dengan wajahnya yang sudah cantik dan fresh. Bertepatan Rayan dan Kevin yang baru masuk ke dalam rumah.

"Kalian habis joging? " Tanya Alana memindai penampilan keduanya.

"Ya, mom." Sahut Kevin. "Kita belikan mommy bubur ayam. " Kata Kevin sambil mengangkat kantong plastik.

"Kok nggak ajak mommy sih." Sahut Alana protes, sambil melirik suami nya yang nampak acuh.

"Kata daddy mommy tidurnya nyenyak. Daddy susah bangunin." Sahut Kevin.

"Kevin daddy mau mandi dulu." Pamit Rayan tanpa melirik sama sekali ke arah Alana. Ia hanya menatap putra sambung nya saja.

Jelas Alana sudah berpikir yang tidak tidak saat ini.

"Iya dad. " Sahut Kevin seraya meletakkan kantong plastik berisikan bubur ayam untuk Alana di atas meja. Anak laki laki itu sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi pada kedua orang tua nya.

Rayan melewati Alana begitu saja. Pria itu hanya melirik singkat. Alana meremas jemarinya dengan kuat.

"Kevin kamu mandi juga, Ohya kalian sudah sarapan? "

"Kan sudah mom sarapan bubur." Alana meringis pelan, dia jadi linglung sendiri.

Alana meminta Kevin naik saja ke atas untuk membersihkan diri terlebih dulu.

Dan ia akan masuk ke kamar dulu menyiapkan baju untuk Rayan.

Saat Alana membuka pintu kamar, Rayan sedang membuka baju nya. Pria itu hanya menoleh singkat pada Alana.

"Mas." Panggil Alana.

Dia tak suka situasi seperti ini. Rayan mengacuhkan diri nya. Benar saja pria itu hanya bergumam saja sebagai sahutan. "Mas marah sama aku?" Tanya Alana langsung yang di balas gelengan kepala oleh Rayan dan langsung melangkah ke arah kamar mandi begitu saja.

Alana yang melihat itu sontak kesal bukan main. Kalau tidak marah tentu Rayan tak seperti ini. Dia tak suka di acuhkan oleh suami nya.

Wanita itu tanpa sadar ikut masuk ke dalam kamar mandi, tentu saja aksi Alana membuat Rayan terkejut bukan main. Untung nya ia masih menggunakan celana training nya.

"Kamu ngapain ?" Tanya nya langsung.

"Kamu kenapa sih mas, terkesan cuek gini. Aku nggak suka sikap kamu acuh." Terang Alana jujur, dia tak bisa menahan diri untuk tidak protes langsung.

Bahkan biasanya saat melihat Rayan telanjang dada dia akan merasa malu, kali ini sama sekali tak bereaksi apa pun.

"Perasaan kamu aja." Sahut Rayan santai.

"Mas kamu marah karena yang semalam. Aku semalam masih mau ngomong sebenarnya mas, tapi kamu langsung membelakangi aku." Jelas Alana. Sepertinya pokok permasalahan dirinya di acuhkan seperti ini karena pembahasan semalam.

"Lupakan aja yang semalam, nggak penting juga bagi kamu." Sahut Rayan dingin, terkesan malas membahas semalam . "Keluar Alana , saya mau mandi." Usir Rayan tegas, membuat Alana menatap tak percaya pada suami nya.

Untuk pertama kalinya Rayan seperti ini padanya.

Alana menertawakan dirinya di dalam hati. Kenapa perasaan nya sakit dengan Rayan yang bersikap seperti ini.

Tanpa menjawab Alana keluar dari kamar mandi, dengan perasaan sedih yang tiba tiba menggerogoti hatinya.

Bahkan air mata nya menetes tanpa permisi.

1
tia
kasihan nasib u rayan 😁
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!