NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Keisya Ribut, Bastian Panik

David kembali mendatangi rumah sakit, dimana ibunya di rawat. Langkahnya gontai, teringat dengan ucapan Ayahnya.

"Tanya ibu kamu"

Tidak mengiyakan, namun jawaban Ayahnya membuat dia ragu akan statusnya.

Apakah dia dan kakaknya benar-benar bukan anak kandung Ayah Bastian?

Saat tiba, David melihat ibunya tengah tertidur. Dia berdiri di samping, memperhatikan baik-baik wajah tenang tersebut.

Napasnya berhembus pelan.

Sebanyak apapun dia berusaha, dia maupun kakaknya memang tidak memiliki kemiripan sedikitpun dengan Ayah Bastian. Mereka mewarisi hampir sepenuhnya gen ibunya. Struktur wajah, tinggi badan, dan sifat mereka, semuanya sama.

Mereka bukan pendiam, hanya keadaan yang memaksa mereka seperti itu. Terutama sebelum dan sesudah perceraian kedua orangtuanya.

Keluarga mereka terpecah, hancur tak terbentuk. Sekalipun keluarga mereka awalnya memang bukan keluarga harmonis, namun David dan kakaknya tetap menganggap seperti itu selama mereka berada satu atap yang sama.

Mereka bahagia, sebelum akhirnya pertikaian mulai terjadi. Intensitas nya semakin sering seiring berjalannya waktu. Entah masalah apa yang yang kedua orangtuanya alami, mereka tidak terlalu mengerti saat itu. Mereka hanya tahu Ayah dan ibunya bertengkar, dan berakhir ibunya meninggalkan rumah.

Lebih tepatnya, Ayahnya yang mengusir.

David ingin ikut dengan ibunya saat itu, namun keinginannya itu di tolak mentah-mentah. Ibunya menyuruhnya dan Haikal untuk tinggal dengan Ayahnya. Lagi lagi mereka tidak tahu alasannya, namun tidak memiliki pilihan lain selain menurut.

"David?"

Suara Diana membuyarkan lamunan David. Dia sampai tidak sadar jika ibunya sudah membuka mata.

"Ibu, aku mau tanya sesuatu"

"Apa?" Diana pikir pertanyaan yang di ajukan anak keduanya ini ada hubungannya dengan kejadian yang menimpanya kemarin. Namun yang di dengernya sangat jauh dari perkiraannya.

"Aku sama kak Haikal sebenarnya anak siapa?" David melihat keterkejutan luar biasa pada wajah ibunya. Ekspresi itu, entah untuk kekecewaan karena dia meragukan statusnya, atau memang karena sebuah kebenaran tersembunyi yang dia ungkit. "Kita bukan anak Ayah kan?"

Satu kata terakhir 'kan' seolah David sudah yakin dengan tebakannya.

"Apa maksud perkataan kamu David?! Tentu saja kalian anak Ibu sama Ayah!" Diana menjawab cepat, suaranya sedikit keras, namun terkontrol.

Namun David menebaknya sebagai kepanikan.

"Ayah kamu bilang apa sebenarnya? Dia tidak mengakui kalian sebagai anak? Kalau kalian bukan anaknya, kenapa pengadilan memutuskan kalian untuk tinggal sama Ayah?"

"Tapi itu tidak wajib kan sebenarnya? Karena jika dibanding Ibu, Ayah jauh lebih mampu mengurus kita berdua dalam segala hal. Jadi keputusan itu diambil. Kita juga boleh tinggal sama ibu sesekali, tapi ibu menolak"

Diana diam.

Kenapa dia justru ragu pada status Bastian alih-alih Diana? Jawabannya ada pada sikap Bastian pada mereka. Ayahnya bertanggung jawab pada materi, namun membatasi pada urusan pribadi. Itu tidak selayaknya seorang Ayah pada anaknya. Belum lagi sifatnya yang dingin, tidak berbeda bahkan kepada mereka berdua.

Sedangkan Diana, mungkin jika mereka tidak memiliki kemiripan, David akan berpikir jika dia anak angkat.

"Ayah bilang apa sebenarnya David? Kenapa kamu jadi seperti ini?" sebelum pergi David baik-baik saja, wajar jika dia berpikir seperti itu.

David menggelengkan kepala, "Justru Ayah ga bilang apa-apa"

Diana bergerak, mengambil salah satu tangan David, "Dengerin ibu. Kamu sama Haikal anak Ayah dan Ibu. Ibu bisa jamin itu"

\=\=\=\=\=

Untuk kali pertama selama kuliah, Keisya ribut dengan mahasiswi lain. Mereka terlibat cekcok hebat sebelum akhirnya terjadi kontak fisik. Seperti pertengkaran antar wanita pada umumnya, saling jambak, tampar dan cakar tak terelakkan. Dan itu diperparah dengan keterlibatan Sisi dari pihaknya. dan teman-teman dari kubu sebelah.

Perlu diingatkan, itu terjadi masih ada di lingkungan kampus.

Jadi, di sinilah mereka berakhir.

Di ruang salah satu dosen, dan sialnya orangnya adalah yang terkenal paling killer seantero universitas.

Sempurna sekali bukan?

"Saya tidak peduli siapa yang memulai, tapi kalian sudah keterlaluan! Kalian pikir ini area tinju?!" suaranya begitu menggelegar, menusuk gendang telinga semua orang yang ada di ruangan itu.

Sisi menggosok telinganya, lalu menjawab, "Iya kita tahu Pak kalau ini kampus. Tapi kita cuma membela diri. Masa ada orang yang mukul, kita diem aja? Bisa habis kita Pak"

Dosen itu melotot tajam pada Sisi, "Ngejawab lagi kamu!"

Ekspresi Sisi semakin jengah. Tadi saja mereka diam, pria galak ini marah-marah. Sekarang dia sudah menjawab, masih juga kena marah.

"Terserah Bapak aja lah. Pusing saya"

Sidang singkat itu berakhir dengan pemanggilan orangtua mereka yang terlibat, untuk datang ke kampus besok. Sisi sudah hampir protes, namun urung saat mata dosennya semakin melotot hampir terlepas dari tempatnya.

Di luar ruangan, aura permusuhan masih begitu kental di antara mereka berlima.

"Ini semua gara-gara kalian berdua" Itu Widya, perempuan yang menjadi lawan duel Keisya.

Sisi berkacak pinggang, "Lo yang mulai duluan ngatain temen gue yah, monyet!"

Kedua teman Widya tidak terima, "Berisik lo, setan!" sentak salah satunya.

"Tau. Lagian temen lo kan emang simpenan Om Om"

Yah, itu awal mula terjadinya cekcok. Widya tiba-tiba mengatai Keisya sebagai Sugar Baby. Bahkan jadi simpanan Om om.

Keisya tidak terima. Insting bertahannya langsung aktif. Dia membalas perkataan Widya dengan mengatainya jelek. Namun Keisya justru kena tamparan. Saat itu Sisi yang memang sedang bersamanya, langsung membalas menjambak rambut Widya.

"Alah bacot lo semua. Bilang aja kalian iri sama temen gue kan? Kecentilan sama si Om, tapi si Omnya justru kepincut sama temen gue"

Om om yang dimaksud mereka adalah Bastian.

Sudah bukan rahasia umum lagi tentang kedekatan Keisya dan Bastian di kampus mereka. Meskipun mereka hanya tahu jika kedekatan itu hanya karena Bastian yang bersahabat dengan Papa Keisya. Namun tidak sedikit juga yang menganggap janggal kedekatan keduanya.

Bastian terlalu protektif untuk sekedar teman dari Papanya saja.

"Makanya ngaca. Muka dempul begitu mau saingan sama temen gue yang kinclong begini. Mana dikatai jelek ga terima lagi" gerutu Sisi pada akhir kalimatnya.

"Keisya?" Suara dari arah lain terdengar, mengalihkan perhatian mereka. Di depan sana, orang yang sedang menjadi bahan perdebatan muncul. Terlihat langkahnya sangat tergesa, ekspresinya pun menunjukan kepanikan.

Wow.

Para wanita dibuat terbengong oleh visual Bastian yang begitu panas dan menggoda. Kemeja dengan tangan yang tergulung, celana bahan super mengkilap dan licin, serta otot-ototnya yang menonjol, membuat mereka menelan ludah.

Keisya menyipitkan mata. Kenapa Bastian bisa ada di sini? Apa pria itu tahu apa yang baru terjadi?

"Kenapa wajah kamu? Sakit?" fokus Bastian langsung tertuju pada sebelah wajah gadisnya yang kembali membengkak. Luka di sudut bibirnya pun kembali terbuka. Dia merabanya pelan.

Keisya diam sejenak. memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan. Setelahnya dia merubah ekspresi wajahnya semenyedihkan mungkin, lalu menunjuk ke arah Widya,

"Dia nampar aku. Katanya dia suka sama Om, terus ga suka liat aku deket sama Om. Jadi dia marahin aku, terus pukul aku. Dia juga narik rambut aku" adunya penuh dramatis.

"Tanya Sisi kalau Om ga percaya" tambahnya melibatkan temannya.

Sisi membuka lebar mulutnya. Dia benar-benar tercengang. Dia baru tahu jika temannya bisa melakukan hal seperti itu.

Widya sendiri langsung gelagapan. Dia panik sendiri setelah Bastian meliriknya dengan tajam.

Keisya sialan. Dia bahkan bisa melihat seringai kecil yang ditunjukan padanya.

Wanita ini ternyata benar-benar licik.

1
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
Evi Lusiana
lo gk tau aj kal klo tersangkany y bpk lo pk duda yg lg ngejar targetny
Evi Lusiana
modusmu pak duda
Evi Lusiana
mm keisya kmn thor
D_wiwied
double up triple up banyak up duoong 😆🤭
D_wiwied: semangat kakak 💪💪
total 2 replies
D_wiwied
astagaaa si om sama anak sendiri cemburu 🤭 don't worry om, kei ga suka sm David dia hanya care sm anakmu tp emang lain cerita sm anakmu, dia ngfans ato mungkin suka ma kesayanganmu tuh 😆🤣
Esti 523
daebak keisya ternyata suhu
D_wiwied
ciyuuss?? apa beneran?? kepo maksimal akuh 😆
D_wiwied
waah kereeen.. si Kei emang badas walau keceplosan ya kei, ngaku jg kamu akhirnya.. pasti seneng banget tu om Bas, alamat bakal dikekepin terus nanti 🤭😆
D_wiwied
apa hakmu marah2, kan kamu cuma mantan
Esti 523
kamu ketahuan oh no
D_wiwied
haisssh siapa lg ini main masuk apart begitu aja, ganggu om Bas kaan 🤭😆😆
D_wiwied
wah gawat ni si om, bawaannya pingin berduaan terus 🤭😆
D_wiwied
menang banyak om Bas 😆🤭
hehe besok kamu ga akan bisa ngelak lg kei kalo liat bukti dr Sisi 🤣🤣
Esti 523
dobel up donk
Esti 523
ada apa dgn masalalu keysa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!