Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LEIKA MASIH HIDUP?
Jeduarrrr...
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Gio mendadak jadi kaku.
" A.. Apa maksudmu?" Tanya Gio seperti orang linglung.
" Leira yang menyebabkan Amel meninggal. Amel itu wanita yang sangat kamu cintai. Kalian sudah bersama sejak lama, bahkan kalian telah merencanakan pernikahan. Tapi sayangnya Leira melenyapkan Amel. Dan setelah itu, kamu benci banget sama Leira. Kamu selalu menyerang markas Leira dan berencana membunuhnya. Coba kamu ingat ingat kalau kamu tidak percaya." Ucap Jovan.
Sekelebat bayangan bayangan itu ada, tapi tidak ada bayangan wanita lain selain Leira.
" Kau bohong! Aku tidak mengingat siapapun. Aku rasa memang tidak ada wanita selain Leira. Jadi kamu jangan coba coba memprovokasi aku. Apa kau mengerti?" Ucap Gio penekanan.
Jovan tersenyum sinis. " Terserah kau saja, yang jelas sekarang balikin saham gue. Elo nggak berhak mengambil saham itu dari gue." Ujar Jovan.
" Anggap saja sebagai hukuman karena kamu telah berbuat curang pada istriku." Ucap Gio.
Jovan mengerutkan keningnya. " Emang bener bener gila nih orang. Dia yang ngajak kerja sama, dia juga yang nuduh gue berbuat curang. Dasar laki laki nggak guna." Cebik Jovan meninggalkan Gio sendirian di ruangannya.
" Apa semua yang dia ucapkan benar? Tapi kenapa aku tidak ingat? Apa mungkin Leira benar benar melenyapkan wanita yang aku cintai? Tapi wanita yang aku cintai cuma Lei, nggak ada yang lainnya." Monolog Gio.
**
Di dalam ruang rawat Bima, saat ini Bima sedang duduk bersandar sendirian. Leira ada urusan dengan Felix. Ia menerawang kejadian demi kejadian yang ia lalui bersama Leira akhir akhir ini.
Tanpa sadar ia tersenyum bahagia. " Aku tidak menyangka kalau pada akhirnya Lei mau menerima aku dan pernikahan ini. Aku akan selalu menjaga hubungan ini. Semoga kelak kami bisa hidup bahagia." Monolog Bima.
Ceklek..
Bima menoleh ke arah pintu, ia tersenyum ketika melihat siapa yang datang.
" Sayang kamu sudah kembali?" Ucap Bima dengan mata berbinar.
" Iya mas." Sahut Leira duduk di bangku yang ada di samping ranjang.
" Apa masalahmu sudah selesai?" Tanya Bima lagi.
" Emm." Gumam Leira menganggukkan kepala.
" Apa masalah perusahaan lagi?"
Leira menggelengkan kepala.
" Kalau boleh aku tahu, memang masalah apa?" Tanya Bima lagi.
" Flomy."
" Flomy?" Bima mengerutkan keningnya menatap Leira.
" Ya. Felix berhasil menangkap dia di tempat persembunyiannya. Dan kini dia sedang di tangani oleh para anak buahku. Apa kamu mau meminta aku untuk membebaskannya lagi?" Ujar Leira menatap Bima.
" Ah tidak, kali ini aku tidak mau ikut campur dalam masalah kalian. Aku tidak mau menyesal seperti kejadian sebelumnya. Maafkan aku karena menuruti permintaanku malah membuatmu repot." Ucap Bima menggenggam tangan Leira.
" Tidak apa apa itu semua sudah berlalu. Toh sekarang Flomy udah tertangkap lagi. Dan kali ini tidak akan aku lepaskan lagi. Dia harus tiada di tanganku." Ucap Leira mengepalkan erat tangannya.
" Tidak." Ucap Bima. " Kamu tidak boleh mengotori tanganmu sendiri demi wanita itu. Aku tidak mengijinkannya sayang. Kalau memang dia harus lenyap, maka biarkan orang lain yang melenyapkannya. Tangan indahmu ini hanya kamu gunakan untuk merawatku. Apa kau paham istriku tersayang?" Tanya Bima menatap Leira penuh cinta.
" Iya aku paham mas. Akan aku lakukan keinginanmu kali ini." Sahut Leira tersenyum lebar.
" Terima kasih sayang." Ucap Bima.
" Sama sama suamiku sayang." Sahut Leira.
" Panggilanmu terasa begitu teduh di hati ini yank." Ucap Bima.
" Ah gombal." Cibir Leira.
" Ih pipi kamu merah tuh. Kamu malu ya... " Goda Bima.
" Apaan sih." Ucap Leira.
" Sini yank!" Ucap Bima menepuk kasur di sisi sebelahnya.
" Mau ngapain? Nggak usah nakal ya." Ucap Leira. Ia tahu pasti Bima ada maunya.
" Enggak nakal sayang, cuma mau.."
" Mau apa hmm?" Ucap Leira menatap Bima dengan tajam.
" Mau ini." Sahut Bima menyentuh bibir manis milik Leira yang berwarna pink.
" Nggak mau ah, entar ujung ujungnya suruh itu lagi." Sahut Leira.
" Buruan yank!" Ucap Bima manja.
Leira menghembuskan kasar nafasnya. Ia duduk di samping Bima menghadap ke arahnya. Bima membenarkan posisinya mendekati Leira. Ia membungkukkan badannya hingga wajah mereka berdekatan.
Cup...
Bima mengecup bibir Leira dengan lembut.
" Andai saja kaki ini berfungsi dengan baik, aku pastikan kamu akan mengandung anakku berkali kali. Bahkan sampai puluhan kali."
Plak..
Leira memukul lengan Bima. " Enak aja, satu aja sakitnya minta ampun apalagi sampai puluhan. Nggak mau ya, enak di kamu susah di aku." Sahut Leira.
" Kok bisa gitu?" Tanya Bima.
" Ya iya, kamu enak pergi kerja. Sedangkan aku? Aku harus di rumah mengurus rumahmu dan anak anakmu. Nggak bisa aku bayangkan gimana capeknya aku. Udah jadi babysitter masih jadi pelayanan, belum juga jadi partner ranjangmu setiap malam. Pasti ribet banget." Cerocos Leira membayangkan bagaimana repotnya menjadi seorang ibu rumah tangga. Kadang mereka sering di sepelekan dan di anggap tidak punya kerjaan. Padahal dari membuka mata sampai menutup mata malam harinya, ada aja pekerjaan yang mereka lakukan.
" Aku pasti bakal bantuin kamu sayang. Kalau perlu kita sewa babysitter, satu anak satu. Dan kita sewa banyak pelayan supaya kamu tidak kelelahan. Nggak akan aku biarkan kamu mengurus semuanya sendirian. Aku menikahimu bukan untuk menjadikanmu babu, tapi menjadikanmu ratu di dalam hidupku." Ujar Bima.
" Kata katamu membuatku terharu mas." Ucap Leira.
Bima memajukan wajahnya, ia kembali mencium bibir Leira. Kali ini sangat lembut hingga membuat Leira terbawa suasana. Keduanya kembali terlena dengan manisnya saling bertukar saliva sampai...
Ceklek...
" Eh maaf maaf. Mama tidak lihat apapun."
Keduanya melepas ciumannya, mereka menoleh ke arah pintu. Rupanya nyonya Hani dan nyonya Nia yang datang mengunjungi mereka.
" Mama."
" Mama." Ucap Bima dan Leira bersamaan.
Leira langsung turun dari ranjang, ia menghampiri kedua wanita yang kini menjadi ibunya.
" Maaf kalau kedatangan kami mengganggu kalian berdua." Ucap nyonya Nia.
" Mama apaan sih. Aku sama mas Bima tidak lagi ngapa ngapain kok." Kilah Leira.
Nyonya Nia dan nyonya Hani saling melempar pandangan lalu keduanya tersenyum.
" Kami pernah muda Lei. Nggak usah malu malu kami memakluminya. Apalagi bunga cinta di antara kalian sedang mekar mekarnya. Ya nggak bu besan." Ujar nyonya Hani.
" Iya." Sahut nyonya Nia.
Nyonya Nia menatap Bima. " Bagaimana keadaanmu sekarang Bim? Apa sudah mendingan atau masih sama dengan sebelumnya?" Tanya nyonya Nia.
" Masih sama, ma. Belum ada perubahan. Besok baru mau mulai terapi. Do'akan semoga kakiku bisa segera pulih ya ma." Sahut Bima.
" Tentu mama akan mendoakan yang terbaik untukmu." Sahut nyonya Nia.
" Terima kasih ma." Ucap Bima.
" Oh ya kedatangan kami ke sini karena... " Nyonya Hani menjeda ucapannya. Ia menatap nyonya Nia.
" Ada apa ma?" Tanya Bima menatap keduanya.
" Rupanya Leika masih hidup."
" Apa????"
TBC...