NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

"Mas sibuk yah?" tanya khaulah melihat suaminya yang sedang berkutat dengan berkas-berkas kantornya. Khaulah duduk di samping suaminya lalu ia sandarkan kepala nya pada bahu lebar Fatih.

"Kenapa hm? Sudah malam kamu tidak tidur?" tanya Fatih melirik sekilas pada khaulah. Ia merasakan gelengan kecil pada lengannya. "Mau saya temani, hm?"

"Gak deh, mau nungguin mas selesai kerja saja."

"Masih lama sayang..., kamu tidur saja yah? nanti kamu kurang tidur, gak baik loh. Yuk saya temenin." ajak fatih.

"Yaudah."

Fatih menuntun istrinya naik ke ranjang lalu kedua pasutri itu berbaring berhadapan. Fatih membawa khaulah ke dalam pelukannya. Lalu tangannya bergerak mengusap punggung istrinya.

"Tidur sayang..." perintahnya karena khaulah masih menatap dirinya.

"Mas, ganteng."

Fatih tersenyum, lalu mengecup pucuk kepala istrinya. "Kamu cantik, beautiful, sweet, lucu."

Khaulah memukul pelan dada bidang suaminya. "Mas! Malu tahu." ucapnya

"Gapapa saya suka lihat kamu malu seperti itu, Humairah." pujian itu berhasil membuat pipi khaulah semakin memerah.

"Mas..., udah ah." khaulah bersembunyi di dada bidang suaminya. Lantas Fatih mengeratkan pelukannya kini tak ada jarak sedikit pun antara lain.

"Saya cinta sama kamu Humairah." ucapnya. Hidungnya menghirup aroma rambut istrinya. "Saya mau kamu boleh?"

Terdengar dengkuran halus serta napas yang mulai teratur membuat Fatih terkekeh kecil. Istrinya sudah tidur ternyata.

Fatih bergerak mencoba melepaskan diri untuk kembali menuntaskan pekerjaan nya namun tangan sang istri semakin mempererat pelukannya. Kalau sudah seperti ini maka dia tidak bisa berbuat apa-apa kalau ia memaksa maka istri nya akan bangun. Matanya pun kebetulan sudah berat rasa kantuk menguasainya hingga beberapa saat ia juga ikut menyusul istrinya ke alam mimpi. Laptop nya ia biarkan menyala menampilkan file pekerjaan yang telah ia simpan.

****

"Uma..." panggil Yasmine kala tidak melihat kehadiran Hafsah. Nilam melihat keberadaan Ning nya yang tengah celingak-celinguk mencari sesuatu. Lantas ia menghampiri nya.

"Assalamu'alaikum ning." salamnya

"Wa'alaikumussalam, Nilam ngagetin aja."

Nilam terkekeh. "Afwan Ning, Ning cari apa?" tanyanya

"Cari Uma, kamu lihat?"

Nilam mengangguk. "Sudah di masjid sama Abi Ning."

"Hm, jadi gue ditinggal nih?" lesu nya.

"Mau saya antar Ning?"

"Gausah, ngapain? Repotin kamu aja nanti. Yaudah aku ke masjid dulu yah..."

"Silahkan Ning."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

********

Khaulah telah selesai memasak dibantu oleh Fatih yang kini sedang mandi. Khaulah memasukkan beberapa kotak makanan untuk ia bawa piknik nanti, karena hari ini kedua pasutri itu akan pergi piknik yang tertunda kemarin. Fatemah keluar dari kamar lalu berjalan menuju dapur masih terdapat khaulah di sana.

"Banyak banget nak? Untuk siapa?" tanya fatemah saat melihat banyak nya makanan di atas meja.

"Umi, sudah bangun?" basa basi nya lalu cengengesan sendiri karena malu untuk sekedar mengatakan jika akan pergi berdua dengan suaminya.

"Kamu kenapa sih? Iyah umi sudah bangun." heran fatemah.

"Ini untuk umi sama abi, yang ini untuk Uma sama aba karena nanti Uma sama aba bakal ke sini lagi, mau ketemu umi sama Abi katanya."

"Oh, gitu, lalu itu yang di bungkus buat siapa?"

"Buat aku piknik."

"Piknik? Sama siapa hm? suami yah?" fatemah menggoda khaulah, membuat sang empu semakin tersipu malu.

"Umi... Apa sih.. Jangan gitu ah malu."

Fatemah tertawa, lucu sekali anaknya ini. "Ih gausah malu gitu lah, umi juga pernah kalik."

"Abi.." panggil khaulah saat melihat kehadiran Abi nya dari arah kamar. Alie tersenyum melihat kedua bidadarinya berada di dapur.

"Kalian lagi ngapain sih hm?" tanya Alie saat sudah sampai dihadapan mereka.

"Ini loh bi, anak kita mau piknik. Nge date ceritanya sih bi." ujar fatemah memberi tahu suaminya. Membuat Alie terkekeh merasa bahagia melihat anak perempuannya bahagia dengan pasangannya.

"Oh yah? Wah, gak double date aja nih?" Alie ikut menggoda khaulah. "Eh, jangan deh nanti ganggu kalian lagi. Kan mau bikin cucu buat Abi, masa Abi ikut." Alie terkekeh setelahnya.

"Abi! Ih, gak gitu yah..." khaulah menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu dipojokkan seperti ini. Apalagi Fatih belum juga muncul sedari tadi.

"Buat yang rajin yah nak, biar dapat pahalanya banyak."

"Umi! Buat apa sih..? Buat donat?" tanya khaulah mencoba mengalihkan topik.

Kedua paruh baya pun tertawa karena mendengar pertanyaan dari anaknya itu. Membuat khaulah merasa heran, geli, aneh sekali orang tuanya ini. Pikirnya. Alie tertawa hingga terbatuk-batuk, kemudian fatemah yang mengeluhkan jika perutnya sakit karena banyak tertawa.

"Terserah umi sama Abi deh. Salma ke kamar dulu yah." khaulah melenggang pergi dari dapur dengan gerakan cepat ia masuk ke dalam kamar, menutup pintu dengan keras. Membuat Fatih yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut. Lantas Fatih segera mengecek nya dan ia mendapati istrinya tengah bersandar pada bilik pintu dengan wajah yang memerah. Fatih yang hanya mengenakan handuk sepinggang nya membuat khaulah semakin gugup, dengan wajah yang semakin memerah melihat dada bidang, dan bahu lebar suaminya. Meskipun sudah pernah dirinya lihat namun perasaanya masih sama saat pertama kali melihatnya. Fatih hendak melangkah maju mendekati istrinya, namun khaulah melarangnya.

"Mas, Jangan mendekat! Di situ aja udah." panik nya, jantungnya tidak aman apalagi kondisi wajahnya sekarang yang sudah memerah bak kepiting rebus. Menambah rasa malunya.

"Kamu kenapa sayang.. Hm?" tanya Fatih.

Khaulah menggeleng cepat. "Tidak kenapa-kenapa." jawabnya cepat. Tak terasa sesuatu dari hidungnya mengalrkan darah begitu saja. Membuat Fatih panik dan segera menarik istrinya, perlakuan itu membuat khaulah terkejut sekaligus panik. Fatih mengusap hidung istrinya perlahan menghapus darah yang masih keluar. Wangi maskulin menusuk indra penciuman nya, kini wajahnya begitu dekat dengan wajah suaminya. Pandangannya beralih pada dada bidang dan perut sixpack suaminya yang begitu eksotis. Membuat dirinya menelan ludah berkali-kali, dan menahan napasnya.

"Napas sayang..., nanti kamu sesak." ucap lembut Fatih berbisik di telinga istrinya.

Dengan sadar khaulah mengikuti perintah suaminya kembali bernapas, tangannya bergerak hendak menyentuh perut sixpack suaminya namun kembali ia turunkan karena ragu. Namun sialnya tangan kekar suaminya membawa tangan dirinya menyentuh perut sixpack itu.

"Gapapa sayang, pegang saja jika kamu suka. Ini milik kamu. Semuanya milik kamu." ucapnya lembut menegaskan bahwa seluruh dirinya adalah milik istrinya. "Mau yang lain?" tawar Fatih menggoda sang istri.

khaulah segera menurunkan tangannya lalu mendorong tubuh suaminya. Membuat Fatih mundur sedikit dari tempatnya lalu terkekeh melihat raut panik di wajah istrinya membuat ia merasa lucu.

"Diam mas, jangan macem-macem yah!"

Tawa Fatih menggema di kamar itu, membuat khaulah memundurkan langkahnya tubuhnya merinding mendengar tawa suaminya.

"Mas..." takut nya. Setelah puas tertawa Fatih menjauh dari tempat khaulah berdiri tadi. Ia memilih baju yang akan ia kenakan agar selaras dengan baju istri nya.

"Sayang... Sini sebentar..." panggil nya dari balik pintu lemari.

"Nggak mau, sebelum mas pakai baju dulu."

"Iyah makanya sini dulu sayangku, tolong pilihin baju buat saya pakai ini."

"Yakin? Cuman pilihin baju aja kan?" ragu khaulah.

"Astaghfirullah, Iyah sayangku, cintaku, zaujati, Humairah ku. Sini sebentar saya gak akan ngapa-ngapain kamu kok."

"Janji yah?"

Fatih menghela napas lelah. "Kamu tanya sekali lagi, saya beneran apa-apain kamu yah." sengaja menakut-nakuti istrinya agar khaulah tak lagi cemas soal itu.

Khaulah menarik napas dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan. Lalu melangkah mendekat ke arah suaminya. Fatih sudah mengenakan celana bahan panjang berwarna hitam. Fatih menyungging kan senyumnya lalu memperlihatkan pilihan bajunya.

"Menurut kamu yang mana sayang?"

Khaulah memperhatikan detail baju pilihan suaminya. Lalu jari telunjuknya menunjuk pilihan yang pertama, karena simpel tapi tetap terkesan.

"Menurutku yang ini, karena pas dengan tubuh mas, tidak terlalu ketat juga tidak terlalu lebar." ujarnya.

Fatih manggut-manggut seolah mengerti apa yang dikatakan istrinya. "Oke, saya pakai ini." Fatih menaruh kembali baju pilihan ke dua lalu ia memakai baju pilihan pertama yang dipilih oleh istri tercintanya. "Nah, serasi kan?"

Khaulah mengangguk antusias. "Mau berangkat sekarang?"

"Kalau kamu sudah siap ayok."

"Saya sudah siap, yuk."

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!