Adaptasi dari cerita Cinderella dari jaman dulu, tapi yang ini gak bakal kalian temuin cerita upik abu bakal disiksa ibu tiri sama
sodara tirinya.
malah sebaliknya, dia yang nyiksa sodara-sodaranya dan ibu mereka yang awalnya bersikap kejam.
Di kisah ini, gak bakalan ada pangeran berkuda putih yang bakal nemuin dia.
nah lo, jadi ceritanya kayak gimana ?????
dari pada penasaran mending baca aja🤗🤗🤗
Author juga menyuguhkan cerita ini dengan bahasa yang ringan yang gampang dimengerti buat kita semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofa Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasar (part 1)
Rega berusaha memejamkan mata sejak tadi, apa selama ini ia salah paham terhadap Ella?
Tapi, apa yang ia lihat dengan mata dan kepalanya sendiri gak mungkin rekayasa. Buat apa susah-susah jadi pembantu kalo bisa minta apa pun sama sugar dady nya? Kalo dilihat, ia tipe orang yang rela memberikan berapa pun dan apa pun. Tinggal bilang kan beres? Ini mau-maunya kerja jadi ART bahkan sudah kerjaannya setiap hari. Pas belanja juga di kasih kartu gak mau, malah milih uang ratusan ribu.
Kembalian yang receh di balikin gak masuk kantong, kalau orang yang emang matre bakalan terima dengan senang hati tu kartu kredit, gesek seenaknya dan beli apa pun. Apa lagi udah dapet ijin dari yang punya, ni malah di tolak. Waktu mau di kasih gajih duluan di tolak juga, kayak gak perlu uang tapi ngomongnya suka uang. Rega memijit keningnya, bingung. "Ngapain juga gue bingung-bingung mikirin hal yang gak perlu kayak gini " Gumamnya sambil memejamkan mata berusaha tidur.
**********
Ella menenteng keranjang belanjaan yang biasa ia bawa, ia lebih suka belanja di pasar traditional karena selain harga lebih murah di bandingkan di swalayan atau sejenisnya, yang di jual lebih segar. Belum lagi kalo dapat ibu-ibu yang baik hati kita bakalan di kasih diskon harga yang sdh murah jadi tambah semakin murah. Bisa ngerayu, dapet tambahan lagi. Senengnya gak ketulungan....
Walau kata orang becek dan jijik gak menyurutkan niatnya menginjakkan kaki disana. Orang lebay aja yang bilang jijik karena becek.
Sudah buah dan sayurnya seger ikannya masih berenang-renang cantik. Tapi kasian, gak lama tu ikan udah di mutilasi kalo ketemu sama pembelinya. Sandal jepit yang menjadi teman setia dalam suka dan duka saat berada dipasar, setelan jins dan kaos serta gak lupa bawa uang cash Itu dia masalahnya, Rega ngasihnya kartu yang gak berlaku disini. Mau gimana lagi, karena sekalian belanja buat di rumah jadi dia pakai uangnya sendiri dulu.
Deretan kios buah yang memanjakan mata karena warnanya udah ngalahin pelangi, kualitasnya gak usah di ragukan dan gak kalah sama di swalayan ya....
Buahnya seger-seger dan ranum, di jamin uenak banget.
"Bu, buah naganya 2 kilo. Pisangnya satu, mangganya 3 kilo, jeruknya 4 kilo, salak 2 kilo, semangka 1 biji." Menunjuk buah yang ia maksud.
"Banyak banget Neng, gak kayak biasanya?" Kata penjual buah yang udah jadi langganan Ella selama ini jadi Ibu itu hapal kebiasaannya membeli buah.
"Iya, sekalian mau di bawa ke rumah teman, semangkanya bagi dua ya Bu." Katanya lagi ngeliat buah itu lumayan besar.
"Sip Neng.... Bagi dua juga yang lain?"
Ella mengangguk, "Wah ibu pengertian banget?"
"Jelas dong Neng." Katanya bangga. "Sekalian jambu airnya? Baru datang tadi pagi masih seger banget."
"Boleh deh Bu, 2 kilo ya?"
Ibu penjual buah membungkus buah pesanan Ella dengan cekatan seperti yang ia inginkan dan memasukkan buah anggur di dalam bungkusannya.
"Apaan itu Bu? Kan tadi gak minta anggur?"
"Gak pa-pa Neng, Ibu kasih buat pelanggan Ibu yang cantik."
"Wah.... Ibu baik banget, makasih ya? Semoga jualan Ibu tambah laris manis." Menjabat tangan Ibu itu dengan antusias, "Berapa Bu totalnya?"
"Seratus sembilan puluh rebu neng" Menenteng kalkulator, memperlihatkannya.
Ella menyerahkan uang seratus ribu Dua lembar. "Gak usah, kembaliannya buat Ibu aja." Menolak uang sepuluh ribu saat Ibu itu memberikannya. Baginya, yang segitu gak berarti apa-apa di bandingkan buat Ibu yang jualan.
"Makasih banyak Neng." Katanya, "Semoga rejeki Neng tambah banyak jadi bisa belanja disini lagi."
"Amin ...."
thorr pasti lu nulis ni cerita sambil ketawa juga kan aslii sumpahh ngakak kocaknya astgaa rega sama ella emang pantes dijuluki pasangan terkocak🤣🤣🤣
ngakak wehh🤣🤣🤣 ngga ada abis nya mereka berdua berdebat
ella paling the besstt uwuu calon nyonya rega🥰🤣🤣
INI KALAU DIBUKUKAN,PASTI LAKU BERAPAPUN HARGANYA PASTI DIBELI.
semangat terus thorrrr,buat lagi cerita" seru dan kocak lainnya ceritamu paling the besttt🥰🥰🥰
sehat selalu thor