YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨
PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻
Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.
Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.
Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.
Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.
Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.
Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.
Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.
Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan.
Malam harinya, diam-diam Restu pergi menemui Qiana sebagai Angga.
Hatinya benar-benar kacau. Ia tak menyangka kejujurannya justru berujung pada kekecewaan. Padahal Restu sempat yakin, Oma akan merestui hubungan mereka karena beliau tampak menyukai Qiana.
Tapi ternyata tidak.
Ucapan Oma untuk melupakan Qiana masih terngiang di otaknya, membuat dadanya terasa sesak. Seolah seluruh harapannya runtuh begitu saja.
Kini Restu benar-benar bingung. Otaknya buntu, belum mau diajak berpikir untuk mengambil keputusan apa pun. Yang pasti, saat ini ia hanya ingin bertemu dengan pujaan hatinya.
Sepanjang perjalanan, Restu melajukan Butet perlahan, membiarkan angin malam menampar lembut wajahnya. Udara malam itu seakan ikut menggambarkan hatinya yang gundah gulana, memikirkan nasib cintanya yang kini terasa semakin rumit.
Mungkin ia salah karena sudah jujur, tapi menyembunyikannya pun tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Satu hal yang pasti, ia tidak ingin semua perjuangannya sia-sia. Sejak awal pencarian yang memakan waktu tujuh tahun, Restu benar-benar berniat menjalin hubungan yang serius dengan Qiana.
>>>
Restu yang sudah berdiri di depan rumah Bu Ani sejak beberapa menit lalu, seketika menoleh ketika mendengar suara kunci berputar. Tak lama, pintu pun terbuka.
Qiana muncul dari balik pintu setelah menerima telepon dari Restu yang tiba-tiba mengatakan bahwa ia ada di luar. Wajah itu tampak terkejut sekaligus khawatir.
"Mas Angga... kenapa ke sini selarut ini?" tanya Qiana pelan sambil melangkah mendekat.
Tanpa menjawab pertanyaannya, Restu justru melangkah maju dan langsung merengkuh tubuh ramping itu ke dalam pelukannya.
Qiana sempat terkejut, tapi tak berusaha melepaskan diri. Ia membiarkan Restu memeluknya dalam diam. Semakin lama, pelukan itu semakin erat, seolah Restu takut jika wanita itu benar-benar pergi lagi dari hidupnya.
Perlahan, Qiana mengusap punggung lebar itu, memberikan kekuatan lewat sentuhan sederhana. "Mas, kenapa?" tanyanya lembut.
"Mas mumet, Lea..." jawab Restu lirih sambil memejamkan mata.
"Sebentar, Lea punya Oskadon, biar Lea ambilkan, Mas!" katanya refleks sambil hendak menarik diri, tapi tangan Restu menahan.
"Tidak usah, biarkan seperti ini dulu sebentar!" pintanya.
Qiana pun menurut, menunggu Restu menjelaskan dengan sendirinya. Mereka masih berpelukan di halaman depan. Tak ada siapa pun di sekitar, hanya suara angin malam dan kendaraan yang sesekali melintas di jalan depan.
Hingga akhirnya...
"Menikahlah denganku, Lea," ucap Restu penuh keyakinan.
Qiana perlahan melepaskan diri dari pelukan Restu. Ia mendongak, menatap mata pria itu dalam-dalam. "Apa maksud Mas?" tanyanya merasa terkejut dan tak percaya.
Baru beberapa hari di pertemukan kembali setelah tujuh tahun berlalu, tiba-tiba Restu melamarnya. Siapa yang tidak terkejut ?
"Menikahlah denganku, Lea... Azalea."
Restu mengulang kalimatnya dengan suara bergetar, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. Tangannya menggenggam kedua jemari Qiana dengan lembut.
"Aku mencintaimu, Lea. Selama tujuh tahun ini aku terus mencarimu. Sedetik pun aku tidak pernah bisa melupakan pertemuan kita waktu itu," ucapnya tulus, menatap Qiana tanpa berkedip. "Sejak awal aku mencarimu, aku memang berniat menjalin hubungan yang serius denganmu."
Tak terasa air mata Qiana mengalir begitu saja. Tapi dengan cepat ia mengusapnya, terharu oleh pengakuan Restu. Setelah itu, ia menarik napas panjang dan menuntun Restu untuk duduk di lantai teras.
Ia meraup wajahnya sebentar, lalu menghembuskan napas perlahan. "Mas... itu hanya pertemuan singkat, bagaimana mas bisa........."
"Sekalipun itu pertemuan singkat, kamu membuatku terkesan sampai sekarang. Bilang saja aku gila seperti yang lain, terserah! Tapi hati ini... hanya untukmu, Lea. Hati ini... selalu menunggumu!" potong Restu.
"Mas... tapi Lea merasa nggak pantas buat Mas. Mas tahu kan, Lea pernah jadi wanita malam..."
"Aku nggak peduli, Lea," sahut Restu cepat. "Yang penting sekarang kamu sudah berubah, dan aku menerima kamu apa adanya," ia mengusap lembut pipi Qiana.
"Mas mungkin menerima," Qiana menunduk, suaranya lirih. "Tapi bagaimana dengan keluarga Mas?"
Tiba-tiba sesuatu terlintas di benaknya.
"Oh, tidak... bagaimana kalau Oma sampai tahu? Mungkin beliau akan kecewa dengan Lea, Mas?" Qiana kembali menunduk.
Deg.
Tebakan Qiana memang benar. Oma Dania memang tengah kecewa dengan masa lalunya.
"Kalau Oma tidak setuju....." ucap Restu tiba-tiba, menatap Qiana dengan tekad bulat, "Kita kawin lari saja, Lea!"
"Mas gila!" Qiana menatapnya dengan tatapan tajam, setajam silet. "Jangan lakukan hal bodoh seperti itu! Restu keluarga itu adalah yang utama. Ingat itu, Mas!"
Hening sejenak. Angin malam berembus di antara mereka.
Qiana menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Sebaiknya Mas pulang sekarang... kasihan Oma kalau ditinggal sendiri. Dah, Mas. Qiana masuk dulu. Hati-hati di jalan." Ia beranjak, meninggalkan Restu. Namun, ketika Qiana hendak masuk ke dalam, ia kembali berbalik saat menyadari sesuatu.
"Eh, Mas. Ngomong-ngomong, kok Butet bisa sama, Mas???"
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Segini dulu ya... Besok up lagi 🙏🏻 Ngetiknya di bagi sama Cinta Tuan Mafia 🤗 Yang berkenan bisa mampir kesana, ceritanya gak kalah seru, apalagi pas di bab pertengahan ehehehe 🤗 Terimakasih yang masih stay di sini.. Sehat-sehat selalu 😍
oh ah oh eh oh uh...
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
gk mau kalah sama Angga
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga