Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan
Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Gelisah 2
"Nak kamu dari mana? ibu cemas kamu seharian nggak pulang, Sudah makan belum? ibu nungguin kamu dan akhirnya ikut kebaktian sore, pulang2 di kasih tau ada yang kirim udang sama cumi, mau di masak apa itu?."
Shay langsung meneluk ibunya Sinyo lama, "Selalu kangen ibu, nanti malam BBQ aja bu sambil lihat bintang
"Ehmmmm... saya yang dari semalem jemput, sampai sore ini musti nyari lagi nggak sebegitunya di anggap, kan pengen juga di kangenin kaya ibu." Sinyo yang baru turun dari mobil melihat pemandangan dua orng wanita seperti ibu dan anak yang baru di pisahkan bertahun2 dan baru ketemu.
"Ya udah sana peluk tembok saja, biyar adem pikiranmu." timpal Shay yang baru melepaskan pelukan dengan ibu.
Setelah membersihkan diri di kamar mandi Shay berganti baju santai yang dia bawa dari Jakarta dan kemudian Shay menuju ruang keluarga yang ternyata ada Sinyo yang masih tertidur tengkurap di sofa dengan remot tv masih di tangan.
"Nyooo bangun!!! sudah mau azan magrib ini."
tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari empunya badan. "ini orang kalau tidur udah kaya kebo, susah di bangunin, mungkin kalau ada gempa atau kebakaran sudah ikhlas aja kali." lanjut shay yang kesulitan membangunkan sahabatnya itu, kemudian Shay menutup pintu utama setelah gagal mebangunkan Sinyo. Tidak lama kemudian terdengar suara azan berkumandang, Shay kembali ke kamar untuk melaksanakan Sholat magrib, walaupun bali sebagian besar penduduknya berAgama Hindu tapi sangat toleran dalam urusan ibadah dan tidak ada larangan untuk mendirikan Masjid. Mereka hidup berdampingan dan tidak saling mempengaruhi atau merasa terganggu dengan Ibadah di tempat Ibadahnya masing masing. Bahkan Shay yang berAgama Muslim dan sedang bertamu ke rumah sahabatnya yang berAgama Katolik tetap memberikan keleluasaan dalam menjalankan ibadah. Saking toleransinya dalam berAgama, Shay di belikan mukena oleh Ibunya Sinyo dan mereka sudah selayaknya Ibu dan anak selama ini. Untuk menjadi anak tidak harus keluar dari rahimnya tapi dari perhatian dan kasih sayangnya akan dengan sendirinya terbentuk ikatan.
Setelah menunaikan sholat magrib Shay kembali ke ruang keluarga berniat untuk kembali membangunkan Sinyo, tapi ternyata buaya sofa itu sudah tidak ada di tempatnya lagi "kemana perginya" Shay duduk menggantikan buaya sofa sambil untuk menyaksikan acara tv .
Pintu kamar Sinyo terbuka dia langsung menuju sofa dan duduk di sofa single sebelah kiri shay "Malam ini mau jalan kemana shay mumpung malam minggu, Gw masih ada kupon pemberian pengantin tempat gw MC lumayan bisa buat sedikit menikmati The King " Sinyo berniat mengajak shay ke tempat keramatnya kaum papa.
"Lagi males keluar gw Nyo, Mendingan gw istirahat di rumah nemenin ibu, Ngomong2 ibu kemana ya Nyo dari tadi nggak kelihatan, gw udah keluar kamar dua kali."
"Ibu juga pengen masuk surga kaya loe shay makanya sering ke Gereja atau ukut kebaktian di rumah temennya paling pulang jam 9 malam nanti."
"Nah loe nggak pengen masuk surga bareng ibu?". tanya Shay serius.
"Tenang ajah gw udah punya tiket the King duluan sebelum masuk surga." jawabnya santai tanpa beban.
"Susah memang ngobrol sama orang yang kurang sesendok!!!" Shay berlalu meninggalkan Sinyo yang sudah menguasai remot tv menuju dapur. Shay berniat untuk membuat BBQ udang jadi sepulang dari ibu kebaktian bisa makan bareng lagi.
"Mau bikin apa Shay?" Suara Sinyo dari balik pintu kulkas mengagetkan Shay yang sedang mencuci udang."
"Mau BBQ udang buat ibu, siapa tau pulang dari kebaktian lapar." padahal Shay sendiri memang ingin makan, karena tadi sore hanya di isi 2 porsi somay.
Setelah minum Sinyo duduk di meja makan sambil memperhatikan Shay yang sibuk mempersiapkan BBQ "Kamu lagi ada masalah apa shay di Jakarta, karena tadi sore saya perhatikan kamu hanya ngelamun liat ke laut."
Rupanya Sinyo memperhatikan gerak gerik Shay dari waktu menjemputnya di bandara sampai pemandangan yang sama terlihat di pantai ketika dia menjemput untuk pulang.
Dia menahan diri untuk tidak bertanya terlebih dahulu karena takut merasa terganggu, Akhirnya moment untuk bertanya dateng juga kebetulan ibu juga lagi nggak di rumah, mungkin shay akan merasa lebih leluasa untuk bercerita kepada Sinyo.
"Tidak ada apa2 Nyo, bukan masalah berat kok,cuma pengen liburan aja dan kangen sama Ibu."
"Ya sudah kalau belum pengen cerita, kalau mau cerita saya siap meminjamkan punggung untuk sekedar menampung airmata." Sinyo sudah curiga karena Shay ke Bali mendadak tidak seperti biasanya seminggu atw sebulan sebelumnya sudah memberitahu.
.
.
.
Sementara di toko hp di sudut kota Jakarta
ada hati yang sedang gundah gulana memikirkan pujaan hati yang sudah 2 hari susah di hubungi.
"Kenapa Kes, kamu lagi ada masalah apa?"
Aji menatap heran pada sahabatnya itu yang semakin pendiam dan kurang bergairah.
"Tangkapan saya ilang lagi." jawaban Rakes membuat Aji bingung.
"Tangkapan apa maksudnya?" Aji mendekat dan duduk di sebelah Rakes.
"Shay sudah 2 hari ini tidak bisa di hubungi, hpnya mati." Ucapnya gelisah.
"Coba hubungi pakai nomor hp saya." Aji berusaha memberikan solusi untuk Rakes.
"Iya boleh di coba," Berulang kali Rakes mencoba menghubungi ke nomor Shay, tapi nihil juga hasilnya.
"Ya sudah sabar, kita tunggu satu minggu ini, kalau dia nggak bisa di hubungi lagi, memang sebaiknya cari yang lain, Atau fokus kuliah dulu kamu tunjukin keseriusan untuk membawanya ke masadepan lebih baik biasanya cewek akan luluh kalau melihat kita berhasil." Aji merasa iba pada Rakes yang tidak seperti hari2 sebelumnya.
"Iya ji, hanya saja kenapa wanita itu selalu ada di pelupuk mata saya, sudah berusaha untuk melupakan tapi sulit rasanya....dia beneram beda dengan gadis2 lain."
"Ya jelas bedalah, yang kamu pilih itu mukanya penuh jerawat, yang lain mukanya licin kaya porselen hahaha..." Aji berusaha menghibur Rakes, tapi yang di hibur masih saja murung. Aji memegang bahu Rakes sambil berkata "Jatuh cinta boleh, tapi jangan abai dengan diri sendiri, kamu punya pertanggung jawaban loh sama sang pemilik...ingat semua ini hanya pinjaman dari Allah SWT."
Yang di beri nasehat hanya tersentum tipis sambil mengangguklan kepala. Dalam hatinya dia membenarkan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.
"Terkadang bener juga isi kepalamu Ji, saya akan lebih fokus kuliah saja dulu." Rakes sudah mulai sadar kalau selama ini lebih fokus memikirkan shay dari pada kuliahnya.
"Nah gitu dong baru sahabatku, cewek itu makin di kejar makin lari....tapi kalau dia merasa nyaman maka akan semakin dekat."
"Waaah belajar dari mana Ji, apa jangan jangan berguru sama Viky Prasetyo ya?"
"Sang gladiator itu? Dia ilmunya sih ketinggian susah di jangkau manusia normal hahahaha...." Kedua sahabat itu akhirnya tertawa dan Rakes sudah tidak sedih memikirkan shay lagi.
keren
sukses
semangat
Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
berani sosor bibir 🙄
konflik ditunggu 🤭
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..