dia wanita yang terlahir sebagai wanita baik dan berhati lembut
tetapi karena manusia yang durjana , membuatnya menjadi berhati iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
selingkuh (2)
entah mengapa pak Tono begitu ingin selalu menyayangi sawira, walaupun dia tau kalau sawira tak mungkin mencintai nya., tapi pak Tono tak perduli akan hal itu.
baginya memenuhi keinginan sawira adalah tanggung jawab nya.
malam itu pak Tono menyelinap masuk kedalam kamar nya tuan Hamid, dia menaruh kan bubuk racun racikan sawira, selesai melakukan tugasnya, pak Tono kembali lagi berjaga.
pagi itu sari menemui tuan Hamid yang masih berbaring di tempat tidur nya, tuan Hamid tersenyum melihat anaknya.
" ada apa kamu pagi pagi ke kamar bapak?" sari terdiam ,dia agak ragu ingin berbicara dengan bapaknya, tuan Hamid menatap wajah sari yang terlihat Bingung.
" ada apa sari?" bicara lah"! sari menghampiri bapak nya, dan duduk di pinggir tempat tidur.
" pak " maaf kan sari"! tuan Hamid menatap tajam kearah sari .
" ada apa sari?" kenapa kamu tiba tiba minta maaf sama bapak"! tuan Hamid terbangun dari tidurnya , lalu dia duduk .
" pak " sari sangat mencintai Nisam"! walaupun bapak larang sari untuk tidak berhubungan dengan nya" tapi sari masih berhubungan dengan nya pak"! tuan Hamid menarik nafas panjang.
" sari "apa kah kamu tau "kenapa bapak melarang kamu dengan Nisam?" sari menggeleng pelan.
" bukan karena Nisam orang tak punya " tapi dia itu keturunan dari pada orang yang tidak baik"! tuan Hamid terdiam, di tatapnya wajah putri nya itu.
" tapi pak " aku sangat mencintai nya pak"! dan aku tak mau pisah dengan nya"! sari tampak nya bersungguh sungguh dengan ucapannya.
" baiklah " kalau kamu memang ingin menikah dengan Nisam " bapak setuju sari" asalkan ku bahagia "! sari menatap kegirangan , di pelukannya bapaknya .
" terimakasih ya pak"! aku akan Bicara sama Nisam " kalau bapak sudah setuju dengan nya"! sari hendak pergi , namun tuan Hamid memanggil nya.
" sari " bilang sama Nisam " kalian akan menikah satu Minggu lagi " ! sari kaget mendengar ucapan bapaknya.
" pak uang dari mana Nisam pak?" sari ragu , tuan Hamid tersenyum .
" bapak yang akan tanggung jawab sari "! sari memeluk bapaknya erat .
" terimakasih ya pak "! tuan Hamid mengusap kepala sari lembut.
" pergi lah sama"! tuan Hamid melepaskan pelukannya, dan sari pun pergi meninggalkan kamar bapaknya.
sepeninggal sari tuan Hamid terdiam sendiri, di tatapnya foto istrinya , dia pun merasa sedih.
" kamu lihat Bu " anak mu itu"! aku cuma menunaikan tugas ku Bu " semoga waktu ku masih sempat melihat cucu kita esok "! tuan Hamid menghapus air matanya .
sementara itu sari pergi menemui Nisam, yang ada di perkebunan milik bapaknya.
senyum manis menghiasi bibirnya, matanya penuh kebahagiaan, Nisam yang melihat sari sebahagia itu heran.
" ada apa kamu sari ?" seperti nya hari ini kamu bahagia sekali"! sari memeluk tubuh Nisam erat .
" bapak sudah setuju dengan kita mas"! sari tersenyum manis kearah Nisam, beda halnya dengan Nisam , dia tampak kaget mendengar ucapan sari.
" kamu tidak lagi bercanda kan sari?" Nisam masih belum percaya.
' aku gak bercanda mas" tadi aku berbicara dengan bapak "! sari pun menjelaskan semuanya kepada Nisam.
Nisam tersenyum bahagia mendengar berita itu
" Alhamdulillah sari "! akhirnya aku bisa menjadi kan mu isteri ku"! Nisam mencium kening sari lembut.
" ya mas " aku juga bahagia"! mereka berdua saling berpelukan, dan para pekerja yang lain melihat sambil tersenyum.
sari dan Nisam tak perduli dengan tatapan mata mereka.
siang itu tuan Hamid mendatangi rumah pak lurah , dia ingin membicarakan soal pernikahan sari dan Nisam .
pak lurah menyambut nya dengan bahagia.
" lebih bagus seperti itu pak " karena dari pada di larang" pak lurah tersenyum simpul.
" ya pak " lagi pula saya juga sudah ingin menimang cucu pak" takut tidak sempat"! canda tuan Hamid.,pak lurah pun tertawa geli .
" kamu sangat berbeda dengan bapak mu Hasan " kamu lebih terlihat bijaksana didalam menjadi seorang lurah"! tuan Hamid menatap pak Hasan nama lurah itu tersenyum.
" pak Hamid bisa saja" tentunya bapak saya lebih berpengalaman "! keduanya tertawa akrab.
tiba tiba pak Hasan menatap kearah pak Hamid tajam , dia sepertinya ingin bicara sesuatu yang sangat pribadi, tetapi ragu.
" sebetulnya saya ingin bertanya sama pak Hamid" tapi saya ragu " takut tidak sopan"! pak Hasan tertunduk .
" ayokk bertanya saja pak lurah " saya akan jawab jika memang bisa"! pak Hasan tersenyum lega.
" maaf pak Hamid" ini sangat lah pribadi sifatnya"! pak Hasan menjelaskan takut salah faham.
tuan Hamid tertawa terbahak-bahak melihat pak Hasan terlalu formal, di tepuk nya tangan pak lurah .
" udh cepat kamu ngomong bocah "! selagi ada waktu"! canda pak Hamid terhadap pak lurah .
" maaf pak Hamid " apakah bapak masih ingin berkelanjutan sama sawira?' suara pak Hasan kaku terdengar.
pak Hamid menatap wajah pak lurah, lalu dia tertawa terbahak-bahak.
" sebagai seorang lelaki" aku masih butuh seorang wanita" apalagi wanita itu seperti sawira"! pak Hamid tersenyum penuh arti.
' memang nya ada apa pak lurah ?" apa ada yang aneh dengan sawira?" pak Hamid menatap tajam kearah pak lurah .
pak lurah bingung antara dia mesti jujur atau bagaimana, karena dari ucapan pak Hamid dia tau., kalau pak Hamid tidak bisa pisah dengan sawira.
" maaf pak Hamid" saya bingung mau bicara nya " karena saya lihat pak Hamid begitu menginginkan sawira"! pak lurah menatap kosong., seperti nya pak Hamid tak bisa aku selamat kan " batin pak lurah.
" ya sudah kalau kamu tak mau bicara "! pada intinya lusa sari akan menikah " dan saya harap pak lurah hadir"! selesai berbicara pak Hamid mohon pamit .
pak Tono yang tau kalo pak Hamid datang kerumahnya pak lurah, segera lapor ke sawira., sawira menyipitkan matanya mendengar laporan dari pak Tono.
" rupanya tua Bangka itu masih bisa jalan" kesana kesini ya"! sawira tersenyum licik .
" dan apakah kamu tau Tono " apa yang mereka bicarakan?" pak Tono menggeleng .
" aku tak bisa dengarkan omongan mereka" terlalu jauh dari aku Wira"! sawira mangut mangut.
" seperti nya kita perlu tambah lagi racikan itu Tono " agar si tua Bangka itu cepat mampus"! sawira tertawa terbahak-bahak, pak Tono merinding melihat tawa sawira.
bersambung kk.
mksutnya apa sihh. koreksi lg ngapa kalimatnya
mngkin maksudnya mandul ya