aku berhak mempertahankan rumah tanggaku. karena bagi ku, menikah itu hanya sekali se umur hidup. bagai manapun caranya aku harus berusaha mempertahankan rumah tangga ku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea El Kyra Riiyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 32
Entah berapa lama aku berdiam diri di kamar. Memikirkan masalah yang tak ada hentinya, haruskah aku mengalah dan membiarkan Zean pergi begitu saja? Namun hati ku sangat tidak terima akan hal yang seperti itu. Ku lihat jam sudah pukul 17.00 Wib, jam pulang Zean.
Zean menjemput Melati di kantornya, ia menunggu Melati keluar. Tak biasanya Melati keluar kantor sangat lama. Lalu ia mencoba menghubunginya
"Hallo,,, aku udah di depan kantor. Tumben kamu lama keluar" ucap Zean
"Nggak usah jemput, aku udah di rumah" sahut Melati ketus
"Kamu kok pulang sendirian? Terus kenapa nggak kabarin aku?"
"Kamu pulang aja sendiri, lagian istri mu pasti nungguin kamu sekarang di rumah. Jadi buat apa aku nungguin kamu?"
"Kamu masih marah? Aku ke sana ya?"
"Ngapain kamu ke sini? Di rumah mu kan ada orang yang kamu cintai"
"Kamu ngomong apa sih? Udah dong ngambeknya. Sebagai permintaan maaf aku buatin kamu makan malam ok" bujuk Zean
"Terserah lah. Emang kamu nggak takut istri mu nyariin?" tanya Zean
"Aku mencintai mu, dan akan selalu ada di samping mu"
Zean menutup telepon dan memacu mobilnya menuju rumah Melati. Tanpa memikirkan apa yang dirasakan oleh Tiara saat ini. Ia sangat berusaha membujuk orang yang jelas-jelas bukan lah istrinya.
Jam 19.00 Andre keluar dari kantornya, ia berniat akan menemui Tiara untuk melihat kondisi sahabatnya itu. Namun di urungkannya niatnya itu. Dan ia pun memilih ke rumah Dita. Sebelum ke rumah Dita ia mampir ke toko kue, Andre membeli chocolate cake, cup cake dan milk shake. Setibanya di Rumah Dita ia pun mengetuk pintu.
Tok .... Tok.... Tok....
"Assalamualaikum.... Dita..." panggil Andre
"Waalaikumsalam..." ucap Dita sambil membuka pintu, dan alangkah terkejutnya ia melihat yang datang ternyata Andre
"Kamu Ndre...? Masuk....masuk... Ada perlu apaan Ndre?" tanya Dita
"Owh aku mau minta tolong Taa" ucap Andre masuk dan duduk di sofa
"Minta tolong apaan? Kok kayak serius banget"
"Kamu mau nggak temanin aku ke rumah Tiara, aku mau antarin ini ke sana buat dia" ucap Andre sambil menunjuk cake yang di belinya
"Kenapa nggak kamu antar sendiri aja ke rumahnya?"
"Owh... Aku takut nanti jadi ada prasangka buruk dari orang-orang, dan juga aku takut orang salah sangka terhadap ku"
"Maksudnya...?"
"Iya.... Kamu kan tau, Tiara dan suaminya lagi ribut, aku nggak mau orang nyangka kalau Tiara juga lagi dekat dengan laki-laki lain. Dan aku menghormati Tiara, karena Tiara sekarang ada di rumah itu dan masih berstatus istri Zean. Aku nggak mau Tiara di cap jelek oleh orang-orang" jelas Andre
Dita pun mengangguk mendengar penjelasan Andre. Ia nggak menyangka kalau masih ada laki-laki yang masih menghormati wanita sampai seperti ini. Ia pun kagum akan kecerdasan Andre.
"Ok.... Kalau gitu biar aku aja yang antar ke sana. Kamu pulang aja, kamu pasti capek kan?" ucap Dita
"Owh nggak usah Taa, nanti kamu kerepotan"
"Nggak kerepotan kok, lagian si Tiara nggak bakalan habis makan cake sebanyak itu. Jadi biar aku bantuin sekalian"
"Hahahaha ok deh kalo gitu. Makasih banget ya Taa"
"Aku yang harusnya makasih Ndre, karena kamu masih bisa mendukung Tiara"
"Hmmm. Kalau gitu aku pamit ya Taa, sekali lagi makasih ya"
"Ok sama-sama. Kamu hati-hati di jalan"
"Iya, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dita pun bersiap-siap dan mengambil kunci mobilnya. Dia mengirim pesan terlebih dahulu ke sahabatnya
"Aku kerumah mu ya, bawak makanan banyak banget
👍👍👍