NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Season2

Kontrak Pernikahan Season2

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:15.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: samudra lee

Pratama Attarilah Putra Wijaya (Tama), adalah seorang yang usil dan jahil. Sejak kecil dia sering menjahili anak dari sahabat ibunya, Kiara. Akankah kejahilan itu terus berlanjut dan menumbuhkan cinta?

Mikhaila Azzariyah Putri Wijaya(Mikha), dia lahir lebih lambat 2 menit dari saudara kembarnnya Tama. Mikha yang memiliki sifat lugu dan polos bertemu dengan seorang pemuda bernama Dion Sebastian yang memiliki sifat jutek dan temperamental. Dan suatu kesalah pahaman membuat mereka terpaksa harus menikah. Akankah keduanya saling jatuh cinta, ketika ternyata di hati Dion sudah ada wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

"Tam, apa kamu mau menerima cintaku ini?" kembali Meisya mengungkapkan perasaannya.

"Aku..."

Sebelum Tama memberikan jawabannya kepada Meisya, Kiara lebih memilih untuk meninggalkan tempat itu. Dia benar-benar tidak sanggup kalau harus mendengar Tama menerima pernyataan cinta Meisya. Dengan cepat Kiara melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Zeno yang mengikuti langkah cepat Kiara. Kiara masih belum menjawab, dia terus melangkah tanpa perduli dengan Zeno yang masih setia mengikutinya.

Langkah Kiara terhenti saat dirinya tanpa sengaja menabrak seseorag.

"Maaf..maaf," ucap Kiara.

"Kiara!"

"Bunda."

Ternyata yang Kiara tabrak adalah ibunya sendiri, Dewi. Dewi menatap wajah putrinya, dari raut wajah yang di tunjukkan, dia tahu kalau saat ini putrinya sedang ada masalah.

"Kia, Sayang. Kamu tidak apa-apakan?" tanya Zeno.

"Aku tidak apa-apa," jawab Kiara berbohong.

Zeno membantu memunguti buku-buku Kiara yang jatuh berserakan di lantai. Kemudian dia menyerahkan kepada kekasihnya tersebut.

"Terimakasih," ucap Kiara.

"Nak, Zeno. Ada yang harus Bunda bicarakan dengan Kiara Kamu bisa meninggalkan kami berduakan?"

"Iya, Bunda," jawab Zeno.

"Sayang, kalau kuliahmu sudah selesai hubungi aku, aku akan menjemputmu!" seru Zeno pada kekasihnya.

Kiara hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Bunda, aku pamit."

"Hati-hati ya, Nak," jawab Dewi.

Zeno berjalan meninggalkan Kiara dan ibunya.

"Sayang, kamu kenapa Nak?" tanya Dewi. "Cerita sama Bunda!"

Bukannya menjawab, Kiara malah menghambur kepelukan bundanya sambil menangis.

"Sebaiknya, kita bicara di tempat lain!" ajak Dewi.

Dewi membawa putrinya duduk di bangku kosong yang ada di sekitar tempat itu.

"Cerita sama Bunda! Ada apa?"

Kiara mulai menceritakan semua yang dia rasakan kepada ibunya. Mulai dari awal dia menerima perasaan Zeno hingga apa yang dia lihat hari ini di parkiran.

"Sayang, kamu sendiri yang sudah memilih Zeno, jadi kamu juga harus bisa belajar melupakan perasaanmu terhadap Tama. Biarkan Tama bahagia meski itu dengan orang lain." Dewi berusaha untuk memberikan nasehat serta dukungan kepada putrinya.

Kiara mengangguk, dia kembali memeluk Bundanya.

"Sudah! Anak Bundakan kuat, Bunda yakin Kia akan bisa melewati ini dengan baik," hibur Dewi. Dia membantu menghapus air mata di kedua pipi putrinya.

"Sebentar lagi seminar akan di mulai, Bunda tinggal ya," izin Dewi kepada putrinya.

"Iya, Bunda," jawab Kiara.

Dewi bangun dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan putrinya karena seminar akan segera di mulai.

Kiara berjalan menuju ke kelasnya. Sebelum masuk ke dalam kelas, berkali-kali Kiara menarik napas kemudian menghembuskannya. Dia segera memasang senyum manisnya saat masuk ke kelasnya tersebut.

"Pagi-pagi, sudah ada yang mesra-mesraan nih," goda Kiara saat melihat Tama dan Meisya duduk bersebelahan di dalam kelas. Kiara berusaha tetap tersenyum, walau sebenarnya hatinya merasa sakit melihat kedekatan mereka berdua.

Dia duduk di bangku kosong yang ada di depan Meisya dan bersebelahan dengan Lisa.

"Apaan sih, Kia." jawab Meisya dengan malu-malu.

"Kenapa kamu bicara seperti itu Kia?" tanya Lisa yang merasa bingung dengan sikap Kiara, Meisya dan juga Tama.

"Kayaknya kita harus minta pj nih, sama Mei dan Tama," tutur Kiara.

"Maksudmu Tama dan Meisya jadian?!" tanya Lisa tidak percaya.

Kiara mengangguk.

"Wah, selamat ya Mei, Tam," ucap Lisa seraya menjabat tangan Meisya dan Tama bergantian.

"Kayaknya bakal ada yang patah hati nih," tambah Lisa. Dia melirik ke arah Kiara yang bersikap sok tenang, padahal dia tahu persis kalau hati temannya itu pasti sedang menangis guling-guling.

Tama dan Meisya hanya tersenyum mendapatkan ucapan selamat dari Lisa.

"Kapan nih pj-nya?" tanya Lisa kepada sepasang kekasih yang baru jadian tersebut.

"Memang kamu mau di traktir apa?" akhirnya Tama membuka suaranya.

"Karena kamu orang kaya, aku mau kamu menraktir kita liburan. Gak usah jauh-jauh, di dekat-dekat sini juga boleh," jawab Lisa.

"Itu sih mau kamu, Lis." sahut Kiara.

"Boleh," jawab Meisya. "Akhir pekan ini kita berlibur ke puncak. Kebetulan aku punya villa di sana. Tapi bawa pacar kalian berdua juga ya?"

Tama menatap ke arah Meisya.

"Tidak masalah," jawab Lisa.

"Maaf, aku tidak ikut," tolak Kiara.

"Ayolah Kia, ikut saja! Lagian aku yakin kok kalau Zeno pasti nggak akan keberatan dengan rencana ini!" timpal Lisa.

"Tapi..."

"Ikutlah!" seru Tama.

Kiara menatap ke arah Tama demikian juga sebaliknya.

"Benar apa kata Lisa, akan sangat menyenangkan jika kita semua ikut serta," imbuh Tama.

"Baiklah," akhirnya Kiara setuju untuk ikut serta dalam liburan tersebut.

"Mei, aku ke kelasku ya!" pamit Tama pada Meisya. Tidak lupa, dia juga berpamitan pada Kiara dan Lisa.

"Wah, aku sudah tidak sabar ingin bisa jalan-jalan ke puncak," oceh Lisa kegirangan.

Kiara hanya tersenyum menanggapinya. Senyum yang nampak jelas dia paksakan

*****

(Apartemen Dion)

Usai sarapan, Mikha segera mencuci segala peralatan yang meraka gunakan untuk makan tadi. Dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya itu dengan cepat karena hari ini ada mata kuliah pagi. Namun lagi-lagi suaminya mengganggunya.

Selalu ada saja cara yang di gunakan oleh suaminya untuk mengganggu dirinya. Mulai dari memintanya menyiapkan air untuk mandi, handuk yang ke tinggalan, baju yang beberapa kali minta di ganti hingga terakhir dia minta di carikan kaos kaki yang padahal semua kaos kaki miliknya berwarna hitam.

"Dasar Cowok ngeselin, sudah tahu aku ada kuliah pagi masih saja nyuruh ini itu. Awas saja kalau sampai aku terlambat," gerutu Mikha.

"Awas kenapa?" tanya Dion yang baru saja ke luar dari dalam kamar.

"Tidak," jawab Mikha.

"Sini bantu aku memakai dasi!" suruh Dion.

Mikha menghela napasnya, hari ini suaminya benar-benar menguji kesabarannya.

"Kamu tidak lihat, kalau aku sedang mencuci piring?!"

"Kamukan bisa berhenti sebentar," jawabnya enteng. "Menuruti perintah suami hukumnya wajib lho."

Mikha mengelap tangannya yang masih basah dengan lap yang ada di sebelahnya. Dia berjalan menghampiri suaminya.

"Mana dasinya!" pinta Mikha.

Dion menyerahkan dasi di tangannya kepada Mikha. Dengan sedikit berjinjit, Mikha mulai memakaikan dasi untuk suaminya.

Dion merasa puas karena berhasil menjahili istrinya dan membuatnya kesal.

"Sudah selesai," ucap Mikha saat dia selesai memakaikan dasi untuk suaminya.

"Kata siapa?"

Tiba-tiba Dion menarik tubuh Mikha ke dalam pelukannya.

"Aku belum selesai mencuci piring, jadi tolong lepaskan aku. Aku tidak mau terlambat hari ini." Mikha berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.

"Aku pasti melepaskanmu, asal kamu mau menunjukkan kemampuanmu padaku!"

"Kemampuan apa?" tanya Mikha yang berpura-pura tidak mengerti maksud dari ucapan suaminya.

"Semakin kamu pura-pura tidak tahu, maka akan semakin lama waktumu terbuang. Bukankah kamu tidak ingin terlambat kuliah hari ini?"

Gleg! Mikha kembali menelan ludahnya dengan susah payah, ternyata suaminya masih saja penasaran dengan permainan bibirnya. Padahal yang dia katakan soal dia lihai dalam berciuman adalah bohong belaka.

"Lakukan sekarang atau kamu akan terlambat untuk berangkat kuliah!" titah Dion.

Dion tersenyum saat Mikha mulai melingkarkan tangan di lehernya. Dengan perasaan deg deg-an Mikha mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir suaminya. Hembusan nafas Dion terasa begitu hangat menyapu wajahnya, demikian juga sebaliknya. Jantung Mikha seakan ingin melompat saat jarak bibir mereka semakin dekat.

"Tunjukkan kelihaianmu itu!" seru Dion dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh Mikha.

Dion semakin mengeratkan pelukannya saat bibir itu tinggal beberapa senti lagi mendekat ke arahnya. Demikian juga Mikha, tangannya semakin erat melingkar di leher Dion.

Tok! Tok! Tok!

Dan lagi-lagi Dion harus menunda keinginannya untuk merasakan bibir mungil Sang istri karena seseorang mengetuk pintu apartemennya.

"Shit!" Umpat Dion, Dia terpaksa melepaskan tubuh Sang istri dari pelukannya.

Mikha terkekeh, saat melihat suaminya mengumpat karena kesal.

"Siapapun yang datang akan aku buat dia menyesal karena telah menggangguku," omel Dion. Dia segera membukakan pintu dan sudah bersiap untuk memberikan omelannya.

"Bera..." Dion tidak melanjutkan perkataannya. Mulutnya langsung tertutup saat melihat wajah orang yang datang ke apartemennya.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

**👉 Selalu berikan like, komen dan votenya ya, Author tunggu🤗🤗

👉 Sambil menunggu up berikutnya, Author mau merekomendasikan novel yang pastinya Te O Pe banget dah**:

Di tunggu kunjungannya, Terimakasih😘😘

1
Bunda Dzi'3
fix yaa lisa yg diam2 suka sma tama?
Bunda Dzi'3
lisa kahh?
biasanya tmn dket membanggongkan😭
Bunda Dzi'3
meisya kahh?
Bunda Dzi'3
tau nyaa sayangnya udh bolong dluan x dion🤭
Bunda Dzi'3
baru Mampir Baru Tau ada klnjutan dari Kisah Bintang&rangga😍
Jisa Ajach
luar biasa
Wahyu Nengsih
Luar biasa
Wahyu Nengsih
Lumayan
lizulfa anjani
aku jadi ngiler liat makanan korea nya
Amora
bisa saja otak bisnis 🤑🤑
Aiur Skies
huuuuu parasit, mau numpang hidup dg memanfaatkan orang lain🤧😜😜🤮🤮🤮🤮
Aiur Skies
klo ternyata hamidun dan ngidam mau makan megono, bisa2 terbang ke Indo langsung ke Pekalongan lagi🤪🤪🤪😅😅😅😅
Aiur Skies
udah lah Mikha, biar bagaimana pun Dion dan Aldo itu jauh lebih tua dari kamu, dan apa yg mrk lakukan pasti sdh diperhitungkan baik buruknya
Aiur Skies
bahan dasarnya Tauco (dari kedelai yg ditumbuk dan proses penyimpanannya di tungku2/kuali tradisional atau klo yg sudah modern di bak2/ember Drum besar dan ditutup selama beberapa hari)
Aiur Skies
Megono itu racikan dari Nangga muda (di cacah/potong acak kecil2) ditambah Kecombrang dan bumbu2😍😍😍 klo makannya bareng Tempe Mendoan dan Tempe Kluwek lebih yamik lagi, 💃💃💃💃😍😍😍✌
Aiur Skies
tidak apa apa krn yg terluka si Lisa, coba klo yg tertusuk Kia penyesalan yang terlambat deeh🤪🤪🤪
Aiur Skies
TULALIT lambretta
Aiur Skies
bisikan setan👹👹👹👹👹 gak sadar indah kamu tuh yang bayar Dion dan orang nya sudah bukan calon suami majikan loe
Aiur Skies
lemot Tama... giliran dah kejadian aja nyesel loe 😂😂😂
Aiur Skies
SALAH BESAR,,, HARUS NYA GAK PAPA DARI AWAL KETAHUAN SIAPA PENERORNYA, PALING TIDAK BUAT WASPADA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!