NovelToon NovelToon
WHO IS THE FEMALE LEAD??

WHO IS THE FEMALE LEAD??

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:891.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Novel ini menceritakan tentang sebuah pencarian pemeran utama wanita yang sesungguhnya di dalam kisah ini.

Akankah kisah ini menjadi milik Kirana, wanita cantik dan baik hati dari keluarga biasa yang kehadirannya di tolak mentah-mentah oleh keluarga Theo, pria yang begitu mencintai Kirana.

Ataukah menjadi milik Anya, wanita yang tak kalah cantiknya pilihan keluarga Theo.

Ceritanya menjadi rumit saat Theo di pertemukan dengan wanita yang mirip dengan almarhum Anya di saat dia sudah bahagia bersama Kirana dan buah hati mereka.

Setelah tiga tahun Anya meninggal. Pertemuan Theo dengan wanita itu membuat semua yang awalnya baik-baik saja menjadi berantakan. Terlebih keadaan wanita itu yang membuat Theo merasa ada yang salah dari tewasnya Anya.

Apa yang terjadi sebenarnya??
Apa yang Theo lewatkan selama tiga tahun ini??
Lalu bagaimana nasib Kirana dan rumah tangganya saat di guncang badai??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Kirana

Belum sempat Kirana mengganti bajunya, ponselnya sudah kembali berdering. Tadi dia belum sempat mengangkatnya karena dia harus menidurkan Azka dulu di kamar setelah tertidur dalam perjalanan pulang.

"Iya sayang" Kirana mengarahkan wajahnya pada kamera ponselnya.

Ternyata suaminya yang sejak tadi menghubunginya. Wajah Kirana tampak sumringah karena bisa melihat wajah tampan suaminya.

"Kamu habis pergi??" Mungkin Theo melihat riasan di wajah Kirana dan juga baju Kirana yang terlihat rapi tidak dengan dress rumahan seperti biasa.

"Iya, tadi ke playground sebentar. Azka sudah sembuh dan kelihatan bosan, jadi aku ajak main keluar. Sekarang Azka tidur" Kirana mengarahkan ponselnya pada Azka yang tertidur nyenyak di ranjang.

"Sama Randi??" Theo terdengar tidak suka.

"Iya, tapi nggak sengaja ketemu di sana. Bukan karena pergi sama dia" Jujur Kirana. Meski dia tau kalau sejak dulu suaminya itu tidak suka dengan Randi. Tapi Kirana sudah menjelaskan berkali-kali pada Theo kalau Randi hanyalah teman biasa baginya.

"Aku nggak bohong sayang" Lanjut Kirana karena melihat wajah Theo yang langsung berubah muram. Tapi Theo tetap diam tak menyahut lagi.

"Terus gimana kabarnya Anya?? Apa dia belum berubah pikiran??" Kirana mencoba mengalihkan perhatian Theo.

"Belum" Jawab pria itu dengan gelengan lemah.

"Kita harus pakai cara apa supaya Anya nggak keras kepala lagi?? Apa aku harus datang ke sana juga?? Mungkin sesama perempuan, dan dari hati ke hati aku bisa membujuknya"

Sebenarnya Kirana sudah memikirkan rencana itu dari kemarin. Mungkin Anya akan lebih terbuka kepadanya. Mungkin dengan kedatangannya bisa membuat Anya mau mengatakan alasan kenapa dia tidak mau di operasi.

"Apa kamu yakin?? Tapi Azka gimana?? Dia baru saja sembuh, tidak mungkin dia di ajak ke sini"

"Aku akan bicara sama Mama biar Mama menemani suter di rumah saat aku pergi. Tidak akan lama sayang, mungkin dua atau tiga hari saja"

"Baiklah, kamu atur saja mau ke sini kapan. Yang jelas, kamu pastikan dulu Azka baik-baik saja"

"Hemm, baiklah" Senyum Kirana mengembang dengan cantiknya.

"Ya sudah, aku hanya ingin menanyakan kabar kalian berdua saja. Aku tutup dulu"

"Iya, jangan lewatkan jam makan kamu. Kabari aku kalau ada apa-apa"

"Iya sayang, aku tutup dulu"

Theo segera menutup panggilan Video yang ia lakukan dengan istrinya itu.

Tapi setelah itu, Theo terlihat sangat frustasi dengan meraup wajahnya dengan kasar. Badannya yang tegap itu bersandar dengan lemas lada sofa di ruangannya.

Entah keputusan Kirana datang menyusulnya ke sana itu benar atau tidak, tapi Theo sekarang malah merasa tidak tenang.

Tapi tadi menolak permintaan Kirana rasanya juga tidak mungkin. Di Jogja dia menghadapi Anya seorang diri saja sudah hampir gila. Apalagi sekarang akan datang Kirana. Kedua wanita yang benar-benar mengobrak-abrik hati dan pikirannya.

Bagaimana nanti jika Anya semakin tertekan dengan kedatangan Kirana. Apalagi saat ini Theo tau perasaan Anya kepadanya bagaimana, meski kurang yakin dengan dugaannya jika selama ini Anya mencintainya, tapi omongan Randi juga melihat pengorbanan Anya selama ini membuat Theo mulai memikirkan hal itu.

Bagaimana jadinya jika Anya malah bertemu Kirana, wanita yang telah Theo nikahi, juga wanita yang telah mendapatkan kebahagiaan dari pengorbanan Anya. Apa semua itu tak akan menyakiti Anya.

"Apa yang harus aku lakukan??" Theo menjambak rambutnya dengan kasar.

Apa yang Theo lakukan itu bertepatan dengan Boby yang masuk ke dalam ruangan Theo.

"Ada apa Tuan?? Apa ada masalah??" Boby terlihat khawatir dengan keadaan Bosnya itu. Apalagi akhir-akhir ini Theo terlihat sering melamun.

"Menurutmu, kalau Kirana datang ke sini dan bertemu dengan Anya gimana Bob?? Sementara kau tau sendiri kan keadaannya bagaimana??"

Theo memang sudah menceritakan semuanya pada Boby, termasuk keadaan Anya yang pernah pingsan gara-gara dirinya.

"Maaf Tuan, apa Tuan yakin kalau itu tidak akan memperburuk suasana?? Maksud saya, apa Nona Anya akan baik-baik saja??"

"Itu yang aku takutkan, tapi Kirana berpikir jika dia datang ke sini dan bicara dari hati ke hati dengan Anya, mungkin sebagai sesama wanita Anya akan mengerti"

"Kalau itu tujuan Nyonya Kirana, mungkin bisa di pertimbangkan Tuan"

Theo kembali menghela nafas kasarnya. Seolah-olah dia benar-benar sudah lelah dengan semua ini.

Masalah yang ia hadapi justru semakin rumit saja. Rasanya dia ingin menghilang dari muka bumi ini barang sekejap saja. Tapi itu tidaklah mungkin.

"Tapi bagaimana kalau kedatangan Kirana malah membuat Anya marah dan tidak mau bertemu dengan ku??" Rasanya Theo tidak bisa untuk tidak melihat Anya barang sehari saja.

Anggap saja ini konyol dan bre**sek karena Theo malah terkesan tidak bisa jauh dari Anya dari pada Kirana. Dulu dia berpisah dengan Kirana berbulan-bulan pun rasanya tak semenakutkan itu.

Entah Theo hanya terbawa euforia saja karena baru bertemu dengan Anya setelah kematian palsunya saja atau perasaan lain yang begitu susah di jabarkan.

Yang jelas Theo saat ini menjadi pria yang paling jahat, paling pantas di benci oleh siapapun karena tak bisa bertindak tegas pada perasaannya sendiri.

Tapi Theo sendiri tidak bisa mengendalikan perasaannya itu. Meski dia sudah mencoba menguatkan perasaannya pada Kirana, nyatanya bayangan Anya tetap saja muncul.

Kalau seandainya bisa, Theo juga sudah membuang bayang-bayang Anya yang selalu menghantuinya daei dulu. Tapi bukan dia yang mengatur segalanya. Bukan dia pula yang bisa membolak-balikkan hatinya dengan semudah itu.

Jujur kalau dia bisa, dia sudah menyerah saat ini...

Boby yang melihat Theo tampak frustasi seperti itu tentu saja merasa Iba. Harus terjebak di antara dua wanita yang begitu istimewa. Tapi dia bisa apa selain menuruti perintah Bosnya.

"Apa jadwalku setelah ini Bob??" Theo kembali menegakkan tubuhnya.

"Tidak ada Tuan"

Theo melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menjelang sore hari, dan cuaca di luar sana tampak cerah. Mungkin dengan berjalan di luar sebentar bisa menghilangkan rasa stresnya.

"Aku titip kantor, kalau ada apa-apa hubungi saja. Pulang saja kalau sudah tidak ada yang di kerjakan lagi. Aku pergi dulu" Theo beranjak dari sofanya dengan merapikan jas mahal yang ia pakai.

"Baik Tuan"

Boby menatap punggung Theo yang semakin menjauh.

"Sepertinya berat sekali masalah mu kali ini Tuan. Kalau sudah menyangkut hati memang tidak ada kata mudah. Pasti akan begitu rumit dan memusingkan. Tapi, semoga ada jalan keluar setelah ini. Semoga kalian bisa kembali seperti dulu lagi" Gumam Boby dengan begitu iba pada Tuan mudanya itu.

1
Rafiii Rafi'a
😭😭😭😭😭
flufery⋆
Vindy swecut
kereeenn banget ceritanya thor...❤️❤️❤️❤️
Vindy swecut
greget banget am kelakuan mereka berdua...tapi ini yg bikin candu...😆😆
Linda Liddia
Udah anya pilih aja Zaky yg tulus bgt sama kamu..Bodoh aja kamu mau nerima si Theo lg
Endang Sulistia
bagus ceritanya thor
Endang Sulistia
habislah kau tiang..🤪🤪🤪
Endang Sulistia
hati-hati kau bob...😄😄😄
Endang Sulistia
padahal dah di bilang kalo itu zina,.masih aja ngeyel si kirana
Endang Sulistia
ngadu jalur langit ya theo
Endang Sulistia
mantap zak...
Endang Sulistia
bisa tolong zak..tampol pala si Theo
Hana Nisa Nisa
😭😭😭😭😭😭
Nursina
seru banget lanjutkan
Anita Candra Dewi
tp masak digituin kirana ga merasakan apa2?
Parlindungan Pangab
penghianat juga mba anik mau di titipi bunga oleh theo
Dewi Hutabarat
Luar biasa
Dewi Hutabarat
Lumayan
Jie Fitri
Luar biasa
Delfianti
di novel ini Kirana yg selalu mendapat perhatian dari kawan2nya. sedangkan Kanaya berjuang sendiri. athur tak adil.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!