NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15 rahasia

Biel masih duduk terdiam di atas motornya ketika Shahnaz turun dari mobil.

Wanita itu berdiri tegak di sisi mobil sambil melepas kaca mata hitamnya.

Pandangannya terarah pada sosok Biel yang berada di seberang jalan.

Sadar sedang menjadi pusat perhatian,

Biel menutup kaca helmnya, tak lama ia menyalakan mesin motornya dan segera berlalu dari tempat itu.

Ia tak siap jika harus kembali bertemu dan berhadapan dengan wanita itu.

Ia tetap seperti dulu....

Tak memiliki apapun untuk bisa ia jadikan untuk melawan wanita itu.

Sementara itu Shahnaz,

Ia yang merasa aneh dengan seseorang di atas motor yang berada di seberang jalan sana kian merasa curiga ketika seseorang tiba tiba pergi ketika ia memperhatikannya.

" Johan....!! " panggilnya dengan suara sedikit keras kepada salah satu penjaga pintu utamanya di pos itu.

" ya Nyonya " seorang pemuda segera berlari mendekat kepadanya.

" kau lihat orang di seberang jalan tadi ?! "

tanya Shahnaz

" iya nyonya...saya melihatnya "

" kau tahu siapa dia ?! "

" tidak nyonya, saya baru kali ini melihatnya....mungkin dia hanya sedang berteduh atau beristirahat saja nyonya.

jika di lihat dari cara berpakaiannya....mungkin dia baru pulang kerja " jawab Johan menjelaskan.

Shahnaz terdiam,

Penjelasan Johan cukup masuk akal.

Akhirnya ia memilih masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam area yayasan.

Seperti biasa saat ia datang ke tempat ini, Wanita itu langsung melangkah ke arah ruang kepala sekolah.

" selamat pagi nyonya " sapa seorang laki laki paruh baya yang berada di dalam ruang kantor kepala yayasan.

" hemm....aku baik,

bagaimana barang kita ?! " tanya Shahnaz setelah ia masuk ke dalam ruangan.

" semua sudah di pack dan siap edar nyonya....

kita hanya butuh perantara saja untuk membuat barang kita berada di pasaran " jawab laki laki baya itu sambil menunjukkan rekaman cctv sebuah ruangan yang menunjukkan gambar bertumpuk tumpuknya sesuatu yang di bungkus rapi dengan kotak kotak kayu.

Senyum tersungging di bibir Shahnaz.

" bagus....

aku suka kerjamu, tunggu pemilihan tahun depan,

aku pastikan kau akan menjadi salah satu kandidat wali kota di kota ini " ucap Shahnaz dengan penuh percaya diri.

" terima kasih nyonya.....terima kasih " jawab seseorang itu dengan raut wajah senang dan bahagia.

" jangan terlalu senang dulu pak Hutomo, aku tidak bisa memberimu jaminan jika kau pasti akan terpilih.

Aku hanya bisa memberimu jalan saja "

" iya nyonya....aku mengerti "

" tapi percayalah....

aku tidak akan berhenti sampai di situ saja, sebisaku aku tentu akan membuatmu terpilih. Dan setelah itu,

kau pun harus tahu apa yang harus kau lakukan "

" tentu saja nyonya ....aku tidak akan pernah lupa dengan budi baik anda kepada saya "

" bagus ....

kalau begitu ...persiapkan untuk pengiriman selanjutnya.... "

" baik nyonya ....." jawab pak Hutomo penuh kesiapan.

Setelah perbincangan itu, Dua orang masuk ke dalam ruangan itu.

" nyonya....

silahkan...." ucap salah satu dari dua orang itu.

Shahnaz mengangguk dan kemudian ia bangkit dari duduknya mengikuti dua orang yang lebih dulu melangkah ke arah sebuah pintu yang ada di pojok ruangan itu.

Di belakangnya,

Pak Hutomo turut mengikuti.

Pintu terbuka,

Sebuah kamar mandi biasa, ke empat orang itu masuk ke dalam kamar mandi itu menuju sebuah kaca besar yang menempel di dinding.

Kaca itu di geser dan lagi sebuah pintu terlihat.

Pintu itupun di buka....

Seketika sebuah ruangan yang cukup luas terhampar di sana.

Tumpukan tumpukan karung berwarna putih memenuhi ruangan itu.

Wajah Shahnaz berbinar, di matanya itu bukan hanya tumpukan karung putih biasa.

Tapi itu adalah tumpukan uang baginya.

Karena tumpukan itu, banyak orang bertekuk lutut di hadapannya.

Mereka semua berlomba lomba menyenangkan hatinya dan berebut untuk mendapatkan perhatian darinya.

Tak ada yang berani

" kalian sudah mendapatkan pengirim itu ?! " tanya Shahnaz

" sudah nyonya ...sesuai petunjuk dari tuan muda.

Kami berhasil menghubunginya.

Tapi kami tidak bisa bertemu langsung dengan orang itu karena ia menolaknya.

Ia meminta barang di kirim ke alamat yang ia kirimkan dan kemudian dia sendiri yang akan melanjutkan mengirim sesuai keinginan kita.

Intinya hanya dia tidak mau kita mengetahui jati dirinya "

jelas Erea salah satu perempuan di tempat itu yang juga merupakan kepercayaan Shahnaz.

" tak apa Erea ...

aku sudah banyak mendengar sepak terjangnya dari Steve.

Selama ini katanya memang tidak ada satupun yang telah memakai jasanya yang pernah bertemu dengannya.

Yang penting barang kita bisa sampai tujuan tepat waktu.

Itu sudah cukup.....

Dan jika itu benar terjadi, tambahkan lagi bagiannya " ucap Shahnaz lagi.

Tiga orang lain di tempat itu mengangguk mengerti.

Shahnaz kembali melangkah masuk semakin dalam ke dalam ruangan itu.

Dan lagi lagi sebuah pintu yang tertutup dinding berada di sana.

Wanita cantik itu membuka pintu itu.

Wajahnya kian merekah, hamparan tanaman kehijaun segera tersaji di hadapannya ketika pintu itu buka.

" tanaman anda tumbuh subur nyonya " ucap Erea.

" hemmmmm......

dan dengan ini, aku akan tetap menjadi pemegang kota ini " jawab Shahnaz dengan senyum menyeringai.

Shahnaz benar benar telah gelap mata, ambisi sungguh telah merubahnya begitu jauh.

Berawal dari ingin menjadi satu satunya di hati Ricard yang nyatanya diam diam menyimpan rasa kepada wanita yang telah ia hamili namun ia tak berani mengungkapkan perasaannya karena perbedaan status.

Shahnaz berubah menjadi wanita serakah.

Segala cara ia lakukan hanya agar keberadaanya terlihat dan di akui di mata semua orang.

Kini,

Semua yang ia inginkan telah tercapai, dengan uang .....

Jangankan seseorang seperti Ricard yang dulu sulit tersentuh olehnya.

Kini laki laki itu bahkan tak berdaya di hadapannya selain terbaring lemah di atas pembaringan.

Dan sebagai bonusnya, banyak orang juga berada di dalam genggamannya karena uang.

🍀

Senja di sebuah apartemen,

Erick yang baru saja pulang dari kantor terlihat duduk di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir coklat hangat.

Tatapan pria itu menatap lurus ke depan, tepatnya ke arah jalan raya yang di padati kendaraan bermotor.

Juga pada lampu lampu jalan yang mulai menyala.

Lampu lampu nampak berkerlap kerlip indah.

Glek ...

Erick menenggak minumannya, rasa hangat seketika melewati tenggorokannya.

Ingatannya melayang pada malam kemaren di club yang ia datangi bersama dengan Aris.

( Bee .....)

sebuah nama terngiang di telinganya.

" siapa sebenarnya kau....kenapa aku sungguh merasa tidak asing denganmu ?! " bisik Erick lagi.

sementara itu jauh dari ia berada saat ini,

seseorang yang sedang ia pikirkan nampak menyusuri area pemakaman.

Satu hal yang sering Biel lakukan setiap satu Minggu sekali.

mencari makam sang ibu,

Ia tak pernah tahu di mana sang ibu di makamkan sehingga ia mendatangi area pemakaman di kota yang telah lama ia tinggalkan ini satu demi satu dengan harapan....

Mungkin di salah satu area pemakaman itu, ia akan menemukan sebuah batu nisan bertuliskan.

" Saraswati Anggraini Calista......"

Nama sang ibu.

Tapi selama ini, usahanya tak pernah membuahkan hasil.

Ia tak pernah menemukan apa yang ia cari.

Entah di mana mereka menguburkan sang ibu yang kata mereka telah tiada.

1
Durrotun Nasihah
selamat erick😍
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘦 💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘻
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨"𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘳𝘪𝘤𝘬
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪👍
Tuti Tyastuti
𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯
Eka Burjo
bertelo telo 🤦
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘢𝘯 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘱𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘫𝘨 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬😅
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘹 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!