Menikah adalah Moment bahagia bagi setiap Insan, Namun terkadang pernikahan tak sesuai harapan kita, jika pernikahan bukan karna kehendak kita sendiri,....
Diky adalah seorang pria sukses namun sll gagal dalam percintaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniee EasyMom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32_Musibah
***
"Astagfirullah.... "Ucap Diky sambil memegang dadanya...
"Fik, tepikan mobil keseblah kanan." ucap Dikiy sambil menunjuk ke arah dimana Dia melihat motor dan Leo sedang berdebat dengan polisi...
"Maaf, ini ada apa, Pak? " tanya Diky saat sudah sampai dimana Leo dan Rehan sedang berdebat dengan polisi.
"Anak-anak ini yang menyebabkan kecelakaan tadik Pak." ucap salah satu polisi sambil menunjuk kearah Leo dan Rehan.
"Enggak Dad, kami hanya menghindar, " sangkah Leo.
"tapi kalian sudah ugal-ugalan." sahut Pak Hendra polisi tersebut dengan suara nyaring.
"itu karna kami dikejar beberapa pengendara motor." sahut Leo tak kala nyaring...
Leo tak ingin disalahkan sendiri, sebab itu bukan keinginan nya untuk ugal-ugalan dijalan raya,,, Mereka terus berdebat tak ada yang mau disalahkan, sedangkan pengendara yang mengalami kecelakaan karna menghindari motor Leo yang tiba-tiba menyebrang sudah dilarikan kerumah sakit, beruntung Dia hanya mengalami luka ringan, hanya motor nya saja yang rusak parah...
"Pak, saya minta maaf atas tindakan anak saya, tapi saya yakin anak saya tidak sepenuhnya salah, Dia bukan tipe anak yang suka keluyuran tanpa sebab, apalagi sampai ugal-ugalan." Gumam Diky setelah melihat Pak Hendra dan Leo tak ada yang mau mengalah,,,
"Baiklah, karena Bapak Diky yang meminta maka saya aka lepasin anak Bapak, dengan syarat Bapak harus memperingatkan Anak bapak agar tidak lagi melakukan hal yang sama dan Bapak harus bertanggung jawab atas kecelakaan tadik." jawab Pak Hendra.
"Hum, baiklah, dimana saya harus menemui pasien ?" tanya Diky.
"Dipuskesmas Pratama, korban hanya mengalami luka ringan tapi motornya yang rusak parah." sahut Pak Hendra.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi Pak, saya akan menemui korban dulu." jawab Diky.
"Silahkan Pak, ini kunci motornya." Ucap Pak Hendra sambil memberikan kunci motor Leo dan Rehan...
***
***
"Dad, aku pulang sama Rehan nanti yah!" pinta Leo saat Daddynya akan membuka pintu mobil...
"Kenapa? Kamu mau kemana lagi? jangan buat ulah nak, ini hari pertama Daddy masuk kerja dan harus mengurus ini juga." sangkah Diky.
"Maafkan Leo Dad, tapi Leo dan Rehan harus nyusul Leon dan Roy, tadik mereka dikejar anak Gank motor, aku nggak mau mereka jadi boyok dan aku nggak bisa membantu, Aku janji setelah ini kami akan pulang bersama." pinta Leo.
"Kenapa nggak bilang dari tadik, cepat susul Adikmu, Daddy dan Om Fikry akan ke puskesmas menemui korban tadik, semoga Dia nggak macam-macam , ingat pulang dengan selamat dan kabari Daddy jika sudah dijalan." sahut Diky dengan suara tinggi.
"Baik Dad, kami jalan." sahut Diky sambil berbelok...
Diky dan Fikry menuju rumah sakit tempat dimana korban dirawat, beruntung korban hanya luka ringan dan tidak menuntut banyak, hanya biaya perbaikan motor dan biaya perawatan karna mereka tidak punya uang untuk membayar biaya perawatan apalagi biaya perbaikan motor, tapi Diky yang merasa bersalah dan ibah dengan keadaan orang tersebut menambahkan uang satu juta katanya pembeli beras sebelum beliau sehat, dan itu membuat Bapak tersebut berterimakasih. Mungkin ini sudah takdir dan rencana tuhan, sebab tadik berangkat dari rumah niatnya mau kerumah teman buat minjam uang untuk pembeli beras dan juga obat untuk anaknya yang sedang demam...
***
***
Sedangkan ditempat yang berbeda Leo dan Rehan terus melajukan motornya untuk mencari Leo dan juga Roy, rupanya orang yang mengikutinya tadik putar arah setelah melihat kecelakaan dan Leo yang ditahan sama Polisi...
"Kemana mereka yah, kita sudah keliling tapi nggak nampak?" tanya Rehan saat mereka istirahat disamping jalan, kebetulan sunyi dan banyak pepohonan yang tumbuh.
"Entahlah, aku juga nggak tau," sahut Leo masih dengan wajah cemas..
"Coba telpon Leon dulu, siapa tau mereka sudah aman ?" pinta Rehan
Leo segera mengambil benda segi empat di saku celananya,, lalu menelpon Adiknya...
Trin
Tring
Tring
Mereka mempertajam pendengarannya, samak-samak mereka mendengar bunyi Hp,, Leo dan Rehan segera menuju semak-semak memeriksa dimana Hp tersebut,,
"Han, dapat?" tanya Leo.
"apa ini?" Rehan bertanya balik, sambil mempelihetkan Hp yang digenggam nya.
"iyya, ini Hp Leon, semoga mereka baik-baik saja." Sahut Leon.
"Le, kita kegudang sana, " ucao Rehan sambil menunjuk sebuah gudang tua tak jauh dari tempat dimana mereka menemukan Hp Leon..
"Ayo....." Guman Leo
Rehan dan Leo belari menuju gudang tua, tanpa menungggu waktu lama mereka sampai digudang..
"Leon, Roy, dimana kalian?" Teriak Leo dan Rehan jampir bersamaan.
"Leonnn, Royyyy" Suara Leo semakin meninggi, khawatir keadaan Adik dan sahabat nya.
"Le, kita kedalam." pinta Rehan.
Mereka mendombrak pintu gudang tersebut, hanya beberapa kali tendangan, pinta langsung terbuka..
"Leoonn, Royy," suara Leo mengelegar melihat keadaan Adik dan Sahabat nya,l yang sangat memprihatikan.
Leon dan Roy pingsan berlumuran darah, rupanya mereka baru saja selesai berkelahi dengan ke lima orang yang mengejarnya, namun yang menjadi pertanyaan Leo, siapa mereka yg berani mengganggunya dan bisa mengalahkan Adik jga sahabat nya, sedangkan Leo yakin kemampuan bela diri Leon san Roy,
Dengan tergesa-gesa penuh amara Leo mengangkat tubuh Leon sedangkan Rehan mengangkat Roy, mereka berlari kejalan raya minta pertolongan pada pengendarah mobil, karna tdak mungkin mereka membawahhya kerumah sakit dengan naik motor..
***
***
"Assalamualaikum". Ucap Diky sambil masuk kedalam rumah dengan wajah lelah.
"Waalaikumsalam". Jawab Diandra, sambil membantu Suaminya membuka jas dan juga tas nya.
"Mas, kerjaan banyak bangat yah, kamu kok pulang telat, wajah kamu lelah bangat, kamu mandi yah aku siapikan air hangat, abis itu kita makan, anak-anak pada belum pulang, aku telpon nggak diangkat," keluh Diandra pada suaminya yang sedari tadik khawatir pada anak-anaknya.
"Hmm," jawab Diky yang memang sangat lelah mengurus masalah anak-anaknya dan juga khawatir karen sampai sekarang Leon belum memberinya kabar tentang adiknya.
Selesai mandi Diky menuju meja makan, disana Diandra sedang membantu Bik Maryam menata makanan dimeja, Saat akan mulai makan tiba-tiba telpon Diky berbaring.
Tring
Tring
Tring
Diky mengambil Hp nya, dan dengan cepat mengangkat saat tahu kalau putranya yang menelpon.
"Hallo, Le, gimana?" sahut Diky saat sambungan telpon tersambung.
"Dad, kami ada di rumah sakit, kalau Daddy nggak capek kesini yah, Aku ada urusan nanti." pinta Leo.
"Siapa yang sakit?" tanya Diky dengan suara tinggi hingga Diandra dan Anjani memperhatikan Diky.
"Leon dan Roy, Dad, Kami menemukan mereka digudang dalam keadaan pingsan." jelas Leo.
"Baik, cepat Sher Lokasinya, saya kesana Sekarang." Ucap Diky lalu mematikan sambungan telponnya..
"Siapa yg sakit Mas,?" tahya Dian yang heran melihat suaminya tampak khawatir.
"Leon dan Roy, kita kerumah sakit sekarang." ucap Diky.
"Astaghfirullah, ayoo mas cepat," ucap Diandra tanpa menunggu lama mereka meleset menuju rumah sakit..
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai, dan langsung menuju dimana Leon dirawat menurut info yang Dia daoat dari Leo,
"Gimana keadaan Adikmu Le?" Tanya Diandra dan Diky saat sampai didepan ruang perawatan Leon.
"Sudah ditangani Dokter Mom, tidak ada luka yang cukup serius tapi mereka harus rawat inap." Jelas Leon yang tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir.
"Syukurlah, Mommy khawatir, lalu kenapa Adiknu bisa sampai begini Le, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Dian yang merasa aneh tiba-tiba anaknya masuk rumahsakit sedangkan saat berangkat sekolah mereka baik-baik saja.
"Masalah Anak muda Mom, udah Momny nggak usah khawatir aku akan selesaikan secepatnya."Ucap Leon.
"Bagaimana Mommy nggak khawatir melihat Adikmu seperti itu, Daddy kalian aja baru sembuh dari sakitnya," Ucap Diandra si sela isak tangisnya,
"Dad, karena Daddy dan Mommy sudah ada, aku keluar sebentar yah, ada urusan," pinta Leon pada Papanya, krn tak kbgin membuat Mommynya semakin sedih.
"Hmm, pergilah selesaikan dengan baik, aku tidak ingin kau datang membawah kabar buruk." Ucap Diky.
Setelah pamit pada Daddynya Leo dan Rehan mengendarai motornya melesat meninggalkan halaman rumah sakit, mereka melaju dengan kecepatan tinggi, ingin segera sampai di lokasi tujuan nya....
"Aku, akan beri kalian perhitungan, beraninya mengganggu ketenangan ku, " guman Leo dalam hati...
****"