Pagi yang cerah dengan jalanan ibu kota yang padat dengan kendaraan. Terdapat satu keluarga dengan seorang anak gadis yang sangat cantik.
Kehidupan mereka sangat bahagia sampai akhirnya ada satu kejadian yang di harus kan ayah dari gadis itu di penjara.
Setiap hari gadis itu mendapatkan bully di sekolah karena ayah nya yang berada di dalam penjara. Sampai akhirnya dia bertemu salah satu pria yang menemani dia saat semua orang menghinanya.
Pria itu sangat baik, tetapi dari kebaikan nya itu ada maksud tersendiri, sampai akhirnya gadis itu mengetahui apa maksud pria itu mendekati nya.
Sampai pada suatu hari ayah dari gadis itu akhir nya bebas dari tuntutan yang membuat gadis itu sangat senang, tetapi kesenangan itu tidak berlangsung lama gadis itu harus menuruti perkataan orang tuanya.
Dia harus menikah dengan seorang pria yang sudah di tentukan oleh orang tua nya, pria itu ternyata satu sekolah dengan dia dan bisa di bilang musuh nya sejak awal masuk sekolah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
“Enggak mau, mau ikut,” rengek Elfaro sedikit ke Adira.
“Enggak usah ikut, tunggu di sini aja,” ujar Adira sambil berjalan menuju kamar nya.
“Tapi jangan lama-lama,” ujar Elfaro.
“Iya bawel,” teriak Adira dari balik pintu kamar nya.
Elfaro harus menunggu Adira sendirian di rumah megah milik Adira.
“Mama papa Adira kemana ya?” gumam Elfaro pelan.
“Mungkin lagi ke luar sama mamah papah,” lanjutnya lagi.
Elfaro merasa muak karena menunggu sendirian, sudah 20 menit Elfaro menunggu sendirian. Elfaro pun bergegas menuju kamar Adira.
Ternyata di kunci.
“Adiraa cepet buka pintunya, gue capek nunggu loe dari tadi lama banget sih,” teriak Elfaro dari balik pintu kamar Adira.
“Iya dikit lagi ini tunggu,” teriak Adira dari dalam kamar.
“Cepetan Adira,” rengek Elfaro.
Ckrekk
Adira membuka pintu kamar nya.
“Ini udah,” ucap Adira yang melihat Elfaro berada di depan kamarnya yang sedari tadi menunggu nya.
“Cantik,” batin Elfaro.
Adira hanya memakai sweater oversize dengan celana panjangnya dengan sedikit bedak dan lipstik di wajah cantik nya.
“Lama banget,” ujar Elfaro dingi, tadi di depan pintu merengek, sekarang ada orang nya malah dingin kek es batu.
“Iya tadi gue nyari baju yang tidak terlalu sexy, kan kata loe jangan pake baju yang sexy-sexy,” ujar Adira jujur.
“Ternyata mudah sekali dia nurut dengan gua,” batin Elfaro gemas dengan Adira.
Elfaro hanya mendehem, padahal dalam hati nya dia sangat ingin teriak sekencang kencang nya.
“Ya udah ayokk, nanti keburu malem,” ujar Adira sambil menarik tangan Elfaro menuju ke luar rumah.
“Udah mau malem juga,” jawba Elfaro.
“Nyenyenyenyeee, udah cepetan ih jalannya,” ujar Adira sambil berjalan ke luar, di ikuti oleh Elfaro di belakang nya.
Mereka langsung berjalan menuju mobil Elfaro, dan dengan sigap Elfaro langsung membuka pintu mobil nya dengan sangat manis.
*Mobil Elfaro
“Makasih,” ujar Adira.
Elfaro hanya tersenyum tanpa menjawab, ia pun masuk ke dalam mobilnya.
“Cuman cari baju pengantin aja?” tanya Elfaro kepada Adira.
“Gue mau keliling mall dulu,” ujar Adira.
“Ya udah gue temenin,” jawab Elfaro.
Saat di perjalanan ke mall Adira dan Elfaro tidak berbicara apa pun. Suasana Hening.
“Apa gue tanya aja ya ke Elfaro, biar enggak hening kayak gini,” batin Adira. Karena dia lesu kalau tidak berbicara seperti ini.
“Mau nanya apa?” tanya Elfaro seakan tau isi hati Adira.
“Loe bisa baca batin orang?,” tanya Adira kaget.
Elfaro hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
“Loe nebak?” tanya Adira lagi.
“Iya,” jawab Elfaro singkat.
“Hemm,” kila berdehem.
“Tanya aja,” lanjut Elfaro.
“Loe kenapa mau di jodohin sama gue? Bukan nya lo benci sama gue? Dari awal masuk sekolah kan kita juga enggak pernah akur, kita akur juga baru-baru ini,” Cerocos Adira.
“Ya gue kan anak yang berbakti kepada orang tua, jadi gue nurut aja apa yang orang tua gue bilang, dan pilihan orang tua itu enggak mungkin salah,” jelas Elfaro.
“Maksud loe gue orang yang tepat gitu?,” tanya Adira.
“Mungkin, loe tau enggak waktu gue deket sama Arini papah gue ngelarang gue buat deket sama dia, papah bilang kalau papah punya feeling Arini itu bukan anak baik-baik, dan dia cinta sama gue itu enggak tulus. Awalnya gue marah sama papah karena udah omong yang enggal bener tentang Arini, tapi alhamdulilahnya gue tau sifat busuk dia sebelum semuanya terlambat,” jelas Elfaro lagi.
“Hemm, feeling papah loe kuat juga.”
“Iya, untungnya gue belum jadian sama Arini. Makanya mulai sekarang gue bakalan ikutin perintah orang tua gue, karena gue yakin pilihan orang tua ga mungkin salah,” kata Elfaro sambil menatap Adira sangat dalam.
Adira tidak berkata apa- apa dia hanya menatap Elfaro dengan tatapan yang sangat dalam juga. Tanpa menunggu waktu lama akhirnya mereka sampai juga di mall.
“Loe tau toko nya di sebelah mana?” tanya Adira ke Elfaro.
Elfaro meggelengkan kepalanya, ia sama sekali tak tahu.
“Ihh kirain udah tau,” ucap Adira sambil turun dari mobil di ikuti dengan Elfaro.
“Keliling aja,” ujar Elfaro dingin.
“Ya udah deh,” ujar Adira sambil memasuki pintu mall, diikuti juga dengan Elfaro.
“Lumayan rame ya,” ujar Adira.
“Kalau sepi hutan,” jawab Elfaro dingin.
“Ihhh,” jawab Adira kesal.
Elfaro pun jalan sejajar dengan Adira.
Saat sedang jalan mencari toko pakaian pengantin mereka tidak sengaja bertemu dengan Arini. Awalnya mereka berdua tidak ngeh kalau ada Arini di mall itu. Tiba-tiba saja Arini menghampiri Adira dan Elfaro.
“El,” panggil Arini.
“Arini,” jawab Elfaro kaget.
“Kamu ngapain di sini? Berduaan lagi sama Adira,” tanya Arini.
“Bukan urusan loe,” jawab Elfaro dingin.
Arini yang mengetahui ada perubahan sikap dari diri Elfaro langsung bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi.
“Kamu kenapa El?” tanya Arini.
“Loe masih nanya gue kenapa?” jawab Elfaro singkat.
“Kamu kenapa kok tiba-tiba berubah gini setelah pulang camping?,” tanya Arini yang masih bingung.
“Loe nggak usah pura-pura sok nggak tahu gitu deh, apalagi pura-pura sok polos. Gue tahu semua rencana busuk lu sama temen-temen loe ini,” ucap Elfaro.
“Rencana busuk apa?” tanya Arini.
“Hahahhaa masih nanya, loe nih bener-bener nggak tahu atau pura-pura nggak tahu? Gue tahu rencana aku suka sama temen-temen loe, loe ngedeketin gue bukan karena loe cinta sama gue kan, tapi karena loe mau memanfaatkan gue, yang lu mau dari gue itu cuman uang gue doang kan gue tahu semua yang loe udah omongin sama temen-temen loe, jadi mulai sekarang gue sama loe udah nggak ada hubungan apa-apa Dan loe jangan gangguin gue sama Adira lagi ngerti kan loh,” ucap Elfaro panjang.
Tanpa mendengar perkataan yang keluar dari mulut Arini, Elfaro dan Adira sudah pergi terlebih dahulu, Elfaro sudah tidak mau mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Arini lagi.
Arini sangat kaget saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Elfaro. Dia tidak menyangka kenapa semua rahasia yang dia pendam selama ini bisa terbongkar. bagaimana bisa Elfaro tahu semuanya. Dengan diri yang penuh emosi Arini langsung bergegas pulang meninggalkan mall tersebut dengan penuh emosi.
“Loe kenapa ngomong gitu ke Arini?,” tanya Adira.
“Biar dia enggak ganggu loe lagi,” jawab Elfaro singkat.
Adira hanya bisa mendehem. Sebenarnya dalam hati Adira Dia sangat senang dengan sikap Elfaro yang begitu perhatian kepada dirinya. sampai tidak ada satu orang pun yang boleh mengganggu Adira.
“Tapi El, pasti Arini punya dendam ke gue, saat loe di scors aja dia udah berani buat nyiram gue, apalagi ini dia liat kita jalan berdua,” ucap Adira.
“Loe tenang aja selama ada gue di samping loe, enggak ada satu orang pun yang bisa gangguin loe,” kata Elfaro sambil menatap Adira tajam.
akhir nya setelah lama menunggu Dira sadar juga.