NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tiya Corlyningrum

Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.

Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!

Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.

Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.


"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uang Saku

Pintu rumah keluarga Wijaya terbuka, wanita yang menyandang status sebagai nyonya di rumah itu menunjukkan ekspresi wajah terkejut melihat suaminya berdiri didepannya dengan bantuan sopir taxi yang mengantarkannya sampai rumah. Ferra mempersilahkan sang sopir taxi itu membawa masuk Ardika.

Sopir taxi itu memapah Ardika hingga lelaki itu duduk di sofa ruang tamu rumahnya.

“Terimakasih sudah mengantarkan suami saya sampai ke rumah, berapa ongkos taxinya pak?” tanya Ferra kepada sang sopir taxi itu.

“Ongkosnya sudah dibayar Bu,“ jawab sang sopir taxi itu.

“Dibayar sama siapa Pak?” tanya Ferra memastikan, karena dalam kondisi mabuk seperti itu Ardika tidak mungkin membayar ongkos taxi.

“Ibu Sonia,“ jawab sopir taxi itu membuat mata Ferra berkilat.

Jadi suaminya mabuk dan pergi ke rumah Sonia dalam tidak sadar? Apakah dalam hati dan pikiran lelaki itu hanya ada Sonia dan Nadia saja? Bukankah dirinya juga istri sah lelaki itu, begitupun Pevita yang menjadi keturunan Wijaya yang juga sah menurut hukum.

Lalu kenapa Ardika memperlakukan dirinya dan putrinya seperti ini? Lelaki itu menawarkan sebuah kemewahan dan juga status sosial, tapi apakah itu cukup? Seluruh orang juga tahu, hanya Sonia yang berhak atas status Nyonya Wijaya.

“Kalau begitu saya permisi Bu,“ ucap sang sopir taxi itu diangguki Ferra.

Tiba-tiba Ardika menggenggam tangan Ferra, lelaki itu mengerjapkan tangannya memastikan.

“Oh? Sonia kamu sudah pulang rupanya?” tanya Ardika membuat Ferra tersenyum miris.

Bahkan dalam kondisi tidak sadar lelaki itu menganggap dirinya Sonia? ******** sekali Ardika ini!

Ardika mencoba menarik tangan Ferra yang kini dia anggap sebagai Sonia. Ferra menghempaskannya dengan kasar.

Ferra memilih meninggalkan Ardika yang kacau disana, namun suara lelaki itu membuatnya berhenti melangkah.

“Sonia, jangan pergi lagi. Aku akan menceraikan wanita itu dan membawamu kembali ke tempatmu yang seharusnya."

Ardika berjalan sempoyongan ke arah Ferra, lelaki itu memutar tubuh Ferra dan mengeratkan pelukannya.

“Aku merindukanmu Sonia, sangat rindu,“ lirih Ardika dengan tangannya mengelus rambut Ferra perlahan, lelaki itu tengah berhalusinasi bahwa wanita yang kini dalam dekapannya adalah Sonia, wanita yang sangat dia cintai melebihi apapun.

“Bahkan dalam kondisimu yang seperti ini, kamu hanya mengingat nama wanita itu?” ucap Ferra dengan suara serak. Rasanya tenggorokannya tercekat, tidak bisa mengucapkan kata-kata apapun lagi untuk mengutarakan isi hatinya.

“Lihatlah, wajahmu semakin menirus. Apa aku menyakitimu?” tanya Ardika menangkup wajah Ferra, lelaki itu meringis melihat wajah Sonia yang dia kira semakin menirus.

Hm kau menyakitiku dan perasaanku sampai remuk, Ardika!

“Kamu benar-benar ******** Ardika Wijaya!“ umpat Ferra menghentakkan tangan Ardika dengan kasar.

“Iya kamu boleh mengataiku semaumu, tapi tolong jangan bawa pergi Nadia dariku. Aku merindukanmu, aku merindukan Nadiaku.”

Plakkkkkk, tamparan keras Ferra tujukan kepada Ardika membuat lelaki itu terhenyak. Ardika mengerjapkan matanya berkali-kali.

Bukankah itu Ferra?

“Kamu yang membuat istri dan anakku pergi, beraninya kamu menamparku hahhhh ?” teriak Ardika dengan melempar vas bunga yang ada dalam jangkauannya hingga menimbulkan suara pecahan yang sangat nyaring.

Di atas sana, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menangis dengan tangan menutupi mulutnya agar tidak menimbulkan suara isakan. Pevita ikut merasakan sakit yang menjalar di ulu hatinya melihat papanya memperlakukan mamanya seperti itu.

Mamanya yang membuat istri dan anak Adika pergi katanya? Bukankah itu kesalahan lelaki itu sendiri yang tidak bisa setia dengan istrinya hanya karena istrinya belum bisa memberikan dia seorang penerus. Kenapa sekarang justru mamanya yang disalahkan? Seharusnya Pevita yang menyalahkan papanya karena telah menciptakan kondisi keluarga yang sangat menyedihkan baginya.

Mungkinkah perasaan yang dia rasakan kini adalah perasaan yang Nadia rasakan selama ini? Pantas saja Nadia sangat membenci dirinya dan juga sang mama, ternyata keluarga yang papanya ciptakan adalah sebuah bom waktu yang siap meledak kapan saja.

.

Terlihat mobil Nadia memasuki pelataran sekolahnya, wanita itu turun dari mobilnya, membuka sunglasses andalannya untuk menghalau sinar matahari pagi yang sangat menyilaukan baginya. Wanita itu mengambil tasnya dan menutup pintu mobilnya.

Beberapa teman sekolahnya menyapa wanita itu dengan senyuman hangat seperti biasa, begitupun Nadia yang menyapa balik teman-temannya dengan tidak kalah hangatnya. Nadia berhenti melangkah, terlihat Ardika turun dari mobilnya bersama Pevita.

Nadia mendengus, melihat hal seperti itu di pagi hari membuat moodnya berantakan. Lebih baik Nadia segera berlalu dari sana.

“Itu Nadia, Pa,“ tunjuk Pevita dengan senyuman sumringahnya.

Ardika menoleh, lelaki itu melihat Nadia didepannya tanpa menoleh ke arahnya.

“Nadiaaaa,” bukan Ardika yang berteriak memanggil nama Nadia, tapi Olivia yang baru saja turun dari mobil ayahnya.

Olivia berlari menghampiri Nadia dan mengalungkan tangannya di tangan wanita itu.

“Parfum baru ya?” tanya Olivia mengendus aroma parfum Nadia.

“Bukan, parfum Mama. Punyaku lagi habis,“ kekeh Nadia dijawab tonyoran pelan di lengannya yang dilakukan Olivia.

“Dasar ya, nggak modal,“ ejek Olivia tertawa.

Ardika tersenyum, padahal lelaki itu ingin menyapa Nadia dan memberikannya uang saku seperti apa yang Ardika lakukan juga kepada Pevita. Tapi nampaknya Nadia sangat enggan untuk berinteraksi dengan dirinya meskipun hanya menyapa saja.

Aroma parfum ini, aroma parfum kesukaan Sonia yang menjadi candu bagi Ardika. Lelaki itu menghirup aroma parfum itu dalam-dalam, Ardika tersenyum.

“Pevita masuk ke dalam dulu Pa,“ ucap Pevita mencium tangan papanya.

“Ini, berikan pada Nadia,“ Ardika memberikan tiga lembar uang seratus ribu rupiah kepada Pevita.

“Hm, akan Pevita berikan,“ jawab Pevita tersenyum kearah papanya.

Pevita berjalan meninggalkan papanya, wanita itu segera menuju kelasnya sebelum mata pelajaran di mulai. Wanita itu masuk kedalam kelas, menghampiri Nadia yang tengah duduk bercanda bersama Olivia.

“Uang jajan untukmu dari Papa,“ ucap Pevita meletakkan uang tiga ratus ribu itu didepan Nadia.

Nadia menoleh ke arah Pevita.

“Ambil aja, aku nggak butuh,“ ucap Nadia sarkasme, seperti menyiratkan bahwa Pevita memang selalu mengambil miliknya, dan Nadia tidak peduli lagi.

----

JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENTARNYA 🙏

1
Andi Fitri
👍👍👍
Siska
kok ak bingung ya. bukanya kelulusan ya. kok jd msh kls 2
Gue Kangen🥰
sadar pak.... sadarrrr..... mantan tuuuu😆😆😆
Fikavindia
aku gk bisa baca nama panjang Fernando🤣
Elly Watty
mnding nadia jgn tiru sifat emaknya deh, hrs konsisten ma ucapannya, jg ngeludah trus dijilat lg
Elly Watty
seorang ibu hanya krn kenikmatan biologis sementara dah g peka sama anaknya, q jd condong k ferra dr pd sonia, elegan tp kyak pelacur
Elly Watty
1000% kecewa bnget ma sonia, dia tak ubahnya kyak pelacur, didekati bram dia g mau, skrg mlah pelakor teriak pelakor
Elly Watty
jijik q thor dg sonia, bener kata si suami keplek kyak ardhi, klw msih cnta knp tdk bsa memaafkan skrg mlah lbih parah dari ferra, berzina dg mntan suami, lah mnding ferra msih dinikahi meskipun dibawah tangan
Elly Watty
jgn goblok deh si sonia diselingkuhin 15 thn msih g bisa moveon?awalnya q salut tp di part ini q jd g respect bnget ma sonia ketika tahu klw dia msih mngharapkan mntan suaminya
Elly Watty
udah bikin klah telak gi si pa2n cucian ardika, buat sonia nikah ma bram ja biar dia stroke skalian
Elly Watty
harus nya si Bpk g tau diri g usah ngasih boneka nya dulu coz da nadia tp nyatanya otak si Bpk konslet tetep ja boneka nya dikasih pdahal tanpa sengaja itu dah melukai nadia
Elly Watty
alur ferdinand n nadia terkesan tergesa2 n dipaksakan...
bung@ter@t@i
sakiiiit tau gak thoooor
Me Ta
his Sonia menjijikan🤮🤮
divyyy
pusat masalahnya di ferra itu
Masttk Eko Prasetyo
kutunggu cerita selanjutnya
Masttk Eko Prasetyo
ciye...mulai perhatian si fernand
Masttk Eko Prasetyo
bau baunya mau ada yg jatuh nih ama adik kelas
Masttk Eko Prasetyo
penisirin cerita selanjutnya
Darla Calista
si anjjjing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!