Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunjungan
Keesokan harinya Sandra bersama tukang kebun bernama Kirman serta Mirah kembali di interogasi.
kali ini interogasi lebih menyudutkan dan melelahkan. Tim penyelidik seolah yakin ketiganya terlibat dalam pembunuhan Mery.
mereka terus menekan ketiganya agar segera mengaku semua kejahatan mereka.
Pertanyaan masih prihal keberadaan mereka, dan juga kapan terkahir bertemu serta hubungan ketiganya.
Sandra merasa frustasi, ia lelah, lelah tubuh mungkin tidak Sandra terllau pikirkan, Sandra lelah secara mental, Namun ia harus kooperatif menjawab semua pertanyaan tim penyelidik hingga saat makan siang, Sandra mendapatkan kunjungan tak terduga dari bibi Hera dan dua orang tua sepuh.
Kedua orang yang di bawa Hera nampak elegan Tak tersentuh.
ada kesombongan dan kemuliaan yang terlihat dari aura kedua pasangan sepuh itu.
"Mba Sandra" panggil bibi Hera
"Bibi Hera...." Sandra melihat bibi Hera yang datang dengan dua orang kakek dan nenek serta seorang pria yang berusia sekitar dua puluh delapan atau tiga puluh tahun
Sandra bingung harus berekspresi apa.
senang apa malu???
Ia baru beberapa hari kenal Hera dan kini menyusahkan pengasuh tua itu
"Bibi Hera, maaf" ucap Sandra lirih
"Mengapa minta maaf, anda melakukan yang benar.
Saya membawa nyonya dan tuan besar mereka ingin bertemu cucu menantunya"
"Mereka...." bibi Hera mengangguk.
Sandra tersenyum kikuk, mencium punggung tangan kedua pasutri sepuh itu
"Cucu ku yang malang, sabar ya, anak nakal itu senjata lagi akan tiba.
Kami nenek dan kakek Aidan" ucap wanita tua itu ramah, ternyata hanya tampilan luarnya saja yang terkesan angkuh, nyatanya wanita tua itu sangat ramah dan langsung memeluk Sandra ..
"Itu nyonya..."
"Panggil aku nenek, ah ini semua kesalahan cucu nakalnya itu.
Jangan khawatir ya, Aidan akan segera tiba"
"Maafkan aku nek, kek, aku sudah membuat malu dan kecewa kalian" ucap Sandra lirih
"Kami percaya padamu" ucap pria tua itu masih dengan sikap kaku
"Lihat, pak tua saja percaya padamu.
Kami datang karena mengkhawatirkan mu"
"Terima kasih Nek" ucap Sandra tulus,
ia merasa sedih dan bahagia secara bersamaan.
#Flash Back
Inah yang mendapat mandat dari Sandra langsung pergi keluar dengan alasan berbelanja, ia langsung menuju apartemen yang Sandra tulus dalam sebuah kertas
Inah menyampaikan pesan Sandra pada Bibi Hera, setelah itu Inah kembali ke kediaman Haris setelah membeli beberapa barang yang ia jadikan alibi nya.
Selepas kepergian Inah, bi Hera juga pergi, ia langsung menuju kediaman utama keluarga nenek dan kakek Aidan dari pihak ayahnya.
Setelah mendapat laporan bibi Hera kedua pasutri sepuh itu bermuka masam dan sedih
"Kita harus menyelamatkan cucu menantu kita kek"
Pria sepuh itu hanya diam sambil memegang dagu nya
"Kau itu selalu saja lama bergerak, menyebalkan" gerutu istrinya kesal.
Tak lama sebuah ketukan pintu membuat ketiganya menoleh.
seorang pemuda mengangguk sopan lalu menghampiri mereka
"Bagaimana???"
"Seperti dugaan anda, konspirasi.
apa kita harus melakukan itu???"
"Apa yang kau sembunyikan di belakangku kakek tua??" tanya Melisa melotot pada suaminya
Sementara itu Bibi Hera langsung pamit pulang kembali ke apartemen.
Kini tinggal tiga orang di dalam ruang kerja itu
"Lakukan, kamu akan segera kesana.
Pastikan cucu menantuku di dampingi"
"baik tuan, permisi" ucap pemuda itu langsung pamit
"Kau...
kau sudah tahu???"
"iya, semalam orangku memberi informasi itu
Dan bagusnya cucu menantuku tak bersalah.
aku sudah mengatur orang melindungi dia di dalam sana dan juga seorang pengacara untuk nya pagi ini akan segera tiba"ucap kakek Azri Araya
"Kau yang terbaik suamiku"
"Huh bukankah kau habis membentak ku???
dasar perempuan" ucap kakek Azri membuat nenek Melisa hanya bisa nyengir
"Lalu Aidan???"
"Tentu saja dia yang harus membereskan semua, dia suaminya.
suami model apa yang meninggalkan istrinya tanpa kabar. Aku sangat marah saat ini.
Dia menikahi seorang wanita tanpa memberitahu kita, lalu tiba-tiba pergi dan membuat wanita itu terlibat masalah.
Sungguh, aku akan menghukumnya nanti" gerutu kakek Azri membuat Melisa tersenyum
suaminya walau keras, ia nyatanya pria yang penuh kasih sayang
sayangnya putra mereka sudah hilang lama dan tidak di ketahui rimbanya.
"Terpaksa kita harus menghubungi keluarga sombong"
"Serahkan padaku tanpa harus berurusan dengan mereka" ucap Melisa lalu terlalu hat menghubungi seseorang.
"Sam, beritahu cucuku, pulang segera.
Atau istrinya akan mendekam di penjara" ucap Melisa lalu memutuskan panggilan teleponnya membuat Azri melongo bengong.
"Beres" ucap Melisa tersenyum lebar
"Begitu doang????"
"Mau bagaimana???
percaya padaku, cucumu yang kaku itu akan Kembali segera tak menunggu besok" ucap Melisa cekikikan.
Azri hanya menggeleng pelan melihat kelakuan absolut istrinya itu.
"Ayo...."
"Kemana???" tanya Azri bingung
"Astaga kakek tua, menemui cucu menantu.
Ingat ubah sedikit mimik wajah mu yang kaku itu.
aku tak mau cucu menantuku akan takut melihatmu" ucap Melisa membuat Azri kembali menghela nafas.
#Flash back off
Sandra sedikit lega karena masih ada yang percaya dia tak bersalah, di tambah lagi kini ia di dampingi seorang pengacara yang di utus oleh keluarga Araya.
Sandra sampai memeluk pasutri sepuh itu penuh syukur.
keesokan harinya Mirah dan Kirman sudah di tetapkan sebagai tersangka.
Yang membuat Sandra kesal adalah kenyataan bahwa Sarah dan Anya yang merupakan pelaku justru lepas dari jerat hukum
Kirman mengakui semua kejahatannya sementara Mirah sebagai kaku tangannya.
Sandra tak habis pikir doktrin apa yang di tanam oleh kedua iblis wanita itu hingga kedua pembantu mereka mau mengakui semuanya demi menyelamatkan Sarah dan Anya.
Saat interogasi sedang berlangsung, tiba-tiba Sandra mendapat kunjungan, pengacara nya terlihat berbicara serius dengan tim penyelidik, tak lama pintu terbuka dan....
Sesosok pria bertubuh tegap dengan seorang pemimpin membuat semua orang yang berada di sana segan walau belum mengenal siapa Aidan
"Baby..." panggil Aidan merasa bersalah melihat keadaan Sandra yang terlihat berantakan.
lingkar hitam dan wajah lelah istrinya terlihat jelas
"Aidaaaannnn huhuhu" Sandra menangis dan langsung memeluk suaminya itu, Sandra menumpahkan semua kesedihannya dan beberapa saat kemudian ia bisa mengendalikan perasaanya.
Sandra lalu melepaskan pelukannya dan menatap Aidan penuh tanya.
Aidan membantu menghapus air mata Sandra dengan jarinya.
Kini dalam pikiran Sandra timbul pertanyaan, apakah Aidan bisa percaya padanya???
Ataukah kedatangan aidan untuk membatalkan perjanjian pernikahan mereka???