Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Mobil Arka melaju kencang membelah jalanan kota. Sesekali matanya beralih menatap layar transparan Sistem yang mengambang di samping kemudinya, memastikan bahwa apa yang sedang ia tuju bukanlah halusinasi belaka.
"Sistem, kamu nggak lagi bercanda, kan? Lokasinya beneran di pusat kota?" tanya Arka, memegang kemudi semakin erat.
[Sistem tidak pernah berbohong, Tuan. Lokasi tujuan Anda sudah sesuai dengan navigasi.]
Sesampainya di titik lokasi, langkah roda mobilnya terhenti. Di hadapannya, berdiri sebuah bangunan yang sangat mewah, lebih megah dari bangunan-bangunan di sekitarnya.
Tamannya begitu luas dengan hamparan rumput Jepang hijau yang tertata rapi, membuat seperti rumah di dalam dunia dongeng.
Arka mencengkeram setir, matanya tak berkedip. "I-ini beneran rumahku? Nggak salah, kan? Kamu nggak salah titik koordinat, kan, Sistem?"
[Benar, Tuan. Ini adalah rumah yang Anda dapatkan dari Sistem. Silakan masuk. Mengenai legalitas, Sertifikat Hak Milik (SHM) sudah sah atas nama Anda dan terdaftar secara hukum.]
"Gila... Pusat kota, lahan seluas ini?" bisik Arka masih tak percaya.
Ia merayap masuk, melintasi gerbang tinggi yang terbuka otomatis, lalu memarkirkan mobilnya di halaman depan.
Di tengah halaman, terdapat air mancur dengan pencahayaan warna-warni yang indah
"Wah... ini beneran seperti rumah di tivi-tivi," kata Arka terpukau saat keluar dari mobil. "Sistem, air mancur itu harganya berapa kalau beli sendiri?"
[Sistem menyarankan Tuan untuk tidak memikirkan harga, karena seluruh fasilitas di sini sudah menjadi milik Tuan sepenuhnya.]
Ting!
Tiba-tiba, sinar laser berwarna biru keluar dari atas pintu utama, membentuk sensor hologram yang memindai tubuh Arka dari atas sampai bawah.
[Pemilik rumah telah teridentifikasi. Anda adalah pemilik sah rumah mewah ini. Akses diberikan.]
Pintu terbuka secara otomatis. Arka melangkah perlahan melewati ambang pintu.
Kemewahan di dalam rumah itu langsung membuat Arka terpukau.
Lampu kristal raksasa yang menggantung elegan, pilar-pilar marmer yang menjulang, dan perabotan berlapis emas yang berkilau layaknya istana raja.
Mata Arka membulat sempurna. tangannya gemetar menunjuk ke sekeliling. "Ternyata rumah semewah ini beneran ada di dunia nyata ya? Aku pikir cuma hanya ada di film-film kolosal aja..."
"Sistem, kamu beneran nggak main-main ya..." gumam Arka melangkah perlahan mengikis jarak menuju area kamar utama.
[Selamat datang di kediaman Anda, Tuan Arka.]
"Terima kasih sistem," kata Arka.
[Sistem selalu memberikan yang terbaik untuk Tuan.]
Saat pintu kamar utama bergeser terbuka, Arka kembali dibuat bungkam. Ukuran kamar itu lebih luas dari keseluruhan rumah lamanya.
Di tengah ruangan, terhampar ranjang berukuran King Size dengan sprei sutra tebal yang tampak begitu empuk.
Arka segera teralih pada area walk-in closet ber dinding kaca di sudut kamar.
Arka berjalan mendekat, matanya berbinar menatap deretan lemari kaca transparan di hadapannya.
"Ini... jam tangan mewah semua?" Arka menempelkan telapak tangannya ke kaca lemari, menatap jajaran jam tangan bermerek dunia yang terpajang rapi lengkap dengan pencahayaan sorot yang elegan.
Di rak sebelahnya, tersusun puluhan pasang sepatu kulit eksklusif dan sneakers edisi terbatas, serta koleksi dasi berbahan sutra dan aksesori mewah lainnya.
[Seluruh barang di dalam lemari ini diproduksi khusus dan disesuaikan dengan ukuran tubuh Tuan Arka,]
Arka bergeser ke lemari kaca lainnya. Begitu pintu otomatisnya terbuka, aroma wewangian mahal langsung tercium.
Di sana bergantung rapi puluhan setel jas hitam elegan, kemeja premium, hingga pakaian kasual berdesain trendi.
Arka menyentuh bahan salah satu jas hitam yang menggantung. Kualitas kainnya terasa begitu lembut di kulitnya.
"Gila... Aku bahkan nggak tahu cara pakai dasi yang bener," kekeh Arka, terkagum-kagum bercampur canggung. "Sistem, apa baju-baju ini juga bakalan protes kalau aku pakai tanpa acara formal?"
[Tidak, Tuan. Pakaian ini dirancang khusus untuk meningkatkan statistik penampilan dan aura kepemimpinan Anda sebesar lima puluh persen.]
Arka mengambil salah satu baju kasual berbahan halus dan mencocokkannya di depan cermin besar.
Ia menatap pantulan dirinya sendiri, seorang pemuda biasa yang beberapa jam lalu tidak punya apa-apa, kini berdiri di tengah kemewahan bak seorang raja.
"Aura kepemimpinan, ya?" Arka tersenyum tipis menatap pantulan dirinya. "Mulai hari ini... hidupku beneran berubah total."