NovelToon NovelToon
OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Romansa / Tamat
Popularitas:676.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sheninna Shen

Notes : Bukan untuk bocil.

“Ini bukan cinta, Om! Ini tuh obsesi!” – Joey Ainsley

Rain memenuhi segala kebutuhan anak kecil yang bernama Joey hanya karena perasaan iba. Namun, siapa sangka? Setelah empat belas tahun Rain meninggalkan Indonesia, gadis itu tumbuh dengan sangat cantik seperti sekuntum bunga. Sayangnya, kecantikan gadis itu memiliki racun seperti bunga Nerium Oleander. Racun yang membuat Rain tergila-gila dan sangat terobsesi untuk memetik bunga tersebut.

Di saat Joey sedang tumbuh menjadi seorang gadis bak bunga yang sedang mekar, Rain malah menjadikan jasanya selama empat belas tahun ini sebagai alasan agar Joey tak dapat menghindar darinya.

Pria tampan yang merupakan penerus perusahaan terkaya se-Asia Tenggara itu sangat terobsesi untuk memiliki Joey.

"Kamu udah jadi Sugar Baby kok, sejak empat belas tahun yang lalu. Keberuntunganmu hanyalah karna aku nggak di Indonesia. But now, i'm back. Aku kembali untuk mengambil apa yang udah aku bayar selama ini." – Rain Ravindra

Akankah Rain berhasil memetik Nerium Oleander? Setelah bunga tersebut dipetik, apakah ia layu? Atau … bunga tersebut tumbuh mekar dan berkembang biak? Ck! Semesta saja bergidik ngeri dengan obsesi pria dewasa itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Bisa Mekar Lagi

..."Menyesal pun, percuma. Bunga yang sudah dipetik, tak akan bisa mekar dengan sempurna lagi." - Joey...

...🌸🌸🌸...

Sinar senja yang menjingga di langit yang membentang luas, masuk menembus tirai yang sedang menari-nari terkena hembusan angin dingin dan menyentuh lembut membelai helai demi helai rambut hitam panjang gadis muda yang sedang memeluk lututnya di sofa ruang tamu.

Kala itu, perasaan sendu yang memilu, menyelimuti sekujur tubuhnya yang sedang putus asa. Tatapannelangsanya terfokus pada paper bag Nictoria Nevret yang berada di atas meja kaca ruang tamu. Sudah empat hari paper bag itu berada di sana dan tak di usik, pakaian dinas yang dibelikan oleh Rain, sepertinya tak akan pernah ia pakai, jangankan memakai, menyentuhnya saja, ia tak ingin.

Rasa frustasi dan depresi yang bercampur aduk menghujam menggelitiki tubuhnya, kembali membuat ia bernostalgia akan malam hangat yang sempat membuatnya terbuai dan terpedaya pada ucapan dan janji manis pria penyelamat hidupnya.

..."Seketika hatiku lumpuh dan tak dapat melihat gadis lain selain dirimu dan aku berjanji tak akan pernah berpaling darimu."...

Joey tersenyum getir saat kalimat manis dan berbisa itu kembali terlintas dipikirannya. Sebuah ucapan yang penuh dengan bisa yang mematikan hatinya sampai-sampai ia terlena dengan bisa tersebut.

Sudah empat hari sejak Rain meninggalkannya. Hingga hari ini, pria tersebut tak kunjung kembali menunjukkan batang hidungnya. Jangankan kembali, sekedar bertanya kabar melalui pesan singkat pun, tak dilakukan pria tersebut. Apa rasa obsesi itu benar-benar hilang? Sesuai pepatah, habis manis, sepah dibuang.

"Hahhh!"

Joey menghela nafasnya dengan kasar. Menyibak rambut hitamnya yang menutupi wajah karena terkena hembusan angin. Gadis itu melihat ke sekeliling. Di sebuah ruangan gelap yang diterangi sinar jingga dari celah-celah tirai pintu balkon, membuat hatinya mendadak sendu saat ia menyadari bahwa ia kembali sendiri di ruangan mewah yang besar itu.

Jika diingat-ingat kembali, hanya empat hari malaikat itu bersamanya. Tapi kenapa, empat hari tersebut terasa begitu bahagia dan penuh dengan warna? Padahal, empat hari adalah waktu yang cukup singkat untuk seseorang jatuh cinta begitu dalam. Apa mungkin selama ini dia sudah lebih dulu jatuh cinta pada pria itu sejak kecil? Gadis itu kembali berdebat dengan pikirannya sendiri. Hatinya berkata bahwa Rain merupakan cinta pertamanya sejak ia pertama kali membuka mata di rumah sakit saat kecil dulu, sedangkan akalnya berkata bahwa itu hanyalan perasaan kagum dan perasaan terima kasih atas jasa-jasa pria itu selama ini.

"Menyesal pun, percuma. Bunga yang sudah dipetik, tak akan bisa mekar dengan sempurna lagi," gumam Joey sambil menyeka airmata yang menetes dari sudut matanya.

TING TONG!

Bel berbunyi. Dengan langkah yang berat, Joey bangkit dari duduknya sambil menghapus airmata yang membasahi pipinya. Gadis itu berjalan melintasi gelapnya ruangan dengan cahaya jingga yang mulai menghilang. Ia membuka pintu dengan tatapan yang kosong.

"Joey, kok lampunya nggak dihidupin?" tanya Harry sambil masuk ke dalam apartemen tersebut.

Sekretaris pribadi itu menenteng beberapa makanan ditangannya. Ia bergegas menuju meja makan untuk meletakkan bungkusan makanan tersebut, lalu pria itu menghidupkan lampu dengan menekan saklar yang berada di dinding yang tak jauh dari meja makan.

"Makanlah. Pak Rain belum bisa ke sini, beliau masih sibuk dengan beberapa urusan," ucap Harry sambil mengambil remot AC yang ada di lemari TV dan menghidupkan AC ruang tengah tersebut.

"Sibuk dengan tunangannya?" celetuk Joey datar. Gadis itu berjalan menuju meja makan dan duduk di kursi meja makan tersebut.

Harry terdiam dan menghela nafasnya. Pria itu berjalan menuju pintu balkon, lalu menutup pintu balkon tersebut hingga tirai yang tadinya meliuk-liuk karena sentuhan angin, kini menjadi tenang.

"Saya sudah mendaftarkan anda di kampus-"

"Om Harry ...." potong Joey. "Aku mau kuliah di Australi, terserah di kampus apa aja, asalkan aku meninggalkan Indonesia."

Sepertinya, Joey telah membulatkan tekadnya untuk meninggalkan Indonesia dan melupakan rasa sakit yang membuatnya hancur sehancur-hancurnya. Dia sadar, jika ia tetap berada di negara ini, hatinya tak 'kan pernah sembuh, bahkan hidupnya akan menjadi terpuruk tanpa bisa bangkit saat terus-terusan melihat kabar bahwa pria yang sepertinya ia cintai, akan menikah dengan seorang wanita yang bukan saingannya.

Benar, hingga saat ini ia masih belum sepenuhnya menemukan arti dari perasaannya, apakah itu cinta atau kagum? Tapi tetap saja, dia terjebak dengan ungkapan cinta pria tersebut, lalu memberikan benda berharganya. Gadis mana yang tak akan kecewa dan sakit hati? Meskipun bukan cinta, tetap saja ia merasa kecewa karena pria itu tak memegang ucapan dan janjinya. Di matanya saat ini, ucapan dan janji tersebut hanyalah umpan agar ia termakan pancingan dan menjadi santapan dari obsesi pria itu.

"Saya tanyakan dulu ke Pak Rain," ucap Harry.

"Bilang ke dia, kalo dia nggak ijinin, aku bakalan tetap pergi keluar dari negara ini walau gimanapun caranya!" ancam Joey.

"Baiklah, akan saya sampaikan. Kalo begitu, saya pamit dulu," ucap Harry sambil berjalan menuju pintu dan bergegas meninggalkan Joey sendiri di apartemen tersebut.

...****************...

Di sebuah ruangan yang besar, di mana banyak file-file dan odner yang tersusun rapi di filling cabinet, dilengkapi dengan sofa dan meja kaca di depan meja kerja kayu yang elegan. Rain terlihat sedang duduk bersandar di kursi sambil membelakangi meja kerjanya menghadap hamparan langit luas dihiasi pemandangan kota dari lantai 57. Terdapat banyak cahaya yang menghiasi kegelapan malam itu, semua terlihat di balik dinding kaca yang transparan.

"Sedang apa dia?" gumam Rain suram.

Wajah pria itu terlihat kusut dengan dasi yang sudah ia longgarkan dan dua kancing kemeja yang terbuka. Tatapan nestapa yang penuh kerinduan tergambar jelas di matanya.

Tok tok tok!

Selang beberapa detik bunyi ketukan pintu tersebut, Harry masuk ke ruangan tersebut.

"Gimana?" tanya Rain tanpa memutar kursinya menghadap Harry. Pria itu masih sibuk menatapi hiruk pikuk kota metropolitan dengan membelakangi Harry.

"Wajahnya sendu. Dia benar-benar hancur."

Rain menghela nafasnya berat mendengar ucapan Harry.

"Dia mau kuliah di Australi. Pokoknya di luar Indonesia. Dan kalo nggak diturutin, dia bakalan pergi dari negara ini gimanapun caranya," jelas Harry sambil membenarkan kaca matanya.

Rain segera memutar kursinya menghadap Harry membelakangi dinding kaca berpemandangan hiruk pikuk kota metropolitan. Pria itu menatap Harry dengan tatapan gelisah.

"Australi?" ulang Rain. Pria itu mengerutkan keningnya.

"Iya, Pak."

"Kalo nggak diturutin, dia bakalan pergi gimanapun caranya? Ck. Nekat sekali. Memangnya hidup di luar gampang? Biaya hidup lebih sulit di luar sana ketimbang di Indonesia."

...****************...

BERSAMBUNG...

1
ana_love
SERUUUU BNGTTT,suka sama alurnyaa
+62
hepi ending.. tapi mewek 🥲
Azmy
kasian harry udah bujang lapuk dapatnya bekas
Azmy
thor aku koreksi sedkit ceritanya,bukan di bab sebelum sebelumnya rain bilang kalo zayn tdk ada hubungan darah sama ravinra tpi ini kok malah zayn anknya juga papanya rain
Risna Tanjung
kok bs crita othor ni aku suka semua😔buat yg buanyak cerita '' slanjutnya ya thor💪
Risna Tanjung
crita yg kek gini ni kesukaan q😊
othor💪
Anisa92
Hadeh, cuma di novel yg bisa begini🤣
nobita
dari bab awal aja aku udh nyesek thoor...
yah
kata ku rain nikahi dulu joey baru nikah ama tunangan mu itu
Yulia
dari sekian banyak novel End nya KA Shen yg kubaca ini yg paling panjang tp ceritanya bagus banget dan menguras emosi,,terima kasih KA Shen semangat terus💪
Sheninna Shen: Hihihi. Makasi kak 🥰
total 1 replies
Nining Chili
👍👍👍
Sheninna Shen: Makasi kak
total 1 replies
mety
suka dengan ni El ini....bravo Thor 🥰
Sheninna Shen: Wihhh, makasi thor 😍🥰🥰
total 1 replies
mety
urusan perlobangan memang ngak ada matinya 🤣🤣
Aam Amalia
asli aku juga sampe kaget terkaget kaget sekaget kagetnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mety
hatimu hancur karena dirimu sendiri .....
Aam Amalia
😭😭😭😭😭
mety
wkwkwkwkw novel ini kayaknya bergendre komedi dewasa 🤣
Aam Amalia
lama lama sebel juga sama si Hujan Badai....seenaknya banget ke perempuan...
Aam Amalia
Gila KA Rain...
Aam Amalia
nyesek baca pesan Joey..
emang harus di kasih pelajaran dulu Si Rain itu..biar tau rasa..ko cinta menyiksa. batin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!