Saundara kembarnya yang menjadi penguasa di negara lain menemuinya dengan kondisinya yang kini menggunakan kursi roda . Saudaranya terluka parah dan harus melakukan terapi namun di saat bersamaan dia sudah berjanji untuk menikahi kekasihnya.
Stefan datang memberikan kontrak pada saudara kembarnya steven dan menyuruhnya menikahi kekasihnya menggantikan tempatnya sampai dia sembuh. "Kau gila dia kekasihmu?,kenapa aku harus menikahinya"
Kartika gadis cantik ini akhir nya menikah, namun dia merasa suaminya berbeda dari biasanya.
Apakah kartika akan tau yang sebenarnya, apa yang akan terjadi Bagaimana kisah selanjutnya, akankah ada kisah cinta segitiga ,takdir apa yang terjadi pada kisah mereka .
Terus baca dan kalian akan tau akhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
"Apa maksud mu, apa kau pikir aku melewati batas" Ucap Steven tidak Terima.
"Jawabannya ada padamu sendiri bos, apakah kau pernah mengajak wanita lain makan malam" Ucapan Ravi itu membuat Steven terdiam.
"Aku hanya ingin membuatnya tidak bercerai dengan Stefan dan mencoba membahagiakannya".
"Semoga saja itu hanya rasa tanggung jawab atas peran mu bos, aku bukan bermaksud tidak sopan aku hanya mengingatkan" Ucap Ravi yang sembari pergi meninggalkan Steven yang memilih duduk dan merenungkan ucapan Ravi.
"Aku tidak mungkin memiliki perasaan lain, aku hanya menjalankan tugas sebagai Stefan" Ucap Steven yang terus meyakinkan dirinya kalau apa yang dia lakukan tidak salah dan tidak melewati batas.
Ravi yang sudah berada di kamarnya mulai menatap langit kamarnya "Bukankah aku terlalu berani, kenapa? ada apa denganku aku tidak mungkin kan" Ucap Ravi sembari menekan dadanya.
Ravi mengacak rambutnya dia tidak tau ada apa dengan dirinya baru kali ini dia bisa seberani itu dengan Steven yang notabene sangat dia hormati dan takuti.
Sedangkan Steven memilih untuk minum alkohol di mini bar di Vila itu, Steven mulai menenggak sebotol dua botol dan mulai banyak botol berbaris di hadapannya.
Dia menggenggam botol itu dengan kuat "Apa kau bercanda melewati batas aku, tidak mungkin wanita lemah itu bukan tipe ku" Ucap Steven yang mulai kehilangan kesadaran nya.
"Wanita yang keluarganya berantakan, wanita lemah yang bahkan di siksa keluarganya sendiri wanita yang bahkan tak berani menyiksa orang bagaimana bisa membuatku melewati batas hahahaha tapi dia kenapa wanita bodoh itu amat baik dan lembut apa dia bodoh baik ke semua orang apa dia tidak takut di salah pahami hah, dasar wanita bodoh" Steven yang mulai kehilangan kesadarannya mulai meracau dia yang saat sadar sangat diam saat mabuk dia akan mengoceh tidak karuan.
Kartika yang baru selesai membereskan barangnya yang sedikit itu merasa sedikit haus dan mengambil air di dapur namun saat ingin ke dapur dia melihat di mini bar ada suaminya, dia menghampirinya.
"Wanita bodoh! " Ucap Steven kembali meracau dan menaruh kepalanya di meja.
"Stefan kau mabuk, apa yang terjadi apa ada masalah" Tanya Kartika khawatir
Steven yang melihat Kartika langsung mengangkat kepalanya dan meraih kedua pipi Kartika "Dasar wanita bodoh kenapa kau baik ke semua pria hah, bodoh" Ucap Steven yang kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kartika yang terkejut karena pipinya di tahan oleh tangan suaminya itu. Steven sudah benar-benar tidak sadar akan dirinya.
Steven perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Kartika dan Steven tiba-tiba mencium Kartika membuat kartika membulatkan matanya terkejut namun Kartika merasa asing dengan ciuman Suaminya namun Kartika segera menghilangkan pikiran itu dan mungkin itu karena suaminya sedang mabuk, ciuman yang begitu intens dan dalam membuat Kartika hanya bisa memejamkan matanya dan mengikuti arus permainan suaminya itu.
Steven semakin dalam mencium Kartika lidahnya pun ikut menari di sana mengabsen setiap rongga, nafas Kartika mulai terengah-engah karena permainan panas Steven yang di pengaruhi alkohol.
Steven melepaskan ciumannya dan beralih ke leher Kartika membuat Kartika merasa tubuhnya semakin panas, namun tiba-tiba pyaar suara gelas pecah terdengar membuat Kartika sadar "Stefan ja.. jangan di sini" Ucap Kartika yang merasa tidak enak pada Ravi yang melihat pemandangan itu.
Steven yang sudah mulai kehilangan kesadarannya kemudian kembali menaruh kepalanya di meja
"Ma.. maaf" Ucap Ravi yang segera memungut pecahan gelas itu tanpa sadar Ravi menggenggamnya membuat tangannya berdarah.
Ravi mengumpulkan pecahan itu dan membuangnya kemudian berjalan ke arah Kartika dan Steven "Nona biar saya membawa tuan ke kamar, dia seperti nya mabuk berat" Ucap Ravi dengan ekspresi yang tidak bisa di jelaskan oleh Kartika.
"Tu..tunggu kak tanganmu berdarah" Ucap Kartika yang melihat darah dari tangan Ravi.
"Hanya luka gores tidak masalah aku akan membawa tuan ke kamarnya"
"Ba.. baiklah " Ucap Kartika yang sendiri merasa malu di lihat saat keadaan bermesraan dengan suaminya.
"Kau tidak marah aku membawanya bukan" Ucap Ravi lagi.
"Ke.. kenapa harus marah dia sedang mabuk"
"Aku pikir aku menganggu kalian" Ucapan Ravi itu membuat Kartika ingin menutupi wajahnya dengan sarung bantal dan kabur.
"Tidak.. tidak bukan begitu kak dia sedang mabuk jadi dia" Ucapan Kartika terhenti saat Ravi berbicara.
"Aku mengerti tidak perlu di katakan toh kalian suami istri" Ucap Ravi yang segera memapah Steven pergi "Hanya saja lakukan ketika dia sudah tidak bersikap dingin padamu" Ucapan Ravi membuat Kartika tersadar sebenernya saat mereka berciuman tadi sedikit terlintas di pikiran Kartika untuk melakukan hubungan suami istri yang sesungguhnya tapi mendengar perkataan Ravi Kartika jadi merasa beruntung tidak melakukan saat suaminya mabuk, karena Kartika tidak bisa membayangkan yang akan terjadi besok.
"Aku mengerti kak" Jawab Kartika yang terbesit sedikit kecewa.
"Baik aku akan membawa tuan ke kamarnya" Ucap Ravi kepada Kartika 'Aku tidak cemburu aku hanya ingin dia melakukannya dengan tuan Stefan suami sebenarnya Kartika, benar aku hanya melakukan tugasku' Ucap Ravi meyakinkan dirinya akan apa yang dia lakukan.
Ravi membawa Steven ke kamarnya dia memijat Kepala nya "Bos ini yang kau bilang tidak melewati batas, hah aku rasa kita berdua melewati batas bos" Ucap Ravi menatap bosnya yang sudah tak sadarkan diri.
lanjutlah thor
Ngk mauuu aku ngk terimaaa.. lanjutinnn pokoknya buat Kartika idup walau di pulau lainnn... yg pting idupppp
Kyak Ayana yg ketemu lagi dan bawa ank nya bt jumpa ayahnya....
goo lakun kan yg sama bt Kartika kembali pada Stevan dan biar clear ending bahagiaaa... okk Thorrrr
nihhh permintaan rederrmu yg paling SETIA😀... tahun ke 5 aku selalu setia bt muu adek kece.. gogogo lanjuttttt semangatttt othorr yuniarrrr✊🏻♥️
Goo kejar. dia STEV.. jgn biarkan Kartika dalam kekecewaan yg mendalam
dan kau stef.. sekarang km bisa melihat sendiri kan akibat ulah mu...
plis jangan meninggal dong lanjut thor 😭😭
Sekarang apa pun yg km bilang hanya kejujuran tp.luka itu kecewa itu,kepercayaan yg Kartika berikan,janji yg Kartika pegang sekarang hancurrr... dan ituh karena ide bodohhhh mu steff... 🙄
Kau harus paham itu stev