Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kesialan selir Rong
Chaoyin yang tidak sadarkan diri beberapa saat yang lalu kini perlahan menggerakkan badannya, Dengan perlahan bulu mata yang indah itu mengerjab beberapa waktu hingga terbuka sempurna.
Chaoyin mendesis kala merasakan sakit dipunggungnya, Sialnya dia harus mengorbankan dirinya untuk rencananya menjebak Meiyin sialan itu. Tapi tidak masalah, Bukankah segala sesuatu yang perlu dicapai membutuhkan pengorbanan? Ya anggap saja seperti itu
Gadis itu mengedarkan pandangannya, Tidak ada orang lain di kamarnya selain selir Rong, Yah selir Rong, Wanita paruh baya yang enggan untuk dia lihat. Entah kemana kaisar Yu dan pelayannya Lan dia tidak tau.
"Cihh, Harusnya Meiyin langsung membunuhmu saja, Tidak masalah jika dia harus dihukum tapi setidaknya wujudmu tidak ada lagi didunia ini"
Sarkas selir Rong yang menatap Chaoyin terbaring di atas ranjang.
Meiyin telah menjalankan hukuman dari kaisar Yu karna perbuatannya yang menyerang Chaoyin yang selaku putri mahkota, Dia pikir andai saja Meiyin menyerang Chaoyin lebih keras hingga merenggang nyawa mungkin itu lebih baik, Setidaknya penghalang besar untuk dirinya menduduki posisi permaisuri telah hilang dari dunia ini. Sialnya gadis pembawa bencana itu seolah memiliki banyak nyawa cadangan, Bahkan saat tenggelam dan dinyatakan hampir mati gadis itu masih hidup sampai saat ini.
Hal itu membuat selir Rong geram setengah mati, Ingin rasanya mencekik leher Chaoyin hingga mati di tangannya sendiri, Namun tidak bisa dia lakukan sebab dia harus mempertahankan citranya seolah dia adalah wanita paling sempurna dan sangat pantas bersanding dengan kaisar Yu dengan statusnya sebagai permaisuri.
Chaoyin tersenyum mengejek mendengar kalimat yang dilontarkan selir Rong untuknya, Dengan perlahan gadis itu berusaha bangun dari tempat tidurnya menyandarkan tubuhnya di punggung tempat tidur.
"Sayangnya itu tidak terjadi bukan"
Sahut Chaoyin dengan terkekeh ringan menatap selir Rong dengan tatapan mengejek, Tentu saja, Dia mengejek bagaimana rencana wanita itu untuk menyingkirkannya tidak berhasil sampai saat ini. Atau mungkin tidak berhasil sebab dirinya Daxia adalah pemilik dari tubuh ini sejak kemarin.
"Tidak sekarang, tapi nanti akan terjadi dan akan aku pastikan itu"
Selir Rong berkata dengan penuh penekanan, Dia yakin bisa menyingkirkan Chaoyin dengan rencananya nanti. Sungguh siapapun yang melihat wujud asli dari wanita itu akan terkejut setengah mati, Sebab bagaimana selir Rong membingkai dirinya menjadi wanita idaman setiap pria itu berhasil. bahkan kerap membuat semua orang kagum dengan sikapnya. Lain halnya di hadapan Chaoyin, Selir Rong pikir tidak ada gunanya untuk berpura pura, Sebab melihat tingkah Chaoyin jelas sudah dipastikan jika gadis itu tau siapa dirinya sebenarnya.
Alih-alih merasa takut dengan ancaman selir Rong, Chaoyin berkata dengan suara rendah
"Nanti yahh"
Chaoyin mengetukkan jarinya di dagu miliknya, Kemudian dengan alis terangkat dengan menarik senyum disudut bibirnya dia menatap selir Rong dengan ekspresi menjengkelkan.
"Sayangnya itu masih lama, Dan hari ini aku bisa memastikan kau yang akan mengalami awal dari kesialanmu"
Tiba tiba ekspresi Chaoyin menjadi datar setelah mengatakan itu, Demi apapun siapapun yang mengenalnya dimasa depan, Mereka jelas tau jika sosok Daxia tidak akan melepaskan orang yang berani menyinggung dirinya.
"Apa maksudmu"
Sentak selir Rong dengan emosi, Perasaannya tiba tiba menjadi tidak tenang mendengar hal tersebut, Sebab kali ini dia merasa sosok Chaoyin yang ada dihadapannya tidak akan mengatakan omong kosong, Terbukti dengan tindakannya sejak kemarin yang terasa sulit untuk dicerna oleh otaknya. Gadis itu berhasil melakukan hal hal luar biasa yang jelas membuat semua orang hampir bertekuk lutut padanya.
"Hadiah dariku, Untukmu datang, Semoga kau menyukainya"
Setelah Chaoyin mengatakan itu gadis itu kembali berbaring dan memejamkan matanya, Seolah saat ini belum sadar dari kajadian yang menimpanya, Hingga pintu kamar dimana Chaoyin berada di buka dengan kasar. Selir Rong segera berbalik melihat siapa yang melakukannya hingga dia termenung saat melihat kaisar Yu bersama panglima Hangli masuk dengan wajah dingin, Entah apa yang menjadi penyebabnya selir Rong tidak tau, Namun yang dia tau kali ini adalah emosi Kaisar Yu sedang tidak baik
Selir Rong berpikir mungkin kaisar Yu masih marah atas kelakuan Meiyin menyerang Chaoyin, Begitupun dengan alasan kemarahan panglima Hangli.
Selir Rong mengembalikan ekspresinya, Bersikap sedih seolah turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Chaoyin dan membuat gadis itu terluka.
"Yang mulia kaisar, Tabib Nuren mengatakan jika kondisi putri Chaoyin...."
Niat hati ingin menjelaskan kondisi Chaoyin untuk menambah kesan baik dirinya dihadapan kaisar Yu, Selir Rong justru dibuat terkejut kala sebuah tamparan keras mengenai wajahnya hingga membuat wanita paruh baya itu tersungkur dilantai.
Plakkkk
Bughhh
Selir Rong terkejut luar biasa, Selain ini pertama kali kaisar Yu berlaku kasar padanya, Dia juga tidak mengetahui alasan kaisar Yu menampar dirinya.
"Yang mulia kaisar"
Selir Rong menatap kaisar Yu dengan tatapan nanar, Matanya berkaca-kaca seolah menunjukkan betapa terlukanya dia akibat tamparan itu. Di sentuhnya pipinya yang terasa sakit, Bahkan bibirnya mengeluarkan darah cukup menandakan bagaimana kerasnya tamparan kaisar Yu dipipinya.
"Berani sekali kau melakukan itu pada putri Chaoyin, Kau sudah lupa siapa dirimu?"
Kaisar Yu berkata dengan penuh amarah, Ditatapnya selir Rong seolah siap menghabisi wanita itu saat ini.
Panglima Hangli juga ingin melampiaskan kemarahannya, Namun dia juga ingin melihat bagaimana kaisar Yu menangani orang yang bermain-main dengan nyawa cucunya hingga pria tua itu memilih untuk diam kali ini.
"Yang mulia kaisar, Hamba benar-benar tidak mengerti maksud yang mulia"
Selir Rong berkata dengan cepat, Dia benar-benar tidak tau apa maksud dari Kemarahan kaisar Yu padanya, Lantas wanita paruh baya itu berusaha bangun dari posisinya dengan tertatih.
"Kau menyembunyikan hal penting dariku, Tentang jatuhnya putri Chaoyin disungai belakang hingga tidak sadarkan diri dalam beberapa hari, Pelayan pribadinya telah memberitahu kau untuk menyampaikan kejadian itu agar disampaikan padaku, Namun alih-alih memberitahuku atau memanggil tabib kau mengunci setiap mulut para pelayan agar informasi itu tidak sampai di telingaku"
Rentetan kalimat panjang yang keluar dari mulut kaisar Yu membuat selir Rong tercegang, Lantas tatapannya beberapa waktu beralih kearah Chaoyin yang masih menutup matanya.
Dia pikir inikah maksud dari gadis itu jika hadiahnya telah tiba?
Sialan, Dia ingin membunuh gadis itu saat ini.
Namun dia akan memikirkan itu nanti, Sebab yang terpenting kali ini meyakinkan
"Yang mulia, Hamba bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, Ini tidak seperti yang mulia pikirkan"
Selir Rong berusaha mengelak dia menggeleng kepalanya dengan keras, Dia benar-benar terkejut dan tidak menyangka jika kaisar Yu tau tentang tragedi yang menimpa Chaoyin, Dirinya bahkan telah menyimpan para pelayan dan prajurit dengan beberapa koin emas agar tutup mulut tentang kejadian itu.
"Jelaskan nanti ketika kau sudah menjalankan hukumanmu"
"Tarik selir Rong, Berikan dia hukuman cambuk 200 kali, Tetap lakukan meski dia tidak sadarkan diri"
Titah kaisar Yu membuat selir Rong membulatkan matanya, Dia memberontak dengan keras saat prajurit dtang memegang kedua tangannya.
"Yang mulia, Tolong ampuni hamba, Hamba tau hamba salah yang mulia, Tolong ampuni hamba"
Selir Rong meraung dengan keras, Hukuman itu seolah ingin mencabut nyawanya secara perlahan. Namun alih-alih mendengarkan yang dikatakan selir Rong, Kaisar Yu kembali membuka suaranya.
"Cabut semua harta yang dimiliki selir Rong, Asingkan dia di paviliun mawar hitam, Dan status selirnya akan diturunkan menjadi seorang gundik istana"
Semua orang jelas terkejut mendengar tuturan kaisar Yu, Sebab itu terlalu mengerikan untuk orang-orang yang mencintai kedudukan dan harta, Dan jelas saja ini adalah hukuman paling mengerikan bagi selir Rong.
"Tidak tidak yang mulia jangan lakukan itu hamba mohon, Yang mulia"
Selir Rong benar-benar histeris mendengar itu, Jelas saja itu lebih mengerikan dibandingkan dengan hukuman cambuk yang dia terima, Dia berusaha memberontak bahkan saat prajurit itu menyeretnya keluar dari kamar Chaoyin.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor